
Episode 7
"Hanya mereka.. selama ini mereka yang selalu ada buat gue. Loe semua bayangin jadi gue. Kalo nggak mau ya gapapa sih. Dulu umur 3 gue kecelakaan, tenggelam dan koma 2 minggu. Dan bangun gue udah bisa lihat mereka--".
"Loe liat siapa orang tua loe?"
"Lihat hantu?"
"Indigo loe?"
"Ck. Diem dulu jan dipotong.
Iya gue indigo. Gue liat anak kecil keluar masuk pintu dengan tembus. Gue masih bocah yang liat itu teriaklah, nah dari situ gue dikatain gila dan dibenci oleh orang tua gue.
Dulu gue sama Abang gue non Muslim. Dan ketemu ustadz yang doa-in gue supaya nggak diganggu. Setelah kejadian itu Alhamdulillah gue masuk Islam dan gue lebih tenang dan nggak teriak ketika liat begituan".sambung Al.
"LANJUT!!". ucapan mereka semua semangat.
"Walaupun gue satu rumah sama ortu tapi gue nggak makan bareng, ngobrol? Nyapa aja nggak dan itu yang buat gue jadi anak pendiam. "
*Hingga saat SMP gue dapet ke-8 temen manusia gue dan mereka teman pertama gue. Karna dulu gue temenan sama anak perempuan seumuran sama gue waktu itu. Dia orang Belanda masih cadel.."
Al tersenyum lirih sambil membayangkan Mie-Mei. Dan sebenarnya itu bukan nama asli Mie-Mei itu nama panggilan dari Al. Karena Al suka mie goreng jadi gitu.. Jan salah le...
"Namanya Mie-Mei, panggilan kesayangan dari gue. Cantik, rambutnya bergelombang warna coklat gelap matanya biru laut. Kalo disini mungkin jadi primadona mungkin.
Dan Dia udah dijemput bonyoknya. Gue sedih itu teman pertama gue. Dan waktu pertama kali masuk SMA gue dapet keberuntungan. Gue punya temen sekelas yang baik banget dan Alhamdulillah-nya lagi gue sekelas sama ke-8 temen gue yang dari SMP. Hari-hari gue seneng.
Hingga akhirnya gue denger, gue bakal dijodohin pada akhirnya gue kabur kesini. Pasti orang tua gue seneng banget tau gue pergi dari rumah. Karena itulah tujuan mereka. Kalo nggak ada perjanjian dari kakek mungkin gue udah mati kelaperan karena dibuang.
Ulang tahun gue ke 17, 1 bulan lalu gue dapet hadiah yang lumayan. Gue dapet handphone, kalung dari Abang gue dan 2 mobil sama warisan yang dititipin ke uncle Bagas dari kakek karena kakek udah gak ada. 2 mobil itu gue jual dan buat sewa apartemen papinya temen gue.
Udah dapet gue pamitan sama semua orang dan gue nangis pertama kalinya didepan temen gue. Dan gue udah dari dulu dapet beasiswa jadi nggak terlalu banyak keluarin duit. Disini aja gue dapet beasiswa.Hehe.. udah".
Cengiran Al terdengar diantara senggukan dari beberapa siswa yang baber.
.
"Kalian nangis?" Tanya Al polos.
"Ya iyalah, loe nggak liat nih keluar ingus gue".
Ucap salah satu siswi sambil mengelap ingusnya dengan tisu.
"Ihhh jorok loe Yana.." dan mendapatkan tawaan dari semuanya.
"Kak Al"
"Kak Al"
__ADS_1
"Kak Al!"
Dan plak
Pelakunya Peter.
"ADUH SAKIT HHH!". Teriak Al membuat semua kaget dan bingung.
"Loe kenapa teriak, kita nggak pegang loe?" Tanya Aiden.
"Sorry.. disamping gue ada hantu di-".
"Mana-mana gue nggak liat?". Tolol emang sambil mengitari tubuh Al.
"Loe kan nggak bisa liat anj**".geram Revan menarik tangan keysya.
"Gue kenalin. Dia Peter Tyler keturunan Inggris. Umur sekitar 10 tahun. Ganteng plus cute. Rambut pirang matanya putih hijau kekuningan, Perfect. Dia tadi marah nabok lengan gue. Karena nggak gue sebutin tadi pas cerita. Haha.." tawa garingnya dikuti semua.
'123'
"SELAMAT DATANG ALYSYA PUTRI DIKELAS 11 MIPA 3!". Ucapan semuanya menyambut Al. Sambil merentangkan tangan dan berpelukan. Mereka tertawa keras.
"Oh ya, tadi dikasih soal matematikanya mana biar gue yang kerjain dipapan tulis sebagai ucapan terimakasih telah nerima gue apa adanya.." tawar Al karena Ia suka menghitung yang bisa dihitung.
"Yan." Ucap Al pada Kean yang sedari tadi fokus ke papan tulis, nyontek jawaban.
Dan dibalas deheman olehnya.
Tanya penasaran Al.
"Kenapa loe nanyanya gitu?". Kini Kean jadi bingung.
"Ya aneh kenapa langsung percaya gitu yang gue omongin tadi." Lanjutnya Al yang menurutnya aneh kenapa bisa langsung percaya.
"Berarti loe tadi bohong ya?" Selidik Kean dengan mata tajam. Tanpa disadari mereka berdua sudah mendapatkan perhatian dari teman sekelasnya.
"Ng-nggak gitu. Maksud gue gini. Dulu waktu gue pernah buktiin sama mereka, kalo gue bisa liat tapi semua nggak perduliin gue. Dan gue takut nggak ada yang peduli sama gue."
Lirih Al sambil menundukkan kepalanya ke bawah.
"Al kita percaya kok kalo loe bisa liat hantu". Bukan Kean yang menjawab tapi Aditya. Dan dibalas 'iya' semua orang.
"Sekarang loe percayakan? Kita itu semua sayang sama loe. Walaupun baru beberapa jam kita semua kenal loe. Kita udah bisa percaya apalagi janji tadi dengan loe minum darah loe sendiri. Itu sebagai bonusnya." Timpal Erzha.
"Tapi gue mau buktiin kalo gue beneran punya keistimewaan itu. Sekali aja gue buktiin. Pliss.. bukannya gue ngeraguin kepercayaan kalian. Tapi gue belum lega kalo nggak ngebuktiin." Permintaan Al dengan memohon.
"Oke. Kita anggap itu juga bonus. Setuju?"
Pernyatanyaan dari Echa. Dan dibalas 'iyaan' dari semua.
__ADS_1
"Gue bakal nyuruh Peter buat bersihin tuh meja."
"Peter bukunya jatohin kelantai." Perintah Al pada Peter, dan kemudian buku yang di atas meja guru jatoh kelantai dengan kencang dan menimbulkan suara yang cukup keras.
Teriak salah satu siswa dan semua tertawa dengan kejadian itu.
"Oke udah kan? Sekarang loe Al, percaya kan kalo kita semua percaya sama loe? Jadi loe jangan takut lagi. Kita semua best friend!!"
Seru Aiden dan Semua tertawa lagi.
"Em gue boleh nanya sekaligus minta tolong nggak? Gue mau nanya apa ada lowongan kerja disekitar kalian atau ada yang tau gitu? Misal kalian punya cafe atau keluarga kalian? Gue minta tolong. Kalo ada kerjaan yang bisa buat part time buat gue. Ya lumayankan bisa dapet tambahan uang." Al mengharapkan sangat.
"Kebetulan. Kakak gue punya usaha online Al. Kemarin gue disuruh nyari orang buat kerja dikantornya. Nanti disana cuma ngecek sama buat ngerekap laporan dari laporan lainya. Kalo loe mau bisa gue tanyain bisa nggak? Yang penting itu bisa Microsoft word, Excel, powerpoint. Gitu deh." Tawar Keysya pada Al.
"Mau sih. Tapi bisa nggak kerjanya part time?"
"Tunggu gue tanyain ke kakak gue dulu, sebentar." Keysya sambil mengotak-atik ponselnya.
"BISA AL, oke katanya besok kita ketemuan di cafe *** deket Taman **, bisa kan loe?"
"Alhamdulillah.. Bisa. Makasih ya loe udah bantu gue." Ucap Al sambil memberikan fingger heart pada Keysya.
Pukul 15:20 Al sudah sampai di apartemen dan langsung mandi dan sholat. Kemudian masak untuknya dan Peter .(Peter hanya suka daging).
"Kak Al, tadi teman sekelas Kak Al baik kan?" Tanya Peter memiringkan kepalanya sangat cute.
"Iya, mereka baik banget. Alhamdulillah itu suatu kesenangan atau mungkin keberuntungan tersendiri. Dan besok Kak Al bakal interview kerja hehe.."
"Ya yang penting kak Al selalu jaga kesehatan. Percuma uang banyak tapi nggak sehat kan percuma, nggak bisa ngerasain uangnya". Peter mendadak bijak.
"Iya. Udah ayo makan. Nanti Kak Al kenalin sama temen kak Al yang ada di Jakarta Barat". Ucap Al sambil mengunyah makanan.
"Aku udah tau kak liat di hp kakak yang satunya lagi."
"Kapan kamu lihatnya. Kan aku kunci?"
"Itu pas pencet tombol sampai langsung muncul foto dan dibagian bawah. Tulisan 'my friends'. Gitu.." jelas panjang dari Peter.
"Ya udah. Kakak mau kekamar. Istirahat capek".
Al meninggalkan Peter yang masih mengunyah daging.
*Jan lupa senyum
INGIN BAHAGIA SELAMANYA?
MAKA CINTAILAH KEHIDUPANMU.
like dan komen..
__ADS_1
Salam sayang dari aku
Eaa..haha..