Alice In Another World

Alice In Another World
Chapter 13 : Hadiah Dari Pekerjaan


__ADS_3

Aku hendak melompat mundur saat seluruh tanah pijakanku telah membeku dalam balutan es.


Di depanku penyihir yang melakukannya menyeringai senang, tidak terbatas pada es, dia juga menggunakan sihir api yang aku tabrakan dengan sihir angin milikku yang hasilnya membuat api itu malah semakin besar seperti sebuah tornado sebelum benar-benar hampir menyapuku dengan sebuah kematian.


Aku segera mematikan ujung pakaianku yang sedikit terbakar, semua sihir diciptakan oleh elf di masa lalu namun tidak menutup kemungkinan bahwa manusia juga bisa setara dengan kekuatan mereka, seperti yang sekarang wanita ini tunjukan, dia sangatlah kuat.


"Walau hanya bisa menggunakan satu sihir, aku akui kamu cukup berani untuk tidak melarikan diri."


Aku tersenyum masam sebelum membalas.


"Hanya satu benda sihir bukannya tidak masalah jika negara kalian kehilangannya."


"Sayangnya benda yang kalian ambil merupakan sesuatu yang penting bagi kami."


"Cukup mengejutkan seseorang yang telah mencurinya mengatakan hal seperti itu."


"Kau sudah mengetahui semuanya dari elf itu bukan.. aku peringatkan jika kamu berniat melarikan diri aku akan mengatakan bahwa elf telah mencuri sihir kami dan itu akan menciptakan peperangan baru."


"Kamu benar-benar keras kepala."


Aku bisa tahu apa yang akan dia lakukan di kemudian hari, seberapa besar elf membela diri mereka, mereka tidak akan menang. Pada dasarnya elf selalu hidup tertutup maka mereka tidak memiliki hal-hal seperti kerja sama dengan negara lain, di sisi lain negara penyihir bisa mempengaruhi negara lainnya.


Ini jelas sangat berbahaya.


"Tentu jika kamu bisa mengalahkanku aku akan menutup semuanya di sini."


Aku tersenyum sembari mengeluarkan belatiku.


"Kurasa itu jalan satu-satunya."


Aku melesat dengan kecepatan tinggi, penyihir adalah seorang yang ahli dalam serangan jauh, yang harus aku lakukan hanyalah mendekat dan menyerangnya terus menerus, aku melompat ke atas kepalanya bersiap memberikan tendangan menukik saat seekor golem es menahan kakiku lalu mencengkeramnya sebelum melemparkanku jauh menyisir tanah sebelum berguling-guling beberapa kali saat menabrak pohon.


Aku bisa merasakan rasa sakit yang jelas saat setiap dari tubuhku bertubrukan dengan apapun yang aku lewati, tentu aku tidak selemah itu sampai mati.


Aku masih menjaga kesadaranku tetap ada.


"Jika kamu pingsan dengan hanya itu, kamu benar-benar lemah."


Wanita tersebut atau aku harus katakan Grimore menciptakan beberapa golem es tambahan yang masing-masing menerjang padaku, dari semuanya aku hanya belajar sihir angin untuk bisa mengalahkan golem-golem ini, aku memotong mereka dengan satu tebasan. Ketika tubuh mereka jatuh aku melesat kembali.

__ADS_1


Grimore bersiap untuk melemparkan sihir berikutnya sayangnya aku lebih dulu melemparkan jarum membuat kedua tangannya lumpuh sementara waktu.


"Apa?"


"Seberapa kuat sihir yang kamu gunakan, percuma saja jika itu tidak aktif."


Aku menghilang tepat di depan matanya, dia berbalik ke samping ke arah di mana aku datang, ketika dia mundur aku sudah memberikan pukulan di perut, tidak perlu ditanyakan lagi itu sudah cukup membuatnya memuntahkan sesuatu dari mulutnya dan pingsan.


Aku bisa melihat ia yang sudah tidak berdaya di tanah, ini pertama kalinya aku melawan seorang sampai seperti ini, sebelum masalah bermunculan aku sebaiknya pergi dari sini.


Aku menemukan George dan Lydia telah menungguku dengan ratu di ruangan khusus, mereka cukup terkejut saat aku menjatuhkan barang rampasan yang merupakan Grimore itu sendiri.


Aku sudah mengikatnya dengan tali, itu seharusnya baik-baik saja saat dia bangun.


"Kenapa kamu membawa orang ini?" tanya Lydia sebagai perwakilan.


"Ia satu-satunya yang tahu bahwa kalian adalah elf, akan beresiko untuk membiarkannya begitu saja... mari kita pikiran apa yang sebaiknya kita lakukan dengannya, kita bisa menyiksanya sampai mati, atau menjualnya."


Para elf menatapku dengan mata bermasalah.


"Kamu benar-benar kejam."


Oke, itu hanya candaan.


"Kenapa aku, lepaskan aku."


Ratu elf hendak melakukan apa yang diinginkannya namun aku langsung menghentikannya.


"Aku ingin kamu menjelaskan kenapa kamu menginginkan sekali kristal ini, tergantung perkataanmu mungkin kita punya solusi untuk semua orang."


Grimore mengalihkan pandangannya, meski dia kesal dan marah, ia mulai membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaanku dengan singkat.


"Aku tadinya merupakan korban perang, desaku hancur dan untuk terus hidup aku belajar sihir sampai seperti ini, walau pada dasarnya alasanku seperti itu, aku sebenarnya ingin mengembalikan desaku kembali sedia kala, setelah peperangan aku mulai melakukan ekpresimen namun sayangnya itu gagal."


"Sampai kau tahu tentang kristal elf ini?"


"Benar, aku pikir jika aku menggunakannya aku mungkin bisa mengembalikan desaku."


Aku mengalihkan pandanganku ke arah ratu yang menggelengkan kepalanya sebelum membalas.

__ADS_1


"Kristal ini hanya bisa digunakan oleh elf, karena itulah itu akan sia-sia saja, memang benar sesuatu tumbuh dari tanah akan tetapi cepat lambat pepohonan itu akan membusuk."


"Jadi apa yang aku lakukan sia-sia?"


"Akan jauh lebih baik jika kamu memintanya dengan baik-baik, kami tidak keberatan untuk membantu."


Ekpresi Grimore lebih tercengang.


"Kami memang benar menjauhi ras lainnya tapi bukan berarti kami tidak mau menolong siapapun, dalam waktu dekat mari kembalikan desamu."


Grimore hanya menundukkan kepalanya berterima kasih dengan air mata membasahi lantai. Aku ingin melihat bagaimana desanya dikembalikan sedia kala sayangnya aku memilih untuk segera melanjutkan perjalanan.


Sebelumnya aku merasa kagum bahwa Grimore bisa menyelinap ke wilayah ini dengan baik. Yah, itu hanya pujian yang tidak aku katakan pada siapapun.


Aku menerima upah yang dijanjikan sebelum naik ke atas punggung White.


"Kamu yakin tidak ingin tinggal lebih lama di sini Alice?"


"Ada segudang petualangan yang menungguku, karena itulah aku tidak sabar melihatnya."


"Begitu, apa jangan-jangan gulungan teleportasi itu ingin kamu gunakan untuk pulang ke rumah."


"Aku berasal dari tempat jauh, kemungkinan hanya dengan ini saja aku bisa pulang pergi dengan mudah."


Aku tidak berusaha menyinggung bahwa sebenarnya aku berasal dari dunia lain.


"Kuharap kamu bisa menikmati petualanganmu serta menemukan gulungan lainnya, aku mendoakanmu."


"Terima kasih banyak untuk semuanya, selamat tinggal."


"Jaga dirimu, tolong mampirlah jika ada kesempatan."


Aku meninggalkan perkataan tersebut jauh di belakang, beberapa Minggu berikutnya aku menemukan pemberitahuan bahwa semua desa dan kota yang rusak karena peperangan akan dipulihkan dalam waktu dekat. Siapapun yang merasa bahwa di sana tempat kelahirannya bisa kembali dan mencoba membuat kembali kota ataupun desa sedia kala bersama-sama.


Para penduduk yang melihat itu, berteriak senang.


Mereka sepertinya tidak hanya mengembalikan satu tempat saja, aku mendekat untuk memperhatikan tulisan kecil di kertas yang ditempel di papan tersebut.


Di sana tertulis dengan rapih, Alice apa kamu melihatnya? Kuharap kamu akan mengunjungiku lagi, aku menyukaimu, ratu elf.

__ADS_1


Entah kenapa sepertinya aku membuat para gadis jatuh cinta padaku. Yang bisa aku katakan hanyalah.


"Mengerikan sekali."


__ADS_2