
Episode 4
Pagi yang cerah ini tepatnya hari Sabtu semua berkumpul di depan rumah Salsa. Dan Koper Al yang sudah masuk kedalam mobil Salsa yang akan mengantarkan Al ke Jakarta Selatan.
Al berpamitan dengan semua orang, dan disana ada disana yaitu teman-temannya dan juga para orang tua.
"Terimakasih banyak pada kalian semua yang mau nerima aku apa adanya. Dari aku SMP sampai SMA kalian yang sangat perhatian sama aku.
Terimakasih atas dukungannya mungkin jika tidak ada kalian aku nggak mungkin bisa balas kebaikan kalian pada ku.
Aku pamit. Kalian disini jaga kesehatan jangan lupa makan dan istirahat."
Ucap Al pada para orang tua.
"Dan untuk loe pada rajin belajar jangan sampai lupa waktu untuk istirahat juga. Kurangin dah tuh main gamenya." Al tersenyum lirih sambil mengelap air mata yang ada di wajahnya.
"Kamu juga harus rajin belajar, jaga kesehatan, jaga pola makan dan jangan lupa istirahat, kita semua sayang kamu Alysya Putri." Dan Al membalas dengan anggukan.
Al memeluk satu persatu dari mereka dan masuk kedalam mobil. Al berteriak sambil melambaikan tangannya.
"ASSALAMUALAIKUM...
I LOVE YOU ALL...
DAHH.. "
Didalam mobil Al menghubungi kedua kakaknya dari grup mereka bertiga dan hanya di balas oleh Andra.
"Assalamualaikum Bang Andra tercinta.."
"Waalaikum salam adek tercinta."
"Hehe.. bang Andra lagi dimana?"
"Seharusnya Abang yang bicara gitu, kamu lagi dimana? Sudah dalam mobil?"
"Hehe.. iya ini lagi di mobil dan juga keluar dari perumahan."
"Ya udah.. hati-hati dijalan suruh pak supirnya jangan ngebut. Kalo sudah sampai di apartemen Janan lupa hubungin Abang..oke."
"Iya bang.."
"Udah dulu ya Abang mau kerja."
"Iya bang.. Assalamualaikum Abang ganteng. Salam juga sama kak Dita.. haha.."
"Iya nanti Abang salamin.
Waalaikum salam adek Abang yang palingggg cantik..".
Al tersenyum miris memandangi foto yang ada ditangannya itu foto pada saat ultah-nya pada umur 4 tahun. Disana keceriaan terakhir disaat ulang tahunnya.
Al mengingat kembali kemarin malam ia menulis surat untuk keluarganya bahwa ia akan pergi selamanya dan untuk perlu mencarinya.
Isi surat
Surat untuk Papa dan Mama..
Hallo..
Sudah lama Al ingin memanggil dengan sebutan Papa Mama..
Nggak papa kan untuk terakhir kalinya..?
Maaf..
Maaf bila Al belum bisa kasih kebahagiaan buat Mama sama Papa dan selalu merepotkan kalian..
Tapi Al sekarang udah nggak tinggal dirumah Papa Mama lagi pasti kalian tidak kerepotan lagikan.? Hehe..
Al pengen dipeluk sama kalian..
__ADS_1
Al pengen digendong sama Papa..
Al pengen dimanjain sama Mama Papa..
Al pengen dimasakin sama Mama..
Udah lama Al nggak ngerasain masakan Mama..
Nasi goreng spesial dengan cabai yang banyak.. pengen banget..
Tapi sekarang Al nggak bisa makan yang pedas-pedas..
Kalo Al makan terlalu pedas dada Al sakit.. Nggak tau kenapa? Lupakan.
Al pengen deh suatu hari nanti Al dimasakin lagi sama Mama..
Al punya trauma Mah Pah..
Bang Andra sama Bang Andre nggak tau tentang ini karena aku nggak mau bikin mereka khawatir
Ini rahasia aku, tapi aku kasih tau sama Mama Papa..
Aku trauma kedinginan. Ya walaupun nggak parah sih.. hehe Al lebay deh..
Canda dingin..
Al sayang banget sama Papa Mama..
Kalian jaga kesehatan jangan lupa untuk istirahat dan makan yang teratur pastinya..
Al nggak mau kalian sakit kaya Al..
Al gila udah stress dan masih banyak lagi..
Kalian kan yang manggil Al dengan panggilan itu..
Al tegasin sekali lagi ya Pah Mah..
Kalo Al gila mana mungkin Al dapat piala..
Lihat deh di lemari kaca di kamar Al, banyak kan..?
Al juga selalu dapat beasiswa sama masuk pararel sepuluh besar setiap tahun dari SMP. Hehe..
Maaf Al sombong. Hehe..
Tapi kalian bangga kan punya anak kaya Al?
'Anak yang dikatain gila tetapi dapat juara' itu yang menjadi salah satu cibiran saat disekolah.
Kecuali teman sekelas ku dari mulai kelas 10 hingga saat ini.
Al bersyukur mendapatkan teman yang baik sama Al
Apalagi mereka 8 orang yang selalu nemenin Al dari SMP yang nolongin Al dari bully-an. Baik kan..?
Al pamit..
Al SAYANG MAMA PAPA
I LOVE YOU..
Alysya Putri Handojho
Surat itu ditaruh dalam amplop yang cukup besar. Al juga memberi salinan foto itu dan Al menulis dibalik foto 'semoga bahagia'.
Al beralih ke foto selanjutnya yaitu foto bersama dengan teman sekelasnya dan foto. Kebersamaan dengan kedelapan teman dekatnya. Al tersenyum mengingat kenangan-kenangan saat bersama.
Matahari yang cukup terik diantara siang dan sore, dan saat ini + pukul 2 siang.
"Mulai dari awal Al".
__ADS_1
Al melihat banyak sekali penampakan tetapi Al pura-pura tidak mengetahui mereka. Oleh karena itu Al jarang berinteraksi dengan lingkungan mereka.
Al berada di depan apartemen ***.
Ia masuk kedalam sambil menyeret koper dan tas ransel juga menjinjing tas kain berisi makanan, dan terdapat resepsionis. Al menunjukkan bukti bahwa Al sudah menyewa sebuah apartemen disana. Resepsionis itu memahami dan menjelaskan terdapat fasilitas apa saja yang Ia dapatkan.
Saatnya Al membuka pintu, Ia membaca doa, karena Ia merasakan ada sesuatu dibalik pintu itu.
Click
"BOO..."
Teriak hantu yang berumur kisaran 10 tahun. Ia berpakaian ala Inggris dengan rambut pirang bermata putih kehijauan Kuningan.
Satu kata 'indah'. Tanpa sadar Al mengungkapkannya.
Hantu itu menjerit gembira.
"KAU BISA MELIHAT KU.. KAU BISA MELIHAT KU..
AKHIRNYA SEKIAN LAMA ADA YANG BISA MELIHAT KU.."
"AKU SUNGGUH TIDAK MIMPI BUKAN !!?.."
Ucapnya sambil memegang tangan Al.
"AKU BISA MEMEGANG MU.."
"Tidak". Ucap Al cepat.
"Ta-tapi kau berbicara pada ku..?" Tanyanya dengan nada sedih dan mata berkaca-kaca seperti anak kecil yang ingin menangis.
"Ya aku bisa melihat mu tapi sekarang aku tak ingin melihat mu. Pergi.".
Al yang tidak kuat dengan wajah sedih dari hantu itu, Ia segera memalingkan wajahnya.
"Ke-kenapa? Aku tidak jahat kok.. a-aku tidak pernah membuat kerusakan saat disini.."
Lirihnya menundukkan kepala.
"Huh. Aku ingin menjadi normal. Banyak orang yang mengatakan aku gila dan aku tidak mau ada orang yang mengetahuinya."
"Aku bisa jaga rahasia. Ceritakan saja semuanya aku akan jadi teman bercerita yang baik dan akan merahasiakan hal itu dari siapapun."
Sangat antusias dengan masalah bercerita karena Hantu itu menyukai cerita.
"Sungguh? kau bisa menjaga rahasia?"
Selidiknya dengan mata tajam kepada hantu itu. Dan hantu itu mengangguk cepat.
Al menghirup udara panjang.
"Pada saat umur ku 4 tahun aku mengalami kecelakaan yaitu kecebur kolam. Aku tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam. Aku koma selama 12 hari. Saat aku bangun aku sudah bisa melihat yang seperti mu dan orang tuaku mengatakan aku ini gila dan semua orang ikut mencibir.
Hanya kedua kakakku alm. kakek, uncle Bagas beserta keluarganya, dan kedelapan teman beserta orang tuanya juga teman SMA sekelasku saat aku masih sekolah di Jakarta Barat. Mereka yang memberikan semangat pada ku..
Oh ya juga pembantu yang merawat aku saat kecil. Tuhkan jadi inget padahal aku pengen memulai hidup yang lebih baik lagi.., udah segitu dulu cerita ku aku mau istirahat sana."
Perintahnya pada hantu itu. Dan ya hantu itu menurut dan kembali duduk bersandar di depan pintu dan tertidur
Al masuk kedalam kamar dan memasukan barangnya kedalam lemari. Al meihat hantu itu tersenyum manis karena wajahnya yang pucat tapi tampak imut saat tidur.
Al memanaskan makanan dan menghampiri hantu itu untuk tidak tidur dilantai.
"Hey.. bangun jangan tidur dilantai. Tidur sana disofa." Ucapnya sambil menggerakkan kaki hantu itu.
"Aku tidak ingin merusaknya jadi aku selau tidur di lantai ini." lirih polos sambil menguap.
"Tak apa selagi tidak berantakan. Oh ya namamu siapa?" tanya Al yang sedari tadi belum kenalan.
"Nama ku....-
__ADS_1
(Garing ya? Maaf.. jangan lupa like dan komen:)).