Alysya

Alysya
Episode 1


__ADS_3

Episode 1


ALYSYA


Suara jantung berdetak kencang dikala Al mendengar ucapan kedua orang tuanya mengenai perjodohan yang akan dilaksanakan pada 2 Minggu yang akan datang.


Ya, namanya Alysya Putri Handojho, gadis berambut lurus alami yang di lindungi oleh kain khusus untuk perempuan muslim. Yang dinamakan jilbab ( ya iyalah.. masa selimut). Gadis itu berusia 17 tepat kurang lebih 1 bulan lalu.


Ia hampir kehilangan keceriaannya pada umur 4 tahun karena kecelakaan yang mengakibatkan ia koma selama 1 Minggu lebih 3 hari dan membuat perubahan ia menjadi anak yang murung.


Hingga ia dipertemukan dengan seorang Khiyai yang dibawa kakaknya. Dan Khiyai tersebut mengatakan bahwa adiknya mendapatkan anugerah yang istimewa dari yang kuasa, yaitu bisa melihat alam lain (Al jadi indigo.. yeaa..).


Al yang mengetahui itu ia langsung menghubungi dan menceritakannya kepada kedua kakaknya, Alyandra Putra Handojho, kakak pertama Al . Ia bekerja sebagai penerus perusahaan Pak Handojho yang bergerak di bidang Arsitektur dan Perhotelan. Dan kakak kedua, Alyandre Putra Handojho yang menjadi prajurit TNI AD yang berpangkat Serma di Batalyon ** Bandung.


"Bang..gimana nih..aku nggak mau dijodohin, mau nolak gimana?.. apalagi keadaan yang sekarang kita bertiga jauh dari kata harmonis dari beberapa tahun lalu". Kacau pikirannya saat ini, Al menjadi bersalah dari kejadian itu. Mendengar itu kedua kakaknya menjadi kalut.


Alyandra yang serumah tidak mengetahui perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya itu menjadi geram, tapi ia mencoba sabar.


Sedangkan Alyandre yang sedang istirahat dari bertugasnya diperbatasan NTT (Nusa Tenggara Timur) pun mencoba berfikir keras untuk mencari jalan keluarnya.


"Kita berfikir dulu jangan gegabah" Alyandra menjeda ungkapan dan di sambung dengan Alyandre.


"kamu kabur Al !!"


Hening


Tidak ada yang berkomentar beberapa detik. Hingga suara Alyandra mengungkapkan dengan tegas.


"Iya!"

__ADS_1


Hal itu memicu terjadinya untuk mencari rencara bagaimana bisa kabur?


Otak pintar Al berfikir Ia harus menjual ke 2 mobil pemberian dari kakek dan orang tuanya 1 bulan lalu, saat ultah.


"Bang..gimana aku jual aja mobilku untuk sewa apartemen di Jakarta Selatan.. disana ada cabang apartemen papi nya Ikhsan, nanti minta diskonan hehe.. kan lumayan punya temen bisa bantuan. Lagi pula papi nya Ikhsan juga pasti ngerti kok. Kan aku juga sering kesana belajar sama yang lain". Kedua kakaknya mencerna perkataan adiknya dengan teliti.


" Nanti mobilnya jual ke Sam, kan dia jualan mobil, aku juga udah punya SIM. Motor bisa mobil bisa. Mobilnya juga bagus kok kan baru 1 bulan lalu itu aja cuma 2-3 kali itu aja pas nyoba. Ya walaupun ga berani sampe 60 km/jam sih."


Lanjutnya sambil mengambil nafas sambil tersenyum manis kaya permen kapas, eaa..


Kedua mobilnya itu memang jarang digunakan dan hanya dipanaskan saat pagi.


(btw itu moodnya Al kalo lagi pusing sama marah itu permen kapas. Sama satu lagi yaitu kopi bubuk murni ya.. yang langsung dimakan tanpa air dan gula.. coba deh enak kok.. aku juga pernah pas ga bisa tidur jadi makan itu bisa tidur deh aneh ga? Semoga engga hehe.. INI CUMA HALU YA.. tapi kalo makan kopi itu beneran enak coba aja tapi jangan keseringan ga baik ok..)


"Semua surat udah aku pegang dari warisan kakek itu mobil hadiah ultah dan mobil satunya lagi dari Uncle Bagas, Hp dari bang Andra dan kalung dari bang Andre. Semua itu bisa dijual buat dapat uang. Uangnya bisa buat sewa apartemen diskonan disana.. gimana bang?" Melihat wajah keduanya kakaknya yang sedih karena hadiah dari mereka akan dijual, Al menjadi gelagapan karena salah bicara.


"Eh, maksudnya 2 mobil aja yang dijual!!" seru Al membangkitkan senyuman dari mereka berdua. (Ye..kan ga jadi dijual)


"Nanti sisanya buat beli motor biar sekolah nggak naik busway atau angkot. Terus kamu Al nanti jangan lupa sholat, makan ,jaga kesehatan, sama belajar. Belajar yang rajin nanti kamu dan jangan pacaran oke.."


Bang Andra memang melarang keras Al untuk pacaran sebelum Al lulus kuliah. Bang Andra takut adik perempuannya salah pergaulan. Prinsip nya begini "jangan pernah melewati batas" , sampai pernah menyuruh kedelapan teman Al untuk menjaga mata dan mencegah laki-laki yang mencoba PDKT pada Al, dengan bayaran pulsa 20 ribu/bulan , posesif emang.


(Aku ga punya kakak laki-laki..)


"Iya bang..tapi gimana kaburnya?".


" Kamu sekarang beresin barang seperti, pakaian, buku, laptop, make up, yaa yang penting taroh tas sekolah biar nggak ketahuan nanti, terus kamu kasih tau teman-teman mu kalo kamu mau kabur dari rumah. Terus paginya kamu bawa mobil dan kendarai sampe rumah si salsa yang lebih deket dari sekolah. Disana kamu tarok mobil sama tas nya, terus kamu sekolah minta surat perpindahan.


Mau nggak mau harus tetap mau, nanti pulang sekolah kamu ketemuan sama bang Andra buat minta tanda tangan , tapi jangan dikantor nanti ada yang liat, terus kamu kerumah salsa lagi narok mobil, pulangnya pake ojek, kalo ditanya Pak Didit (Salpam) kamu bilang aja kalo mobilnya di bengkel karena ban bocor atau apalah.

__ADS_1


Oh ya.. isi tas tinggal aja di rumah salsa nanti beli koper, biar nggak curiga soal tas. Dan terakhir nih.. besok nya kamu bawa seperti surat- surat yang diperlukan kaya surat warisan kakek, surat mobil, kartu keluarga dan lainnya, tarok juga ditas dan ke rumah salsa lagi dan sekolah untuk menyerahkan surat persetujuan pindah sekolah. Pulangnya kamu jual semua mobil itu ke Sam.


Sebelumya juga papinya Ikhsan harus tau biar hari ke 3 kamu langsung bisa menepati apartemennya. Dan malam hari ke 2 kamu menginap diruma salsa. Gimana bagus kan.. Andre.."


Dengan bangga Andre bersorak kegirangan diluar posko hingga mendapat hukuman 10 kali push up oleh Kapt Angga karena mengkagetkanya yang sedang tidur. (Haha.. Kapten mah bebas..hehe).


"Nanti kalo dicari-in Pak Handojho gimana?" Al dan kedua kakaknya memang menyebutnya dengan kata Pak bukan dengan sebutan anak kepada ayah.


Akan tetapi Al masih diberi uang mimimal 1 juta sebulan. Dan juga Al diberi uang saku oleh kakeknya, tapi berhenti pada 3 tahun lalu semenjak kakeknya meninggal dunia akibat sakit asma.


Ini aku jelaskan wasiat kakeknya itu bukan hanya surat yang isinya uang tetapi mobil juga karena dititipkan oleh Uncle Bagas kakak dari Pak Handojho. Surat tersebut mencantumkan bahwa saat Al umur 17 tahun ia mendapatkan uang senilai 75 juta dari hasil pembagian harta dari kakeknya.


" Nggak bakalan mereka cari kan kita ga pernah tegur sapa selama 13 tahun ini. Lagipula kita sakit, kita nggak pernah dilihat ya kan. Yang penting kita harus saling melengkapi satu sama lain. Tetap tenang oke.." Andra mencoba untuk menguatkan adik-adiknya, walaupun Andra tau mereka dewasa sebelum waktunya.


Al tersenyum miris dengan keadaan yang tidak pernah stabil mengenai keluargnnya.


" Iya bang tetap kuat kata pak Khiyai juga"


"Selalu senyum:)". "Aaa.. jadi kangen deh sama Mie-Mei ".


Al yang mengingat senyuman hantu balita sekitar umur 3 tahun yang berada di parkiran rumahnya yang menghilang sejak 5 bulan lalu, karena Mie-Mei sudah dijemput orang tuanya. Ia meninggal akibat kedinginan saat mandi karena ditinggal oleh pembantu rumah tangganya. Ia penghuni rumah sebelum rumah itu kosong dan dibeli oleh Buyut Al.


"Bukanya udah ilang ya Al tu hantu?" Dengan nada jutek Andre yang memang sedikit ga suka sama Mie-Mei karena pernah dijahili olehnya.


"Udah ilang kok bang." " Abang masih takut ya..?" Goda Al yang menjadi suasana menjadi cerah dan Andra hanya terkekeh dengan perilaku kedua adiknya.


"Al, inget pesan Abang ya. Abang sayang sama kamu dan Andre. Abang sebagai kakak pertama yang menjadi orangtua kalian. Kamu juga Andre jangan lupa sholat dan jaga kesehatan, jangan begadang. Udah jadi Tentara juga, jangan sampai lengah dalam menjaga perbatasan."


" Ya udah sampai disini pambahasanya. Kamu langsung beres-beres Al, setelah itu tidur ,sudah sholat kan." Lanjut Andra.

__ADS_1


"IYA ABANG KU SAYANG" ucap Al bersamaan dengan Andre dan membuat ketiga-tiganya tertawa.


__ADS_2