Alysya

Alysya
Episode 11


__ADS_3

Episode 11


" Assalamualaikum!


Peter.. yuhu! Kakak pulang."


Al menatap apartemennya itu diam. Sepi tak berpenghuni, kaya hati aing jomblo dari lahir hu.


Berjalan menuju dapur dan meletakkan makanan dimeja, kemudian mandi membersihkan diri.


Al keluar dengan rambut basah dan menggunakan kaos lengan pendek celana panjang.


Al membulatkan matanya melihat Peter bersandar pada kursi dan makanan yang tidak tersisa.


"Peter?. Kamu makan semua ayamnya?"


Tanya Al dengan senyuman mencoba sabar.


"Iya kak. Enak banget ayamnya!


Oh ya kak, tadi aku dapet temen perempuan cantik deh. Namanya Vikania, katanya aku manggilnya Vika aja biar nggak kepanjangan. Aku ketemunya didepan taman sambil makan eskrim. Dan senengnya aku. Dia bisa liat aku kak. Aku punya temen dari sekian lamanya!"


Seru Peter dengan antusias dan semangat.


"Jadi kak Al nggak temennya Peter dong?" Ujar Al dengan nada sedih.


Al hanya bisa meminum air putih didepanya, kemudian menunduk dan mengucapkan kalimat itu.


"Eh? Kak Al jangan sedih dong. Kak Al itu keluarga Peter dan Peter akan selalu bersama kak Al selama aku masih ada." Peter kemudian memeluk Al dengan erat, seakan tidak ada waktu kedepannya.


"Iya, makasih kamu sudah mau nemenin


kakak disini."


"Udah-udah, sekarang senyum dong kan tadi makan ayam sampe kakak nggak kebagian. Kakak kan juga laper.." ucap Al dengan kekehanya. Peter menggigit bibirnya takut kakaknya marah karena menghabiskan makanan.


"Maaf kak, makanan Pet makan semua. Kakak jadi laper deh, Karena belum makan." Peter merasa bersalah itu menunduk kepala dan meremas bajunya.


"Hahaha. Nggak papa nanti kakak bisa beli lagi. Karena kakak udah dapet kerjaan ditempat kak Keyra.


Dan mulai hari Senin depan kakak sudah bisa kerja. Yaehh.. Alhamdulillah. Kakak seneng banget." Cerita Al dengan wajah berbinar dan Peter langsung memeluk kembali kakaknya itu dan berkata.


"Peter ikut seneng dengernya. Jadi Peter bisa makan ayam yang banyak dong setiap hari!"

__ADS_1


Al yang mendengar itu terkekeh kecil melihat kesukaan Peter dengan ayam. Dan meng'iya'kan perkataan Peter.


"Iya iya. Udah ah, kakak mau nggambil baju. Mau jalan-jalan sekalian beli makanan deket taman. Kan banyak yang jualan dan ada yang olahraga pastinya. Hehe siapa tau dapet selingkuhan. Hahaha!" Candaan Al menurut Peter membuatnya mengerutkan keningnya.


"Emang kakak punya pacar? Kok bilang mau cari selingkuhan? Setahu aku kakak belum pernah pacaran? Yakan."


Tanya Peter sambil memiringkan kepalanya.


"Hehe, kakak emang nggak punya pacar."


"Trus?"


"Tapi kakak udah punya gebetan. Dia temannya kak Andre, TNI.!!


Woah ganteng banget! Ya.. masih gantengan oppa-oppa yang ada dilaptop kakak sih." Al menggaruk tengkuknya tidak gatal saat mengucapkan kalimat terakhirnya.


"Tapi dia juga ganteng. Nggak tau kenapa, padahal belum pernah ketemu. Liat fotonya aja udah malu apa lagi didepannya langsung. Kakak nggak bisa bayangin. Cuma lihat fotonya di Instagramnya kak Andre udah itu doang."


"Kakak udah tau siapa namanya? Mana lihat aku juga pengen tau." Peter membuka ponsel Al mencari foto yang Al maksud.


"Eh. Nggak ada disini adanya dilaptop sama dibuku kakak. Tapi jangan sentuh yang dibuku. Kalo nggak.. kamu nggak makan ayam selama seminggu." Ancam Al, Karena Ia takut bukunya dibaca oleh Peter.


" Kenapa nggak tanya kakak Andre?"


"Idih.."


"Nanti aku buka yang dilaptop aja deh."


"Iya. Kakak kekamar ganti baju. Kamu mau ikut nggak? Eh nggak nggak. Nggak boleh ikut nanti kamu nggaguin kakak cari selingkuhan lagi. Jadi kamu dirumah aja."


Al mengeringkan rambutnya dengan hairdryer dan keluar dengan menggunakan hoodie coklat susu formula rasa rusa dan menggunakan hijab tentunya.


"Peter, kakak pergi du-. Lah tidur dia. Ini nih kalo nonton tv sampe ketiduran tv-nya kaga dimatiin."


Ucap Al sambil menuangkan air kedalam botol dan berjalan menuju tv dan mematikanya.


Sesampainya disana banyak sekali orang. Ya iyalah orang masa hewan.


Langkah Al terhenti dipenjual siomay gerobak dorong.


"Pak saya pesan 1, tapi jangan yang pedes. Kecapnya sedikit aja."


"Oke neng siap. Setelah ibu itu." Balas penjual sambil memberikan kursi pada Al.

__ADS_1


"Ini neng, nggak pedes kecapnya dikit."


Al mengangguk dan mulai memakan makanannya. Baru saja hendak menyuap suapan pertama tetapi lengannya dipegang seseorang dan dengan cepat orang itu melahap makanannya.


Al membulatkan matanya melihat siapa yang merebut makanannya dan orang itu hanya menunjukkan cenggirannya dan mengangkat jari tangan berbentuk 'V'.


"Aiden! Loe tuh ya, orang laper malah diserobot aja. Nggak ngucap salam lagi. Untung loe kagak gue tampol, bisa masuk penjara nanti. Nanti ada berita bertulisan 'adik dari seorang TNI masuk penjara karena memukul temanya'. Mau ditaro mana muka kakak gue!" Seru Al didepan Aiden.


Orang itu Aiden, teman 1 kelas Al.


"Lha bagus dong. Gue dapat duit."


Al melirikan tatapan sinis pada Aiden dan membuat Aiden tertawa.


"Eh, btw loe ngapain sendirian ditawan?"


"Loe kagak liat, Noh. Banyak orang! Perlu gue beliin kacamata?"


Sahutnya Al dengan mengedarkan pandangannya dan menunjuk orang disekitar. Kembali memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Aelah, maksud gue basa-basi Aly.." ucap Aiden geram.


"Ooh. Gue lagi mau cari selingkuhan. Biar gebetan gue peka." Santai sekali kau Aly..


"Ck. Gebitin, paling masih gantengan gue." Ujar Aiden dengan percaya diri sambil menyimbak rambutnya yang sedikit basah kebelakang.


"In your dreams, Aiden. Dan maksud loe nyimbak rambut loe kebelakang pengen buat gue terpesona gitu? Ck ga mempan.


Kalo yang disana tuh, ada cowo-cowo lagi main basket. Baru ganteng, udah gitu keren lagi, tinggi pantes buat jadi selingkuhan gue. Lah loe kaga minat gue."


"Pak ini uangnya." Ucap Al dengan memberikan uang kepada penjual itu. Aiden yang sedari tadi diam tidak bersuara, dan ditarik Al menuju kursi didekat lapangan basket.


"Ayo. Kita nonton!"


"Woi Den! Cepet latihan ailah. Malah pacaran lagi!." Teriakan salah satu dari mereka yang bermain basket.


Yah itu teman satu team basket.


Mendengar itu Al berhenti menatap Aiden yang diam pandangan seakan buntu.


"Loe kenal mereka Ay?" Tanya Al dengan memukul lengan Aiden.


"Loe jangan deket-deket sama cowo yang pake headband. Harus ok."

__ADS_1


*Makasih udah baca..


__ADS_2