
Episode 13
Pagi-pagi sekali Al ingin berangkat ke sekolah, hari ini Peter tidak ada disamping Al karena Peter ingin menemui teman pertamanya.
Al yang memegang helm-nya menuju ke garasi apartemen. Ia menemukan sepeda motor dan mulai mengemudikannya.
Sampai diparkiran Al melihat Kaisar yang sedang bersandar dimotor dengan mata fokus ke ponselnya.
"Itu kan Kaisar. Kata Aiden dia bad boy, kenapa pagi bener dah sampe sekolahan? Ajaib."
Al melenggang pergi ke kelas dan sesampainya didepan kelas Al membuka pelan kenop pintu. Dan melihat salah satu penghuni kelasnya, yang duduk di pojok kanan ruangan. Ia langsung menutup pintu kelas kembali.
"Ebuset! Asgfirullah, gimane ini? Ganteng sih.. tapi kan beda alam¿ Nggak. Nggak boleh dua-in mas Tentara. Ya Allah ganteng banget.. mirip Bang Chan Stray Kids! Gila kalo dia sekolah disini pasti most wanted kalah hihi.. Da-."
Batin Al terpotong oleh orang menepuk pundaknya.
"Al loe kenapa nggak masuk? Malah bengong lagi." Ucap salah satu murid dikelas itu. Namanya Gitta.
" Gue cerita in, tapi loe jangan kaget nanti." Peringatan Al padanya dan bibalas anggukan kepala.
"Gue liat ada- loe tau lah. Dia ganteng banget.. mirip ama Bang Chan Stray Kids tau nggak! Tapi gue nggak berani liat matanya. Ihh tajem kek silet." Ucap Al sedikit berbisik, karena Ia takut ada yang mendengar suaranya dan beranggapan dia gila.
"Gilaa!! Dimana? Dimana? Pengen foto dong Al. Pengen liat deh! Pliss pasti ganteng tu hantu.." Gitta menggoyang-goyangkan lengan Al sambil melompat-lompat kegirangan.
"Aneh loe. Gila yak? Mana bisa gue? Loe kira dia mau diajak foto ha? Belom nanti masuk atau nggak ke kamera." Al terkekeh geli dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Kan loe yang bilang mukanya mirip Bang Chan Stray Kids. Yah pasti ganteng dong. Ya-"
"Iya lah Chandra gitu loh.. pasti ganteng kaya Cha Eun Woo." Potong Chandra, dia salah satu murid dikelasnya Al.
"MIMPI!!."
Teriakan Al dan Gitta didepan kelas itu membuat siswa siswi menengok ke arah mereka.
Tetapi Al dan Gitta tidak menghiraukannya, hanya tertawa tertahan.
"Lha? Tadi loe pada bilang Bang Chan? Nama Chan dikelas ini kan cuma gue doang."
"PD banget, mirip Cha Eun Woo. Lagian ya, Chan itu bukan Chan loe. Yang kita maksud itu Bang Chan Stray Kids." Jelas Gitta pada Chandra dan Chandra hanya menggaruk pipinya dengan satu jari.
Al membuka pintu kelas dan tidak mendapati hantu itu, Ia bisa bernafas lega. Walaupun tampan tapi juga menyeramkan, batinya.
Waktu berputar dan ponsel Al menunjukkan pukul 06:46. Sedangkan Al sedari tadi duduk di bangkunya dengan memainkan ponselnya dan sesekali menyapa teman yang masuk kedalam kelas.
"Assalamualaikum wahai kelas ku tercinta. KeCe mau lewat!!"
Teriak itu membuat Al terkejut hingga ponselnya terlepas. Dan untung saja Al selalu mengalungkan ponselnya dileher. Selamat.
__ADS_1
"Toa tahu bulat." Guman Al pelan, tanpa Ia disadari dibelakangnya hantu yang mirip dengan Bang Chan.
Al tersentak ketika tangan hantu itu menyentuhnya. "Allahuma sholliwassalim Ajma'in." Ucapnya cepat, karena Ia lupa doa apa yang seharusnya Ia baca.
"Kamu bisa lihat aku." Ucapnya lirih setelah menepuk pundak Al.
"Huh. Oke gue nyerah. Puas? Dan jangan pernah mengganggu manusia."
"Haha.. apa pernah kamu melihat aku mengganggu manusia?"
"Loe baru aja ganggu gue!"
S*lan astaghfirullah. Batinya Al berkata kasar dan langsung bertaubat.
Tidak ada jawaban dari si hantu itu, ia sudah menghilang dari belakang Al.
Tidak ada yang tahu jika Al berbicara dengan hantu, karena suasana kelas sangat gaduh dan ricuh. Ditambah ada pengumuman jika jam pertama kosong.
"Loe napa Al?" Tanya Aditya sambil menarik kursi dari barisan samping.
"Eh, nggak papa. Oh ya Aiden mana? Gue perhatiin kaga ada tuh bocah?" Tanya Al dengan mata mengedarkan pandangannya ke depan.
"Hay Al. Hari ini kosong, gue mau kekantin sama Erzha. Loe mau ikut ato titip gitu?" Tanya Kean yang sedang meletakkan tasnya di bangku sebelah Kiri Al.
"Nggak, makasih Ken. Gue udah sarapan tadi."
"Loe cuma nawarin Al doang? Gue loe anggep apa A**r!" Seru Aditya yang masih memegang seragam Kean.
"Ohh itu doang? Khem hem. Dit loe mau ikut kekantin, ato nitip gitu? Soalnya gue sama Erzha mau kesana. Puas?" Kean yang sudah kelaparan dan menunggu jawaban dari Aditya.
"Nggak."
Ucap Aditya datar dan acuhnya, membuat Kean harus sabar. Sabar bang.
"Ba**st." Ucap Kean dan langsung pergi dari kelas bersama Erzha. Dan menutup pintu kelas dengan keras.
Aditya tertentu tertawa keras karena Kean jarang sekali berbicara kasar.
"Udah ihh. Sekarang mana Aiden?" Tanya Al sedikit terburu-buru.
"Aiden telat, jadi dihukum lari tadi. Palingan bentar lagi nongol tuh meteran."
Kenapa Aditya menyebut dengan nama meteran karena tinggi badan Aiden mencapai 180 dan yang paling pendek dikelas mereka hanya mencapai 170. Jangan dibully.
"Iya ya? MeTeRan. Gue sepundaknya aja kagak. Maklum lah gue cuma159. Diketekin mampus gue."
Mereka berdua tertawa dan terkekeh geli.
__ADS_1
Tok tok tok.
Bunyi hujan diatas genting airnya turun tidak? Luapkan. Lupakan.
Semua langsung terdiam tidak ada yang membuka suara. Hingga..
"Woi! Bagi gue minum!" Teriakan Aiden membuat mereka melongo karena masih terkejut.
"Gue kira guru a**r!"
"Aiden ba**St!"
"T*i kalah kan gue!"
"Haya loe burik sih."
"Iya gara-gara buff gue loe ambil an**g!"
"Ya karna Jonson gue butuh mana."
"Mana ada! S**lan."
"Thanks Al. Untung loe bawa air minum. Huh cape gue." Aiden kemudian duduk dikursi depan Al.
"Ay. Loe kan mau nyeritain tentang si Kaisar tuh. Kenapa gue kaga boleh deket-deket sama die?" Tanya Al bingung karena Ia tidak tahu betul tentang salah satu most wanted disekolah ini.
"Loe dimana kok bisa sama Kaisar siketua basket Al?" Tanya Keysya sambil duduk dan diikuti oleh Revan dan Echa.
"Yo.. pada bahas apaan nih kok gue nggak diajak? Sedih babang Erzha ganteng." Ucap Erzha datang dan diikuti oleh Kean dibelakangnya dan langsung disampingnya Al.
"Ck. Diem deh."
"Itu Al pengen tahu tentang si ketua baskKaisar."
"Oh itu kemarin sore ditaman deket apartemen. Dan gue ketemu nih Aiden. Awalnya sih gue mau cari selingkuhan tapi dapet peringatan dari Aiden." Al melirik kearah Aiden yang sedang bersandar dikursi.
"Loe semua tau kan kelakuan Kay. Al dia itu badboy disekolah ini. Kalo loe deket sama dia, loe bakal dibully sama si Mika sama genknya. Dan gue nggak mau temen gue dibully, ngerti. Dan satu lagi kalo loe ketemu dia ganggu loe, kita siap bantuin loe." Ujar Aiden dengan menatap kearah mereka.
"Iya kita bakal ada buat loe."
"Keep calm Al."
"Selalu bernafas."
"Thank all. Gue beruntung dapet temen kaya kalian. Thanks."
*Bantu like and vote..
__ADS_1
bye..