Anak Malang Itu Adalah Anakku

Anak Malang Itu Adalah Anakku
episode 9 terima kasih daniel


__ADS_3

sudah beberapa jam amara diam di belakang sekolah. suasana sepi, dia tidak mendengar suara satu orangpun di sana. amara masih dalam keadaan jongkok dan menutup wajahnya, dia menangis. dia ingin berteriak meminta bantuan, tapi dia malu dengan kondisinya saat ini. jika dia berteriak orang - orang akan berhamburan datang dan melihat kondisinya sekarang. namun jika dia terus berdiam diri sampai kapan dia akan terus diam seperti itu.


untuk berdiripun dia tidak sanggup, hanya tas sekolah yang dia bawa. dan tas itu tidak mungkin untuk menutupi bagian depan roknya yang robek parah dan tidak beraturan.


amara kaget, tiba-tiba ada seseorang yang memegang bahunya. amara hendak berteriak karena ketakutan.


namun tiba - tiba orang itu memanggil namanya


"amara... "...


daniel tepat berdiri di hadapana amara.


"kamu mau apa?.. pergi...pergi...pergi.."


amara berteriak dia terlihat ketakutan.


badannya bergetar menahan rasa takut yang menyerangnya.


trauma itu seakan muncul kembali, pikirannya kembali di penuhi pikiran negatif.


"tenang amara, kamu tenang dulu, tarik nafas dulu "


daniel berusaha menenangkan amara


tak mudah menenangkan amara, dia masih terlihat ketakutan.


"amara.. tenang.."


daniel berkata lagi


seketika amara terdiam dan melihat ke arah daniel. wajahnya masih terlihat ketakutan namun amara berusaha untuk bisa tenang.


"tenang amara, aku hanya mau menolongmu.."


daniel mulai meyakinkan amara


"tolong aku.."


amara meminta tolong pada daniel, dia menatap daniel dengan penuh harap. satu - satunya orang yang kini ada di hadapannya.


matanya masih berkaca-kaca


"iya,...kamu tenang dulu. semuanya akan baik- baik saja,.."


daniel mulai meyakinkan amara


" kamu tunggu di sini sebentar"


daniel berlari meninggalkan amara


"ka daniel.. "


amara berteriak memanggilnya, namun daniel tidak mendengarnya dan langsung pergi meninggalkan amara.


amara mulai khawatir daniel tidak akan kembali. karena amara merasa perlakuannya pada daniel selalu cuek dan menyakiti hatinya.


namun amara masih berharap daniel akan datang kembali untuk menolongnya.


** beberapa menit kemudian **


daniel berjalan menuju ke arah amara, dia membawa sebuah jaket di tangannya


kemudian dia memberikan jaket itu pada amara


"ini pakailah jaketku untuk menutup rok mu yang sobek"


daniel memberikan jaketnya.


amara mengangguk dan mengambil jaket yang diberikan daniel.


amara masih terdiam,

__ADS_1


"kenapa diam..?"


tanya daniel


" bagaimana aku bisa berdiri, kalo kamu masih tetap menghadapku"


amara menjawab, dengan kebingungan


daniel tersenyum dan langsung membalikan badannya


" maaf lupa"


jawab daniel


kemudian amara berdiri dan menutupi rok depannya dengan jaket daniel.


"aku udah beres"


daniel membalikan badannya dan melihat ke arah amara, amara tersenyum kepadanya. daniel terpesona, amara sungguh manis saat tersenyum, wajah nya yang imut membuatnya tampak semakin menarik.


daniel membalas senyum amara


"makasih ya ka"


amara sungguh berterima kasih pada daniel


"sama - sama"


daniel menjawab lembut


"aku pulang dulu ka"


amara berpamitan pada daniel"


dia langsung pergi meninggal kan daniel


"tunggu "


daniel berteriak menghentikan langkah amara.


"aku antar pulang, gak mungkin kamu pulang dalam keadaan seperti ini"


daniel menawarkan bantuan.


amara terdiam, dia berfikir sejenak kemudian


amara mengangguk. tak ada pilihan lain selain menerima tawaran daniel. agar dia segera sampai di rumah nya.


saat di motor, amara merasa canggung. tak ada pembicaraan antara mereka. tiba - tiba amara teringat masa smp nya dlu, sahabat - sahabatnya di sana. dia sering pergi pergi diam - diam bergerombol menggunakan motor bersama teman - temannya. padahal waktu itu dia dan teman temannya belum cukup umur untuk mengendarai motor.


"ke arah mana?"


daniel bertanya, mencairkan kecanggungan di antara mereka


"kesana "


amara menunjukan arah rumahnya


mereka akhirnya sampai di rumah amara.


daniel mengantar amara tepat di depan rumahnya, amara turun perlahan.


"terima kasih ka daniel.."


amara berterima kasih pada daniel, yang sekarang ada di depannya.


daniel masih duduk di motor.


dia tersenyum lalu menganggukan kepalanya


" punya teman itu lebih baik, bahkan bisa membantu saat kita susah"

__ADS_1


daniel berkata pada amara sambil tersenyum


amara terdiam, sebenarnya dia merasa tersindir, kenapa lelaki ini berkata seperti itu.


namun bagaimanapun daniel adalah orang yang menolongnya saat ini.


amara hanya tersenyum sambil menundukan kepalanya.


"aku pulang ya"


daniel berpamitan pada amara kemudian dia menyalakan motor nya.


"iya.."


jawab amara singkat


"nanti aku kembalikan jaketmu " amara berkata lagi pada daniel


"iya, ga usah terburu - buru santai aja"


jawab daniel sambil tersenyum


"salam untuk ayahmu.."


tiba - tiba perkataan daniel mengagetkan amara


"hah.. "


kenapa lagi dengan lelaki itu, sok kenal banget sama ayah padahal belum pernah bertemu sama sekali. fikir amara


kemudian daniel pergi meninggalkan amara yang masih berdiri tepat di sampingnya.


amara melihat lelaki itu pergi dan menghilang di belokan jalan.


kenapa harus lelaki itu yang menolongnya, amara masih belum terima. sikap ceplas - ceplos nya daniel sungguh mengganggunya.


perlahan amara masuk kedalam rumah.


"kenapa pulang sore?"


tiba-tiba ayah mengagetkan amara, ayahnya duduk di kursi ruang tamu.


"iya yah tadi aku kerja kelompok dulu di rumah teman"


amara menutupi semua kejadian tadi siang yang menimpanya. dia terpaksa berbohong pada ayahnya, agar ayahnya tidak khawatir.


dia tidak ingin ayah nya tau semua masalah yang amara alami di sekolah nya.


" tumben kamu pake jaket"


ayah nya memperhatikan jaket yang di pakai amara, dia terlihat keheranan.


" oh ini, aku pinjam punya temen yah, tadi aku jatuh di sekolah jadi rok ku sobek.. "


jawab amara


"yaudah kamu istirahat dulu. terus makan, ibu mu sudah menyiapkan makanan dari tadi."


amara hanya mengangguk, dia meninggalkan ayah nya dan bergegas ke kamarnya. lama dia mengunci diri di kamarnya, amara masih terdiam, kejadian tadi siang di sekolahnya masih membekas di ingatannya.


tiba - tiba dia teringat daniel. lelaki yang menolongnya, jika daniel tidak ada, entah apa yang akan terjadi, berapa lama dia akan tinggal sendiri di belakang sekolah. dan mungkin itu akan menambah rasa traumanya.


amara merasa bersalah pada daniel. dia ingat semua perlakuannya pada daniel. dia sering mengacuhkannya bahkan ucapnnya selalu ketus pada daniel. tapi daniel masih bersikap baik padanya, bahkan dia masih mau menolongnya.


mungkin lelaki itu adalah orang yang baik, yang bisa mengerti keadaan amara saat ini, fikir amara


malam itu amara tidak bisa tidur nyenyak. pikiran buruk terus bersarang di pikirannya. paranoid itu muncul kembali.


mimpi buruk datang menghantuinya. beberapa kali dia terbangun dan beberapa kali pula amara melihat jam di dinding kamarnya, berharap malam ini akan segera usai.


amara berusaha tenang, dia berusaha mengendalikan diri agar tidak terlalu larut dalam ketakutannya yang selalu menghantuinya

__ADS_1



bersambung....


__ADS_2