
Episode 6
"Ada papa Peter? I-ini.. kamu Pet?. Lumayan". Ucapan Al membuat Peter menggembungkan pipinya dan terkesan cute.
"Ihh.. tampan gini cuma dibilang lumayan. Bilang 'ya Pet, kau tampan' bukan malah bilang lumayan.".
Kesalnya Peter.
"Haha.. Iya kau tampan Peter Tyler.. puas?"
"Makasih kak.. kak Al baik banget." Ucapnya sambil memeluk Al dan Al membalasnya, ia tersenyum bahagia melihat Peter yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
Malam tiba, Al sudah mempersiapkan surat untuk mendaftar sekolah juga menyiapkan seragam sekolah yang lama guna besok.
Al menuju dapur karena merasa lapar dan tidak menemukan Peter disofa depan TV.
"Kemana bocah itu kenapa tidak ada biasanya dia tidur?". Gumannya bertanya pada diri sendiri.
"Boo.."
"Darimana saja kamu? Biasanya tidur." Ucap Al sambil mencuci 1 paha ayam.
"Main ditaman. Kak minta itu boleh?"
Jawabnya sambil menunjuk paha ayam yang Al dipegang.
"Kamu mau ini ? emang bisa makan ?". Tanya Al dibalas anggukan cepat Peter seraya menjilat bibirnya sendiri.
"Hantu bisa makan ya?" " Oke bentar kakak cuciin lagi."
"Nggak dicuci juga mau, enak." Ucapnya
antusias.
"Nggak boleh!. Nanti kakak yang jijik liatnya. Nggak jadi nafsu makan kakak". Ucap Al sambil memasukkan ayam kedalam panci untuk direbus.
" Yaudah deh yang penting makan.."
"Good boy Pet." Al mengusap pipi Peter dengan tepung membuatnya tertawa dan Peter menggerutu tidak jelas.
Al membuka jilbabnya, membasuh mukanya dan memakai masker wajah. Al membiarkan rambutnya menjuntai ke bawah dan menggunakan bandana agar rambutnya tidak mengganggu.
Setelah selesai, Al mengunakan skincare dan tidur.
Al mengendarai motornya menuju sekolah barunya. Sampai disana pukul 07:35. Semua pandangan menuju Al karena seragam nya berbeda .
Semua tak terkecuali para hantu karena disamping Al terdapat Peter yang melindunginya dan membawa energi positif, sehingga diterima baik oleh mereka.
Peter yang sudah dilarang Al untuk ikut tetapi sesuai namanya ' PETER TYLER \= BATU KERAS' alhasil Al pasrah menyetujui permintaan Peter.
Al hanya senyum dan dan menghampiri salah satu siswi.
"Permisi . Saya mau tanya ruang kepala sekolahnya dimana ya?" Tanya Al sopan.
"Kamu anak baru ya? Kamu lurus aja nanti ada tulisan ruang guru, nah sampingnya baru ruang kepala sekolah." Jawab siswi itu, dibalas anggukan kecil dan ucapan terimakasih.
Disana ada 3 guru dan salah satunya kepala sekolah.
"Assalamualaikum. Permisi".
"Waalaikum salam".
__ADS_1
"Kamu murid baru yang daftar kemarin kan ? Alysya Putri?"
"Benar saya murid baru Alysya Putri. Anda Bu Rahma?"
"Iya perkenalkan nama saya Rahmawati panggil saja Bu Rahma dan Ini Bu Shifa Yana selaku kepala sekolah dan ini Bu Nia Danatia."
Dibalas anggukan kecil oleh Al.
"Apakah kamu sudah membawa surat-surat yang dibutuhkan?" Tanya Bu Yana 'kepala sekolah'
"Sudah Bu. Ini suratnya semua sudah lengkap."
"Wakil kamu untuk tanda tangan siapa?".
"Em.. maaf Bu wali murid saya adalah kakak-kakak saya. Kakak saya yang pertama dia kerja di Jakarta Barat dan kakak kedua saya bertugas menjaga perbatasan negara di NTT. Jadi bisa saya saja yang tanda tangan?".
"Apa kamu punya buktinya ?"
Al menunjukkan fotonya bersama kakaknya dan memberikan foto saat Andra menggunakan jas dan Andre menggunakan baju Tentara bersama temannya.
"Baiklah, kamu yang tanda tangan dan setelah itu kamu bisa ganti seragam mu dengan yang baru ini ada baju OSIS. Baju kejuruan, Pramuka juga baju olahraga, bisa kamu ambil setelah pulang sekolah."
"Kamu masuk kelas 11 MIPA 3 dan kamu juga mendapatkan beasiswa karena nilai-nilai mu sangat bagus dan kamu juga bisa ikut serta dalam olimpiade."
"Dan saya Bu Nia wali kelas kamu."
"Selamat kamu menjadi salah satu murid di sekolah ini. Dan semoga kamu nyaman bersekolah disini." Al tersenyum dan berjabat tangan dengan semua.
"Terimakasih dan mohon bimbingannya dalam belajar. Saya permisi, Assalamualaikum."
"Waalaikum salam.. eh.. emang kamu sudah tahu kelasnya?" Goda Bu Nia sambil mencolek lengan Al.
"Hehe belum Bu.." Al menggaruk tengkuknya tidak gatal.
"Iya Bu saya mengerti."
Al berjalan dibelakang Bu Nia dan sekarang ia berdiri ditengah para guru.
Al menjadi pusat perhatian, tau lah ya?
"Kak Al kebanyakan disini energinya positif. Ya walaupun ada yang negatif si.. kalo nggak salah 3-5 orang aja."
Al hanya berdeham kecil supaya tidak ada yang mendengarnya.
Peter yang kesal kemudian duduk dilantai dengan mencoret lantai dengan jarinya
( ga bisa dilihatkan gambar nya).Al melihat itu hanya menahan tawanya.
"Kenapa Al?" Tanya Bu Nia yang sedari tadi memperhatikannya.
"Ah. Tidak papa Bu". Dibalas anggukan oleh Bu Nia.
Selamat itulah batin Al saat ini.
"Selamat pagi semua hari ini kita ada kedatangan murid baru pindahan dari Jakarta Barat. Silahkan perkenalkan dirimu kepada semuanya".
"Kak Al disini sangat energinya semua positif. Kak Al bisa bicara seceria mungkin agar diterima oleh mereka." Saran Peter sambil berkeliling didalam kelas.
Al tersenyum manis dan menyapu pandangan kesemua orang.
"Perkenalkan nama saya Alysya Putri. Umur 17 tahun asal Indonesia. Makanan favorit permen kapas dan kalian bisa panggil saya dengan Al, Lysya, atau Putri juga bisa." Dengan khas cenggirannya membuat semua menjadi ramai dengan siulan dan sapaan.
__ADS_1
"Ada yang ditanyakan kepada Alysya?"
Tanya Bu Nia.
"Saya Bu. Al loe udah punya pacar belum? Kalo belum sama gue aja.." Goda salah satu murid laki-laki sambil menaik turunkan alis dan mendapatkan sorakan dari teman-temannya.
"Lanjut nanti aja perkenalkannya sekarang kerjakan halaman 57. Saat ini jam kos sampai istirahat jadi nanti dikumpulkan di meja saya. Dan kamu Al, kamu bisa duduk sama Kean. Kean angkat tangan mu dan boleh kerja sama tapi jangan berisik. Mengerti".
"IYA BU NIA CANTIK" dan semua tertawa padahal tidak ada yang lucu menurut Al.
Setelah Bu Nia meninggalkan kelas .
Dengan buru-buru salah satu siswa menutup pintu dan memgangkat kursinya menuju Al dan menyuruh Al untuk duduk didepan.
"Eh? Kenapa gue disuruh duduk disini?" Tanya Al bingung.
"Tenang kita nggak bakal bunuh loe kok".
"Kita semua mau memberi pertanyaan sama loe dan loe harus jawab jujur tenang ini nggak berbau sensitif kok".
"Dan loe harus terbuka tentang masalah loe sama kita semua karena kita semua keluarga dan akan tetap keluarga.
Setiap ada ada masalah antar kita, kita harus selesaiin dengan kepala dingin. Kita semua sudah tahu masalah masing-masing jadi kita harap loe juga terbuka sama kita dan sebagai sumpahnya loe harus minum darah loe sendiri".
"Kita semua udah bersumpah dari jelas 10 jadi nggak perlu loe ragukan lagi".
"Seiring berjalannya waktu loe pasti ngerti kok".
"Loe bisa baca pikiran orang ya tau amat yang gue pikirin". Al terkekeh kecil.
"Oh ya nama gue Echa dan ini keysya.".
"Oke.. Siniin cutter nya ".
Al menambil cutter dan langsung menggoreskanya ke jari telunjuk kiri dengan cepat tanpa rasa sakit sedikit pun diwajahnya, malah terlihat santai.
Ada diantara mereka bergidik ngeri, pasalnya mereka tak sesantai itu saat menggores jarinya.
"Loe santai amat".
"Iya, biasanya cewek pada takut kek digigit ama serigala".
"Gue aja dulu dikit lah loe sampe gitu?" .
"Ini nggak seberapa dari sakit hati gue."
"Gue Alysya Putri, insyaallah bisa menjawab pertanyaan kalian".
Dengan cepat Al menjilat jarinya dengan lidah.
"Kok insyaallah? Bukan bersumpah?".
"Kan yang penting gue jawab pertanyaan kalian dan gue bakal jujur kok."
"Oke.. nggak papa. Sekarang kenalin diri loe kekita semuanya. Nggak ada yang boleh kelewat. SEMUANYA". Ucap Echa dengan menekan kuat semuanya.
"Oke. Gue Alysya Putri Handojho. Gadis gila yang dibuang orang tua gue sendiri. Hanya Kedua Abang gue, Kakek nenek , uncle Bagas berserta keluarganya, sahabat gue berserta orang tuanya , temen sekelas gue waktu SMA, dan pelayan dirumah gue."
Jeda Al menarik nafas.
(Maaf gaje banget ya..
__ADS_1
Ini novel pertama aku jadi jangan diambil hati dan jangan diplagiat karena nyari ide itu ga gampang.. oke):)