Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain

Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain
SANG JURU SELAMAT


__ADS_3

Aku kembali ke Guild Adventure, seperti biasa mencari misi, tapi kali ini bersama tim partyku terdiri 5 orang, Aku, Brad, Rio, Alisa, dan Nao. Brad seorang pria perkasa dengan otot yang berisi, dia seorang Guardian kelasnya, aku sangat menghargai jasa dia karena selalu menjaga jantung party tidak goyah. Ada Rio, dia seorang Assassins yang selalu menyerang dari belakang dan tidak mau menjadi garda depan bersama aku dan Brad. Rio berbadan kecil tapi tinggi berbeda sama Brad, orangnya kalem dan tidak banyak bertele-tele. Lalu ada Alisa, dia sebagai Claymore, selalu membawa pedang besar, sekali ayun dapat menghempaskan musuh, orang yang cantik dan selalu terbuka ke kita ditambah dia ketua tim partyku. Nao adalah gadis muda yang penakut, kelas dia sebagai Support yang cocok dengan sifat penakutnya, tapi berkat dia tim partyku sampai sekarang masih berdiri. Dan terakhir Kaizer adalah Aku, sebagai Rogue yang membawa dua pedang kecil yang selalu berada di depan membantu Brad dan Alisa. Walaupun tim partyku biasa saja, tapi kita menjalani misi selalu berhasil dan tidak pernah gagal.


Aku dan tim mengambil misi mengintai, mencari keberadaan monster Viper yang katanya bersarang di goa yang ada di selatan kota. Diminta untuk melaporkan keberadaan Viper, karena lama kelamaan akan menyerang penduduk kota Peninsula jika diabaikan.


Suara pintu Guild kudengar dan kutengok gadis panutanku melangkahan kaki dengan indah ke resepsionis. Dia datang ke tempat Rana berada, lalu aku dan timku menyingkir seolah dia adalah Putri Kerajaan. Aneh memang, timku masih di Guild dan duduk untuk memikirkan rencana misi pengintai ini. Sambil membahas rencana, sesekali aku melirik dia... mau dipandang berapa kalipun, benar-benar cantik. Kalah sama Alisa dan Nao kecantikan dia bagaikan malaikat cinta ku, mungkin.


"Oii Kaizer! Kaizer! Kau dengar aku kan!?"


Kuabaikan suara ketua, sambil melamun memandangi dia mengambil misi dari papan pengumuman. Aku pun mulai berpikir-pikir...


"Misi apa yang dia ambil?"


Lalu aku tiba-tiba ditepuk kencang sama Ketua, aku langsung tersadar dan kaget...


"Oii Kaizer! Sudah berapa kali ku panggil, kau gak jawab-jawab!"


"Eh... maaf"


"Jadi, kau dengar apa yang ku katakan tadi?"


"Maafkan aku, aku tidak mendengarnya Alisa"


"Argh...! Dasar kau ini! Makanya dengarkan! Siapa yang kau pandangi?"


Lalu ku abaikan omongan ketua, sambil memandangi dia lagi.... sontak aku...


"Dia begitu cantik, lebih cantik dari Alisa dan Nao, andaikan aku punya istri seperti dia bakalan nyaman hidupku daripada beristri sama Alisa. Tapi kalau sama Nao juga gak apalah, dia imut sih daripada Alisa macam gorila betina"


Tidak sengaja perkataanku didengar sama Alisa, dia sangat marah kali ini....


"Kau!!! Beraninya menghinaku!!!"


*bruk...*


Alisa memukulku sangat keras, sehingga membuat wajah tampan ku jadi bengkak macam tupai lagi makan biji kesemek. Dan 3 anggota timku tertawa melihatku, parah!


"Aduh... sakit! Gak pandang bulu kamu, Alisa. Dasar..."


Lalu Alisa mengangkat tangannya lagi yang mencoba memukul ku lagi...


"...ah gak ada, jadi mau berangkat kita?"


"Besok kita berangkat, omong-omong kamu tadi memandangi siapa?"


"Dia, Vika Valentine. Yang pernah ku ceritakan kepada kalian, kalah dia seorang Penyihir, dia juga baru saja mendaftar jadi petualang disini satu bulan yang lalu"


"Oh jadi dia, yah... memang cantik juga, cih! Pantes kau lirik-lirik melamuni dia, ngaca oii Kaizer! Muka aja kaya tupai gitu masa mau cewek seperti dia jadi istri kamu!"


"Heeee.... pedih juga mulut kamu Alisa, tapi siapa tahu dia jadi istriku... hahahaha"


Aku ketawa terbahak-bahak mengucapkan itu, tapi yah mana mungkin. Itu mustahil! Dia adalah panutanku, yang ingin aku mengangkat cerita dan menelusuri cerita tentang dia. Lalu dia keluar meninggalkan guild, karena penasaran... aku meminta timku, aku izin keluar dengan alasan beli makanan tapi yah alasan utamaku tentu saja karena dia. Timku berangkat besok, untuk mengintai goa Viper berada. Lalu aku beranjak dari tempat duduk dan menemui Rana, menanyakan misi yang dia ambil itu.


"Rana, si Vika ambil misi apa tadi?"


"Hm...? Kamu lagi, ya dia ambil misi mengalahkan 5 goblin"


"Oh gitu yah, goblin dimana itu?"


"Ada di barat daya kota, emangnya kenapa?"


"Ya gak apa-apa, terima kasih yah"


Baru saja sebentar, dia langsung kembali lagi ke guild. Aku juga kaget, kenapa dia bisa cepat gitu. Padahal belum aja 30 menit keluar, atau mungkin sudah 30 menit dari dia keluar dari Guild? Aneh!


Dan dia kembali ke guild langsung ke meja Rana, aku mencoba sedikit menjauh dan mencoba menguping pembicaraan mereka.


"Wuah... hebat kamu ya, Vika. Bisa mengalahkan 5 goblin hanya butuh waktu 30 menit. Apa kamu mau menerima misi khusus?"


"Misi khusus?"


"Iya Vika! Misi ini adalah mengintai dan mengalahkan pemukiman Orc yang ada di sebelah timur laut kota, di sana terlihat ada segerombolan Orc sekitar 25 jumlahnya. Tentu kamu harus masuk tim party untuk mengalahkan mereka, dengan tim party kamu pasti bisa. Tolong yah!"

__ADS_1


"Orc? 25 Orc loh... itu mustahil dilakukan olehnya, ditambah 5 goblin aja mustahil dilakukan oleh tim partyku"


"Eh... tu-tunggu dulu. Aku baru saja mengalahkan goblin, dan ku rasa itu sudah cukup hari ini"


"Kenapa gitu Vika!?"


"Yah... aku, aku mau mencari informasi tentang sihir"


"Sihir? Untuk apa itu, Vika? Sihir sudah lama punah, dan sudah tidak ada seorang manusia bisa menggunakan sihir. Sihir hanyalah cerita kuno atau cerita dongeng, percuma itu Vika"


"Dugaanku benar, dia berarti penyihir! Mana mungkin dia mencari informasi tentang sihir kalau dia bukan penyihir"


Sekarang aku mulai yakin kalau Vika Valentine adalah Penyihir,


"Eh... sungguh? Aku akan menerima tawaran misi khusus ini, dengan menukarkan informasi tentang sihir. Bagaimana?"


"Beneran? Oke! Kita punya kok, walau sedikit koleksi catatan tentang sihir. Baiklah aku konfirmasi dulu ya.... silahkan ambil misi khusus ini, aku mendoakan keselamatan tim party kamu! Semoga berhasil!"


"Oke, terima kasih"


Ya benar, Vika Valentine adalah Penyihir. Dia mencoba membuat kesepakatan sama Rana, untuk mengambil misi khusus dengan menukarkan informasi tentang sihir. Sekarang aku ingin memastikan bahwa dia benar-benar penyihir atau gak, dan aku akan membuntuti dia secara diam-diam. Aku juga mendengar perkataan dia kalau dia...


"Cuman aku sendirian, sudah cukup untuk mengalahkan 25 monster Orc"


"Aneh! Dia sendirian... mana mungkin bisa, tapi ini kesempatanku untuk membuktikan dia sebagai penyihir. Kalau dia dalam bahaya, aku akan menolongnya dan membawa kabur dia"


Dia meninggalkan Guild Adventure, mengarah ke timur laut kota, yang mana Pemukiman Orc berada. Aku mengikuti dia secara perlahan tetapi pasti, dia sama sekali tidak sadar kalau aku sedang membuntuti dia. Terus menerus berjalan yang akhirnya sampai di Pemukiman Orc, dia hanya berdiam di sana. Berdiam dan diam, tanpa ada gerakan sedikit pun. Aku beneran penasaran apa yang dia lakukan, tapi ku coba melihat pemukiman orc itu ternyata...


"Gila! Bukan 25 Orc itu, itu lebih dari 50 monster Orc. Bisa gawat ini, ini situasi yang sangat berbahaya baik bagiku atau bagi dia atau bagi penduduk kota. Aku harus melaporkan hal ini ke Rana dan Ketua guild untuk ekspedisi mengalahkan Pemukiman Orc. Sebelum pada akhirnya terlambat, tapi dia hanya berdiam saja... haduh gimana nih...!"


Aku semakin gelisah yang membuat aku mondar mandir di tempat, tetapi rasa ketakutan menyerangku yang membuat aku membalikkan badan dan ingin meninggalkan dia sendirian, serta segera melaporkan hal ini. Sesaat aku mau berlari, dia berteriak sangat kencang...


"Holy Light Sword Judgement!"


Lalu aku menengok ke arah dia dari kejauhan...


"Apa yang dia lakukan! Payah! Dia membuat membangunkan para Orc menyerang dia! Dia juga masih berdiam! Haduh...!"


Aku melongo melihat para Orc diam tergeletak dan tak berdaya begitu saja di atas ladang rumput yang hijau ini, mungkin saja dia mengalahkan semua Orc itu... tapi sama sekali tidak ada darah sedikit pun mencemari ladang rumput hijau ini...


"Apa!? Apa Apaan itu!? Aku.... aku menyaksikan akan keajaiban!"


Aku bertekuk lutut, bersujud akan keajaiban dan rasa kagum aku kepada Vika Valentine, yang mana membuat semakin lemas. Dan dia masih berdiri dan berdiam di sana, tak lama kemudian dia bergegas pergi dari Pemukiman Orc. Karena mungkin dia berhasil menyelesaikan misi khusus dan mengalahkan para Orc. Aku bangkit dan mengejar dia secara diam-diam untuk membuntuti dia.


Dia dan aku tiba di Guild Adventure, langsung dia mengarah ke tempat Rana bekerja. Aku akan menyimpan rahasia ini untuk ku saja, tidak akan ku biarkan orang lain tahu tentang Vika Valentine adalah seorang Penyihir. Dia berbincang bincang dengan Rana, aku ingin sekali mendengar percakapan mereka. Akan tetapi Ketua tim partyku, memanggil aku.


"Kaizer! Darimana saja kau!? Lama kali kau ini!"


Terlihat rasa kesal ketua terhadapku, hadeh...


"Gek... maaf ketua, aku sambil buang air besar. Apa ketua mau ikut denganku ke toilet?"


Candaku ke ketua malah justru memukulku sangat keras...


*buak...*


"Aduh... duh... duh... sakit oii!"


"Itu salah kamu karena omongan kamu gak jelas!"


"Sensitif banget Alisa ini, belajar lah jadi kalem macam si Nao!"


"Dasar kau ini!"


Alisa mau memukul lagi...


"Eh... tunggu! Maafkan aku!"


"Sudah sudah Alisa, dia memang sifatnya begitu. Hahahaha"


Brad mencoba menghentikan Alisa, yang akhirnya dia berhenti memukulku. Dalam hatiku bersyukur punya kawan seperti Brad.

__ADS_1


"Besok pagi kita akan berangkat, berkumpul di sini!"


"Ya!"


Kita membubarkan diri dan mereka pulang ke rumah masing-masing untuk istirahat, karena besok kita akan melalukan misi pengintaian di goa yang jaraknya sekitar 15 km dari kota Peninsula. Akan tetapi, aku tidak sosok Vika Valentine di Guild Adventure. Lalu aku mencoba bertanya ke Rana.


"Hai Rana, apa Vika sudah pergi?"


"Ya dia sudah pergi"


"Oh... apa yang dia bicarakan ke kamu?"


"Oh... tidak ada yang penting, hanya aja ku serahkan catatan kuno tentang sihir... ah dan juga dia lupa membawa hadiah tambahan hasil misi khusus nya"


"Ho... emangnya kenapa?"


"Yaa dia mengalahkan 55 monster Orc, jadi jumlah yang dibayarkan tidak sesuai karena baru dibayarkan apa yang tercatat dalam misi khusus yaitu 25 monster Orc"


"Oh..."


Yalah aku tahu itu, tapi gak nyangka ternyata dia mengalahkan 55 monster Orc. Benar-benar hebat dan sangat kuat dia.


"Sayang kali, dia langsung pergi begitu saja. Dia juga berkata mau meninggalkan kota Peninsula"


"Ha!? Dia mau meninggalkan kota Peninsula, berarti aku tidak bisa bertemu dengannya lagi. Ah kacaulah"


Aku kaget mendengar perihal itu...


"Hm... oke, makasih ya Rana"


"Oh oke, sama-sama"


Aku meninggalkan Guild Adventure dan langsung pulang ke rumah, istirahat dan tidur sampai pagi hari tiba. Untuk besok karena aku mau nguli lagi mencari pundi-pundi.


Pagi hari cerah, bergegas aku meninggalkan rumah dan segera berkumpul di Guild Adventure. Hanya aku yang telat, haduh... pasti ketua akan marah lagi ini.


"Oke, semuanya sudah berkumpul. Kita akan jalankan sesuai rencana saat menghadapi monster ular Viper"


"Yaa!"


Kita langsung bergegas meninggalkan kota Peninsula, pergi ke arah timur laut. Kita berjalan-jalan dan terus menerus berjalan yang akhirnya kita bermalam, keesokan harinya juga sama. Jaraknya memang jauh, sekisar 15 km. Dalam sepanjang perjalanan, kita sama sekali tidak bertemu monster. Ini memang pertanda baik bagi kita, karena memudahkan kita mengintai dan menghemat tenaga untuk melawan Viper.


Kita tiba di depan goa Viper berada, ini memakan waktu 10 hari berjalan kaki. Langsung kita masuk ke dalam goa, yang mana Nao memegang obor api untuk penerangan kita di dalam goa. Karena semakin dalam semakin gelap. Dan akhirnya menemukan ular Viper, benar-benar bersarang disini. Kita langsung membuat formasi melawan ular Viper, aku dan Brad di garda depan, di belakang ada Alisa dan Rio, sedangkan Nao berada paling belakang. Aku dan Brad menyerang, tapi kulit Viper ini begitu tebal dan sangat keras membuat kewalahan kita berdua. Lalu Viper membalas serangan yang mengenai Alisa, aku pun merasa panik...


"Nao! Cepat beri Alisa potion! Sembuhkan dia, aku dan Brad alan menahan monster Viper ini"


"Ya!"


"Kaizer! Aku sudah tidak bisa menahannya lagi argh...!"


Brad dihempaskan oleh monster Viper dan melukainya.


"Brad!!!"


"Argh!!!"


Aku menghampiri ke Brad berada, lalu meminta Rio menjadi umpan dan mengalihkan perhatian monster Viper.


"Brad! Apa kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja, hanya saja sedikit terkena serangan"


Brad cakap kondisinya baik, lalu dia mencoba berdiri lagi tapi dia roboh lagi...


"Tunggu Brad! Jangan berdiri dulu. Ada kemungkinan kamu terkena racun dari serangan Viper. Biarkan Nao merawat kamu, Nao! Cepat sembuhkan Brad!"


Aku memanggil Nao untuk menyembuhkan Brad, dan aku menghunuskan pedangku melawan Viper sendirian. Karena Rio juga ikut terluka dan mundur, lalu sesaat aku mau menyerang, aku terjatuh karena ke kehilangan keseimbangan. Dan ular Viper mencoba menyerangku lalu...


"Ah... ini akan menjadi akhir riwayatku, selamat tinggal teman-temanku"


"Kaizer!!!"

__ADS_1


Mereka berteriak kencang memanggil namaku karena mengkhawatirkan aku, karena mungkin ajal ku sudah di depan ku. Lalu sesaat kemudian, secara mendadak muncul seorang gadis muda dengan rambut coklat kehitaman yang panjang nan indah, muncul di depan ku yang menghalangi serangan ular Viper dengan pedangnya, dia menyelamatkan ku dari kematian.


__ADS_2