
Setelah mengusir Alya dari ruangan kantornya, Rouki merasa lega saat dirinya tidak ada yang mengganggu jam kerjanya.
Karena tidak ingin Alya berani masuk ke kantornya, Rouki telah meminta kepada satpamnya untuk berjaga-jaga jika Alya kembali datang.
Setelah itu, Rouki segera menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda lantaran kehadiran Alya yang sudah lebih dulu datang daripada dirinya.
"Kamu pikir aku itu bodoh, ternyata selama ini kau hanya memanfaatkan aku saja." Gumamnya sambil memperhatikan layar komputernya.
Lain lagi di rumah, Zeya tengah sibuk dengan laptop barunya yang ia dapat dari suaminya. Lupa mengucapkan terima kasih atas hadiahnya, Zeya meraih ponselnya untuk menghubungi suaminya.
Suara dering lewat telpon genggamnya, Rouki dibuatnya kaget. Dengan cepat, langsung menyambar ponselnya.
Dilihatnya atas nama kontak istrinya, senyum merekah langsung menerima panggilan dari istrinya.
__ADS_1
"Ada apa, Zey?" tanya Rouki lewat sambungan telponnya.
"Terima kasih ya, udah beliin aku laptop baru. Maaf juga, sudah mengganggu jam kerja." Jawab Zeya di seberang telpon.
Rouki tersenyum mendengarnya.
"Maafin aku ya, udah ngerusak laptop kamu. Oh ya, untuk nanti malam jangan lupa bersiap-siap. Sekitar jam tujuh malam aku sudah pulang, dan kamu sudah siap untuk berangkat. Aku mau mengajakmu dinner di tempat yang akan aku jadikan kejutan untukmu." Ucap Rouki lewat sambungan telponnya.
Zeya yang berada di seberang telpon, pun sama tersenyum merekah saat mendengar suaminya mengajaknya untuk dinner di tempat yang akan dijadikan kejutan untuk dirinya.
Sedangkan di seberang telpon, Rouki merasa aneh saat istrinya masih diam, padahal sambungan telponnya masih berlanjut hitungan waktunya.
"Zey, kok diam?" panggil Rouki mengagetkan istrinya.
__ADS_1
Zeya yang berada di seberang telpon, terkesiap saat suaminya mengagetkan dirinya.
"Maaf, tadi aku sedang melamun. Oh ya, sudah dulu ya, soalnya aku sedang mengoperasikan laptopnya. Juga, aku harus menghubungi pihak panti asuhan mengenai acara yang sebentar lagi akan diadakan." Jawab Zeya beralasan, meski sebenarnya tengah memikirkan sikap suaminya yang menurutnya telah berubah.
Rouki yang juga sedang ada kesibukan dengan pekerjaannya, sama-sama ingin menyudahi obrolannya.
"Ya, tidak apa-apa. Aku juga mau menyelesaikan pekerjaanku, agar pulangnya tidak terlambat." Ucap Rouki lewat sambungan telponnya.
Setelah itu, terputus sudah sambungan telponnya. Kemudian, Rouki melanjutkan kembali untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Begitu juga dengan Zeya, sama halnya tengah mempunyai kesibukan. Sesuai yang baru saja ia katakan kepada suaminya untuk menghubungi pihak panti asuhan, Zeya segera menghubunginya.
Rasa yang sudah tidak sabar untuk berkumpul bersama teman-temannya, ingin rasanya waktu kan cepat berlalu.
__ADS_1
Di lain tempat, rupanya Alya tengah memendam rasa kesal dan juga kekesalannya.
"Awas saja kau Zeya. Kalau sampai Rouki sudah berani menyentuhmu, aku tidak akan ambil diam. Aku pastikan, bahwa kamu tidak akan bisa hidup bersama suami kamu. Aku yakin, Rouki pasti membohongiku. Tidak mungkin seorang Rouki yang begitu membenci Zeya akan bermain ran_jang dengannya. Apapun caranya, aku harus menaklukkan Rouki sebelum diambil Zeya." Gumamnya penuh kesal saat mendengar pengakuan dari Rouki mengenai hubu_ngan badan dengan istrinya.