Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain

Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain
PENENTUAN SIMFONI


__ADS_3

Akhirnya, aku Vika Valentine, si Penyihir Abadi, pergi ke kota Peninsula. Aku ingin mencari informasi mengenai Dimensi Dunia atau Dimensi Waktu, aku sudah berkali-kali mengalahkan monster masih belum tahu atau mendapatkan skill sihir itu. Ya jika aku dapat akan lebih menyenangkan. Wah... ternyata kota Peninsula, kota yang sangat megah dan ramai penduduk. Pasti ada kemungkinan kota terbesar nomor 4 di wilayah ini mungkin, hehe...


"Tunggu sebentar!"


Dua penjaga gerbang mencegah aku masuk ke kota dengan tombaknya menghalangiku jalan.


"Etto... ada yang bisa saya bantu?"


Akupun mulai berbicara dengan mereka berdua, tapi kok mereka diam saja.... jangan jangan mereka tidak paham bahasa ku, loh... aku juga tidak paham bahasa mereka. Walah walah.... aku mungkin, ya cuman itu satu satunya cara. Aku menggunakan skill untuk mengendap masuk ke kota dan tentu skill untuk melupakan keberadaan ku kepada mereka berdua itu.


"Wah.... udaranya sejuk juga, kebisingan dari keramaian penduduk kota mengingatkanku dulu pernah tinggal di kota sebelum transmigrasi ke dunia ini"


Aku mulai berkeliling kota, memandang dan melihat seisi kota. Ya banyak kios dan pedagang berjualan di lataran, seperti mirip game yang dulu aku pernah mainkan game bau bawang...


"Etto kalau gak salah namanya Bensin Impact dah"


Yups itulah, suara penempa besi juga terdengar... aku sempat berpikir....


"Apa mungkin aku masuk ke dunia game Bensin Impact? Hahaha mana mungkin... nama gamenya aja Bensin, kalau ada api langsung meledak lah hahaha"


Oke lanjut aku berjalan yang terlihat keramaian di satu tempat, mungkin restoran kali... alamak ternyata 'Guild Adventure'.


"Oh jadi ini yang namanya Guild Adventure ya, mungkin ada catatan mengenai ilmu sihir di dalam. Seingatku pekerjaan mereka adalah memburu monster, ya pasti ada penyihir seperti ku juga"


Aku mulai masuk ke dalam Guild Adventure.


"Hm... gek... banyak orang, ah mungkin dia tahu"


Aku heran... semua orang di Guild ini memandang aku, apa mereka gak pernah melihat aku... ya tentulah karena aku juga belum pernah melihat mereka, bisa jadi itu alasannya. Bagiku gak masalah mereka hanya memandangi aku, aku harus bertanya ke gadis di meja panjang itu. Mungkin dia sebagai resepsionis, pasti itu.


"Halo selamat siang, ano... aku mau mencari informasi tentang...."


"Oh kamu mau mendaftar sebagai petualang ya? Soalnya aku belum pernah melihat kamu di kota ini, silahkan isi formulir nya ya"


"He!? Apaan nih? Aku memang bisa membaca tulisan ini, tapi 'Formulir Pendaftaran Petualang' ini buat apa? Aku bukan untuk mendaftar"

__ADS_1


Aku melihat senyum girang dia, memaksa aku mengisi formulir tak jelas ini.


"Ano... ini formulirnya, hehe. Jadi apa aku bisa mencari informasi disini..."


"Oke, terima kasih sudah mendaftar di Guild Adventure. Untuk ujian kelolosan dan kelayakan, silahkan ambil misi ini dan bawakan 2 kepala monster kerbau. Lokasi monster kerbau ini ada di hutan sebelah barat ya, kamu bisa menemukannya disana oke. Aku mengharapkan sepak terjang kamu! Semoga berhasil!"


"He!? Lagi...? Aduh, serius dah aku gak paham dia bicarakan ke aku. Apaan ini coba, gambar monster kerbau, dan ada tulisannya 'Ujian Kelolosan dan Kelayakan Petualang'... di situ tertulis, membawakan 2 kepala monster kerbau yang ada di hutan sebelah barat"


Aku sedikit menoleh ke gadis resepsionis itu...


"Serius nih!? Jangan beri senyum seperti itu, kacau dah"


Menghela nafas dan aku mulai meninggalkan Guild Adventure, pergi mencari monster kerbau berada. Mungkin habis ini, pasti berhasil aku cari informasi. Dan aku sampai di hutan sebelah barat, ya memang langsung terlihat monster kerbau berbadan besar.


"Haaaa.... sebenarnya... ah sudah lah"


Aku menggunakan sihir tingkat Medium Class ku, sihir Neo. Terjadi ledakan di sekitarku, dan ya setidaknya aku berhasil membawakan 2 kepala monster kerbau ini. Dan aku melihat seorang lelaki lugu datang ke hutan ini, aneh.


"Hmmm... Lelaki? Apa mungkin dia pengintai, atau dia petualang? Ah bodo amat! Hasilnya juga sama, pasti aku gak paham, dia juga gak mengerti. Hm...!"


"Wow! Selamat yah! Kamu lulus sebagai Petualang, selamat datang! Semoga kamu bisa menjadi terkuat di Guild Adventure ini! Dan ini hadiah dari perburuan monster kerbau nya, silahkan dicek dan konfirmasi oke. Terima kasih atas kerja keras kamu!"


Aku memandang dia dan kantong yang berisi koin koin logam, mungkin ini mata uang mereka.


"Oh jadi aku mendapatkan imbalan seperti gaji gitu, ku tengok lumayan tinggi juga walaupun pendapatan tidak menentu. Ya jelas lah, seorang petualang itu pekerjaan serabutan serta pekerja keras dan berbeda sama pegawai negeri sipil, yang mendapat uang pensiunan di hari tua. Apalagi pejabat, suka nya korupsi baik pejabat tinggi atau pejabat rendah semuanya pada korupsi. Cuman cari kenyang perut sendiri, hadeh..."


Aku pergi dan coba keliling kota, mumpung masih disini aku mau nyobain makanan kota ini. Tapi aneh, aku sudah hidup 1.000 Tahun kok mereka tidak paham bahasa ku dan bahasa mereka. Saat aku berbicara sama Kakek Tua dan Eine, mereka langsung paham.


"Apa aku balik ke desa Muara saja? Yah yah yah... itu bukan pilihan bagus, untuk sekarang aku ingin mencari banyak informasi juga pengalaman itu penting"


Aku membeli daging sate yang harumnya lumayan mengocok perutku, aku memberikan 1 keping emas dan penjual ini memberikan kembalian 3 keping perak...


"Oh jadi 1 keping emas adalah 5 keping perak gitu, dan harga sate ini 2 keping perak. Heee apa gak mahal nih? Sungguh kocak harga nya, macam terjadi inflasi di suatu negara di benua amerika selatan sana, tempat dunia dulu aku tinggal"


Lanjut aku pergi keliling kota, sekarang aku mau mencoba makan roti sebelah sana itu kiosnya. Dan aku memberikan 1 keping emas dan penjual mengembalikan 4 keping perak dan 90 keping perunggu.

__ADS_1


"Kali ini, 1 keping emas adalah 5 keping perak. Sedangkan 1 keping perak adalah 100 keping perunggu gitu, dan harga roti ini seharga 10 keping perunggu gitu. Hm... lebih murah daripada daging sate tadi, mungkin roti ini cocok sama istilah yang pernah ku dengar kalau gak salah (kalau mereka tidak mampu makan daging, biarkan mereka makan roti) yups istilah ini dari pemimpin suatu negara di eropa"


Selanjutnya mungkin sudah cukup, aku harus cari tempat penginapan di kota ini...


"Hmmm... penginapan 'Peninsula HT'...."


Aku masuk penginapan Peninsula HT ini, menuju ke arah meja resepsionis berada. Aku tanpa basi menawarkan 1 keping emas, dan pria ini menukar 1 keping emasku dengan 1 kunci kamar yang ada nomor 69 gitu. Dan masuk ke kamar, ya memang kamar nya begitu mewah dan kasur nya empuk...


"Sudah lama aku tidak tidur di kasur, 1.000 tahun cuman tidur di dahan pohon kayu... apa nanti ada gratis sarapan pagi? Ah sudah lah, kita lihat besok... selamat malam!"


Yang ternyata setiap aku tidur hari ini pasti melewati banyak-banyak hari, seolah aku merasa besok adalah hari ini aku gitu. Padahal aku sudah disini 2 bulan lamanya tanpa ku sadari.


Keesokan harinya, terdengar bunyi alarm yang berkumandang 'Ada Serangan Monster, Cepat Evakuasi!'. Aku terbangun, ya aku masih blank apa yang mereka cakap. Tak mau ambil pusing, ku buka jendela lompat dan melayang di angkasa langit ini, suara manusia terdengar dari arah Guild Adventure. Dan aku melihat ke depan sana, dan terlihat...


"Oh jadi bunyi alarm ini, pertanda serangan monster... bentar ku hitung dulu, etto.... eh buset 10.000 ribu monster!? Hancur sudah kota dan penduduk Peninsula, baiklah ku selamatkan kali ini pasti berhasil!"


Berkumpul orang-orang petualang di depan gerbang kota, yang mencoba untuk menghentikan serbuan monster.


"Hm... mereka pemberani juga, tapi sayang keberanian kalian harus disimpan pada lain hari saja. Karena aku sudah terlanjur disini, maka cerita heroik kalian harus ditunda dulu hehe..."


Aku menyiapkan sihir tingkat High Class, Determination Symphony adalah sihir kelas atas yang menggunakan elemen gema atau suara untuk membuat lantunan indah nan menyejukan hati atau bisa disebut Symphony (Simfoni).


Seketika 10.000 ribu monster berhasil ku kalahkan semuanya, sorakan warga kota dengan riang dan gembira, lalu mereka merayakan sebuah pesta pada malam hari.


"Pesta kah? Aku mengunjungi sebentar, terus balik ke hutan dan tidur disana lebih nyaman"


Sebentar mengunjungi, lalu pulang ke hutan dan tidur dengan lelap aku. Keesokan hari, aku bermain-main simfoni bersama burung-burung kecil yang menghampiri ku.


1 jam kemudian, datang seorang pemuda mungkin petualang kali, ke hutan ini mungkin ingin menemui ku. Dan dia bercakap, ya masih sama aku tidak paham. Sangat disayangkan sekali, tapi dia gak mau diam yang pada ketiga kalinya dia berteriak kepada ku dengan lantang dan keras... lalu ku keluarkan sihir angin secara diam-diam menerpa dia menghantam pohon sana.


"Ups... maaf, tidak bermaksud itu. Tapi kamu sendiri meneriaki aku dan gak sopan tahu! Hm...!"


Lalu dia bangkit lagi dan berlutut, membuka mulutnya berbicara lagi dengan keras tapi panjang dan lembut. Seakan dia lagi curhat dengan ku, ya ya ku dengarkan curahan kamu. Tapi tolong percepat, karena aku mau pergi lagi. Setelah itu dia meninggalkan hutan ini dengan raut wajah puas dan serius dia perlihatkan kepada ku.


"Hadeh dasar lelaki aneh!"

__ADS_1


__ADS_2