
Episode 17
"Gini-gini gue punya malu. Nggak kaya loe!" Sergah Aiden.
"Nye nye nye.. serah gue dong. Yang punya aja kaga marah."
"Hm, dari pada mubazir, mending kita abisin sekalian."
"Ya dikasih ke Peter lah."
"Hush! Nanti loe digentayangi baru tau rasa loe!"
"Tinggal baca doa lah!." Balasnya Revan.
"Bener tuh!"
Hahaha
Erzha, Revan, Kean dan Aditya tertawa serempak dengan bertos hingga nyaring bunyinya.
Aiden hanya memutar bola mata malas sambil mencibikan mulutnya. Temanya itu sangat suka gratisan, tak terkecuali dirinya. Hanya saja ia tau tempat dan waktu.
Dimana Kaisar? Dia sudah pulang sebelum Al dan Kean datang.
***
Malam minggu. Malam yang dingin dengan penuh keramaian dan kebahagiaan. Lampu gemerlap memperlihatkan pandangan dibawah sana.
Mata gadis yang tengah duduk sendiri diatas single seat, menyapu setiap titiknya.
Hanya hembusan nafas yang terdengar. Entah perasaan apa yang dirasakan dan yang pasti ia sedang dilanda kesepian. Keheningan masih berlangsung hingga akhirnya bunyi nyaring memecah keheningan malam.
Ting! Spongebob Squarepants, Spongebob Squarepants, Spongebob Squarepants, SPONGEBOB SQUAREPANTS!!!
Bunyi nyaring itu berasal dari ponsel-nya.
"Hola, Assalamualaikum Al. "Cómo estás?" (Halo, Assalamualaikum Al. Apa kabar?)
"sí, waalaikum salam. Bueno, y que hay de ti? "(Iya, waalaikum salam. Baik, dan bagaimana denganmu?"
"Hm'm, mm gue mau balik Al."
wus...
"Hah?! Maksud Loe?"
"Gue, 15 menit lagi take off ke Madrid, Spanyol."
"Ke- kenapa? Be-rapa lama? Loe nggak kok nggak kasih tau gue sih. Anak-anak juga!?. Kenapa mendadak? Ada masalah apa?"
"Maaf, gue yang nyuruh. Setelah kejadian itu bokap gue nggak ada yang bantu ngurus perusahaan. Entonces, soy el único en quien se confía."
"Gue juga pindah sekolah dan kemungkinan akan menetap disana."
"Berat Sam buat ngelepas loe. Loe itu sahabat yang bisa ngertiin gue, kasih semangat saat gue ada diposisi bawah, dan Loe orang yang pertama kali mau temenan sama Gue, thanks for all.
Semoga kita bisa bertemu dikemudian hari ya. Jan lupain gue saat Loe sukses. Kita nanti juga pasti jarang berkomunikasi sapa calon CEO ini. Gue bakal kangen sama loe."
"Iya, hm gue juga bakal kangen sama loe Al. Kita sama-sama berjuang melewati dunia ini Al. Pesen gue, loe jaga kesehatan, Jan lupa makan."
"Too."
" Dan jangan sering minum jus anggur. "
"Aa-aaa.... Loe tau?!"
"Hahaha! Cualquier cosa, acerca de ti.? And apa loe masih suka sama Loreng itu? ."
"Entah. Kalau pun jodoh ya Alhamdulillah! Kalo bukan ya syukurilah. "
"Kalo semisal nih ye? Loe punya pacar, cómo? "
"Yaa gue bakalan bucin lah!! Dan ngelupain Loreng."
"Hahahaha! Sabarin masa depan."
"Al, tuh Pesawatnya udah mau take off. Ingat pesen gue. Assalamualaikum dan sampai jumpa."
__ADS_1
"Waalaikum salam, Samuel."
Al menutup ponselnya dan kembali memandang luar, memejamkan matanya dengan deru nafas panjang.
***
"Panas gilee, ga tuh!"
"Untung tadi pake sun block, kalo nggak dah....lah."
"Dih!"
"Loe make sun block, ato moon block. Tetep aja tu kulit item!"
"Penghinaan ini mah! Dalam buku Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 225), R. Soesilo mengatakan bahwa penghinaan ada 6!!
Nih inget-inget!!
Nomor atu, Menista (smaad) terdapat di Pasal 310 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”)
Menista dengan surat (smaadschrift) ada di Pasal 310 ayat (2) KUHP;
Memfitnah (laster) terdapat di Pasal 311 KUHP;
Penghinaan ringan (eenvoudige belediging) terdapat di Pasal 315 KUHP;
Mengadu secara memfitnah (lasterlijke aanklacht) terdapat di Pasal 317 KUHP;
Tuduhan secara memfitnah (lasterlijke verdachtmaking) terdapat di Pasal 318 KUHP.!!"
"Iya in deh yang anak hukum:v."
"IYALAH. Kan gue pengen jadi pengacara."
"Tapi kenape loe masuk IPA?!"
"Pengen aja."
Perdebatan antara siswa itu terhenti dengan datangnya Al dan Echa yang membawa makanan.
"Hm."
Al membalas panggilan dan kembali memasukan mie ayam jamur pangsit kedalam mulutnya.
"Kenapa kok dari pagi muke loe kek kanebo kering?! Kusut bener." Tanya Keysya.
"Ada ape nih?" Tanya Revan sambil menaik turunkan alisnya dengan wajah polosnya tanpa dosa.
"Ceritakan apa yang kau alami. Wahai kebenaran.!" Sahut Erzha.
"Ckk, loe cosplay jadi Papa Zola ?!" Ucap Aiden.
"Haha, Papa Zola yang bini nye jadi monster itu kan!?" Sahut Kean dengan kekehan mereka.
"Heh! Diem dulu. Ni jadi cerita kaga?"
"Hehe, lanjut atuh neng." Ucap Aditya.
"Itu, Sam. Dia balik kampung ke Spanyol."
"Ngapain? Bukan nya dia orang Jakarta ya?"
"Dia migrasi dari sana. Dia balik buat bantu bokap-nya ngurus perusahaan, dulu bukan Sam tapi kakaknya. Dan terjadi kecelakaan mobil hingga buat kakak nya meninggal."
"Udah, Jan sedih. Dia disana juga buat berbaktikan." ucap Kean.
"Susah Yan. Dia orang yang pertama kali mau temenan sama gue waktu SMP. Dulu sebelum dia datang, gue selalu dibully, dimaki, dihina, dikatain gila. Masak gue pinter gini dibilang gila, bahkan dulu dia ampe rela badanya kotor demi lindungin gue dari bully-an, rambut pirang-nya jadi putih, hehe."
Mereka memandang sendu kearah Al, karena kehilangan teman pertamanya, pikirnya. Keheningan sesaat dan terpecah dengan suara Echa.
"Pantesan loe kemarin kaga nyaut di grup."
"Ga hanya itu alesan gue. Gue kemaren ketemu sama teman seangkatan SD. Dia nyapa gue 'hay Alysya' gitu. Gue panik dan ga tau, padahal dia nyapa biasa tapi kenapa gue yang panik gitu. Aneh kan?."
***
Al sekarang sedang berada didepan bangunan besar dan kokoh.
__ADS_1
Mempunyai spanduk besar yang bertulisan 'Kantor Cabang Beauty House KaCaca'.
"Permisi, saya mau bertemu dengan kak Keyra, bisa?"
"Mm, kamu yang namanya Alysya Putri Handojho, yang mau bekerja disini, benar?"
"Iya benar. Saya Alysya Putri Handojho."
"Oke. Kamu masuk ke dalam pintu itu. Kamu sudah ditunggu didalam. Semoga betah disini, oh ya. Namaku Ninda, kamu panggil aja Ida."
Al menjabat tangan Ida seraya tersenyum manis. Awal yang baik, batinya.
"Amin. Terima kasih atas doa nya kak Ida. Hehe, Permisi."
Al melenggang pergi ke arah pintu besar terbuka lebar yang disarankan oleh receptions.
***
Setelah keluar dari ruangan itu, Al dipandu oleh salah satu karyawati disana.
"Kamu duduk disini sebelah saya, dan ini kamu kerjakan sesuai tadi yang dibicarakan sama Kak Kerya. Nanti kalo masih kurang paham tanya saya atau yang lain. Oke?"
Dia Mela, mahasiswi di salah satu Universitas dikota Jakarta Selatan. Dan dibalas dengan anggukan serta tersenyum manis dari Al.
Disela kesibukan yang dilakukan, Al merasa sepi dengan kantor itu, Al ingin menanyakan nya kepada Mela namun diurungkan karena tidak ingin mengganggu pekerjaan nya.
Setelah melaksanakan shalat Magrib berjamaah dengan rekannya, kini Al sedang beristirahat.
Al memakan Siomay dan kopi tantpa gula kesukaannya yang dipesan secara delivery order, menanyakan keganjalan nya.
"Em kak Mela."
"Iyah,?"
"Kok mejanya banyak yang kosong ya? Apa memang kosong atau pada libur?"
"Oh itu. Itu biasa, soalnya disini kerjanya rata-rata pakai E-mail jadi bisa selalu ada dimana aja kapan aja bisa."
"Toko Pedia kali kak."
"Haha! Memang bener dek! Ini kantor memang the best lah. Udah santai ngga masuk ya nggak papa, gratis kamar buat nginep lengkap ama dapur dan yang paling enak... WIFI GRATIS!"
HAHAHA
"Bener tuh. Dan juga kerjanya harus selesai dalam waktu yang ditentuin. Udah deh."
"Enak banget ya?"
"Eh ini penting nih dek. Password email loe jangan sampe lupa."
"Siap itu mah!"
°
°
°
°
°
°
°
°
**Sekian lama akhirnya bisa Up juga!!!
Awas Typo
Jan lupa Like and Komen dibawah sini!!!
duh kaya kuis aja!?
SAMPAI JUMPA LAGI:`)
__ADS_1