
"Sayang," panggil Alya pada Rouki.
Sang pemilik nama langsung mendongak dengan diperlihatkan dengan sebuah pemandangan yang begitu menggoda.
"Sayang, pindah kesini dong, bagian sini yang sakit." Ucap Alya sambil menunjukkan bagian pa_ha yang mulus miliknya.
Saat itu juga, pandangannya Rouki mulai berubah. Dan kini pandangannya tertuju pada belahan yang menggodanya. Ditambah lagi tangan kanannya yang telah diraih oleh Alya ke bagian pa_ha mulusnya. Tentu saja menciptakan gemuruh di dalam dadanya yang semakin tergoda.
Otaknya yang wa_ras seolah sulit untuk dikendalikan. Sebisa mungkin untuk tidak tergoda dan terpancing, Rouki susah payah untuk menahannya. Lebih lagi dengan rasa panas yang tak tertahan, membuatnya tak sanggup lagi, dan menginginkan hal lebih dari sekedar ci_uman.
Rouki yang sudah tidak kuat menahan rasa keinginannya, Alya langsung mengambil kesempatan emas untuk mulai memancing suami orang.
"Lepaskan! kau sudah gila, Alya." Bentak Rouki pada Alya sambil menahan gejolak yang sangat sulit untuk ia tahan.
"Mas, bukankah kamu sudah janji kalau kita akan melakukan bersama atas suka sama suka. Mas, aku rela dan siap untuk melayani kamu."
Saat itu juga, Rouki langsung menyambar jasnya dengan keadaan yang sempoyongan untuk keluar dari hotel. Alya yang tidak mungkin untuk mengejar Rouki, hanya bisa berteriak penuh kekesalan saat rencananya justru di gagalkan oleh kekasihnya sendiri.
"Aaaaaa! brengs_ek! kau Rouki." Teriaknya penuh amarah sambil membuat kamarnya menjadi berantakan.
Sesuai perintah dari Rouki sendiri kepada beberapa anak buahnya, dirinya sudah ditunggu di depan hotel. Kemudian, Rouki langsung masuk kedalam mobilnya.
"Cepat! kau tambahkan kecepatannya." Perintah Rouki sambil membentak, lantaran dirinya harus melampiaskan apa yang ia rasakan pada seseorang yang tepat, pikirnya.
"Baik, Bos." Jawabnya yang langsung menambahkan kecepatannya.
Sambil menahan has_rat yang ia tahan, sebisa mungkin Rouki untuk bisa bertahan hingga sampai di rumah.
Saat sudah sampai di depan rumah, Rouki langsung keluar dari mobil. Tanpa pikir panjang, Rouki berlari seperti orang kebelet buang air kecil.
"Bos kamu tuh, keknya udah kebelet tuh." Ucap orang kepercayaan Rouki saat melihat Bosnya yang sudah tidak sabar ingin melampiaskan apa yang ia rasakan.
"Ya itu itu, lelaki yang kurang bersyukur. Ujung-ujungnya istrinya yang dicari."
__ADS_1
"Berarti Bos Rouki masih wa_ras, Bro."
"Semoga saja, Bro. Sudahlah, ayo kita turun." Ajaknya untuk turun dari mobil.
Sedangkan Rouki yang sudah menggebu dan ingin terobati has_ratnya, cepat-cepat masuk ke dalam kamar.
Tidak perlu mengetuk pintu terlebih dahulu, Rouki langsung membuka kamarnya dengan kode untuk masuk ke kamarnya.
Saat pintu terbuka, Rouki kembali menutup pintunya tanpa bersuara. Alangkah terkejutnya saat melihat istrinya tengah melepaskan bajunya untuk mengganti pakaian tidurnya.
Naas, Rouki langsung menjatuhkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Bahkan, tidak peduli dengan tangannya yang masih terasa sakit. Bagi Rouki dirinya dapat menuntaskan apa yang sudah ia tahan sadari tadi, itu jauh lebih baik daripada harus memikirkan rasa sakit yang ada pada bagian tangan kirinya.
"Mas Rouki, apa-apaan ini?"
Rouki yang sudah menindih tubuh istrinya, tentu saja membuat Zeya kaget bukan main.
Tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya, Rouki langsung menc_ium bibir istrinya begitu rakusnya, sampai-sampai Zeya kualahan saat harus menerima ciu_man dari suaminya yang begitu rakus.
Tidak sampai disitu saja, Rouki melanjutkan aksinya ke bagian leher jenjang yang begitu mulus yang tentunya tidak pernah ia sentuh sama sekali selama menikah.
Namun sayangnya, apa yang dilakukan oleh Zeya tidak bisa berhasil untuk melawan tenaga suaminya yang jauh lebih kuat darinya.
Saat itu juga, dengan napasnya yang menggebu, Rouki menatap wajah istrinya dengan serius.
"Apa perlu aku melakukannya dengan perempuan lain? kalau kamu mengizinkan, aku akan melakukannya."
"Tapi, Mas. Bukankah kamu sama sekali tidak mencintai aku? dan bukankah ada perempuan lain di hati kamu? aku tidak mau melakukan tanpa dasar cinta."
"Sekarang kamu tinggal pilih, kamu atau perempuan lain yang harus menyalurkan hasr_atku ini? ayo jawab."
Rouki kembali menc_ium bibirnya, dan tidak peduli jika harus menanggalkan pakaian yang ada pada istrinya hingga tidak ada yang melekat ditubuh istrinya walau hanya sehelai benang.
Tidak peduli juga jika istrinya terus menerus memberontak karena perbuatan suaminya yang terkesan brutal itu, baginya secepatnya untuk segera dituntaskan.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak bisa melakukannya dengan pelan? dan menutupi tubuh polos ku ini dengan benar?"
Rouki langsung menunduk dan menyadari atas perbuatannya yang menurutnya sudah kasar saat meminta haknya.
Rouki mengangguk dan meraih selimut tebal yang ada di dekatnya. Kemudian, ia menanggalkan pakaiannya tak tersisa sehelai benang pun yang melekat pada tubuhnya. Dan kini, keduanya sama-sama polos dibawah selimut tebal.
Seperti yang diinginkan istrinya, Rouki menurutinya dan melakukannya dengan sikap yang lembut. Meski ada rasa sakit dan kecewa harus melakukannya dalam keadaan yang sulit untuk diungkapkan, Zeya hanya memenuhi kewajibannya seorang istri.
Rouki yang memperlakukan istrinya dengan lembut, lama-lama semakin ganas. Begitu juga dengan Zeya, yang mana dirinya juga menginginkan hal tersebut sudah begitu lamanya, kini telah mendapatkan sent_uhan dari suaminya sendiri.
'Aku berharap, semoga aku bukanlah wanita yang kedua yang di se_tu_bu_hi oleh suamiku sendiri. Semoga kami berdua memang benar-benar baru melakukannya.' Batin Zeya yang dihantui dengan penuh kekhawatiran, dan juga rasa takut.
Cukup lama keduanya saling menikmati, akhirnya berakhir sampai puncaknya. Dan kini keduanya terkulai lemas setelah melakukan ritualnya.
Rouki yang tidak lagi menahan sakit pada bagian kepalanya, juga has_rat yang terbendung, akhirnya dapat terobati oleh istrinya sendiri.
Da_rah segar yang sudah men_odai seprei berwarna putih, terlihat begitu jelas jika Rouki sudah mengambil mahkota milik istrinya.
"Maafkan aku yang sudah merenggut mahkota berharga milikmu yang seharusnya kamu berikan kepada lelaki yang kamu cintai, juga lelaki yang mencintaimu." Ucap Rouki saat melihat dar_ah segar yang ada di seprei karena perbuatannya, kini dirinya meminta maaf atas keinginannya yang terbilang memaksakan kehendak.
"Mas Rouki tidak perlu meminta maaf, suka tidaknya sudah menjadi kewajibanku untuk melayani suami sendiri." Jawab Zeya sambil menunduk.
"Makasih banyak, kamu sudah memberikan barang berharga milikmu untukku. Kalau begitu, kamu boleh tidur, atau mau mandi dulu. Soalnya ini seprei sudah ternoda, aku mau menggantinya."
"Tapi,"
"Kenapa?"
"Aku mohon tutuplah kedua mata kamu, aku mau ke kamar mandi."
"Oh, ini celana kolor milikku, pakai saja."
"Ya, terima kasih."
__ADS_1
Karena malu dan tidak ada pilihan yang lainnya, Zeya akhirnya mengenakan celana kolor milik suaminya. Kemudian untuk menutupi buah segar miliknya, dengan kedua tangannya yang disilangkan.
Rouki yang melihat istrinya malu-malu, tersenyum tanpa sepengetahuan istrinya.