Anak Malang Itu Adalah Anakku

Anak Malang Itu Adalah Anakku
episode 4 sekolah baruku


__ADS_3

tak terasa, amara tinggal bersama ayahnya selama dua tahun. selama itu juga amara dan ibunya tidak pernah bertemu. hanya melalui telepon mereka meluapkan kerinduannya.


Amara lulus sekolah menengah pertama (smp) di semarang. lalu dia melanjutkan sekolahnya di salah satu sekolah menengah atas (SMA) negeri di semarang.


Amara duduk di kelas satu SMA. tak ada satu orangpun yang tahu keadaan amara sebelumnya. mereka hanya tau amara adalah anak remaja yang sama seperti remaja - remaja lainnya, tanpa mengalami nasib yang sangat mengerikan.


amara mulai terlihat pulih, dia merasa kehidupannya mulai kembali normal. dia ingin melanjutkan kehidupannya seperti dulu dan mengejar semua impian dan cita - citanya. walaupun tak bisa di pungkiri amara pernah melahirkan seorang bayi. namun dia hanyalah gadis remaja, yang belum bisa bersikap layaknya wanita dewasa.


namun jiwa nya tetap tidak bisa kembali seperti dulu. dulu amara lebih ceria, namun sekarang lebih sering terlihat murung. dulu amara lebih cerewet, namun sekarang dia lebih pendiam. dulu dia lebih terbuka pada teman-temannya, namun sekarang lebih tertutup dan sering menyendiri.


teng.. teng.. teng..


pagi itu bel masuk berbunyi, amara bergegas memasuki ruang kelas. jam pelajaran akan segera di mulai. semua siswa sudah memasuki ruang kelas dan bersiap untuk belajar pada pelajaran pertama. mereka memulai pelajaran setelah guru mata pelajaran masuk kelas.


amara merasakan kehidupan barunya di semarang tidak sebahagia di jakarta. karena sekarang amara lebih sering sendiri, dan tidak mempunyai banyak teman. dia lebih sering menghabiskan waktunya di perpustakaan. dia ingin lebih fokus belajar, agar bisa lulus SMA, kuliah dan bekerja di tempat yang sesuai dengan impiannya.


setelah pelajaran selesai, seluruh siswa beristirahat.


Amara memilih menghabiskan waktu istirahatnya di taman sekolah, di bawah pohon beringin yang berada di pinggir lapangan sekolah, sambil menikmati bekal yang dia bawa dari rumah. tatapannya lurus mengarah ke lapangan sekolah sambil melihat sekelompok anak laki-laki bermain basket disana.


tatapannya kosong, tiba-tiba wajah ibunya terlintas di benaknya. dia teringat ibunya di jakarta. saat amara akan pergi wajah itu tampak sedih dan murung, sebelumnya wajah itu yang selalu tersenyum, menyemangati amara dari dulu.


Tapi di saat ibunya mulai menua, amara terpaksa harus pergi meninggalkannya.


tiba tiba mulutnya berkata


"ibu, aku kangen ibu"


amara bergumam sambil meneteskan air mata, air mata rindu pada sosok ibu yang luar biasa.


plak.....


tiba-tiba bola basket meluncur dari arah lapangan sekolah mengenai makanan yang di pegang amara. seketika semua bekal amara jatuh berhamburan di tanah.


amara kaget dan terdiam sesaat. lalu dia memunguti makanan yang jatuh berhamburan di tanah untuk di bersihkan.


amara fokus pada makannya, yang berserakan di tanah, dia tidak memperhatikan siapapun di sekelilingnya.


tiba-tiba seorang laki-laki berdiri di depannya.


amara melihat perlahan wajah laki - laki itu. amara hapal betul siapa laki-laki itu. dia adalah ketua osis dan terkenal di sekolahnya. banyak siswa perempuan yang mengaguminya.

__ADS_1


amara perlahan berdiri.


"pasti dia yang melempar bola basket ke arahku", fikir amara.


"kamu, tidak apa-apa"


tiba -tiba laki-laki itu bertanya tepat di depan amara


emmmm


amara hanya menggelengkan kepalanya, kemudian amara pergi meninggalkan laki-laki itu.


laki -laki itu tampak heran dan terdiam, dia hanya bisa memandangi amara yang pergi menjauhinya, kemudian menghilang dari pandangannya.


"dasar cewe aneh"


laki - laki itu bergumam


dia pun langsung mengambil bola basketnya dan kembali ke lapangan.


tak sedikitpun amara marah atau memaki laki - laki itu. dia memilih pergi dan menghindar.


amara lebih senang menyendiri, berada di bangku paling pojok sambil membaca bukunya.


namun siang ini dia tidak bisa meminjam buku di perpustakaan, dia mencari - cari kartu perpustakaannya. namun kartu itu tidak ada di saku bajunya. padahal dia yakin memasukan kartu perpustakaan ke dalam sakunya sebelum bel istirahat.


amara masih berdiri di depan perpustakaan. dia hendak meminjam buku, untuk mengerjakan tugas - tugas sekolah nya.


" aduhhh hilang di mana ya kartu perpustakaanku? "


amara tampak kebingungan sambil meraba- raba seluruh sakunya.


"apa mungkin jatuh, di tempat yang tadi?"


amara mulai mengingat - ngingat kejadian yang sebelumnya, namun dia tidak mengingat dimana kartu perpustakaanya hilang.


"bu aku titip buku ini dulu ya, aku mau pinjam buku, tapi kartuku ketinggalan."


amara menitipkan beberapa buku ke penjaga perpustakaan


"simpen aja di meja mba"

__ADS_1


penjaga perpustakaan itu menyuruh amara menyimpan bukunya di meja peminjaman, karena dia sedang sibuk membereskan buku - buku di rak buku.


amara mengangguk dan segera pergi meninggalkan perpustakaan.


dia berlari meninggalkan perpustakaan dan menuju taman dekat lapangan, dimana tempat saat amara makan siang. sesampainya di sana amara berusaha mencari kartunya, dia melihat - lihat sekeliling taman. namun dia tidak menemukan apa - apa. amara mulai kelelahan setelah berputar - putar mencari keberadaan kartunya.


dia menarik nafas dalam, dan mulai duduk di bangku, di bawah pohon beringin.


"kamu cari ini ?"


tiba-tiba laki - laki yang tadi melempar bola basket ke arah makanan amara, muncul lagi di hadapannya dan menyerahkan kartu perpustakaan milik amara. amara kaget, dia segera mengambil kartunya, kemudian pergi dan berlari meninggalkan laki - laki itu.


"heiii... heiii, "


laki-laki itu berteriak melihat kepergian amara yang tiba - tiba dan mengagetkannya.


"dasar orang aneh, bukannya terima kasih, " laki laki itu menggerutu, kemudian dia pun pergi meninggalkan tempat itu.


laki -laki itu kaka kelas amara, dia ketua osis. namanya daniel, badannya tinggi, sedikit kurus, berkulit putih, dengan ciri khas rambutnya berponi sehingga terlihat tampak imut. banyak wanita yang mengaguminya.


sebenarnya amara dan daniel seumuran. namun amara menunda sekolahnya, sehingga amara menjadi adik kelasnya.


daniel sosok lelaki periang, dia pandai bergaul dengan siapapun. bahkan dia salah satu murid berprestasi di sekolah itu, namun daniel tetap rendah hati.


tak ada satu orang pun di sekolah itu yang tidak kenal daniel. amarapun hapal betul siapa daniel, namun dia tidak berambisi mengenal daniel seperti cewe - cewe yang lainnya.


amara kembali ke perpustakaan dan meminjam buku - buku yang sudah di pilihnya.


jantung nya berdebar, karena dia berlari sekencang - kencangnya.


tiba - tiba dia teringat daniel, laki - laki yang menemukan kartu perpustakaannya.


" kenapa aku ini, bukannya bilang terima kasih".


Amara marah pada dirinya sendiri.


bukannya amara tidak ingin berterima kasih pada daniel. namun semenjak kejadian buruk yang menimpanya, dia menjadi susah untuk bergaul. karena amara sudah mulai terbiasa sendiri. dia merasa semua orang baru di dekatnya adalah orang asing.



bersambung...

__ADS_1


__ADS_2