Alysya

Alysya
Episode 8


__ADS_3

Episode 8


"Itu nomor kakak gue, namanya Keyra. Pulang sekolah loe langsung kesana". Ujar Keysya sambil memberikan kartu nama.


"Thanks Key, loe udah bantuin gue. Makasih.. banget. Padahal gue baru kenal loe kemarin. Thanks Key". Al tersenyum manis dengan apa yang Ia dapat.


"Semoga loe diterima kakak gue, good luck Al!".


Pulang sekolah Al mengendarai motornya ketempat Ia janjian dengan Kak Keyra. Ia memesan 'unsweetened black iced coffee' padahal tidak ada dimenu tetapi Al yakin pasti cafe itu mempunyai bubuk kopi murni yang belum tercampur gula.


"Permisi, kakaknya mau pesan apa?" Ucap pelayan itu ramah sambil memberikan buku menu.


"Em, saya mau pesan 'unsweetened black iced coffee'. Pasti ada kan bubuk kopi murni yang belum ada gulanya? Pasti ada kan. Nanti es-nya yang kecil aja, jangan banyak-banyak. Terimakasih".


Ucap Al dengan cenggirannya membuat pelayan itu tersenyum dan menerima pesanan kemudian kembali kedalam.


Al mengeluarkan kartu nama itu dan mulai mengetik dihandpone-nya untuk menghubungi Kak Keyra.


"Kak Al kok belum datang ya? Keyra-nya?"


Tanya Peter yang duduk disamping Al.


"Kamu panggilny kok nggak pake kak?


Ini juga mau hubungin." Jawab Al dengan menunduk dan berbisik.


"Kan masih tua'an aku dari dia." Sahut Peter santai.


"Nggak boleh gitu."


"Kak Al, aku mau jalan-jalan keliling tempat ini, barang kali dapet temen." Seru Peter dengan mata berbinar.


"Tapi jangan diajak pulang. Kak Al nggak mau nerimanya. Emang kos-kosan hantu apa." Peringatannya pada Peter.


Dan dibalas anggukan kemudian Peter pergi.


Tut.. Tut..


"Hallo, dengan siapa ini?" Ucap orang yang berada disebrang. Kak Keyra.


"Hallo, assalamualaikum kak Keyra kan?"


"Waalaikum salam, Iya, saya sendiri."


"Saya Alysya Putri temannya adek kakak, Keysya. Yang mau bekerja dengan kakak."


"Ohh.. kamu Al, kamu udah nyampe di cafe? Saya masih dalam perjalanan mungkin 15 menit lagi nyampe."


"Iya kak, saya sudah sampai."


"Ya udah saya matikan telepon nya. Assalamualaikum."


"Iya kak, waalaikum salam."


"Huh, semangat Al".


"Ini kak pesanannya. Silahkan dinikmati".

__ADS_1


Pelayan itu kemudian pergi , tak selang lama. Pundak Al.


"ALLAHUMA-" kaget Al dan laki-laki disampingnya tertawa tanpa dosa.


"Haha.. yang ada astaghfirullah. Ini malah Allahuma, loe mau tidur baca Allahuma? Haha.." Al yang mendengar perasaannya antara kesal dan sekaligus malu.


"Namanya juga kaget.Loe aja siapa? Kenal aja nggak. Main tepuk pundak." Ketus Al dengan muka jutek.


"Iya deh. Gue minta maaf. Gu-".


"Ya iyalah minta maaf orang situ ysng salah!"


"Hm, iya. Assalamualaikum saya boleh duduk disini?" Ucap laki-laki itu.


"Waalaikum salam. Kan masih ada kursi yang kosong, kenapa duduk disini?" Tanya Al bingung.


"Karena gue pengen duduk disini." Ujarnya santai dan menarik kursi kemudian Ia duduki.


"Huh, whatever." Al memutar mata jengah.


Laki-laki itu mengulurkan tangannya.


"Oh ya kenalin gue Fahri. Ketua OSIS SMA yang loe tempati." Ucapannya dengan percaya diri.


Al tidak menyambut tangan Fahri, padahal Ia salah satu most wanted disekolahnya.


"Nggak muhrim."


"Iya ya, i'm forget." Sambil menggaruk tengkuknya tidak gatal.


"Iya." Jawab Al seadanya sambil meminum kopi.


"Loe minum kopi? Cewek biasanya milih coklat. Lah loe kopi." Tanya Fahri bingung dengan apa yang dilihat.


"Gue udah lama suka kopi. Biasa buat pelampiasan. Kan biasanya kalo cowok rokok kalo nggak game." Al menjawab pertanyaan itu dengan santai.


"Minta dong." Tanpa persetujuan dari pemilik, Fahri langsung menegak kopi itu.


Dan sialnya, kopi itu terasa pahit di lidahnya.


"Buset pait banget anj**! Loe nggak pakek gula?" Seru Fahri setelahnya. Melihat wajah Fahri yang menahan rasa pahit itu membuat Al tertawa tertahan.


"Sukurin.. Makanya jangan suka nyerobot milik orang. Kena karma kan loe.."


"Ledek aja terus. Tapi gue suka loe cantik saat senyum." Ucap Fahri menelan saat kalimat terakhirnya.


Yang terdengar samar bagi Al.


"Loe ngomong apa barusan? Gue cantik? Ya iyalah cantik kan cewek kalo cowok ganteng."


"Loe tanpa sadar bilang kalo gue ganteng ye kan?" Fahri menaik turunkan alisnya.


"Ya emang, loe ganteng tapi masih gantengan Kim Taeyhung, BTS. Buehh beda jauh bos.. belum lagi Sehun EXO.. hihi."Al yang menang 'kipoperes' dari SMP.


"Ck.. auk ahh.." decak kesal Fahri dan menekuk wajahnya dimeja dengan kaki yang tak bisa diam, membuat meja bergetar.


Dan handphone Al berbunyi membuat Al harus mengangkatnya.

__ADS_1


"Halo, assalamualaikum Al.. ini saya kak Keyra."


Waalaikum salam, kak Keyra. Ini saya sudah 20 menit lebih nungguin kakak. Kok kakak belum nyampe?" Tanya Al.


"Maaf Al, kakak nggak bisa dateng nemuin kamu, karena ada urusan mendadak nggak papa kan? Kita ubah janjinya besok ya, bisa?"


"Iya nggak papa kak. Al bisa menunggu. Dan besok kita janjian di cafe ini. Setelah Al pulang sekolah."


Keyra yang mendengar itu pun lega karena Al tidak marah denganya.


"Ya udah kalo gitu. Makasih atas pengertiannya. Assalamualaikum."


"Iya kak. Waalaikum salam."


Al yang mengingat bahwa Fahri ngambek dan Ia mencoba membujuknya.


"Eh.. udah dong ngambeknya, malu dilihatin orang." Ucap Al lembut sambil mengusap pelan punggung Fahri.


"Nggak sebelum loe setujuin syarat dari gue." Ucap Fahri dengan nada serak seperti ingin menangis. Membuat Al kalut, karena Ia tidak tega dengan itu.


"Iya iya, tapi jangan yang aneh-aneh."


"Syarat pertama. Gue mau loe bilang gue ganteng." Ujarnya sambil menegakan tubuhnya memandang ke arah Al.


"Oke.. Fahri orangnya ganteng. Udah?" Al dengan lembut.


"Udah. Syarat ke-2. Gue minta nomor telepon WhatsApp, Line, Instagram dan Facebook loe?" Senyum Fahri terbit dan menyerahkan handphonenya ke Al.


"WhatsApp, 085**. Instagram, @AlysyaPutri00.


Udah selain itu gue nggak punya. Puas loe?" Kesel Al yang merasa dikibulin Fahri.


"Oke gue puas. Lagi pula gue cuma punya WA ama Ig." Ucap Fahri santai.


"Lah kenapa loe minta tadi?" Tanya Al.


"Kan biasanya cewek itu punya aplikasi itu."


"Jan sama-samain deh. Gue itu beda sama yang lain." Sahut Al jengah.


"Iyain deh." Fahri tersenyum senang karena Ia belum tahu apa yang dimaksud Al.


Emang Al loe beda sama yang lain, cewek setiap ketemu gue pasti genit dan loe nggak. Pikir Fahri. (Yahh salah paham).


"Terserah. Gue mau pulang." Ucap Al sambil mengunakan jaketnya dan menambil tas dikursi sampingnya.


"Eh, tunggu. Gue anterin." Tawar Fahri mencekal tas Al.


"Gak perlu, gue bawa motor. Assalamualaikum."


Al meninggalkan Fahri yang masih duduk dan menuju kasir untuk membayar kopi.


Al berhenti yang tak jauh dari cafe tadi dan membeli sate ayam 20 tusuk untuk makan malam dan juga sarapan esok.


Tanpa Ia sadari Fahri membuntutinya dari belakang hanya untuk mengetahui tempat tinggal Al.


Sesampainya di apartemen, Fahri memutar balikkan motor menuju rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2