
Episode 15
Matahari yang belum memancarkan cahaya dan seorang gadis yang baru saja selesai dengan sholatnya.
Al mulai membaca kitab suci Al-Qur'an dan Lantunan ayat sudah mulai terdengar ditelinga.
"Peteerr? Kok nggak ada? he disappeared? Never mind."
Al melanjutkan pekerjaannya, yaitu mencuci pakaian dalam.
Kenapa hanya pakaian dalam saja? Karena Al me-laundrykan bajunya, tidak dengan dalamnya. Al me-laundrykan bajunya 1 Minggu 2 kali.
Setelah menjemur pakaiannya, Al melihat atau lebih tepatnya menemukan Peter sendirian, yang duduk dilantai, padahal terdapat bangku disampingnya.
Al yang menatapnya dari lantai 3 itu berfikir, apa dia gila?
"Lebih baik aku olahraga aja, dari pada menemuinya. Ntar juga laper." Acuhnya Al dan masuk kedalam apartemen dan mengunci pintu balkon.
Ya, mengambil laptopnya dan memutar video senam lantai, kemudian melakukan gerakan seperti yang ada didalamnya setelah pemanasan.
Al yang sudah merapikan laptopnya dan berbalik kearah balkon, Ia masih melihat Peter yang sudah beranjak dari duduknya dan berpindah gaya serta posisinya itu. Dan sekarang Peter tengah merebahkan tubuhnya diatas bangku.
"is he not tired? Hm.. masak apa ya, como siempre."
"Hahaha, jadi inget. cálmate, tienes que olvidarlo, Al. el viejo que te mató."
Al yang belum membersihkan keringat ditubuhnya, mulai mencuci tangan kemudian memasak untuknya sarapan.
Pertama ia memasak sayur sop dengan sambal kecap pedas dan ayam goreng, untuk makan siang.
Dan kedua memasak nasi goreng dengan sosis untuknya sarapan.
Setelah memasukan sayur kedalam panci, Al mengecilkan kompornya dan masuk kekamar mandi. Ia tidak tahan dengan bau badan dan terlebihnya Al mempunyai waktu untuk itu.
"Peter belum pulang."
Al menggoreng serta mengaduk nasih dengan telaten dan memasukan sosis, kemudian mengaduknya kembali.
Al menghias nasi goreng yang tersaji dengan bawang goreng sebagai taburan diatasnya. Al mematikan semua kompor dan membiarkan penutup sayur sop terbuka sedikit.
Al mulai melumuri ayam dengan tepung Sasa Serba Serbi masuk dikolom debit, dan mencatat disetorting Serbia. Haha..
Hendak memasukan minyak kedalam penggorengan.
Terdengar suara ketukan pintu dan bel bersahutan.
"Siapa yang dateng? Padahal kaga ada yang ngabarin mau kesini."
Al heran dan melepaskan celemek yang menempel dibajunya.
Al membuka pintu dan
"Waalaikum salam, ad-" ucapnya terpotong melihat seseorang yang berdiri didepannya, dia Kaisar. Kapten basket sekaligus badboy disekolahnya.
"Lo. Loe, ngapain disini?" Al berhenti sejenak.
__ADS_1
"Loe tau apartemen gue dari siapa? Kenapa dateng ke apartemen gue?" Tanya Al dengan cepat dan Kaisar hanya membalas dengan tatapan datar dan tenang.
"Disuruh duduk dulu bisa kan?" Ucapnya dengan menyeka keringatnya yang hampir jatuh dari bawah telinga kirinya.
"O oh oke. Silahkan masuk."
"Duduk dulu."
Kaisar duduk dan menyenderkan punggungnya kesofa dengan mata terpejam.
" Udah. Sekarang jaw-"
"Minum. Asal jangan racun." Ucapan Kaisar memotong perkataan Al, dan membuat Al mendesus kecil.
Al takut pada Kaisar, karena Ia ingat ucapan Aiden untuk menjauhi Kaisar sebab, kata dari 'bad' sudah mempunyai unsur kurang baik.
Al pergi kearah dapur dan ingin mengambil jus buah serta cemilan yang ada.
"Gue takut bat a**r. Disini gue doang lagi. Peter juga nggak ada pula. Ya Allah saya tahut. Mending hadapin setan dari pada manusia. Emang loe berani Al lawan setan? Kaga juga ya. Should be what?"
Al berbicara sendiri dengan ponsel yang dikalungkan di leher.
'Telphone Aiden' Ide itu muncul seketika, hendak memegang ponselnya, pintu lemari es terbuka dan terdapat Kaisar berdiri dengan menteguk jus buah itu dengan santai.
"Kelamaan. Gue bisa mandi, dimana?" Ujarnya pada Al yang terdiam ditempat.
"Belakang loe." Ucap Al sambil menunjuk pintu kamar mandi dengan dagu.
Kaisar melenggang pergi memutar badannya dan masuk kekamar mandi.
"Matanya tajem banget, kek kaga ada bedanya tatapan biasa sama tatapan serius. Jadi pengen tau muka bapaknya." Guman Al pelan.
"Assalamualaikum Ay. Ke apartemen gue sekarang!" Peliknya tertahan dan menjadi bisikan.
"Waalaikum salam. Ha? Ngapain? Genteng apart loe bocor? Huah.. gue masih ngantuk Al, mo tidur. Gue capek abis latihan ampe malem lanjut game sama sepupu. Nih orangnya masih tidur pake sarung."
"Heh, loe curhat? gue kaga mau tau! Buruan kesini!" Seru Al pelan, ia tak mau Kaisar mendengar suaranya.
"Loe kenapa, kangen gue ya?"
"Bukan bego. Kaisar ada diapartemen gue! Buruan loe kesini cepetan. Gue takut Ay. Loe sendiri kan yang bilang kalo ada Kaisar itu 'bad'. Gue takut Ay!."
"An**g!! Yang bener loe?! Oke tunggu gue mandi dulu!! Loe kabarin anak-anak.!!" Seruan Aiden membuat sepupunya terbangun, dan Al mendengar suara gaduh dan umpatannya untuk Aiden.
"B**st loe! Sarung loe jatoh a**r! ngga pake k**r lagi! Loe mau pamer sama gue? Gue punya sendiri an**g!!" Umpatannya terdengar jelas.
"Kaga sengaja juga!" Balasan Aiden pada sepupunya.
"Udah, buruan kesini loe Ay!" Teriaknya Al pelan dan langsung memutuskan sambungan.
Al kemudian mengetik digrup yang hanya Dia, Echa, Keysya, Revan, Erzha, Aditya, Kean dan Aiden. Al tidak memberi tahu kalau ada Kaisar disana. Al hanya ingin mengajak makan diapartemennya. Dan mendapatkan balasan dari mereka. Mereka setuju dan segera menuju ke apartemen Al.
Al bisa bernafas lega sejenak.
Al kemudian melanjutkan pekerjaannya yaitu memasak.
__ADS_1
Al memasukan ayam yang siap ke dalam penggorengan, dan terdengar pintu kamar mandi terbuka.
Kaisar keluar dengan setelan yang berbeda dari sebelumnya. Entah, tapi Al tidak bertanya. Mungkin tadi Kaisar membawa sebelumnya, pikirnya.
Kaisar duduk dikursi belakang Al dan mengamati Al yang sedang membalik ayam.
Ia melihat kearah pencurian piring, dan bersih, tidak ada apapun. Kemudian pandangannya beralih ke meja makan, terdapat sepiring nasi goreng yang cukup penuh didalamnya.
Kaisar mengambil piring berisikan nasi goreng, kemudian ia berdiri dan melangkah ke arah Al.
"Makan. Loe belum sarapan kan." Ucap Kaisar dengan menyodorkan piring itu kepada Al.
"Ha? Nggak. Loe aja yang makan, gue bisa nanti nunggu ini Mateng. Loe pasti belum sarapan juga kan? Tadi juga loe keringetan, abis joging pastikan.? "
Entah darimana Al mengetahui keadaan Kaisar saat ini.
"Makan." Ucapnya Kaisar dengan datar.
"Dibilangin, loe aja. Lagi pula gue lagi nggoreng juga." Tolak Al halus.
Kaisar merebut alat penggorengan dan menyerahkan piring itu ke Al dan Al menerimanya dengan cepat, ia takut jatuh piringnya.
"Yaudah, loe gantiin gue goreng ayamnya." Al duduk dikursi dan menyuap makanan.
"Suapin gue." Ucapan Kaisar membuat Al berhenti menyuap, untung sudah ditelan. Batinnya Al.
"Hah? Loe -"
"Ya, gue laper. Suapin." Perintahnya dengan datar dan tegas.
"Cepetan."
Bibir Al bergetar hendak mengumpat, tetapi ia takut jika.. ah never mind.
"Tapi ini tinggal setengah, nggak papa?"
"Nggak papa. Buat ganjel perut."
"Kan loe bisa makan sendiri? Lagian gue nggak minta tuh, buat gantiin nggoreng. Loe sendiri yang main rebut aja. Nih piringnya." Ujar Al sambil menyerahkan piring itu kepada Kaisar. Sebelumnya Al mengambil sendoknya dan memasukkannya ke dalam pencucian piring.
Kaisar menerima dan meletakkan penggorengan kepada Al. Kemudian ia mengambil sendok dan duduk dikursi yang ada. Al melanjutkan pekerjaannya itu.
Kaisar menyantap makanan setengah itu dan habis dengan 7 suapan. Dan berdiri menaruh piring kedalam pencucian dan melangkahkan kakinya menuju lemari es, mengambil ciki dan dan jus tadi.
Kaisar melenggang pergi tanpa berucap sepatah kata, menuju sofa dan memutar TV.
Terdengar kembali ketukan pintu dan bel bersahutan.
"Kay, pintunya bukain."
Al tidak lupa kalau temanya akan datang, pikirannya Aiden lah yang terlebih dahulu yang sampai di apartemen.
Kaisar menuju pintu dan membukanya.
"LOE NGAPAIN DISINI?!"
__ADS_1
*maaf udah lama ga up..
moga suka..