Aku Yang Kau Abaikan

Aku Yang Kau Abaikan
Amarah


__ADS_3

Rouki yang tidak ambil diam langsung mendekatinya.


Dengan berani, Rouki bertepuk tangan berkali-kali dengan jarak yang semakin dekat.


"Bagus! bagus bagus, bagus, sangat bagus akting kalian di depanku maupun kedua orang tuaku. Kalian semua memang sangat cerdik, juga pintar dalam melabuhi orang, Tuan Rahendra yang terhormat." Ucap Rouki yang tiba-tiba kehadirannya telah mengagetkan Alya dan yang lainnya.


Saat itu juga, semua seperti orang yang tertangkap basah oleh lawannya. Dengan sigap, Tuan Rahendra langsung mengambil pistolnya dari balik jasnya yang ia pakai.


"Jangan main main kamu, Rouki." Ucap Tuan Rahendra yang langsung mengarahkan pistolnya kepada Rouki."


Bukannya takut, Rouki semakin dekat jaraknya.


"Sebelum peluru itu menembus tubuhku, Paman Rahendra akan lebih dulu tertembak." Jawab Rouki balik mengancam.


Tuan Rahendra mendadak cemas saat mendengar ucapan dari Rouki, tentu saja dapat mengira jika dirinya sudah di kepung. Sedangkan Alya yang ketakutan saat kejahatannya diketahui oleh Rouki, benar-benar sangat malu. Lebih lagi dirinya pernah memiliki hubungan asmara, tentunya sangat malu.

__ADS_1


"Rouki, kamu jangan salah paham dulu denganku. Percayalah, aku hanya di suruh Oleh Paman Rahendra."


DOR!


DOR!


DOR!


Suara tembak benar adanya, dan satu peluru telah tembus di bagian kepala milik Alya, dan polisi menembak tangan milik Tuan Rahendra bagian tangan dan kedua kakinya.


"Alya ...! teriak ibunya saat mendapati putrinya jatuh tergeletak tiada bernyawa.


Rouki yang tidak perlu mengeluarkan energinya, cukup merasa lega karena dirinya telah berhasil meringkusnya.


"Terima kasih atas kerja samanya, Pak. Besok pagi saya akan segera memberi laporan bersama orang tua saya untuk memberi keterangan mengenai pelaku, saya hanya menjalankan amanah untuk memenjarakan Tuan Rahendra, selebihnya orang tua saya lah yang memberi keterangan sedetail mungkin." Ucap Rouki kepada salah seorang polisi saat menyerahkan pelaku kejahatan.

__ADS_1


"Baik, kalau begitu saya akan mengamankan pelaku di tahanan untuk dilakukan proses hukum." Jawab Pak Polisi dengan tegas.


Rouki yang merasa lega, segera pulang ke rumah.


"Akhirnya, Bos Rouki berhasil meringkusnya. Selamat ya, Bos, sekarang Bos Rouki sudah jauh lebih tenang, karena akar permasalahan sudah dapat di tangkap oleh anggota polisi." Ucap Andre yang ikut dalam penyelidikan Alya terutama.


"Ini semua karena berkat bantuan kamu yang sudah membantuku untuk menguak kejahatan mereka. Selebihnya biar orang tuaku yang akan memberikan keterangan mengenai kasus dari pelaku. Sudah lah, ayo ikut aku pulang, besok kita selesaikan masalah ini di kantor polisi. Mau bagaimanapun, kamu juga harus memberi keterangan kepada polisi mengenai Alya yang kamu dapatkan niat kejahatan yang direncanakan." Ucap Rouki sekaligus mengajak Andre segera pulang.


Karena sudah tidak ada yang dikhawatirkan, Rouki segera pulang. Takutnya sang istri menunggunya dengan cemas, juga kedua orang tuanya.


Meski sudah merasa aman, Rouki tetap dikawal oleh beberapa anggota polisi sampai di depan rumahnya, menyatakan selamat sampai tujuan.


"Terimakasih banyak, Pak, sudah mengantarkan saya pulang." Ucap Rouki berterimakasih.


"Sudah menjadi tugas saya untuk melindungi masyarakat. Kalau begitu saya permisi, dan pamit." Jawab Pak Polisi berpamitan untuk kembali ke lapas.

__ADS_1


Rouki mengangguk dan tersenyum ramah.


"Baik, Pak, silakan." Ucap Rouki, kemudian segera masuk ke rumah ketika beberapa anggota polisi berpamitan.


__ADS_2