
amara masih membereskan buku pelajarannya, bel istirahat baru saja berbunyi.
"heiii amara.." tiba tiba ada yang memanggilnya di depan pintu kelasnya sambil melambaikan tangannya.
"daniel..." amara menarik nafas.
semua orang di kelas tertuju pada daniel dan amara, mereka seakan terheran heran melihat mereka berdua.
amara cepat cepat berjalan menemui daniel tapi tiba tiba kaki seril menghalangi langkah amara. tiba tiba amara tersandung dan jatuh mengenai bangku depan, darah segar mengalir di wajah nya. semua orang terkejut dan melihat ke arah amara.
daniel cepat cepat menghampiri amara dan
membantu amara berdiri semua orang panik melihat darah di wajah amara.
"minta tisu .." teriak daniel seseorang memberikannya, tisu itu di tempelkan dan di tekan di daerah jidat untuk menghentikan perdarahan.
daniel terlihat panik
daniel langsung menghampiri seril
"heiii lo kenapa? tega lo ya sama temen
sendiri" daniel terlihat marah
"ups gue ga sengaja, dia sendiri yang jalan ga liat liat" seril berkata dengan tenang nya
"kurang ajar lo ya.." daniel terlihat emosi
" kaa daniel cukup, gue ga kenapa napa, jadi berhentilah ..!" amara berkata sambil pergi meninggalkan ruang kelas, tangannya masih memegang tisu yang menempel di jidatnya, untuk mengurangi perdarahan yang keluar lumayan banyak.
daniel mengikuti amara
"lo harus ke UKS sekarang" daniel langsung memegang tangan amara memaksanya untuk ke uks.
"gue gpp, lepaskan" amara berusaha melepaskan tangan daniel
daniel tak menghiraukannya dia terus saja membawa amara menuju ke ruang uks.
amara di obati di ruang uks. setelah di obati daniel masuk melihat amara yang duduk di bangku
"luka kaya gini lo bilang gak apa apa? " daniel terlihat masih emosi
"lagian kenapa sih teman lo itu gitu gitu amat sama lo" daniel masih ngomel
"nanti aku harap ka daniel ga usah ikut campur, jangan bela aku" tiba tiba amara berkata pada daniel
"apa..? gilaaa ya, lo di sakitin masih ngomong gitu.." daniel terlihat marah
amara hanya diam
"bukan urusan ka daniel, aku ga butuh pembelaan siapapun" amara berkata sinis pada daniel.
"oke, terserah ya, gue ga akan perduli lagi sama lo.." daniel pergi meninggalkan amara sendiri di ruang UKS, daniel terlihat masih emosi.
amara terdiam, tak ada kata kata lagi terucap dari mulut ya.
bel masuk berbunyi amara kembali ke kelasnya, saat masuk ruangan semua mata tertuju padanya, gosip amara berpacaran dengan daniel langsung menyebar.
namun sedikitpun tak membuat nya terpancing, amara menanggapi gosip itu dengan dingin dan santai.
__ADS_1
amara masih memikirkan daniel, kenapa daniel mati matian membelanya, dan kenapa juga dia harus marah.
amara berusaha menghapus semua pikirannya tentang daniel, walaupun dia tidak bisa melakukannya.
guru fisika masuk ke kelas dia memanggil amara.
amara di suruh menghadap guru fisika di ruang guru.
amara langsung menghadap guru fisika di ruang guru
"amara kamu siap mengikuti lomba? "pa adhan bertanya pada amara
"kayanya aku ga ikut pa" tiba tiba amara menjawab pertanyaan pa adhan
"kenapa?? .. " pa adhan terlihat kaget
"aku belum siap pa" jawab amara
"alasan yang ga logis, bersiap lah kamu akan mewakili kelas x, bersiaplah masih ada waktu" pa adhan memaksa amara untuk terus ikut
"silahkan masuk kelas! "pa adhan menyuruh amara kembali ke kelas nya tanpa memberi amara kesempatan untuk bicara.
amara nengangguk dan kembali ke kelas nya.
amara terlihat bingung, dia melangkahkan kakinya masuk ruang kelas.
bel pulang berbunyi ..
amara bergegas pulang, saat amara berjalan tiba tiba seril dan teman temannya membawanya ke toilet, suasana nya sudah sepi, amara berontak tapi percuma jumlah mereka banyak, tak banyak yang dapat amara lakukan.
"heii lo suruh siapa pacar lo masuk kelas" seril berkata keras pada amara, amara tak bisa bergerak, tangannya di pegang oleh teman seril
"gue ga suka, semakin lo minta bantuan orang lain gue semakin buat lo menderita" seril berkata penuh benci
"salah aku apa seril.. " amara bertanya pada seril
"gue ga suka aja sama lo,." seril menjawab sinis
amara menghela napas panjang, ternyata penderitaannya belum berakhir hidup tak semudah apa yang dia bayangkan. menghindari satu masalah bukan berarti selesai, bahkan akan timbul masalah yang lain.
seril menyuruh temannya mengambil air, dengan kasar seril menumpahkan seluruh isi air dalam ember pada tubuh amara, amara basah kuyup, terdengar tawa riang dari seril dan teman temannya.
"sukurin.. hahah" seril pergi meninggalkan amara sendiri
seketika tubuh amara lemas, dia menjatuhkan tubuhnya di lantai, seolah semua tenaganya habis, dia menangis menutup wajahnya, luka benturannya terasa perih dan sakit karena basah tersiram air. amara masih berada di toilet tak ada satu orang pun datang kesana.
hampir dua jam amara berada di toilet, matanya sembab, baju nya masih basah, terasa seluruh badannya dingin.
amara perlahan lahan berdiri, sudah lama dia berada di sana. perlahan dia berjalan keluar dengan baju basah kuyup. amara terlihat lemas, dia belum sempat makan siang.
amara terus berjalan menelusuri pinggiran jalan, hari sudah mulai sore. amara terus berjalan, dia tidak mungkin pulang dalam keadaan baju basah seperti itu.
hari mulai malam, hujan tiba -tiba turun. amara berhenti di halte bis. rumahnya masih jauh, dia masih menunggu hujan reda. hamir 1 jam amara berada di halte bis. hari semakin larut..
"amara... " teriak daniel
daniel berada di depan halte, dia masih mengenakan baju seragam. menaiki motornya bajunya basah kuyup. dia berhenti menghampiri amara, entah kenapa daniel selalu tau di mana amara berada.
amara menoleh ke arah daniel, amara terdiam tak satu patah katapun dia ucapkan.
__ADS_1
daniel menghampiri amara.
"kenapa blum pulang, tadi kemana dlu?" tanya daniel
amara masih terdiam, dia masih ingat kata kata daniel,bahwa daniel tidak akan memperdulikannya lagi.
"bukan urusan ka daniel" amara menjawab
daniel menarik napas panjang.
"aku kebetulan lewat sini, jadi jangan mengira aku mencarimu.." daniel berkata seolah olah menutupi kehawatirannya.
"hujan sudah reda, ayo pulang. orang tuamu pasti khawatir.. " daniel mengajak amara pulang setelah hujan mulai reda.
amara tidak menjawab dia pergi meninggalkan daniel.
daniel langsung mengejarnya,
"mau sampe kapan lo kaya gini" daniel berkata di depan amara dia menghalangi langkah amara
"jangan campuri urusanku ka daniel, hidupku tambah ribet semenjak ada ka daniel " amara berkata sambil teriak seolah olah melampiskan semua kekesalannya.
"aku benci semuanya.. " amara teriak lagi, emosinya semakin tidak terkendali.
daniel mencoba menenagkan amara. tapi amara tetap berontak daniel memeluk amara dengan erat.. amara berusaha melepaskannya, namun daniel berusaha tidak melepaskannya.
daniel memeluk amara sambil berbisik
" tenang aku ada di sini"
amara terdiam, badannya lemas, badannya jatuh ke tanah daniel tetap memeluknya.
"kita pulang sekarang "; daniel mengajak amara pulang.
amara terdiam dan menyetujui ajakan daniel. badannya terasa lemas.
daniel dan amara pun sampai di rumah amara,
amara turun tanpa melihat ke arah daniel dan tidak mengucapkan sepatah katapun dia berjalan masuk.
"amara..." daniel kembali memanggilnya
amara berhenti namun dia tetap membelakangi daniel
"maaf soal tadi, aku bohong, aku mengikutimu dari sekolah,,. aku juga tahu temanmu seril sering membuli kamu, aku tetap akan menjadi temanmu, jadi jangan merasa sendiri,"
amara melanjutkan langkahnya.
entah teman macam apa daniel, pikir amara
dia beranjak masuk ke dalam, ayah amara masih berdiri di depan rumah, dia menunggu amara. ayahnya diam tak sepatah kata pun yang dia ucapkan,
"ayah maaf aku telat pulangnya " amara berkata pada ayahnya.
"mandi dan makanlah " ayahnya menjawab singkat, rasa khawatir mulai datang.
amara masuk ke dalam rumah dengan lemas.
bersambung....
__ADS_1
tinggalkan like dan comentnya ya
saksikan episode selanjutnya..😊☺️