Anak Malang Itu Adalah Anakku

Anak Malang Itu Adalah Anakku
episode 15 Ada apa dengan daniel?


__ADS_3

"heii..."


amara memanggil daniel yang asik duduk di sebuah bangku. suasana di sana terlihat ramai.


daniel terlihat kaget, dia mengalihkan pandangan ke arah amara.


"kenapa kamu ada di sini, ? "


tanya daniel yang masih terlihat kebingungan.


"kebetulan lewat sini, dari sana beli sesuatu" amara menunjuk ke arah kiri, dia terlihat kebingungan karena berbohong untuk menjawab pertanyaan daniel.


"mau langsung pulang?"


tanya daniel.


amara menggeleng kepalanya


"teruss?" daniel bertanya lagi.


emmmm


amara terlihat bingung


" aku mau duduk di sini,"


amara menjawab sambil menunjuk bangku kosong di sebelah daniel.


daniel hanya bengong melihat tingkah laku amara yang berbeda dari biasanya.


"kenapa kak daniel nanya - nanya padahal tempat ini bebas untuk siapa aja."


amara berkata dengan muka cemberut


daniel hanya diam, dia terlihat berbeda, lebih diam dan tidak banyak bicara.


seketika suasana hening, tak ada yang berbicara suasana semakin dingin karena hari semakin larut.


"sebaiknya kamu pulang?, nanti orang tuamu cemas" daniel memperingatkan amara


"kenapa ka daniel masih di sini dan tidak langsung pulang?" amara balik bertanya.


daniel masih terdiam.


"ada masalah ? " tanya amara.


daniel terdiam, dia menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


lama dia tidak berkata apa-apa, namun perlahan daniel berkata pada amara dengan suara serak.


"amara kamu orang baik, aku gak mau kamu kenapa napa. sebaiknya mulai besok kita harus saling menjauh. anggap saja kita tidak saling kenal"


perkataan yang sungguh tidak pernah di bayangkan sebelumnya oleh amara.


kenapa harus tiba-tiba daniel bilang itu?


perkataan yang sangat menyakitkan hati amara.


amara masih bengong dia hanya terdiam, tiba - tiba air mata nya menetes, dia berusaha menyembunyikan isak tangis nya dari daniel.


daniel tak berani menatap amara. daniel masih tertunduk.


amara tersenyum pedih, hatinya sangat sakit.


" oke."


seketika amara menjawab dengan lantang. bukan karena dia senang, tapi karena dia merasa sangat kecewa. dia menganggap daniel telah mempermainkannya.


Amara langsung pergi meninggalkan daniel yang masih duduk di bangku taman kota.


matanya terus meneteskan air mata. dia tidak menyangka daniel begitu tega berkata seperti itu kepada nya.


tangannya terus berusaha menghapus air mata yang blum sempat jatuh ke pipi.


amara setengah berlari meninggalkan taman kota. kenapa harus sesakit ini. padahal daniel hanya sahabatnya.


Amara terus berjalan. namun pikirannya tidak sejalan dengan kakinya. beberapa kali dia hampir bertabrakan dengan orang yang berjalan berlawanan arah dengannya.


"sebenarnya apa yang terjadi dengan daniel"


pikiran amara terus di penuhi pertanyaan tentang daniel


"mungkinkah amara telah berbuat salah pada daniel?"


entahlah, kepala amara terasa pusing dan ingin menghilangkan semua pikirannya tentang daniel.


ucapan daniel terus bersarang di kepala amara.


saat amara berhenti di halte bis. tiba - tiba daniel menggenggam tangannya


" aku minta maaf, tolong jangan pergi"


daniel berdiri di samping amara, muka nya pucat.


amara terdiam, tiba - tiba daniel memeluk amara yang masih mematung.

__ADS_1


"tolong jangan pergi " daniel membisikan nya di telinga amara.


amara masih terdiam dia hanya mengangguk.


mereka kembali berjalan ke taman kota


" sebenarnya ada apa?"


tanya amara dia penasaran dengan sikap daniel.


daniel masih terlihat mematung.


daniel mengangkat kepala nya perlahan dia melihat kearah amara.


" kita sama amara" daniel tiba - tiba berkata pada amara.


amara semakin penasaran, dia tidak mengerti arti perkataan daniel


"maksudnya..?" amara semakin tidak mengerti.


hmmm


daniel menarik nafas panjang.


" ada hal yang membuat kita gak boleh deket, yang terbaik adalah kita saling menjauh, apalagi di sekolah"


daniel berkata pada amara sambil menatap amara


amara semakin tidak mengerti, dia terlihat bingung.


"salah aku apa? kenapa ka daniel tega, kalau memang tidak mau berteman gak apa-apa. janga mencari-cari alasan yang gak masuk akal." amara berkata sambil berdiri.


"bukan itu masalahanya amara" daniel mencoba menjelaskan


"sudahlah kak aku lelah, aku hanya mencari orang yang benar- benar tulus berteman, bukan pecundang kaya kakak" amara berlari pergi meninggalkan daniel yang masih duduk mematung. dia terlihat kebingungan.


akhirnya malam itu menjadi malam yang kacau untuk daniel dan amara.


amara tidak pernah membayangkan, hubungan pertemanannya akan hancur. bahkan daniel sendiri yang memutuskan persahabatannya. sungguh, saat ini daniel adalah orang yang paling menyebalkan untuk amara. amara ingin menghilangkan semua kenangan bersama daniel.


Malam itu amara benar-benar merasa terpuruk. dia berjalan jauh dari taman kota. entah sampai mana dia akan terus berjalan. kakinya sudah mulai terasa sakit.


bersambung....


tinggalkan like dan comentnya ya


saksikan episode selanjutnya..😊☺️

__ADS_1


__ADS_2