Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain

Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain
PERSIAPAN HARI ESOK


__ADS_3

Ratu Agung Iblis Lelembut melangkahkan kaki ke perkemahan iblis berada, memberikan suatu titah kepada para prajuritnya.


"Kita berhasil menaklukan kota Peninsula! Saya ucapkan terima kasih untuk para prajurit pemberani kita! Manusia adalah ras yang tidak tahu diri atau munafik, selalu menganggap diri mereka ras yang sempurna! Bukan! Kita ras Iblis yang selalu tertindas oleh mereka dan oleh kecaman dunia! Kita harus membuktikan kalau semua makhluk hidup harus setara! Kita akan menaklukan dunia! Kota Windblume adalah sasaran berikutnya! Kobarkan semangat kalian demi hari esok nan indah !!!"


"Ooooooo !!!!"


Sorakan bangsa Iblis mengumandang menyelimuti suara angin yang menghilir ke atas langit biru cerah dibawah terik matahari yang hangat.


Keesokan harinya, jendral iblis August mendampingi Lelembut di dalam alun-alun kota Peninsula, yang mana mereka sedang berjalan-jalan mencari angin segar.


"August, kamu adalah satu-satunya jendral yang patuh dan selalu setia kepadaku. Kamu juga salah satu yang terkuat, ini pencapaian terbesar bagi bangsa iblis yang mana berhasil menaklukan kota Peninsula. Apa kamu punya suatu permintaan?"


"Yang Mulia, ini sungguh terhomat bagi hamba. Tapi, melainkan, justru izinkan hamba untuk menjadi pengawal pribadi Yang Mulia, jikalau Yang Mulia berkenan"


"Itu sungguh permintaan yang cukup aneh, August. Baiklah aku terima permintaan kamu, bagaimana dengan situasi jendral iblis Nemesis dan Aurora? Apa mereka baik-baik saja?"


"Terima kasih Yang Mulia atas permintaan egois hamba. Ya Yang Mulia, Nemesis dan Aurora sudah pergi menjalankan invasi kita ke kota Windblume. Mereka yang terkuat dibawah hamba, Yang Mulia"


"Oh... baiklah, senang mendengarnya. Aku harap invasi kita berjalan lancar, tanpa ada kendala"


"Ya Yang Mulia, mereka pasti berhasil"


Pasukan iblis dibawah komando jendral iblis Nemesis dan jendral iblis Aurora, mereka berjalan mengerahkan pasukannya menuju kota Windblume dengan berbagai banyak monster seperti monster Ogre, monster Wolfhound, monster Golem dan monster lainnya. Membawa lebih dari 50 ribu pasukan, mengarah ke kota Windblume. Disisi lain, Nao dan Alisa tiba di depan gerbang kota Windblume. Mereka langsung mengetok ketok secara keras pintu gerbang kota...


"Cepat buka gerbangnya! Aku, Alisa ingin menyampaikan sesuatu kepada tentara kota! Kumohon buka gerbangnya!"

__ADS_1


Salah satu tentara kota menjawab teriakan Alisa...


"Tunggu !!! Kita akan membuka gerbangnya!"


Penjaga kota membuka gerbang kota Windblume, mempersilahkan Alisa dan Nao berbincang di sekitaran gerbang kota.


"Hmmm...?! Apa yang ingin kalian lakukan? Kalian bukan pedagang, siapa kalian?"


"Aku, Alisa sebagai petualang yang terdaftar pada kota Peninsula. Sekarang kota Peninsula sudah hancur, kumohon izinkan aku berjumpa dengan kepala tentara kota segera!"


"Apa maksud kamu? Jangan bodoh!"


"Kumohon !!! Para iblis dan pasukannya sedang menuju kemari untuk menghancurkan kota Windblume! Kita harus cepat mengungsikan warga kota !!"


"Pergilah kalian berdua !!! Kami para penduduk kota Windblume, pemuja Peri !! Peri akan melindungi kota ini dari mara bahaya apapun, pergilah! Sebelum pedangku menancap pada tubuh kamu!"


Gerbang kota Windblume kembali tutup dengan rapat, meninggalkan Alisa dan Nao di luar gerbang kota.


"Alisa... gimana ini?"


"Sangat bodoh mereka! Aku sangat kesal! Nao, ayo kita menjauh dari sini"


"Oke Alisa"


Nao dan Alisa pergi menjauh dari kota Windblume.

__ADS_1


............................


Aku tiba di tempat tenda, senang sekali aku menyusup ke dalam kota Windblume yang ternyata banyak ilmu yang aku dapat. Bahkan bukan hanya itu saja, walau penduduk kota sangat tertutup, akan tetapi suasana kota Windblume menyegarkan hatiku. Aku sangat senang berhasil menyalin buku yang berisi tentang sihir, ini sangat bagus aku pelajari.


"Hmmmm.... hari semakin gelap, sebaiknya aku memulai masak lagi. Mungkin.... ah, masak hidangan sayuran juga lumayan"


Yah walau aku abadi, tapi indra perasa masih tetap ada. Jadi aku ingin sekali merasakan masakan makanan enak, sayang sekali aku tidak sempat membeli makanan khas kota Windblume. Mungkin besok aku akan mencobanya, aku mengeluarkan bumbu yang sudah aku beli dari kota Peninsula seperti bubuk oregano, bubuk garam, bubuk merica, bubuk keju parmesan, bubuk daun parsley kering, dan bubuk mentega non asin. Mungkin bumbu ini sudah cukup bagiku, lalu akupun memulai membuat pengapian dengan sihir "Torches". Walau aku punya lebih dari 500 skill sihir, tapi yang dipakai itu itu saja.


Aku mengecek Item Box, aku keluarkan 2 buah kentang dan sebotol susu sapi rendah lemak yang mungkin berisi 100 ml.


Aku potong 2 buah kentang ini menjadi bagian kecil lalu aku kukus hingga empuk dalam pengapian yang dibuat. Aku menunggu hingga 15 menit, selanjutnya aku lumatkan kentang ini hingga menjadi sangat lembut lalu aku kukus lagi selama 15 menit lagi. Setelah pengukusan selesai, aku menaruh kentang lembut ini diatas daun talas. Aku memanaskan bubuk mentega non asin diatas pengapian, lalu aku memasukan kentang lembut tadi dan menambahkan susu sapi rendah lemak, terakhir tentu saja aku aduk rata secara perlahan dan menjaga panas api tidak terlalu panas.


Setelah itu, aku menaruh kembali diatas daun talasnya. Aku taburkan bubuk seperti bubuk oregano, bubuk garam, bubuk merica dan bubuk keju parmesan serta bubuk daun parsley kering sebagian diatas kentang lembut ini, sebagian aku taburkan di pinggiran kentang lembut ini.


"Wah... sungguh nikmat, jadi gak sabar aku menyantapnya. Tapi, hidangan ini namanya apa yah? Hmmm.... mungkin aku namakan hidangan ini, Kentang Tumbuk Rendah Lemak. Hehe asal kasih nama saja"


*nyam... nyam... nyam....*


Aku menyantap hidangan Kentang Tumbuk Rendah Lemak dengan rasa puas, walaupun aku tidak jago dalam memasak tapi rasa makanan ini lezat juga, meskipun dimasak secara sederhana. Kali ini rasa kantuk menyerangku, seperti biasa aku membuat goa palsu dengan sihir tanah "Earth Wall". Membentuk 2 pagar dinding setinggi 2 meter dengan panjang 12 meter dan lebar 6 meter, aku membuat pintu juga dengan sihir tanahnya lalu ku pasang jebakan kalau semisal monster mencoba menghancurkan goa palsu.


Aku membuat tempat tidur dari sihir tanah yang dikeraskan, aku membuat tempat seperti ini buat mencegah terjadinya kalau aku tertidur sampai beberapa hari atau melompat waktu hingga sangat lama. Permasalahan ini masih belum bisa aku atasi, entah ini efek dari Keabadian atau justru Kutukan yang mana membuat aku seperti makhluk yang sudah mati.


Dan rasa kantuk menggayangku, sehingga aku tidak bisa menahan lagi. Akupun tertidur dengan sangat lelap, berharap hari esok menjadi hari yang memberkahi aku.


............................

__ADS_1


Pertengahan malam hari nan cerah, yang diterangi banyak bintang. Pasukan bangsa iblis dibawah komando jendral iblis Nemesis dan Aurora semakin dekat dengan kota Windblume, ada kemungkinan mereka akan tiba pada keesokan hari. Sedangkan Ratu Agung Iblis Lelembut dan Pengawal Pribadinya August, mengerahkan pasukannya keluar dari kota Peninsula untuk mengikuti pasukan garda depan, dijadikan sebagai bala bantuan dengan membawakan lebih dari 150 ribu pasukan. Berita ini masih belum terdengar oleh warga kota Windblume, yang mengetahui perihal ini hanyalah Peri Angin bernama Luft. Luft merasakan kekuatan yang menekam dari perwujudan kekejian, sosok yang biasa menjadi ciri khas bangsa iblis.


__ADS_2