
'Mas Rouki tidak sedang bermain drama, 'kan?' batinnya penuh tanda tanya akan perubahan sikap dari suaminya.
"Kok bengong, kamu gak percaya?" tanya Rouki sambil melambaikan tangannya di depan wajah ayu milik istrinya.
Zeya menggelengkan kepalanya.
"Bukannya aku gak percaya, cuma aneh saja. Saya belum bisa mencerna apa yang diucapkan oleh Mas Rouki, juga sikap dari Mas sendiri. Maafkan aku, saat ini aku segera istirahat. Kondisi badanku butuh istirahat yang cukup, maaf." Jawab Zeya yang tengah bingung akan sikap dari suaminya sendiri.
"Ya gak apa-apa, aku bisa ngerti kalau kamu sedang menimbangnya lagi. Tidurlah, besok aku harus kembali bekerja." Ucap Rouki dan mulai berani untuk menc_ium kening istrinya.
Zeya tak menolak sama sekali, tetap memberi ruang untuk suaminya melakukan kehendaknya. Karena mau bagaimanapun, tidak ada larangan apapun untuk menyentuh dirinya.
Zeya yang mulai dilema akan akan perasaannya atas perubahan sikap dari suaminya yang begitu mendadak, membuatnya curiga.
Dengan posisinya yang membelakangi suaminya, Rouki tidak mengabaikan kesempatannya untuk memeluk istrinya dari belakang. Sedangkan salah satu kakinya bertumpu dengan kaki milik istrinya.
Zeya yang seperti ada desiran yang hadir di hatinya, seperti seseorang yang tengah jatuh cinta. Bayangkan saja, selama satu tahun, keduanya tidak mempunyai hubungan yang harmonis, dan seolah tidak menemukan keserasian diantara keduanya. Juga, tidak membuatnya jatuh cinta.
Tapi kini, semua berubah begitu drastis, sungguh tak menyangka bagi seorang Zeya yang tiba-tiba suaminya bersikap begitu manis. Sikap perhatian yang sudah sekian lamanya ditunggu, diharapkan, dan dapat membuatnya bahagia dalam hubungan pernikahan.
Malam yang semakin larut, pelukan yang begitu hangat, kini keduanya telah merasakannya.
'Andai saja aku bisa membukakan hatiku untukmu, aku akan menjadi lelaki yang paling beruntung memiliki seorang istri sepertimu. Tapi, sepertinya kamu sulit untuk menerimaku dengan waktu yang sudah terlambat. Aku sadar diri, jika aku sudah banyak menorehkan luka pada hatimu, sampai-sampai sekarang kamu yang berubah menjadi dingin terhadapku.' Batin Rouki yang kini mulai gelisah bila harus kehilangan istrinya.
Semakin malam dan sudah larut malam, Rouki akhirnya tertidur dengan pulas sambil memeluk tubuh istrinya, sampai tak sadar jika sudah waktunya untuk bangun dari tidurnya.
"Badanku kenapa jadi pegal-pegal begini, ya." Ucapnya lirih ketika terbangun dari tidurnya dan tidak menyadari jika dirinya sudah melakukan hubungan in_tim dengan suaminya sendiri.
"Kamu lupa ya, semalam kita sudah melakukannya." Jawab Rouki yang dapat mendengar istrinya berucap walau dengan suara yang lirih.
"Aku sampai lupa, mungkin karena teramat pegal yang aku rasakan." Kata Zeya.
"Jam segini enaknya untuk mandi dengan air hangat, bagaimana kalau kita mandi bareng?"
__ADS_1
"Tapi Mas, kepunyaan aku masih terasa sakit. Juga, badanku pegal-pegal semua." Kata Zeya yang masih di hantui dengan rasa takut.
Lebih lagi baru pertama kalinya, tentu saja rasa takutnya tengah menguasai kekhawatirannya.
"Justru itu, sekalian biar otot kita tidak kaku kalau kita sering melakukannya."
Zeya membulatkan kedua bola matanya saat mendengar ucapan dari suaminya itu.
"Jangan-jangan,"
"Jangan-jangan apa? aku belum melakukannya dengan perempuan siapapun, hanya kamu dan kamu yang pertama dan untukku selamanya."
"Semoga saja, aku mau mandi duluan aja, aku belum terbiasa." Kata Landa yang masih dipenuhi perasaan ragu.
"Ya, gak apa-apa. Aku tidak akan memaksa kamu, aku juga tahu kalau badanmu merasakan pegal-pegal, juga di bagian sens_itif milikmu."
"Aku duluan," kata Landa yang segera bergegas untuk masuk ke kamar mandi.
Rouki tersenyum saat melihat istrinya masuk ke kamar mandi.
Lain lagi di dalam kamar, justru Zeya belum juga melepaskan pakaiannya, dirinya masih berdiri di depan cermin sambil melamun.
"Ah ya, hari ini Papa dan Mama mau pulang." Gumamnya yang tersadar jika dirinya tengah melamun.
Tidak ingin membuat suaminya lama menunggu, Zeya cepat-cepat untuk membersihkan diri.
Sedangkan Rouki yang sedang berada di dalam ruang kerjanya, ia tengah menyiapkan berkas-berkas penting untuk dibawa ke kantor. Kemudian, pandangannya tertuju pada bingkai kecil yang terpajang foto pernikahannya dengan Zeya, Rouki tersenyum dan meraihnya.
"Ternyata selama ini aku tidak pernah memperhatikanmu, dan benar kata Papan dan Mama, jika Zeya perempuan baik-baik." Gumamnya dan menci_um foto pernikahannya.
Namun, tiba-tiba ia teringat akan sesuatu yang membuatnya mengganjal. Rasa penasaran yang mulai muncul dari pikirannya yang positif, Rouki langsung menghubungi orang kepercayaannya.
Tidak mau buang-buang waktunya, ia segera masuk ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.
__ADS_1
Saat membuka pintu kamar, indra penciumannya telah menghirup aroma yang begitu menggoda dirinya. Tapi, apalah daya jika sang istri masih merasakan sakit pada bagian sens_itifnya, dan tidak mungkin juga untuk memaksa.
"Mas Rouki, dari mana?"
"Dari ruang kerja, kamu sudah selesai mandinya?"
"Sudah, baru aja." Jawab Zeya sambil menyisir rambutnya yang terurai sehabis dikeringkan.
"Bagaimana dengan kaki kamu yang terkilir, sudah mendingan atau masih sakit?"
"Sudah mendingan kok, Mas. Makasih ya, udah mau nolongin aku mengurut kakiku." Jawab Zeya berterimakasih.
"Sudah menjadi tanggung jawabku atas dirimu. Oh ya, aku mau mandi dulu. Kalau kamu mau turun, kamu bisa lewat jalan pintas menggunakan lif. Jangan paksakan diri lewat tangga, karena aku tidak ingin terjadi sesuatu pada diri kamu. Jadi, lebih baik lewat lif saja."
"Ya, Mas, aku mau menunggu Mas Rouki saja. Oh ya, nanti aku ikut Mas Rouki ya. Aku mau ke rumah sakit, mau lihat kondisi Papa."
"Boleh, asalkan kaki kamu sudah tidak sakit lagi. Kalau masih sakit, aku tidak mengizinkan kamu untuk pergi ke rumah sakit." Kat Rouki.
"Udah gak sakit kok, Mas, serius."
"Ya udah kalau begitu, aku mandi dulu." Ucap Rouki, sedangkan Zeya mengangguk dan mengiyakan. Kemudian, dirinya segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Namun sebelumnya, Rouki menghubungi orang kepercayaannya untuk memberinya perintah.
Setelah itu, Rouki masuk ke kamar mandi. Sedangkan Zeya tengah memainkan ponselnya sambil menunggu suaminya selesai mandi.
Saat teringat dengan acara di panti asuhan, Zeya mencoba untuk menghubungi pihak panti asuhan.
Namun, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah pesan masuk, yakni dari nomor yang tidak ia kenali.
Alangkah terkejutnya saat melihat video suaminya yang tengah memegangi kaki mulus seorang perempuan. Video tersebut mengarahkan pada suaminya, dan dilanjutkan ke bawah, yakni pada tangannya yang tengah mengurut kaki mulus milik perempuan.
Detak jantung yang awalnya normal, kini mendadak bergemuruh. Napasnya yang biasa saja, sudah berubah menjadi panas tidak karuan rasanya.
__ADS_1
"Zeya, kamu kenapa?" tanya Rouki yang melihat aneh pada istrinya.
Saat itu juga, ponselnya Zeya terjatuh saat dikejutkan adanya suaminya yang datang mengagetkan dirinya.