Alysya

Alysya
Episode 14


__ADS_3

Episode 14


"Berpelukan!!.." seruan Erzha dan mendapat tatapan jijik dari mereka.


"B**St! Sakit Revan. A**ng loe."


Teriak Erzha ketika Revan menepuk punggung Erzha.


"Hahaha.. lah loe ngapain ngajak peluk-peluk? Loe kira kita Teletubbies?."


"Hahaha.."


"Helo helo.. siapa yang bawa gitar? Gue mau nyanyi nih!" Seru Al pada semua orang yang ada dikelas.


"Nih. Gue ada. Loe bisa nyanyi Al?" Tanya salah satu siswa, dia membawa gitar karena ia mengikuti ekskul musik.


"Nggak." Ucap Al santai dengan maju melangkah mengambil gitar dan mendapat tatapan datar dari semua.


"Dih, santai ngapa. Ken gitarin gue dong. Loe kan jomblo." Al menyerahkan gitarnya kepada Kean.


"Apa hubungannya?"


"Shuttt."


Al mulai bernyanyi dan diiringi dengan petikan gitar Kean.


"Aku percaya kamu tapi lagi-lagi kau bohongi ku.. kau telah tipu aku..


Tak pernah kusangka kau telah berubah kau membagi cinta. Dengan dirinya


Aku yang terluka sungguh aku KECEWA.."


Seru Al dikalimat terakhirnya dan membuat semua berdiri dan bernyanyi hingga memukul meja dengan cukup keras.


"TU DUA TIGA!!"


Teriaknya satu kelas itu membangkitkan jiwa yang terpendam. Gila, Canda tawa. That slow and delicious movement of your body.


"SETAN APA YANG MERASUKIMU..."


"HINGGA KAU GAK MENGHIANATIKU.."


"YANG TULUS MENCITAIMU.."


"SALAH APA DIRIKU PADAMU.."


"HINGGA KAU TEGA MENYAKITI AKU.."


"KAU SIA-SIAKAN DIRIKU.."


"AKU MENYAYANGIMU.."


"TAPI LAGI-LAGI KAU SAKITIKU.."


"KAU TLAH KHIANATI KU.."


"TAK PERNAH KU SANGKA KAU TELAH BERUBAH.."


"KAU MEMBAGI CINTA DENGAN DIRINYA.."


"AKU YANG TERLUKA, SUNGGUH AKU KECEWA.."


"ENTAH APA YANG MERASUKIMU.."


Mereka semua bernyanyi, hingga suara dari gitar Kean tidak terdengar. Kalah, batinnya Kean.

__ADS_1


"Gue pesen mie ayam 2. Minumya es teh kek biasa." Ucap Echa pada Revan yang berdiri sambil memegang ponselnya.


"Udah, ko gitu gue pesen dulu. Yuk Dit." Revan pergi sambil menyeret Aditya.


"Sabar elah."


"Buset! Cha. Makan loe banyak bener?"


"Laper gue. Belum sarapan tadi, dan tadi malah joget-joget kaga jelas. Udah lagunya gitu lagi."


"Bener tuh." Timpal Aiden.


"Eh Al?"


"Paan?" Al menatap temannya satu kelasnya itu. Al


"Loe tadi kenape tuh, nyanyi lagu itu? Loe patah hati yak?"


"Ek eleh. Yakali Al patah hati. Pacaran aja belom pernah, emang nape loe Al?"


"Kaga ngapa sih, cuma pengen nyanyi aja."


"Nggaklah kan loe udah punya gebetan. Mana belum pernah ketemu a**r."


"HAHAHA!!"


"Namanya siapa Al? Sekolahnya dimana? Ganteng ngga? Kalo nggak ganteng sama gu-"


"Makanan datang!!" Ucapan Kean terpotong oleh Aditya dan Revan.


"Wess. Mantep nih."


"Al jawab dong." Desak Kean pada Al yang sedang fokus ke makanannya.


Gue mau tanya bang Andre, tapi gue malu hehe.."


Al yang malu itu menutupi wajahnya dengan tisu. Mereka tertawa seakan tidak ada beban.


"Hahaha.. ada ada aja loe."


"Iya, aneh loe. Masa namanya aja nggak tau."


"Udah-udah orangnya malu noh. Haha.."


"Oh ya, gue mau cerita. Gue udah diterima dikantor kakaknya key. Thanks Key."


"Gue udah tahu kok." Sahut Echa dengan santai dan mulai memasukan mie kedalam mulutnya.


"Loe tahu darimana?" Al mengkerut dahinya, kenapa dia bisa tahu? Padahal yang mendengar kabar itu hanya kedua kakaknya.


"Oo, gue tahu dari Sam ama yang lain. Katanya mereka tahu dari Abang loe."


Balas Echa dan diangguki mereka, kemudian becanda dan tertawa.


"Gue duluan, bye.." Al mengemudikan motornya keluar dari dari gerbang sekolahnya.


Sesampai di depan pintu apartemennya, Al memasukan kode password.


"Cape banget. Mandi dulu nggak ya? Tapi gue laper. Masak dulu deh!"


Al mulai menyanyi sambil mencuci tangan dan menggambil sayur didalam lemari es.


Kurang dari 1 jam masakan itu sudah siap dimakan. Kemudian Al melangkah kakinya kedalam kamar mandi.


"Kakak!! Kakak dimana? Peter yang tampan ini mau makan, laper.." Seru hantu kecil itu membuat Al kesal, pasalnya Peter berteriak tidak mempunyai etika.

__ADS_1


"Kak Al lagi mandi. Dan jangan teriak." Sahut Al dari dalam kamar mandi.


Peter mendengar itu terkekeh geli, karena berhasil membuat Al kesal. Ia langsung duduk dikursi dan menghadap ke arah makanan. Peter ingin sekali langsung makan, tetapi Peter ingin menunggu Al.


Pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Al yang menghampiri Peter.


"Lho, tadi katanya laper. Kok nggak dimakan?"


"Sengaja, nungguin kakak hehe.."


"Ya udah makan yuk, kakak juga laper."


Hantu itu memakan makanannya dengan santai dan sesekali menceritakan tentang teman pertamanya.


"Tugas udah, besok libur. Gue mau video call dulu sama salsa, dan yang lain. Kangen gue."


Al membuka grup dan langsung menekan layar ponselnya.


"ASSALAMUALAIKUM sayang!! Udah lama nggak ngabarin ihh."


"Waalaikum salam. Sorry, gue disini sibuk. Jadi jarang ngabarin kalian. Hihi."


"Loe apa kabar? Kita kangen sama loe."


"Haha.. gue juga kangen sama kalian."


"Oh ya, gue udah dapet kerjaan nih. Loe udah tau kan dari Abang gue."


"Nanti kapan-kapan kita ketemuan dan gue traktir makan."


"*Boleh tuh. Tapi kapan?"


"Gimana kalo liburan tengah semester bulan Desember, kan. Loe kesini Al. Bunda juga kangen sama loe."


"Iya. Mama juga."


"Eh Al loe tau nggak? Tadi si Dito sama Park jin dihukum bunda gara-gara bikin dapur berantakan. Haha.. cuma mau bikin kue, dan hasilnya kuenya gosong dong."


"HAHAHA.."


"Puas loe pada hah?, Kan kita mau belajar ye nggak? Jin."


"Ho'o bener tuh*!"


"Nggak papa yang penting mau usaha. Semangat bikin kuenya."


"Loe emang sahabat yang baik Al, nggak kaya yang disamping gue. Cuma bisa b**t doang."


"Eh, Jin. Loe mau nantang gue buat kue? Oke. Tapi hari Minggu soalnya gue besok mau latihan futsal."


"Oke. Siapa takut."


"Nggak-nggak nanti dapur bunda berantakan lagi. Gue nggak setuju."


"Udah-udah, jan berantem deh. Gue tutup ya, gue mau istirahat, maskeran, and sleeping beauty."


"OKE AL.


ASSALAMUALAIKUM!!."


"Waalaikum salam."


*selamat membaca..


jangan lupa like dan komen..

__ADS_1


__ADS_2