
Episode 9
Al yang sudah masuk kedalam apartemen nya, mengedarkan pandangan terkejut melihat Peter yang sedang tertidur pulas dengan menyenderkan punggungnya dipintu lemari es.
"Hey Pet. Bangun.. hey bangun..". Ucap Al seraya menggoyang kaki Peter. Dan Peter hanya bergumam dengan mata yang masih tertutup.
Al yang sudah selesai mandi dan melihat Peter yang masih tidur itu hanya menggeleng dan tersenyum. Karena posisi Peter yang telungkup di lantai.
Pengen sekali iya mengabaikannya denagn berfoto bersama Peter saat ini. Tapi itu tidak tahu bisa atau tidak.
"Huh. Dasar hantu." ucap Al terkekeh.
Kemudian Al membuka lemari es. Al mengambil tahu, sawi, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, tomat, kecambah kacang hijau dan ayam.
Kemudian Al mencuci semuanya dan mulai memotong, dan menyalakan kompor berisi minyak, kemudian menggoreng ayam yang sudah dilumuri tepung.
"Padahal aroma ayamnya sampe kecium. Masa nggak bangun sih? Huh dasar kebo, tidur kaya orang mati. Eh kan udah mati. Tolol loe Al!" Ia menoyor pelan kepalanya sendiri dan merutuki kebodohannya.
what kind of a person are you?
Al kemudian menuangkan minyak ke mangkuk dan menyisakanya sedikit, karena Al akan mentumis tahu dan sawi sebagai makan malamnya dan Peter.
Selesai mencuci peralatan memasak itu. Al membangunkan Peter dengan membalikkan badannya agar terlentang kemudian menarik kedua tangannya hingga berdiri dan melepasnya.
Peter kehilangan keseimbangan dan ia jatuh terduduk. Matanya yang tadi masih terpejam dan sekarang sudah terbuka dan melihat Al yang terkekeh geli.
Peter terisak dan mengelus bokongnya sakit.
"Kak Al tega banget sama pet.." Air mata Peter keluar dan membuat Al tertawa pelan.
"Maaf, maafin Kak Al. Kamu sih dibangunin dari tadi tidak bangun-bangun. Ya terpaksa kak Al pake cara itu." Ucap Al dengan berjongkok di depan Peter sambil mengusap kepalanya.
Dan Peter menangis mendramatis agar mendapatkan perhatian Al.
"Kan kakak bangunin Pet karena kakak sudah masak ayam untuk Pet. Masa nggak dimakan sih?" Ujar Al polos dengan memiringkan kepala kesamping kiri.
Peter masih gencar untuk menangis membuat Al pura-pura mendesus kesal.
"Peter nggak mau? Yaudah kak Al makan sendiri ayamnya!." Ketus Al menggoda Peter dan berdiri. Sebelum Al melangkah bajunya ditarik Peter dengan merucutkan bibirnya.
"Pet mauu. Tapi Pet masih kesel sama kakak. Mana ayamnya?" Ujar Peter menadahkan tangannya.
"Haha.." tawa Al sambil mencubit gemas pipi Peter.
"Itu udah dimeja. Makan ayamnya. Pet mau tumis tahu dan sawi?" Ucap Al sambil mengambil nasi.
(Setiap pagi Al masak nasi jadi makan pake nasi itu.) Paham? Terserah.
Setelah selesai mencuci peralatan makan. Al menuju kamar untuk mengambil buku tugasnya dan membawanya ke balkon apartemen.
Malamnya Al mendapatkan panggilan. Itu dari Fahri, Al yang tak tahu dan mengangkat panggilan itu.
"Assalamualaikum, ini siapa ya?" Tanya Al.
"Waalaikum salam. Yailah baru juga ketemu tadi sore, udah lupa aja loe. Ini gue Fahri. Inget?"
__ADS_1
"Oh Fahri yang di cafe? Ada apa loe telfon gue?"
"Nggak, cuma mau nanya. Nama loe siapa?"
"Astajim, kan gue udah kasi Instagram. Nah disitu kan ada namanya dodol!" Kesal Al.
"Gue mau mastiin aja. Udah sana tidur, besok sekolah. Bye" Fahri mematikan panggilan itu.
"Waalaikum salam".
" Bengek tuh orang".
Pukul 5:00 Al bangun dari tidurnya menuju dapur untuk menanak nasi, karena Al ingin membuat nasi goreng. Dan pukul 6 pagi All sudah siap dan juga makanan itu. Pet? Jangan ditanya dia masih tidur.
Sampai dikelas Al mendapati teman-temanya dengan berbagai gaya. Seperti tidur, game, make up+gosip, dan masih banyak lagi.
"Assalamualaikum" sapa Al pada semua orang. "Waalaikum salam".
"Roman-romanya udah pada selesai tugasnya nih!" Ucapnya sambil menaruh tas dimeja dan mengeluarkan handphone untuk mengirim pesan pada grup teman yang di Jakarta Barat dan kakak-kakaknya.
"Emang tugas apa?"
"Hari ini ada ya?"
"Woy apa, apa?"
"Tunggu dulu kayaknya.. WOAH ADA GUYS TENTANG GELOMBANG MEKANIS SAMA OPTIK FISIS...GILA GUE BELUM".
Teriakan Echa setelah membuka bukunya. Membuat semua mengambil bukunya masing-masing dan tadinya tenang menjadi badai pusing.
"Siapa yang sudah..?"
"Huaa kenapa nggak dari semalem gue tau.."
Dan masih banyak lagi coretan mereka.
"Heh. Hlgue udah nih. Mau nyontek nggak?". Seru Al dengan tertawa.
Dan akhirnya mereka dengan cepat menyalin tugas dengan bantuan papan tulis.
"Kantin kuy.." ajakan Revan salah satu murid dikelas itu. Karena satu kelas itu selalu bersama jika ingin kekantin.
Kompak, sampai mendapatkan apresiasi dari semua warga sekolah itu.
Semua menyantap dengan lahap sambil bercanda membuat kantin menjadi rusuh Karena ulah mereka.
"Za tuh ada mangsa." Ucap Aditya pada Erzha sambil menunjukan dengan sedotan.
"Boleh." Sahut Erzha.
"Ekhem. Kepasar beli kelapa!" Ucap Erzha cukup keras sambil berdiri.
"CAKEP"
"Eh ada eneng cantik, siapa yang punya?" Godanya pada gadis yang sedang berjalan melewatinya. Membuat gadis itu merona.
__ADS_1
"Jangan didenger. Erzha mah playboy tingkat dewa!!" Seru Kean membuat tawa pecah.
"Lagi dong Za". Lanjut Kean.
"Huu, coba deh loe bisa nggak?" Ejek Erzha dan merangkul keysya disampingnya dengan cepat Keysya menepisnya. Erzha memang suka menggoda perempuan, menurutnya itu bisa mempererat hubungan.
"Gue masih polos kaka." Dengan wajah babyface membuat semua tertawa karena Kean memang lucu jika wajahnya seperti itu.
"Kak Al ada yang datang. Dia membawa aura negatif. Dia menuju kesini. Kak Al hati-hati ya. Takutnya nanti Kakak dibully mereka." Ucap Peter yang sedari tadi duduk dimeja ujung. Dan Al membalas dengan anggukan.
"Guys ada yang dateng kesini." Ucap datar Al membuat semua diam dan penasaran. Dan benar tak lama ada Mika dan 3 temannya disampingnya. Mereka yang suka membuat onar dengan membully.
"Eh ada j**Ng nih. Ganggu pacar orang, nggak tau malu yah. Padahal baru juga 3 hari masuk sekolah. Udah jadi p**kor aja!" Seru Mika sambil menunjuk Al dan dilanjut cemoohan dari 3 temanya.
Membuat seisi kantin panas. Ada yang langsung mencibir Al ada yang juga membela Al.
"LOE APA-APAAN SIH!! DATENG-DATENG BIKIN RUSUH. FITNAH ORANG LAGI. LOE DIAJARIN CARA SOPAN SANTUN NGGAK SIH!!"
"Jangan didengerin Al dia cabe disekolah ini!."
"Heh gue nggak ngomong sama loe!"
Seru Mika kepada Echa dan Keysya.
Al menatap mata Mika dengan wajah datar dan santai.
"Siapa yang rebut pacar loe?" Ucap Al dengan datar dan meminum air dari botol.
"Ya loe lah, kan gue ngomong sama loe. Loe tuli?!!" Emosi Mika keluar ,karena sedari tadi Al hanya menikmati cibiran itu.
"Pacar loe siapa?" Tanya Al santai membuat Mika geram.
"Fahri. Pacar Gue Fahri.!" Ucap Mika bangga bangga dan suasana menjadi panas, karena status Fahri Ketos dan salah satu most wanted disekolahnya.
"Ooh.." kemudian Al mengambil ponselnya dan menghubungi Fahri yang berada diruang OSIS untuk segera ke kantin.
"Ada apa Al loe panggil gue? Gue lagi mau bahas rapat, tapi nggak papa yang penting yang panggil loe gue pasti dateng". Goda Fahri dan Al hanya melirik sebentar. Membuat Mika semakin emosi.
"Tuh urus pacar loe. Dan ajarin sopan santun, liat tuh sifatnya udah kek an**g nggak dikasih makan". Ucap Al sembari tersenyum miring ke arah Mika.
"Pacar? Gue aja belum pernah pacaran. Siapa orangnya? Ngaku-ngaku banget!!". Sahut Fahri tidak terima karena dikira Ia sudah memiliki pacar.
"Tuh. Orangnya." Al menunjuk Mika dengan dagu.
" Enak aja nggak ya.. gue nggak punya pacar. Kalo pun gue punya pacar, yang pasti nggak kayak cabe itu!!" Ucapan pedas Fahri membuat semuanya tertawa dan Mika? Ia menahan malu.
"Ihh.. kok gitu sih Fahri. Kan aku pacar kamu". Ucapan membuat semua yang melihatnya jijik.
"So? Who is right? Gope'an *****!" ucapan Al pada Mika.
Mika meninggalkan kelas dan semua tertawa dan bersorak tanpa beban.
Al hanya tersenyum menikmati airnya.
"Rasain tuh j**g gope'an. Hahaha.." begitulah kira-kira.
__ADS_1