Alice In Another World

Alice In Another World
Chapter 16 : Sebuah Pencurian Kecil


__ADS_3

Aku memesan beberapa makanan berat yang cukup untuk mengenyangkan perut, tidak lupa aku juga memesan makanan penutup yang merupakan puding susu dengan potongan buah di atasnya.


"Enak sekali."


Ada keributan diluar namun siapa yang peduli, beberapa kesatria bahkan menerobos kedai.


"Kalian cari di sini."


Sementara semua orang sibuk aku cuek saja. Pemilik kedai tampak menatap para kesatria dengan tatapan predator.


"Apa yang sedang kalian lakukan di sini, kalian menakuti para pelangganku."


"Maafkan kami, tapi kami sedang mencari tuan putri ia telah menghilang dari kerajaan."


"Apa? Itu mengerikan... bukannya besok dia harus menikah."


"Benar sekali, jika begini bencana akan jatuh pada kerajaan kita."


Setelah memastikan tuan putri siapapun itu tidak di sini, mereka akhirnya pergi. Akhirnya aku bisa tenang.


Aku membayar setiap makanan pesananku dan menyadari bahwa White tidak ada di tempat dimana aku meninggalkannya.


Wajahku memucat.


"Ayolah, ini tidak lucu bahkan kuda juga dicolong."


Aku bertanya ke beberapa orang dan menemukan fakta bahwa seorang gadis telah membawa White ke arah hutan. Perutku akan mual.


Setelah aku berkeliling saat senja hari aku bisa melihat White tengah berdiri di dalam hutan dengan seorang gadis yang duduk di depan api unggun.


Aku mendekat dan berkata.


"Biar aku tebak, kamu pasti putri yang dimaksud."


Putri itu membuka syalnya menampilkan rambut ungu sepanjang pinggul, ia tidak mengenakan gaun mewah melainkan gaun sederhana yang hanya dikenakan kalangan bawah.


"Apa ini kudamu, maaf sudah membawanya."


"Sudah tidak apa-apa, White mari pergi."


Aku sebisa mungkin untuk bergerak cepat sebelum akhirnya gadis tersebut merangkul kakiku.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, jangan pura-pura seolah kamu ingin lari."


Aku memang ingin lari, lari dari masalah.


"Kamu seorang traveler kan, aku bisa memberimu uang jika mau membantuku."


"Usaha bagus tapi aku tidak terlalu tertarik dengan uang lagipula aku masih punya tabungan untuk beberapa Minggu ke depan."


"Bagaimana dengan makanan, koki istana membuat makanan penutup yang lezat."


"Apapun yang kau katakan, aku tidak akan tergoda."


"Puding coklat setinggi satu meter."


Tiba-tiba aku bisa merasakan keringat dingin mengucur dari pipiku. Putri yang licik serta jeli ini menyadarinya hingga ia menaikkan hadiahnya.


"Puding lapis setinggi dua meter."


Yos, mari dengarkan walaupun hati nuraniku bilang ini pasti merepotkan.


"Sebenarnya aku sudah menyukai orang lain dan besok aku malah dijodohkan dengan orang lain benar-benar mengerikan."


"Biar aku tebak sesama perempuan."


Menurut ramalan putri ini harus menikah dengan putri lain agar bencana tidak akan menimpa kedua negara.


Bagiku terdengar konyol.


Itu seolah mereka dikendalikan oleh peramal gadungan yang menipu mereka, walaupun sepertinya putri tidak keberatan.


Mungkin ini yang disebut cinta yang mampu melewati batasan, atau sebagainya. Jika dia ingin minta saran akan cinta segitiga yang terlarang ini lebih baik dia cari orang. Sejujurnya aku tidak berpengalaman soal itu dan juga tentu saja aku normal.


Tapi mengingat hadiah yang akan dia berikan aku setidaknya harus pura-pura, setiap dia mengeluh aku hanya perlu mengatakan, kasihan dan juga mengangguk dengan mantap.


Jelasnya seperti ini.


"Bla, bla, bla."


"Begitu."


"Bla, bla."

__ADS_1


"Ah."


"Bla, bla, bla."


"Kasihan."


Aku melakukannya dengan baik.


Setelah mendengarkan curhatannya kini adalah bagian tersulit yang harus aku lakukan, yaitu memberikan saran.


Siapapun yang curhat mereka memiliki hak untuk dapat saran, jika si pendengar tidak memberikannya maka itu akan membuat kesal. Aku harus memikirkannya dengan baik.


Setelah beberapa detik berlalu aku dapat satu.


"Mudah saja, bagaimana jika kamu menikahi keduanya. Bukannya keluarga kerajaan bisa melakukan poligami, seperti selir atau sebagainya."


Seolah baru menyadarinya dia bangkit sembari berteriak.


"Benar juga, bukannya aku bisa melakukannya... aku juga akan mengubah sistem pernikahan antara gadis dan gadis diperbolehkan."


Orang ini menyimpang.


Terserahlah.


Yang bisa aku bayangkan aku telah memakan banyak makanan manis nantinya.


Dari kejauhan aku bisa melihat sebuah pesta yang megah, tentu saja aku tidak tertarik untuk memperhatikan sampai akhir, setelah aku mengisi perutku dengan puding aku tidak punya alasan lagi untuk tinggal.


Saat ini masalah putri telah selesai namun selanjutnya masalah yang besar akan datang menghampiri, khususnya soal penerus kerajaan.


Apapun itu, mereka sendiri yang akan menyelesaikannya.


Ekstra Chapter:


Beberapa hari setelah meninggalkan kerajaan tersebut aku telah dihentikan oleh seorang peramal..


Dia duduk di tepi jalan bersama bola kristalnya.


"Nasib buruk akan menimpamu, akan tetapi jika kau menikahi seorang gadis kau akan terbebas darinya."


Satu hal yang bisa aku lakukan saat ini adalah memanggil kesatria untuk menangkapnya. Dua pria bertubuh besar menyeretnya pergi saat aku menatapnya datar.

__ADS_1


Salah satunya berkata padaku saat aku tidak peduli.


"Kerja bagus nona traveler, orang ini sering menipu banyak orang. Karena cinta terlarangnya gagal dia mencoba merubah semua kerajaan ke arah menyimpang, tunggu... nona kamu mau pergi."


__ADS_2