
Halo, perkenalkan namaku Kaizer von Dodoluputin. Aku seorang petualang yang kini tinggal di kota Peninsula, mungkin namaku seperti nama bangsawan, justru aku hanyalah rakyat jelata yang mengemis ke pemerintahan demi mencari sesuap nasi. Dulu ibuku pernah bercerita tentang Serbuan 1000 Monster yang dikalahkan oleh seorang penyihir saat aku masih kecil, aku bahkan masih mempercayai cerita itu. Ya walaupun terdengar aneh, karena cerita itu adalah cerita dongeng yang mana tidak ada bukti konkrit.
Bahkan aku pernah bercerita hal itu kepada kawan satu party, malah yang kudapatkan hanyalah cemoohan. Ya sudah pastilah, karena orang tua mereka juga menceritakan hal yang sama. Tapi bedanya, mereka menganggap itu adalah dongeng. Sedangkan aku masih percaya, kalau ada seorang penyihir yang mampu mengalahkan 1000 monster. Aku tahu, di kota ini tidak ada seorang penyihir, mungkin juga sama di kota lain, tapi dunia ini sangatlah luas, tentu ada walaupun dengan 0 persen kemungkinan.
Dan kini aku ingin menjalankan untuk menerima misi sebagai petualang di Guild Adventure, kerja serabutan bagaikan banteng mengadu nasib.
"Pagi, apa ada sebuah misi untuk peringkat F?"
"Ada, silahkan lihat di papan pengumuman sana"
"Oke"
'wow'
Aku langsung terpesona melihat seorang gadis muda, berparas cantik, mengenakan gaun warna hitam seperti siswi akademi atau ala putri kerajaan, dengan rambut panjang lurus berwarna hitam kecoklatan, bola mata yang indah berwarna biru laut cerah. Baru kali ini, aku melihat seorang wanita sangat indah dan elok melebihi bidadari yang turun dari kayangan. Tapi, tapi aku tidak berani untuk menyapa dia, dia langsung pergi ke meja resepsionis berada.
Tak mau ambil berlama lagi, ku ambil secarik kertas berisi misi petualang. Dan menuju ke arah resepsionis lagi untuk konfirmasi misi. Yang ternyata gadis itu langsung pergi meninggalkan Guild Adventure. Aku pun penasaran lalu menanyakan ke resepsionis sambil menyerahkan misi ku.
"Nah... Gadis tadi ngapain dia?"
"Hem... Kenapa emangnya?"
"Iya, aku hanya penasaran aja. Dia begitu cantik, apa kamu setuju?"
"Hmmm... Aku juga cantik kok, dasar kau! Nah ini misi kamu, silahkan"
"Eh tunggu, serius nih. Dia tadi mau apa?"
"Okelah, dia mau daftar jadi petualang di Guild ini. Makanya langsung dia mencatat semua formulir yang sudah kuberikan, dan ini formulir nya. Juga kuberikan dia misi ujian untuk dia, membawa 2 kepala monster kerbau sebagai bukti kelulusan dia menjadi Petualang"
__ADS_1
"Oh gitu yah, makasih yah..."
"Hm..."
Beranjak aku pergi dari Guild Adventure, kali ini aku solo, tidak bersama tim party ku. Ya aku tahu, walaupun kekuatan ku tidak seberapa, tapi misi kali ini hanya mencari tumbuhan untuk bahan pembuat Potion. Hadiahnya juga lumayan, bisa makan hari ini. Maka dari itu ku langsung pergi ke ladang atau ke hutan, mungkin hutan lebih bagus karena mudah dapatin tumbuhan ini tapi monster lebih ganas daripada di ladang justru kebalikannya.
Hari yang cerah memang bagus untuk berburu monster, tapi tim party lagi rehat pada hari ini. Sangat disayangkan, lalu aku satu per satu memetik tumbuhannya.
"Ohya aku, bukannya gadis itu lagi berburu monster kerbau? Berarti dia ada di hutan dong. Oalah... Bisa gawat kalau dia gagal, mungkin coba ku cek situasi hutan, bisa jadi bertemu dengannya lagi hehe..."
Aku pun segera pergi ke hutan, terdengar suara gemuruh lalu terjadi ledakan, asap menjulang tinggi ke langit. Aku bergegas berlari menuju ke arah ledakan itu berada, dan ku temukan gadis itu membawa 2 kepala monster kerbau. Di sekeliling nya seperti ada bekas ledakan juga ada api berkobar masih menyala dibelakang dia.
"Luar biasa, dia berjalan juga sungguh anggun walaupun lagi bawa kepala monster"
Lagi lagi aku tidak berani menyapa dia, walau aku dan dia berpapasan saling berhadapan.
Dan gadis itu pergi meninggalkan ku tanpa menyapaku, padahal tadi sempat mata ku memandang mata dia, juga dia kayaknya memandang aku. Ya mungkin ini yang namanya munafik kali, yang biasa pemuda-pemudi yang sudah meninggalkan ajaran sumpahnya.
Besok hari, aku pergi lagi ke Guild Adventure. Tapi aku tidak melihat gadis itu disini.
"Hei, apa gadis kemarin itu ada masuk ke sini tadi?"
"Hm... Tidak ada, tapi misi dia berhasil dan lolos kemarin. Tapi aku belum melihat dia hari ini"
Keesokan harinya juga sama, keesokan harinya pun juga sama, terus menerus aku berulangkali mencari gadis anggun itu, sampai 2 bulan belum terlihat. Ah sungguh malang nasibku, tidak menyapa dia.
Dan pagi hari pada hari berikutnya, alarm kota berbunyi menandakan adanya serangan monster ke kota Peninsula. Aku bergegas ke Guild Adventure, disana Guildmaster memimpin langsung dan memberikan misi untuk semua petualang yang berkumpul.
"Perhatian semuanya! Para monster terlihat sekitar 5 km dari kota, berjumlah 10 ribu monster menyerang sini. Mungkin hari ini adalah, hari terakhir kita. Tapi tidak! Angkat senjata kalian! Bergabung dan tunjukkan kepada dunia kekuatan kalian! Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja!"
__ADS_1
"Oh....!"
Gemuruh suara teriakan petualang bersatu, pidato Guildmaster benar benar membangkitkan semangat pejuang para petualang. Aku bersama petualang lainnya serta para tentara kota, bersiap ambil keputusan untuk berakhir disini. Yah, 10 ribu kawanan monster bukanlah mudah dikalahkan, justru evakuasi diri adalah pilihan terbaik.
Dan terlihat kawanan monster hanya sisa jarak 1 km, kita memblokir jalan masuk ke kota dengan parit dan jebakan lobang, serta pagar-pagar runcing untuk menghalau mereka. Regu pemanah bersiap untuk menembak, tapi sebelum mereka menembak...
Nampak seorang gadis muda melayang di udara, tanpa ada alat apapun. Dia langsung melancarkan entahlah apa itu, mungkin seperti sihir. Membuat awan menjadi hilang, dan dia berteriak 'Determination Symphony'.
Dalam sekejap 10 ribu monster dikalahkan begitu saja, seluruh warga kota bersorak gembira. Lalu aku mencoba melihat gadis sihir itu, ya sudah jelas dia penyihir. Tapi dia menghilang dari pandangan ku, ha... Aku berharap bisa berjabat tangan dengan dia, anehnya para warga kota tidak ingat gadis itu bahkan kawan satu party ku juga mengatakan hal sama.
Mereka membesarkan cerita bahwa merekalah yang mengalahkan 10 ribu monster, tapi bagiku justru seorang penyihir yang mengalahkan monster itu. Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja, akan ku buktikan kalau penyihir itu ada. Lalu esok harinya, setelah pesta kemenangan kota Peninsula melawan 10 ribu monster. Aku pergi ke hutan demi mencari petunjuk, kalau saja dia hidup di hutan dekat Peninsula.... ya dugaanku benar, dia duduk diatas dahan pohon, sambil bermain-main dengan burung pipit di belaian tangannya. Aku sontak menyapa dia, walaupun dulu aku tidak berani tapi sekarang setelah melihat kemampuan dia, aku semakin berani walau sekedar menyapa dia.
"Hai...."
Apa suara ku tidak didengarnya, kalah sama suara burung pipit itu...
"Hei!"
Aneh... sama saja dia tidak merespon ku, coba ah....
"Oii anumu kelihatan!"
Langsung angin di sekitarku menerpa ku menghantam pohon di belakang ku. Tapi pandangan dia tidak mengarahku, ya sungguh aneh.
"Baiklah, kalau memang suara ku tidak sampai kepadamu. Tapi tolong izinkan aku mengungkapkan! kalau kamu adalah seorang penyihir yang menyelamatkan kota Peninsula dari serbuan 10 ribu monster. Aku tidak punya bukti mengapa warga kota melupakan jasa kamu, bahkan resepsionis di Guild Adventure! Tapi aku yakin, suatu hari nanti akan ku buktikan kepada mereka! Bahwa kamu seorang penyihir yang paling kuat di dunia! Salam, dan terima kasih! Sang Juru Selamat Ku!"
Aku meninggalkan hutan dan dia masih duduk bermain bersama burungnya.
"Eh!? Serius lah, aku gak ngerti apa yang dia bicarakan. Orang di guild adventure memang orang aneh semua, aku datang kesana buat cari informasi malah diminta isi formulir, terus memberikan secarik gambar monster yang menurut perasaanku kalau monster kerbau itu harus diburu. Sampai sekarang aku gak paham kehidupan orang-orang di dunia ini, bahkan bahasa mereka sama sekali gak tahu aku"
__ADS_1