Alysya

Alysya
Episode 16


__ADS_3

Episode 16


Kaisar menuju pintu dan membukanya.


Tlik


"LOE NGAPAIN DISINI?!"


Teriaknya Echa dan Keysya bersamaan, membuat Revan, Erzha, Aditya dan Kean, menutup telinga dan membatin agar terlepas dari manusia bersuara tembaga.


Kaisar tidak menjawab pertanyaan itu, melangkah kakinya masuk kedalam kembali dan memakan makanannya.


Karena tugasnya hanya membukaan pintu bukan menjawab pertanyaan.


"Woi monyet!"


"Woi b**i!" Sahut Al kesal karena Keysya memanggilnya dengan sebutan itu.


"Ngapa loe yang nyaut. Gue kaga nyapa loe! Noh yang gue panggil." Ucapannya Keysya sambil menunjuk ke arah Kaisar yang tengah santai dengan di dunianya.


"Lha. Loe sendiri madep ke gue.


Udah lah. loe pada masih mau bediri?" Langka kakinya menuju kamar, meninggalkan mereka.


"Ada yang aneh nih. Seorang kapten basket yang irit kata. Ngapain loe disini?!"


Sindir sekaligus seruan dari Revan membuat temanya tertawa seakan tidak ada beban.


"Kaga masuk tolol."


"Emang gue lagi main, woi! Main masuk-masuk aja, kaga jelas loe."


"An*"r! Kata-kata ambigu ba**ke!"


"Udah lah, capek. Ujungnya juga kaga dijawab."


"Done." Sahut Aditya.


Al mengkunci pintu kamar dari luar dan mengambil ciki, kue kering juga minuman untuk temanya.


"Nih udah gue sediain, kalo mau makan didapur. Gue tadi udah masak." Ucap Al dengan meletakkan makanan diatas meja.


"Wah! Kebetulan gue lagi laper. "


"Berasa kek tamu spesial gue."


"Makan mie pake sambel samanyang."


"Makasih, Al sayang." Kalian tau kan, pantun siapa?


"Hu! Crocodile boy!" Sahut Aditya sambil mencomot permen kacang.


"E BUAYA BUNTUNG DARAT! Eh gimana sih lagunya?" Nyanyian Revan terputus karna tidak tahu lirik selanjutnya.


"Emang ada lagu begituan?" Tanya Kean.


"Yan ikut gue yuk." Ajak Al, menepuk bahu Kean.


"Kemana?"


"Supermarket sebelah, gue mau beli jajanan, emang loe semua kenyang cuma makan segini doang? Kaga kan? Lagi pula Aiden belum nyampe." Tuturnya Alysya.


"Yok. Loe pada jan buat rumah orang kotor.!! Warning!!"


Setelah mengucapkan itu Kean melangkah keluar dan membuka pintu, diikuti Al yang sedang menahan untuk tertawa.


"Kicep gue."


"Haha"


"Serem juga tu anak."


"Kaga tau aja bapak nya gimana pas gue dibogem, gegara nyium mami nya Kean."


"Hahaha!"


"Iya! Possesive bener."


"Ya loe sih Van, main cium-cium aja."


"Kan gue kaga tau kalo tu orang possesive!"


"Sabar ya Van, kita ngerti kok."


"Sans elah, kaga ngapa-ngapa." "Dahlah, gue mau mandi! Minggir loe!!"


"Loe belum mandi? Astaga!"


"Loe tanya aja tu mo**t!"

__ADS_1


Revan kesal dan melenggang pergi.


"Siapa? Kean ya?"


"Maybe, kan dia bareng Kean."


"Eh, Kay toe diem bae?"


"Ngopi ngapa ngopi."


Yang bersangkutan hanya melirik tanpa menggerakkan kepalanya dan tetap fokus dengan makanan dan ponsel.


**


"Prff haha."


"Loe bisa serem juga."


Sert


Kean menoyor kepala Al dengan jari telunjuk dan membuat pasmina Al bergeser ke depan.


"Yaakkk! Loe_loe. Akh udahlah."


Dengan cepat dan mudah Al memperbaiki Jilbabnya yang rusak.


"Maaf. Maaf Al gu-gue nggak sengaja'. Sorry please. I didn't know it would turn out like this. Sorry."


Ucapan tulus terdengar, Kean dengan berjongkok didepan Al dengan memegang keduanya telinganya.


"Huh. Yaudah, iya. Berdiri loe."


"Bener?"


"Iya Keano." Senyuman manis itu mengembang dan di ikuti senyuman milik Kean.


Kean berjalan menuju motornya tetapi dicekal oleh tangan Al yang berada di perutnya, Kean menaikan alis kirinya seolah bertanya.


"Pake motor gue aja, sekalian manasin mesin." Ucap Al tanpa menunggu balasan Kean dan menarik hoodie nya.


Al menyerahkan kunci motor nya dan naik dikursi belakang.


Motor melaju pelan, karna jarak yang dekat. Walau ditempu dengan berjalan kaki.


"Yan, ambil gih keranjang."


"Lah loe udah ambil. kenapa ambil lagi?"


"Muat-muat kok."


"Hmm ok." Ujar Al sambil menyerahkan keranjang dorong itu kepada Kean.


Al berjalan kestand buah dan sayuran. Al mengambil buah nanas satu, buah naga 3, buah strawberry 1 dan buah anggur 2.


Hal itu membuat Kean curiga. Mengapa membeli buah Anggur?


"Loe ngapain beli anggur? Hah." Tanya Kean dengan bertolak pinggang.


"Buat jus lah, emang buat apa?"


"Alysya Putri."


Suara Kean menjadi berat dengan melirihkan nada bawah.


"Huh oke. Gini loe tau kan gue sering kedinginan karena trauma itu? Aneh emang, saat gue minum anggur itu membuat gue hangat Kean.


Itu sangat hangat. Setelah gue minum itu gue bisa bernafas lega. Dan lo-"


"Sejak kapan? Loe minum anggur? Loe tau kan itu ngga baik buat kesehatan loe jika loe minum terus-terusan."


Ucap Kean melembut dan berusaha menahan emosi untuk tidak melakukan hal yang diluar kendali.


"Sejak.. gue lupa, yang gue inget itu gue masih pake baju merah putih." " Lagi pula gue minum 3-4 hari sekali. Dan ya gue juga tau kalo itu ngga baik jika dikonsumsi berlebihan."


"Please, Please, don't anyone know about this, only the two of us will know, okay. and I'm trying to stop. please."


Al berusaha menyakinkan Kean untuk merahasiakan hal ini.


"Lagi pula itu hanya jus dan ngga gue fermentasi-kan. believe me, it's non alcoholic. Hanya membuat tubuh hangat."


"Oke, tapi hanya 1 bungkus. Nanti yang lain curiga."


Al mengangguk paham dan meletakkan kembali 1 bungkus anggur itu.


Mereka berjalan menuju stand mie instan, Kean mendesus tidak suka. Karena ia kurang suka dengan makanan yang berbau instan.


"Mau beli apa loe?!" Ketusnya pada Al.


"Ck, gue pengen coba tteobokbokki instan, gue belum sempet belajar bikin ni makanan. Jadi beli instan lah."

__ADS_1


"1 2 3 4 5 6 4. Loe beli banyak banget! Loe mau jualan? Mau loe sakit gegara overdosis makanan instan? Iya!"


"Sabar Yan sabar. Ini buat stok kok. Lagipula nanti kalo anak-anak yang masih laper. Gue tadi masak ngga banyak-banyak amat elah."


"Huh awas aja kalo loe beli makanan instan. Gue bius loe."


"Dah lah sekarang loe ambil minuman, gue mau ambil ciki."


"Tuh kan ngga muat. Kudu pelan-pelan nih."


Al mendorong keranjang dengan pelan agar tidak terjatuh barangnya.


Al mengambil tepung instan brownies kukus, dan beberapa macam lagi.


Karena jika meracik sendiri itu membutuhkan waktu yang cukup lama.


"Udah belum Yan?"


"Keanoo.!


Loe mau perut loe kembung? Hah! Beli soda banyak banget. Itu juga! Sodanya berwarna lagi. Letak balik! Mentang- mentang budak besa e? Siape boleh minum soda banyak-banyak."


Al mengikuti gaya Kean sebelumnya, yaitu bertolak pinggang dan menggunakan bahasa Upin-Ipin.


"Ye nenek Kabayan." Sahutnya Kean malas.


"Tapi gue pengen soda Al." Ucap Kean melemah meminta permohonan.


"Good boy. Nah kalo mau soda bentar."


Al membuka lemari es samping stand kue dan mengambil larutan lasegar cap badak kaki lima.


"Nih. Ini baik buat kesehatan, ngga berwarna lagi. Dah tinggal bayar, come on."


Kean hanya pasrah menerima soda bening itu dengan hembusan nafas sedikit kasar, dan mengikuti Al dari belakang.


Sesampainya di kasir Kean menaruh minuman itu dikeranjang biasa yang bersebelahan dengan meja kasir.


Sedangkan Al menaruh ciki sedikit demi sedikit dimeja karena tidak cukup jika ditaruh semua.


"Al, Al."


Al yang menoleh dan memperlihatkan Kean dengan susu botol dikedua tangannya.


"Minum susu Belgia ku. Nutrisi setiap langkah ku. Harga hemat dan juga seru. Minum susu Belgia ku!!"


Nyanyian Kean mendapat banyak perhatian yang kearah mereka.


Ada yang terkekeh, iri, tersenyum, memuji bahwa cocok juga lucu bahkan ada yang tertawa lepas.


"Hihihi, loe kocak abis Yan. Sampe hafal lagunya lagi."


Al tertawa kecil melihat tingkah lakunya sahabatnya itu.


"Wah mba dan mas-nya cocok lho. Banget malah. Pasangan serasi."


Begitulah tanggapan dari sang kasir wanita itu.


"Hehe." Al tersenyum canggung dan Kean yang hanya memasang wajah datar.


Selesai membayar Al mengambil plastik merah besar dan Kean mengambil kardus.


Sangking banyaknya belanjaan.


Kean memutar motor setelah meletakkan kardus itu didepan dan memakai helm.


"Sini in plastik nya gue pegangin, loe naik duluan."


Suara Kean sudah seperti semula dan juga wajahnya tidak bereskpresi datar.


Dahi Kean berkerut dan melihat arah pandangan Al yang tertuju pada bocah perempuan yang sedang asik bermain boneka.


"Loe liat apa Al?" Tanya Kean sambil menepuk pundak Al.


"Loe liat anak perempuan yang duduk itu kan?"


Kean mengangguk sebagai jawaban.


"Disampingnya terdapat Peter yang ceria berbicara dengannya." Al tersenyum manis.


"Berarti anak itu bisa liat dong?"


"Iya, namanya Vikania."


"Yaudah yuk pulang, ini udah 30 menit lebih."


*akhirnya bisa update terbaru..


udah sebulan lebih..

__ADS_1


papay..!


__ADS_2