
Karena penasaran ingin mengetahui apa isinya, segera masuk ke kamarnya untuk melihat barang yang diberikan dari suaminya.
Saat sudah sampai si dalam kamar, Zey langsung membukanya. Namun, sejenak ia mencoba untuk menebak apa isinya.
"Lihat bentuknya sih, apa ya? bikin penasaran saja deh. Tumben tumbennya membelikan sesuatu untukku." Gumamnya penuh rasa penasaran.
Tidak mau menunggu lama, Zey langsung membukanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.
Alangkah terkejutnya saat melihat isi didalamnya.
"Laptop, benarkah? aku sedang tidak bermimpi, 'kan?"
Dengan senyum merekah, Zeya melihat barang pemberian dari suaminya.
"Eh tunggu, ada ucapannya juga rupanya." Gumamnya dan langsung menyambar lembaran kertas kecil yang ada di bawah laptop.
"Maafkan aku ya, istriku. Maafkan aku yang sudah menghancurkan barang berharga milikmu. Sebagai maafku, ini laptop untukmu. Jangan lupa, nanti malam persiapkan dirimu dengan baik, aku sudah memesankan baju untukmu." Sambungnya lagi saat membaca isi dalam lembaran kertas kecil yang ada ditangannya.
Senyum yang merekah, kini berubah berbunga-bunga saat melihat kalimat dari lembaran kertas kecil yang ia pegang.
__ADS_1
Sudah tidak sabar, Zey langsung mengoperasikan laptopnya. Tentu saja untuk dijadikan teman kesehariannya saat dirinya sendirian di rumah.
Sedangkan Rouki sendiri baru saja sampai di kantor.
"Bos, Bos, tunggu." Panggil sekretarisnya sambil mengejar langkah Bosnya yang bernama Rouki.
"Ada apa, Brian?" tanya Rouki sambil memperlambat jalannya.
"Ada yang menunggu Bos Rouki dari tadi di tempat ruang tunggu, dan meminta Bos Rouki untuk menemuinya." Jawab Brian sambil berjalan beriringan.
"Oh, baiklah. Ini, bawa tasnya dan letakkan di atas meja kerjaku." Ucap Rouki sambil menyerahkan tas kerjanya pada sekretarisnya.
"Baik, Bos." Jawab Brian sambil menerima tas kerja milik Bosnya.
Saat membuka pintunya, Rouki sudah dapat menebaknya dan tidak ada keterkejutan sama sekali.
"Kamu ternyata, mau apa?"
"Sayang, kamu kenapa sih, kok mendadak jadi jutek gini. Aku akui kalau aku memang salah, semalam sudah memberimu minuman ke dalam gelas. Aku melakukannya juga karena aku takut kehilangan kamu, sayang. Bukankah kamu sudah bilang mau menikahi aku? kalau aku hamil, istrimu pasti akan menceraikan kamu, dan kita bisa menikah." Jawab Alya sambil memegangi dasi miliknya Rouki.
__ADS_1
"Lepaskan, Alya. Kamu memang ceroboh, sekarang lebih baik pulang. Aku sedang ada kesibukan dengan pekerjaanku, jangan sampai aku mengusir kamu dengan paksa." Ucap Rouki sambil melepaskan tangan milik Alya dengan kuat.
"Sayang, aku bisa nekad ini."
"Kamu jangan gila, dan jangan membuat onar di kantorku ini, Alya. Sekarang juga kamu cepetan keluar dari sini, jangan sampai aku panggilkan satpam untuk menyeret kamu." Tegasnya dengan suara cukup meninggi.
"Kamu kenapa jadi berubah begini sih? jangan-jangan kamu semalam mendapatkan pelayanan dari istrimu itu."
"Kalau ya, kenapa? Zeya istriku yang sah dan aku berhak melakukan apapun padanya, termasuk berc_umbu bersamanya."
PLAK!
Alya dengan berani menampar Rouki begitu kuat saat mendengar perkataan dari kekasihnya.
Rouki menatapnya penuh dengan seringaian sambil mengusap bekas tamparan dari Alya.
Saat itu juga, Rouki langsung menekan tombol memanggil satpam untuk mengusir paksa pada Alya.
"Jaga sikapmu padaku, Alya. Tamparan darimu tidak sebanding dengan otakmu yang licik. Sekarang juga, cepat kau pergi dari hadapanku, sebelum satpam menyeret kamu dengan paksa, dan akan disaksikan banyaknya karyawan yang ada di kantorku ini." Ucap Rouki dengan tegas, juga dengan ancaman.
__ADS_1
"Kamu yang licik, Rouki." Tuduh Alya sambil menatap wajah Rouki penuh kesal.
Saat itu juga, datanglah dua satpam yang siap untuk menarik paksa Alya.