
Episode 3
Jarum jam masih menunjukkan pukul 05:45, disaat itulah Al sudah siap dengan seragam sekolah dan tas ransel yang cukup besar, Al segera menuju kebawah untuk mengambil mobilnya yang akan dijual. Dan mengendarainya menuju rumah Salsa.
Salsa yang masih tidur pun terganggu dengan seseorang disampingnya sambil memukulnya dengan guling dengan teriakan.
"BANGUN WOI UDAH JAM 6 MASIH MOLOR AJA LOE SASA (micin\=panggilan dari Ikhsan) KAL--". teriaknya Al dan dipotong oleh Lylia.
"OH MY SASA LOE MASI TIDUR , ckckck.. KEBO BANGET LOE.."
"Suara loe ya bikin kuping gue sakit to nggak, loe kira ini hutan Africa?". Gerutu Kenzie dan disampingnya Samuel dengan kekehanya.
"Iya iya nih gue bangun" jawab Salsa masuk kamar mandi.
Melihat hanya bertiga membuat dahi Al mengkerut. "Yang lain mana?"
"Dibawah." Balas Samuel singkat dan Al hanya mengangguk.
"GOOD MORNING ALL" suara Salsa nyaring dari atas tangga dan mendapat tatapan tajam dari kakaknya Satria.
"Yailah bang.. iya gue minta maaf. Jahat banget sama adek sendiri" Ucapnya mendramatis.
Sekarang pukul 06:30 semua sedang ada di ruang keluarga rumah Salsa.
Al yang sedari tadi hanya diam dan menyimak lawakan dari teman-temanya, pun mulai angat suara.
"Ekhem.. em Gue mau pindah". Kalimat itu membuat ruangan itu menjadi tak bersuara. Dan..
"KENAPA!!?". Ucap semua orang yang ada disana.
Al pun mulai menceritakan tentang perjodohan dan rencara kabur dari awal. Semuanya diam dan bingung dalam pikiran masing-masing.
"Dan loe bisa kan San kasih tau papi buat nyewain cabang apartemen di Jakarta Selatan Selatan, gue mohon maaf jika ini mendadak dan rencana lusa gue bakal pindah." Sambung Al dengan raut wajah sedih karena akan berbeda kota dan sekolah.
"Kita masih bisa bertemu kok, kan ada handphone buat komunikasi.., nanti kita buat jadwal ketemuan beberapa bulan sekali. Gue pengennya beberapa Minggu . Tapi gue bakal kerja buat nyambung hidup.
Ya walaupun uang gue banyak setelah jual tu mobil tetep aja nanti kalo ada keperluan mendadak. Tapi jangan kasih tau abang-abang gue ya. Gue juga bakalan daftar jadi murid beasiswa sama kayak di SMA *** (yang ada di Jakarta Barat) biar nggak mahal bayar sekolahnya."
Dengan terpaksa Ikhsan menyetujui permintaan Al
"iya. Gue pastiin loe besok loe udah dapet tu apartemen dan lusa loe udah bisa ditempati." "Makasih San loe udah bantuin gue. Dan unt--"
"Al bisa tidak jangan pindah.. kan bisa cari apartemen disini." Potong Lylia dan diangguki oleh seorang.
"Maaf, Maaf gue nggak bisa. Kalo pun nanti pindah apartemen disekitar sini yang ada gue disuruh pulang. Loe semua mau gue diseret Pak Handojho. Kan kalo disana mungkin nggak ada yang percaya kalo gue kabur dari rumah. Gue minta tolong buat jaga rahasia ini. "
"Oke. Kalo itu mau loe, kita hanya bisa mendoakan semoga loe disana betah, dan jangan lupain kita."
"Iyaa/ bener tuh/ hmm."
__ADS_1
Al tersenyum lirih dan juga lega bisa mengungkapkan rencananya.
"Eh.. kok kalian masih disini nggak pada sekolah?. Loe semua mau bolos?. Loe juga Ken. Kue setoples loe abisin sendiri.!!!"
Seru Satria yang sambil nyisir rambut pake jari tangannya.
"Aelah bang Sat.. masih laper gue.." dengan 'babyface'-nya.
"Jijik gue. Noh liat tuh jam. Lima menit lagi gerbang sekolah tutup." Ucap Satria sambil menunjukkan tangan ke arah jam.
"TELAT KITA..WOI!!"
"LARI..!!"
"MAMI..!!"
Teriak dari anak SMA itu dengan berlari kearah pintu keluar. Dan terdengar tawaan dari Satria.
Rumah Salsa dengan sekolah itu sekitar 200 meter.
Sesampainya di depan sekolah melihat gerbang sudah ditutup. Dan dipastikan mereka terlambat.
"Gila gue baru kali ini terlambat woi. "
"Suer deh gue capek lari. "
"Gitu aja capek."
"Heh! Kalian terlambat ya." "Mau gue bantuin nggak? Mumpung belum ada bel." "Ikut gue."
Tanpa persetujuan dari mereka Kevin menarik Tas Al yang ia pegang. (Kenapa ga narik tangan? Karna Kevin punya batasan).
(Btw di antara mereka ' Ikhsan, Dito, Park jin, Samuel, Kenzie, Salsa, Lylia, Meysia dan Al' hanya Al, Ikhsan, Dito, dan Meysia yang Muslim, dan yang lain non Muslim.)
"Ihh.. nggak usah narik kali. Cukup arahin jalan kan udah."
Kesal Al karena kaget dan hampir jatuh karena hentakan Kevin cukup keras.
"Woi.. tunggu ngapa cepet banget jalanya." Seru Park jin, sambil berlari diikuti temannya. Dan Kevin hanya diam tak menanggapinya.
Sampai di belakang sekolah terdapat pintu rahasia yang langsung terhubung dengan taman belakang. Dan Kevin mengambil kunci dari saku celananya.
"Dah masuk loe pada." Ucap Kevin memasukan tangannya kedalam saku.
"Bentar. Kenapa loe tiba-tiba baik ama kita?". Tanya Al dengan menatap Kevin tajam.
Belum juga dibalas kevin, Meysia dengan cepat memotongnya.
"Udah Al.. yang penting kita bisa masuk. Gue takut nanti Pak Burhan masuk kelas."
__ADS_1
Meysia memang sedikit takut dengan Kevin.
Pasalnya Meysia dan Kevin sepupuan, ia takut nanti diadukan pada mamanya karena terlambat.
Sekarang semuanya di depan kelas 11 MIPA 2 dengan pintu kelas tertutup.
Dito memberanikan diri untuk memukanya. Dan..
"Permisi.. Ma-, Eh? Pak Burhan mana?"
Tangannya pada teman sekelasnya sambil melihat sekeliling.
"Jamkos sampe istirahat." Balas Bara ketua kelas. Dan mereka hanya 'ohh oke' saja.
Buru-buru Kenzie mengambil tas Al membukanya mencari buku dan yang hendak diconteknya. Al yang melihat itu hanya terkekeh pelan dan tersenyum lirih, mungkin ini terakhir kalinya ngasih contekan .
"Woi gue juga belum ngerjain.. liat dong."
"Iya gue juga Ken."
"Emang ada tugas apa?"
"Huaa contekin gue!"
"Loe kenapa nggak bilang dari semalem digrup.."
Salsa hanya mendesus kesal karena setiap ada tugas temanya pasti berebut contekan. Salsa memukul meja menjadikan kelas saat ini tak bersuara.
" HEY KITA SEKARANG HARUS BISA NGERJAIN TUGAS SENDIRI..DAN KITA NGGAK BOLEH NGECEWAIN AL DAN SEMUA ORANG YANG KITA SAYANGI.. DAN INI MUNGKIN TERAKHIR KALINYA AL NGASIH CONTEKAN SAMA KITA.
KARENA LUSA AL PINDAH..!!"
Teriakan salsa dengan derai air mata yang sedari tadi ia tahan.
Semua yang ada dikelas itu saling menatap Salsa dan berhenti di Al.
Al yang tadi memejamkan matanya agar air mata tidak keluar sambil mengulum bibirnya.
"Al ini nggak bener kan?"
"Al..?"
"Al.. jawab Al.."
"Cuma Prank kan Al..?"
Semuanya bertanya-tanya.
Kaki Al melemas dan jatuh terduduk dilantai depan papan tulis .
__ADS_1
Meysia, Lylia dan Salsa langsung memeluk Al. Samuel yang menceritakan alasan pindah dengan alasan tidak kuat menghadapi situasi dirumahnya,
(Tidak dengan alasan perjodohan karena itu rahasia), semuanya paham yang dimaksud Samuel, karena semua murid dikelas itu tahu tentang Al. Suara isakan terdengar dikelas itu dan semua langsung ikut memeluk Al dan ketiga temanya.