Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain

Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain
ANGIN, INVASI, PERATAPAN


__ADS_3

Aku adalah peri angin yang sudah hidup selama 300 tahun lamanya, dulu daerah ini sangatlah tandus dan gersang. Bahkan tidak ada tanda kehidupan baik itu manusia ataupun hewan atau monster laknat. Namun seiring waktu silih berganti tanpa henti, membuat daerah ini menjadi tumbuh berkembang. Satu per satu makhluk aneh yang mungkin bisa disebut dengan manusia, memulai peradaban mereka dan menghuni di daerah tempat aku bersemayam. Mereka seenak jidat mendirikan tempat yang mereka sebut sebagai pedesaan. Aku tahu ini sangatlah menganggu, jadi kuputuskan untuk muncul dihadapan mereka yang mana aku mencoba buat mencegah mereka. Entah apa yang terjadi, justru malahan mereka memuja memuji aku sebagai atau khalayak sesosok Dewi. Akupun sedikit merasa senang, karena mungkin aku sudah lama tidak berinteraksi jadi kuputuskan mengizinkan serta melindungi mereka hingga saat ini. Sampai mereka mendirikan suatu tempat yang megah nan indah, kaya akan tembok dan penuh penghuni manusia yang sekarang berkembang menjadi mereka namakan sebagai kota Windblume. Tempat khusus aku sebagai Dewi mereka puja, akan tetapi aku merasakan kegelisahan serta keresahan yang menghantui hatiku. Aku merasa tertekan akan sifat kekejian atau mungkin kekejaman, aku kini ingin mengintai. 


Aku mencoba menenangkan perasaan aneh ini, lalu aku menemukan dua gadis manusia tergesah-gesah menderingkan pintu Windblume. Seolah-olah mereka akan merampok Windblume indah ini, jadi aku menguping percakapan mereka buat...


"Tolong cepatlah buka gerbangnya! Saya, Alisa sangat ingin menyampaikan sesuatu kepada tentara kota! Saya mohon buka gerbangnya segera!"


"Aneh, apa maksudnya coba..."


Salah satu pria muda berzirah besi mencoba membalas perkataan gadis manusia bernama Alisa itu...


"Tunggu !!! Saya akan membuka gerbangnya!"


Pengikutku menyetujui agar membuka pintu kota Windblume, menjumpai dua gadis muda manusia tersebut. Namun menahan mereka berdua di sekitaran pintu masuk kota.


"Hmmm...?! Apa yang ingin kalian lakukan? Kalian bukan pedagang, siapa kalian?"


"Saya, Alisa sebagai petualang yang terdaftar pada kota Peninsula. Sekarang kota Peninsula sudah hancur, saya mohon izinkan saya berjumpa dengan kepala tentara kota segera!"


"Peninsula hancur? Dan juga dia berkata kalau dia adalah petualang, aku heran dengan kelakuan para manusia ini. Dari dulu sampai sekarang, masih saja aku tidak paham sama kelakuan aneh mereka"

__ADS_1


"Apa maksud kamu? Jangan bodoh!"


"Saya mohon !!! Para iblis dan pasukannya sedang menuju kemari untuk menghancurkan kota Windblume! Kita harus cepat mengungsikan warga kota !!!"


"Eh...?! Tunggu sebentar, dia kata itu Iblis, juga pasukan yah? Ummm.... apa mereka sudah... jangan jangan mereka, haduh... berarti perasaan aneh yang menghantuiku mungkin karena ini"


"Pergilah kalian berdua !!! Kami para penduduk kota Windblume, pemuja Peri !!! Kami tidak bodoh, Peri akan melindungi kota ini dari mara bahaya apapun, pergilah! Sebelum pedangku menancap pada tubuh kamu!"


"Tu--"


Pintu Windblume kembali ditutup dengan rapat oleh pengikutku, meninggalkan dua gadis manusia itu berada di luar pintu kota.


"Alisa... gimana ini?"


"Sungguh bodoh mereka! Aku sangat kesal! Nao, ayo kita menjauh dari sini"


"Oke Alisa"


Dua gadis manusia itu, mereka pergi menjauh dari Windblume. Mereka mengarah ke selatan Windblume, semoga saja mereka baik-baik saja. Aku merasa kasihan melihat mereka, akan tetapi aku juga enggan berurusan dengan manusia lagi. Namun aku mendengar perbincangan mereka, juga meluluhkan rasa aneh aku menjadi lega gitu.

__ADS_1


"Seingatku, aku merasakan kekuatan dahsyat dari seorang gadis manusia yang tadi berada di Windblume. Kini dia sekarang pergi kemana yah..."


Seandainya aku bisa berjumpa lagi dengan gadis dahsyat itu, mungkin dia tahu tentang iblis dan pasukan. Daripada dua gadis muda manusia aneh tadi yang membikin runyam suasana Windblume. Aku tidak mau berpikir panjang, aku kembali ke tempat semayamku. Walau hati masih sedikit gelisah, lebih baik aku abaikan dan mencoba menunggu hari esok mungkin saja gadis dahsyat itu kembali ke Windblume.


Keesokan hari menyising tiba, aku menunggu gadis dahsyat itu balik kesini. Aku berkeliling penjuru Windblume masih tidak bertemu, bahkan gadis manusia aneh juga tak nampak lagi. Seharian ku tunggu masih saja tidak ada tanda-tanda dari dia, jadi aku balik bersemayam lagi.


Dan keesokan hari nya lagi pun tiba, bau tak sedap menyelimuti udara menjadi sangat kotor. Aku langsung terbangun dan bergegas keluar dari tempat semayamku, aku melihat asap menggumpal ke langit-langit menjadi gelap gulita, kobaran sengat panas terlena-lena, jeritan para pengikutku menggemu sepenjuru Windblume. Monster laknat berhela-hela menyantap, bergoyang hula halu, bercakan simpah siur membuat ratapan menggusur pertanahan. Ternyata benar, yang dikatakan oleh manusia gadis muda aneh itu. Sosok kekejian dan kekejaman merajalela seperti si lela dari anak kepala desa, menggerumuni alunan Windblume.


Windblume yang megah nan indah ini kembali menjadi gersang, sengat panas tak henti merambat satu kesatuan. Monster laknat menciptakan dan menikmati panggung sandiwara mereka, para manusia tergeletak menyungsur ke permukaan. Pengikutku yang malang kini sudah meninggalkan malang menuju pemalang, mungkin saja akan berakhir di serang. Aku mengutuki monster laknat ini, aku mencoba bebersih mereka dari Windblume. Namun naas, kekuatan anginku tidak membuat mereka gentar justru maju tak gentar. 


Sosok melebihi kebengisan oleh vlad si tukang sula, terlihat di depan aku. Dia mencoba untuk mendiamkan diriku, tetapi aku terus menerus meronta. Aku tidak mau berakhir begitu saja disini, aku perintahkan para angin menghempaskan monster laknat keluar dari Windblume. Sama saja hasilnya, kemudian aku melihat sosok 2 bengis itu menghalau semua hentakan yang aku buat. Dia mencoba lagi menghampiriku, sungguh rasanya aku ingin sekali tunggang langgang dari Windblume. Sesaat kemudian, muncul air bah yang begitu sangat banyak dari atas langit, yang mana langit tadi habis gelap terbitlah terang. Membanjiri menghantam ke permukaan, menyapu bersih monster laknat sekaligus mengarungi 2 bengis. Aku bersyukur, mungkin saja berkah dari sang penciptaku, tapi melainkan....


"Si-siapa kah dia? Aura ini tidak asing bagiku seperti ketika di dalam Windblume, jangan asem jangan lodeh dia adalah..."


Sesosok seorang manusia gadis muda nan cantik juga begitu indah, berambut cokelat kehitaman dengan helai panjang, berpakaian elok dengan warna hitam gelap cerah yang dihiasi sedikit warna keemasan muda pada pinggiran, kelopak mata yang menarik perhatian. Dia muncul melayang diatas langit, setelah air bah itu reda.


"Um... air bah itu memiliki magis yang melimpah, berarti dia bisa menggunakan sihir juga. Sungguh manusia yang sangat menarik"


Lalu dia memulai magis melimpahnya, muncul cahaya terang benderang dari bawah permukaan lalu melahap habis semua monster laknat. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi seluruh monster laknat yang tadi nya berjumlah begitu banyaknya langsung menghilang begitu saja tanpa ada jejak sedikit pun. Sungguh luar biasa gadis muda manusia itu, dia adalah Penyihir Terkuat Di Dunia. Sangat disayangkan, para pengikutku juga hilang dikalahkan oleh monster laknat dan kini Windblume kembali tandus dan gersang seperti 300 tahun yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2