Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain

Aku Wanita Programmer Kini Hidup Sebagai Penyihir Abadi Di Dunia Lain
MENGARUNGI DUNIA YANG DIBERKAHI DAN AKHIR DARI SEGALANYA


__ADS_3

Aku terbangun dari 10 hari tidur ku, tidak ada perubahan diluar kemah ku. Bahkan monster pun tidak melintas atau pun menghampiri perkemahan ku. karena mungkin aku terlalu kuat atau mungkin aku sudah banyak mengalahkan monster, tapi jelas kalau kehidupan monster masih banyak dan akan bertambah banyak, tidak ada habisnya. Mungkin ini yang dinamakan seleksi alam, aku pun menyiapkan sarapan pagiku yang sudah 10 hari lalu ku masak dan ku taruh ke dalam Box Item. Di dalam Box Item ini, semua makanan tidak bisa basi, mungkin bisa dikatakan awet atau abadi gitu. Aku bersyukur atas hal ini, jadi tidak merepotkan lagi untuk memasak. Dan sate daging sapi ini juga masih hangat.


*Nyam... Nyam... Nyam...*


Walau rasanya biasa saja, tapi ini mengenyangkan perut. Selesai makan, aku bergegas menuju ke kota selanjutnya. Kata Rana, kota ini namanya kota Windblume. Kota yang dilindungi dan diberkati oleh peri angin.


"Apakah kota Windblume tahu tentang sihir? Peri angin kan selalu berkaitan dengan sihir, di dalam game atau internet yang pernah ku baca juga mengatakan seperti itu"


Ini kesempatan untuk mendapatkan informasi tentang sihir, tapi kota itu sangatlah jauh dan jarang sekali orang pergi ke sana. Karena mungkin dikatakan banyak monster hidup di sekitaran kota Windblume, lebih kuat, lebih ganas, dan lebih sulit dikalahkan. Membuat aku semakin semangat untuk mengalahkan monster itu, ingin sekali aku melihat perkembangan ku.


Aku mendapatkan informasi kalau kota Windblume menggunakan bahasa yang mirip seperti bahasa Jerman, beruntung aku sudah memiliki skill sihir yang bisa menerjemahkan semua bahasa di dunia ini, jadi semakin nyaman aku berpetualang....


Setelah sekian lama aku berjalan, aku melihat ada goa, lalu aku menuju ke sana. Mungkin saja ada monster yang berdiam disini, aku menelusuri goa ini yang semakin dalam semakin gelap. Kurasa goa ini tidak banyak dihuni oleh monster, tapi kesunyian ini membuat ku merinding. Akupun berjalan semakin dalam, tidak sengaja aku menginjak sebuah perangkap yang bisa membuat ku terjatuh sedalam 20 meter. Untung aku selamat dari jebakan itu, tapi aneh sekali...


"Hu... Gak nyangka ada perangkap, apa mungkin ini tempat persembunyian para bandit atau penjahat. Aku tidak percaya kalau alam bisa membuat jebakan sebagus ini, tapi bisa saja alam karena seleksi alam itu begitu menakutkan daripada monster"


Karena di dalam goa begitu gelap, aku menyalakan cahaya dengan sihirku. Lalu aku lanjut menelusuri lagi dan lagi. Lalu aku mendengar suara teriakan banyak orang yang mungkin dalam bahaya, aku bergegas berlari ke teriakan itu berasal. Dan tepat sekali, ada 5 orang sedang melawan monster ular besar yang begitu kuat.


"Nao! Cepat beri Alisa potion! Sembuhkan dia, aku dan Brad akan menahan monster Viper ini"


"Ya!"


"Kaizer! Aku sudah tidak bisa menahannya lagi argh....!"


Brad dihempaskan oleh monster Viper dan melukainya.


"Brad!!!"


"Agh!!!"


Kaizer menghampiri ke Brad berada, lalu meminta Rio menjadi umpan dan mengalihkan perhatian musuh.


"Brad! Apa kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja, hanya saja sedikit terkena serangan"


Brad bilang kondisinya baik, lalu dia mencoba bangkit lagi tapi dia jatuh lagi...


"Tunggu sebentar, jangan berdiri dulu. Ada kemungkinan kamu terkena racun dari serangan Viper. Biarkan Nao merawat kamu, Nao! Cepat sembuhkan Brad!"


Kaizer memanggil Nao untuk menyembuhkan Brad.


"Hmm... Kalau aku menyelamatkan mereka, identitas aku pasti akan terbongkar. tapi aku gak tega melihat mereka yang sedang sekarat, aku harus menolong mereka sebelum terlambat!"


Aku membuat sebilah pedang dengan batuan yang ada di goa, aku meniru pedang yang Kaizer pakai tapi cuman ku buat satu saja.


"Oh... Bocah lelaki bernama Kaizer menjadi garda depan, lumayan juga...."


Lalu ketika Kaizer mau menyerang monster ular, dia langsung terjatuh seakan akan dia kehilangan kesempatan atau mungkin sudah tidak punya tenaga makanya jatuh.


"Yahh... Tamat sudah"


Dan monster ular tak lama kemudian, melancarkan serangannya ke arah Kaizer yang terjatuh dan tak berdaya. Anggota satu tim dengan dia, meneriaki nama Kaizer seolah olah seperti aku lagi nonton drama di saluran tv satu untuk semua.


Tak mau ambil pusing lagi, aku bergegas menyelamatkan bocah lelaki bernama Kaizer ini. Ku tangkis serangan monster ular ini, lalu ku ayunkan pedangku. Dan ku ayunkan lagi, menebas kepala monster ular yang akhirnya monster ular bisa ku kalahkan. Dan aku berhasil menyelamatkan 5 orang yang tidak beruntung ini. Aku memakai pedang yang ku lapisi sihir angin, sebenarnya aku tidak bisa menggunakan pedang, tapi aku pernah nonton anime jepang yang cerita tentang samurai gitu, jadi aku hanya menirukan gaya aliran pedang tokoh nya. Melainkan, tapi ini seru juga. Membuat aku semakin berkembang, mungkin title akan berubah menjadi Pendekar Penyihir Abadi gitu lah.


"Aku heran, mengapa mereka pada bengong?"


Si Kaizer mulai berdiri dan membenahi diri...


"Te-terima kasih banyak! Sudah menyelamatkan aku dari kematian!"


Mungkin dia heran karena secara ajaib dia selamat, atau mungkin dia gugup karena melihat aku mengayunkan pedang dengan keren dan makjleb gitu. Mana mungkin, dia hanya kagum dengan ku.


"Ya, lain kali hati-hati. Ini juga berlaku bagi kalian, harus waspada terhadap bahaya"


"Yaa, kita semua mengerti. Tapi bener-bener terima kasih, Vika!"


Dia tahu nama aku, sambil dia membungkuk kan kepalanya seakan menghormati ku. Ya aku juga tahu nama dia dan mereka, karena mereka berteriak teriak kencang makanya jadi tahu nama mereka semua.


"Sudah sudah lah, yang penting selamat. Selamat tinggal!"


Sesaat aku mau pergi, dia memanggil namaku...


"Vika! Tunggu, Anda mau kemana?"


"Anda? Apa dia mulai menghormati ku seperti pejabat penting yang selalu kerjanya molor, make car, dan sleeping in meeting room? Hadeh..."


Aku kaget dan terdiam sebentar... Aku tidak ingin dia tahu kalau aku sedang pergi ke kota Windblume.


"Aku mau pulang"


"Pulang kemana? Ke kota Peninsula kan?"


"Izz... Banyak cincong nih bocah ingusan! Lama kelamaan ku lempar bunga raflesia dah"


Aku merasa sedikit kesal karena dia menghalangi ku pergi, lalu aku dengan raut wajah sinis ku keluarkan...

__ADS_1


"*Cih...* Yaa, tapi aku tidak bisa pergi dengan kalian. Jangan halangi aku lagi, atau kalian akan menjadi musuh aku! Selamat tinggal!"


Aku bergegas berlari kencang keluar dari goa ini. Mereka melongo melihat aku, mungkin aku berlebihan karena perkataan ku memang terdengar tidak masuk akal. Tapi mau gimana lagi, aku enggan berlamaan di tempat goa antah berantah itu. Sudahlah, aku langsung melanjutkan perjalanan ku menuju ke kota Windblume. Dikabarkan kalau kota ini mirip dengan kota yang ada di negara Germoney. Tibalah malam hari, aku memang sudah berjalan sejauh 20 km. Kalau dalam hitungan matematika, mungkin 50 dikurangi 20 akan tersisa menjadi 30 km lagi aku akan sampai di kota Windblume.


"Eh tungguh! Kok macam aritmatika?! Huehuehue..."


Atau mungkin matematika dasar, ah bodoh amat... Orang aku sendiri gak pandai matematika tapi jago pemrograman kode, kan aneh memang. Sekarang lupakan hal itu, aku gak mau tidur lagi karena mungkin kalau aku tidur akan melompat waktu lagi. Bisa jadi aku tertidur sampai ratusan bahkan ribuan tahun, itu lebih mengerikan ku bayangkan. Nanti berubah bahasanya dari Italia atau Jerman menjadi bahasa alien. Lalu aku menyantap sate daging sapi yang ada di Box Item ku keluarkan, sambil aku membaca isi catatan kuno tentang sihir. Disini tertulis dan tercatat bahwa...


"Sihir adalah sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, objek, orang dan fenomena fisik) melalui mistik, paranormal, atau supranatural. Dalam banyak kebudayaan, sihir berada di bawah tekanan dari, dan biasanya bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan agama. Banyak agama yang mengecam praktik sihir dan ilmu hitam. Namun, sering kali tidak ada batas yang jelas, dan biasanya menjadi sebuah kontroversi untuk menentukan apakah suatu praktik atau kepercayaan tertentu adalah sebuah sihir.


Orang yang menjadi pelaku sihir biasa disebut penyihir, tukang sihir, nenek sihir dsb.


Meskipun konotasinya bervariasi, bisa positif dan negatif sepanjang sejarah, sihir "terus memiliki peran dalam agama dan pengobatan yang dianggap penting dalam banyak budaya hingga saat ini".


Sihir dapat dipelajari dengan beberapa sub class berikut :


• alkimia


Alkimia dapat dipelajari dengan memahami konsep kimiawi dan transmutasi pada benda logam.


Biasanya alkimia hanya memanipulasi imajinasi seseorang agar mengakui dan percaya bahwa alkimia itu adalah sihir.


• ilmu alam


Menurut data kuno sebelum awal abad ke-8 orang orang percaya bahwa sihir terbagi atas 4 elemen utama yaitu api, air, udara, dan tanah.


Ilmu ini dapat dipelajari dengan menstimulasikan energi alam pada tubuh, cara yang paling efektif dalam penyerapan energi alam adalah bermeditasi."


Lah kok mirip penjelasan dari Wikipedia tapi ini menggunakan teks bahasa Italia, tidak ada penjelasan tentang sihir Dimensi Dunia atau Dimensi Waktu. Ini membuat ku sedikit kecewa, mungkin selanjutnya di kota Windblume bisa menemukan catatan kuno tentang sihir lagi.


Aku begadang sampai pagi hari pun tiba, udara sejuk menyelimuti embun pagi yang membalut kehangatan aku terhadap terik matahari yang sudah mulai panas. Udara yang begitu segar dan sehat ku hirup, berbeda saat aku di dunia aku yang dulu cuman menghirup udara kotor dari banyaknya pembuangan asap kendaraan.


Ternyata rasa kantuk memang tidak menyerang aku, ini salah satu dari penyebab aku abadi. Lumayan, sekarang kali ini aku percepat langkah aku untuk pergi ke kota Windblume yang berjarak sejauh 30 km. Aku mencapai di depan gerbang kota Windblume, tapi tidak ada seorang penjaga gerbang berdiri di depan gerbang kota.


"Tumben gak ada penjaga gerbang, apa mereka ada di dalam pos? Apa mereka lagi mogok kerja? Alamak..."


Aku mencoba mengetuk pintu gerbang kota yang sangat besar ini, tapi ku urungkan. Aku melihat sekitaran juga tidak ada manusia, tidak ada pos penjaga mungkin pos nya ada di balik pintu gerbang. Aku mulai berpikir....


"Hmmm.... Mungkin besok saja aku menyelinap ke kota Windblume, lebih baik dari pada terburu-buru"


Aku memutuskan meninggalkan gerbang kota, dan aku akan menyelinap ke dalam pada besok pagi hari. Aku bertenda lagi di ladang rumput yang hijau, sambil memikirkan skill sihir, aku mau membuat skill sihir baru yang kemungkinan algoritma nya seperti yin dan yang. Aku ingin memadukan antara skill sihir api dengan skill sihir air, untuk menciptakan skill sihir baru yang kemungkinan muncul efek Vaporize atau terjadinya penguapan. Aku mempunyai gambaran Vaporize seperti ini:


"(Nama skill) > Muncul kabut sekitar musuh > suhu memanas dari pijakan musuh > musuh dikalahkan atau dihilangkan > (done)"


Mungkin algoritma nya seperti itu, dan aku juga ingin menciptakan skill sihir baru seperti 7 Tornado gitu. Mungkin gambaran nya seperti ini:


"(Nama Skill) > muncul bentuk 7 Tornado > 1 Tornado mewakili elemen Angin, total ada 7 elemen berbeda setiap Tornado (Angin, Api, Air, Es, Tanah, Cahaya, Kegelapan) > Berputar-putar dan menerbangkan semua musuh > Tornado bertahan selama 10 menit lalu menghilang > (optional) bisa dikontrol sendiri > (done)"


"(One Slash Boooobaaa) > ambil sebilah pedang dari dada, awan menjadi gelap > saat menghunuskan pedang ke musuh, 12 kilatan guntur menghantam tanah secara beruntun > Pedang menjadi hilang setelah menghunuskan ke musuh > (done)"


Skill ini hanya bisa dipakai di tempat terbuka, tidak cocok di tempat tertutup. Dan juga pedangnya gak bisa dipakai, cuman pajangan doang.


Dan malam hari pun tiba, membuat pengapian di tempat tenda, angin menyingsing menyejukan hati ku, memandangi indahnya malam yang berbintang terang, seandainya ada Gitar mungkin ingin ku petikan sebuah lantunan...


"Perjalanan ini... terasa sangat menyedihkan... sayang engkau tak duduk di sampingku kawan...


Banyak cerita... yang mestinya kau saksikan... di tanah hijau rerumputan...."


Lah... ini lagu dari negeri wkwk land juga, tapi lagu jadul. Mungkin orang-orang pun sudah pada lupa sama lagunya, karena wkwk land lagi fokus bikin dangdut dan dj jedag jedug gak jelas, yang isi nya cuman overbass, overvolume, dan copy paste karya orang.


"..."


Disisi lain,  Kaizer von Dodoluputin yang sudah diselamatkan oleh Vika Valentine. Dia bersama timnya, dibunuh sama salah satu jendral Iblis saat menginvasi kota Peninsula. Bangsa Iblis kini bangkit dari ketepurukan, yang dipimpin oleh Ratu Iblis Agung bernama Lelembut. Atas invasi yang dilakukan oleh bangsa Iblis, kota Peninsula dan penduduk nya semuanya musnah, sama sekali tidak tanda kehidupan bagi ras manusia di kota Peninsula. Berita ini masih belum sampai kepada Vika Valentine, karena dia sudah di kota Windblume yang mencoba mencari informasi dan pengalaman nya di kota Windblume. Namun Vika Valentine menunda untuk masuk ke kota dan memilih menunggu besok hari.


Ratu Iblis Agung berjalan-jalan di alunan kota Peninsula, semua pasukan dan bawahannya menunduk menyambut keagungan Ratu Lelembut.


"Perhatian semuanya! Bangsa kita akan menjadi bangsa yang hebat! Jangan gentar! Aku, Ratu Lelembut akan selalu melindungi kalian!"


"Mari kita tuju masa depan yang indah bagi bangsa kita! Kita ciptakan tempat semayam kita! Mari bersulang demi anak cucu kita!"


...............................


Mereka berteriak keras memanggil nama aku karena mengkhawatirkan aku, atau karena mungkin ajal aku sudah ada di depan mata ku. Lalu sesaat kemudian, secara mendadak muncul seorang gadis muda dengan rambut coklat kehitaman yang panjang nan indah, muncul di depan aku yang mana menghalangi serangan ular Viper dengan pedangnya, dia menyelamatkan aku dari kematian.


Aku mencoba mulai berdiri dan membenahi diri...


"Te-terima kasih banyak! Sudah menyelamatkan aku dari kematian!"


Aku merasa bersyukur, ternyata panutan aku, Vika Valentine juga menyelamatkan hidup aku untuk kedua kalinya. Yang pertama dari serbuan 10 ribu monster, dan yang kedua adalah dari serangan Viper.


"Ya, lain kali hati-hati. Ini juga berlaku bagi kalian, harus waspada terhadap bahaya"


Namun perasaan aneh menghantui aku, atau perasaan aku saja yang merasa kalau Vika Valentine susah untuk diajak bicara...


"Yaa, kita semua mengerti. Tapi bener-bener terima kasih, Vika!"


Aku membalas kecantikan Vika Valentine, sambil aku membungkuk kan kepala untuk memberi menghormati Vika Valentine. Tampaknya, Vika sedang terburu buru, entah mungkin ada urusan mendadak lainnya, atau mungkin dia.... ah sudah lah.

__ADS_1


"Sudah sudah lah, yang penting selamat. Selamat tinggal!"


Sesaat Vika mau pergi, Aku memanggil nama dia dan mencoba menghentikan dia...


"Vika! Tunggu, Anda mau kemana?"


Karena Vika Valentine adalah sosok yang aku kagumi, maka aku mencoba menggunakan bahasa yang sopan untuk menghomarti keanggunan dia sebagai bukti dari Penyihir Abadi. Tapi dia tampaknya sedang kebingunan, seolah olah sedang mencari suatu alasan untuk menutupi kerahasiaan dia. Tapi tidak apalah, aku senang melihat dia saja itu sudah cukup.


"Aku mau pulang"


Dia berkata mau pulang, tapi aku heran... dia habis ngapain, darimana dan kenapa bisa ada di goa ini. Semua pertanyaan pertanyaan itu melintas di benak aku. Tapi, tetapi aku urungkan karena mungkin dapat membuat dia membenci aku.


"Pulang kemana? Ke kota Peninsula kan?"


Sepertinya dia sudah mulai merasa sedikit kesal karena mungkin aku menghalangi dia untuk pergi, lalu dia memperlihatkan dengan raut wajah sinis dia keluarkan kepada aku, berarti benar dia sekarang lagi kesal...


"*Cih...* Yaa, tapi aku tidak bisa pergi dengan kalian. Jangan halangi aku lagi, atau kalian akan menjadi musuh aku! Selamat tinggal!"


Dugaan aku benar, Vika Valentine sedang kesal bahkan mengancam aku kalau aku masih menghalangi dia untuk pergi. Tapi aku bersyukur walaupun dia begitu, dia juga sudah menyelamatkan aku dan kawan satu tim party aku. Ya mungkin itu karena kesalahan aku, yang sudah menghentikan dia dan berbasa basi kepada dia. Akan tetapi, mungkin saja aku merasa kalau dia tidak ingin membuat aku dan tim party menjadi khawatir tentang Vika Valentine, bisa jadi seperti itu penyebab dari rasa kekesalan dia. Namun lihat, bahkan kawan satu tim party aku juga tidak memperdulikan sifat dia atau perkataan dia barusan, justru malah terkagum dan berterima kasih sudah menyelamatkan kita semua.


"Kaizer! Kita selamat! Keberuntungan tidak datang dua kali atau terus menerus. Yang terpenting, hari ini kita semua selamat. Dan lain kali kita harus menguatkan diri kita juga menjadi semakin meningkatkan kewaspadaan kita terhadap monster atau pun lingkungan"


"Ya kamu benar, ketua. Aku bersyukur hal itu"


Aku balas perkataan Ketua Alisa dengan penuh senyuman aku...


"Oke semuanya! Misi kita mengalahkan monster ular Viper sudah terlaksana dan selesai. Ayo kita kembali ke kota Peninsula!"


Disisi lain, bangsa iblis memulai serangan ke kota Peninsula. Perlawanan juga terjadi sangat sengit dari kedua belah pihak, tentara kota berjuang mati matian, para Petualang juga mengangkat harga diri mereka untuk melindungi kota Peninsula dari bangsa iblis. Ratu Iblis bertitah untuk penyemangat pasukan iblis yang sedang bertempur melawan manusia...


"Dengar! Wahai anak-anak aku tercinta! Jangan gentar! Aku ada di belakang kalian, mendukung kalian menggempur mereka! Bangkit dan tunjukkan kekuatan bangsa iblis!"


"Oooohhh...!" Seruan terjadi serentak oleh bangsa iblis, semangat dan moral pasukan iblis naik secara drastis... perlawanan kini menjadi berat sebelah, para tentara kota dan petualang banyak yang dikalahkan oleh pasukan iblis. Kehancuran tembok dan jalanan kota Peninsula pun tidak terabaikan, pasukan iblis terus menerus maju dan tanpa pantang mundur.


"Oii kalian lihat! Kobaran api dan asap datang dari kota Peninsula, apa yang sedang terjadi di sana?!"


"Wah! Gawat nih! Ayo cepat kita bergegas ke kota, aku mempunyai firasat buruk akan hal ini"


"Oke!"


Kita semua langsung berlari ke arah gerbang kota, terlihat beberapa tentara kota dan petualang pada berbaring semua di tanah. Bahkan ada yang sedang bertarung, iya aku tahu mereka beraturng melawan bangsa iblis. Tak pikir lama, tim partyku langsung terjun menghabisi para iblis.


"Kaizer! Jangan terlalu jauh dari formasi!"


Teriak Alisa mengomandoi party kita...


"Oke, Ketua! Tapi kalau berlama kita disini, semua penduduk kota meninggal. Ayo kita selamatkan mereka!"


"Tunggu! Kita harus temukan ketua guild berada, dan komandan tentara kota"


"Oke, Ketua!"


Kita bergegas masuk ke dalam kota, terlihat sosok kejam dan bengis, dia adalah Jendral Iblis yang memimpin pasukan penyerangan. Terlihat sosok Raja Iblis di belakang Jendral Iblis yang berada di bangunan guild adventure yang sudah hancur berantakan akibat serangan iblis. Kita berlima mencoba mengepung Jendral Iblis....


"Dasar manusia rendahan! Beraninya kau menentang aku! Terima ini!"


Jendral Iblis mengeluarkan magis api hitam langsung membakar habis Rio yang malang ini....


"Rio !!!"


Sontak kita semua terkejut, karena salah satu anggota tim sudah mangkat lebih dulu.


"Ti-tidak! Rio !!!"


"Jangan gentar! Aku perintahkan kalian untuk mundur! Kita kabur dan tetaplah hidup!"


Brad dengan sombong memerintahkan anggota lain untuk mundur, Brad menjadi garda depan mencoba menghalangi Jendral Iblis. Aku pun terkesan melihat keberanian Brad, lalu aku meminta menemani dia bersama.


"Brad, ada aku disini bersama kamu!"


"Oh...! Ini akan sedikit menenangkan hatiku!"


"Ya Brad!"


"Cepat lari kalian berdua, Alisa! Nao!"


Mereka berdua tunggang langgang lari, menjauh dari kita berdua. Namun serangan Jendral Iblis membuat Brad tak berkutik sedikit pun langsung lenyap begitu saja.


"Brad !!! Kau iblis sialan! Mati kau !!!"


Kekuatan Jendral Iblis bukan isapan jempol saja, aku mencoba menghunuskan pedangku melawan Jendral Iblis, apa yang terjadi, terjadi lah... aku akhirnya MATI....


Jendral Iblis berhasil mengalahkan Kaizer von Dodoluputin dan Brad. Alisa dan Nao berhasil kabur dari kota Peninsula, korban jiwa yang selamat atas serangan iblis adalah Alisa dan Nao, yang lain baik warga kota atau petualang sama sekali tidak selamat. Kota Peninsula akhirnya ditaklukan oleh Bangsa Iblis...


"Ratu Lelembut Yang Agung, hamba melapor... ada dua manusia rendahan kabur, apa perlu hamba kejar?"


"Itu tidak perlu, August. Pulihkan kondisi pasukan dan kekuatan kamu, Jendral Iblis"

__ADS_1


"Baik Yang Agung, hamba pamit undur diri"


Alisa dan Nao kabur mengarah ke kota Windblume, untuk mengabari serangan iblis kepada penduduk dan tentara kota Windblume.


__ADS_2