
"tidak bu, aku tidak mau hamil'',
teriak amara
ibu nya hanya menangis, melihat anak gadisnya yang masih duduk di bangku smp harus mengalami depresi karna kejadian sebulan yang lalu.
pada saat itu amara pulang dari tempat lesnya jam 07 malam. dia di datangi pria yang tidak dikenalnya. pria bejat itu langsung memperkosa amara yang saat itu tidak mengerti apa apa.
selama satu hari amara tidak sadarkan diri. sampai saat ini amara sering teriak - teriak. apalagi semenjak mengetahui dirinya hamil. emosinya semakin tidak terkendali.
sebulan ini juga ibu nya harus berkonsultasi dengan psikiater untuk memulihkan keadaan psikisnya amara. namun semua itu tidak mudah, belum ada perubahan pada diri amara.
dia semakin murung dan tidak mau keluar rumah, kadang-kadang dia sering melukai dirinya sendiri.
sempat pelipis nya berdarah karena amara membenturkan kepalanya ke pintu kamar.
setelah kejadian kejadian itu membuat ibunya semakin ketakutan, dan tak pernah jauh dari anak semata wayangnya itu. apapun akan ibunya lakukan agar psikologis amara kembali stabil seperti dulu.
terbesit niat dari dalam hati ibunya untuk menggugurkan bayi yang ada di kandungan amara.
''bayi ini hanya membawa beban untuk amara, jadi sebaiknya aku gugurkan saja''
kata-kata itu terus bersarang di pikiran ibu amara. tapi saat tersadar dari lamunannya ibu amara menarik napas panjang.
"ya tuhan, maafkan aku."
tiba- tiba kata itu keluar dari mulutnya "kenapa aku ini, bayi ini tidak bersalah, dosa besar jika aku sampai menggugurkan jabang bayi ini"
air mata nya tak henti- henti mengalir, perasaannya campur aduk. ibu amara bergegas mengambil air wudhu, segera ia menunaikan solat. karna dengan solatlah ia merasa tenang dan bisa menumpahkan segala keluh kesah nya pada sang pencipta.
tok.. tok.. tok.. tok suara ketukan pintu terdengar jelas, membuat ibu amara kaget dan terperanjat. dia masih menemani amara di kamarnya. dia menatap amara yang baru tertidur pulas di tempat tidur setelah meminum obat.
ibu amara bergegas keluar membuka pintu. "maaf ini siapa ya?"
tanya ibu amara.
dia seorang laki-laki muda kira-kira seumuran dengan amara, dia memakai seragam khas sekolah yang sama persis seperti seragam sekolah yang sering di pakai amara, lelaki itu berdiri di depan pintu.
"saya satio bu",
jawab lelaki muda itu.
"mau cari siapa?"
ibu amara kembali bertanya.
"amaranya ada bu? sudah hampir satu bulan amara tidak masuk sekolah. bahkan kata pihak sekolah amara mengajukan pindah sekolah, apakah itu benar bu?,"
pemuda itu menatap ibu amara dengan penuh tanya.
__ADS_1
hmm ibu amara menarik napas panjang.
dia mempersilahkan satio masuk, ibu nya yakin satio pasti teman sekolahnya amara.
"iya benar nak satio amara akan pindah sekolah ke semarang"
ibu amara menjelaskan kepada satio yang masih terlihat kebingungan
"boleh saya tau kenapa amara pindah sekolah?",
satio penasaran
"dia ikut ayah nya ke semarang, dari kecil amara tinggal sama ibu, sudah saat nya ibu merelakan dia tinggal bersama ayahnya, karena bagaimanapun dia butuh sosok ayah"
ibu amara berusaha menjawab pertanyaan satio, dia berusaha menutupi semua peristiwa besar yang terjadi pada putrinya.
ibu nya berfikir ini adalah aib, yang selalu akan berbekas sampai kapanpun.
"apa amara ada di sini sekarang bu?"
tanya satio dia masih penasaran, dan ingin menemui amara.
"maaf nak satio sekarang amara sudah tidak tinggal di sini, beberapa hari lalu dia berangkat ke semarang di jemput ayahnya."
ibu amara kembali mencari - cari alasan agar satio percaya dan segera pergi
satio terlihat diam, dia masih duduk di ruang tamu, mulutnya tidak berkata apa - apa, dia hanya melamun.
satio hafal betul amara sering merindukan sosok ayah, bahkan dia sangat manja pada satio teman dekatnya, mungkin dia merindukan sosok lelaki ya g bisa melindunginya.
satio merasa heran kenapa amara tidak pernah cerita jika dia akan pindah ke semarang padahal ini adalah rencana besar yang akan membuat mereka berpisah. bahkan amara menghilang bak di telan bumi. tak ada satu orang pun yang tahu termasuk satio lelaki yang paling dekat dengan amara.
"ohh iya bu"
hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut satio melukiskan segala kekecewaannya pada amara, satio terlihat murung.
dia ingin marah, tapi pada siapa?
"satio boleh minta no hp nya bu? soalnya no hp yang lama tidak bisa di hubungi."
satio meminta no hp amara
ibu amara terlihat kebingungan
"maaf nak satio, ibu hanya menjalankan amanat amara. dia tidak mau diganggu siapapun, dia ingin lebih fokus pada sekolahnya."
ibu nya menjawab dengan kebingungan
satio semakin penasaran, mungkinkah amara setega itu dan tidak mau berkomunikasi dengan semua teman-temannya. satio semakin penasaran
"oh iya bu,"
__ADS_1
hanya kata-kata itu yang bisasatio ucapkan. satio terlihat sangat kecewa.
"salam buat amara kalau amara main ke sini, suruh telepon satio ya bu."
satio berkata lagi pada ibu amara
ibu amara hanya mengangguk, perasaan bersalah bersarang di hatinya. terpaksa dia harus berbohong pada semua orang, tentang semua kejadian yang menimpa amara.
"satio pulang dulu ya bu?"
satio berpamitan pada ibu amara. yang masih terlihat kebingungan.
"oh iya nak satio, hati-hati pulangnya"
ibu amara berkata sambil mengantar satio ke depan rumahnya
satio hanya mengangguk dan tersenyum pada ibu amara
setelah itu satio pamit pulang.
ibu amara memandangi satio yang berjalan semakin menjauh dari rumahnya.
fikirannya kembali fokus pada amara
"mungkinkah amara akan punya teman jika mereka tahu kondisi amara saat ini"
ibunya kembali meneteskan air mata, dan dengan cepat dia mengusap seluruh air matanya yang jatuh ke pipi.
dia tidak mau ada seorang pun yang melihatnya menangis.
saat lamunannya sudah terlalu jauh, dia kembali mengingat takdir tuhan, dia yakin amara pasti bisa untuk melewati cobaan ini.
walaupun prosesnya berat dan sangat amat panjang.
tapi dengan kekuatan tuhan semua pasti bisa di lalui.
yang di butuhkan saat ini hanya keikhlasan dan kesabaran yang sangat tinggi.
ibu amara kembali masuk kedalam rumah.
hari itu adalah hari yang berat untuk ibu amara, entah sampai kapan dia akan terus berbohong untuk menutupi semua kejadian tragis yang menimpa anak gadisnya.
bersambung...
saksikan episode selanjutnya ya gaesss
eitsss
jangan lupa like dan tinggalkan coment ya, biar semangat lanjut ceritanya 😊
salam kenal ke semuanya dari penulis,
__ADS_1
semoga kalian suka dengan ceritanya 🥰🥰