Anak Malang Itu Adalah Anakku

Anak Malang Itu Adalah Anakku
episode 3 aku pergi meninggalkan ibu dan bayi malang itu


__ADS_3

ibu amara sangat berat untuk melepaskan dan merelakan amara pergi untuk tinggal bersama ayahnya. tapi mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk amara, agar dia bisa memulai kehidupan baru dan melupakan masa lalunya.


ibu amara percaya, mantan suaminya akan menjaga amara dengan baik. ibu amara tahu betul ayah amara adalah orang yang baik dan bertanggung jawab.


perceraian sepuluh tahun silam antara ayah dan ibu amara, bukan lah salah ayah amara.


saat itu amara masih kecil dan tidak tahu apa-apa. ayah amara rela memberikan hak asuh amara pada ibunya. karna saat itu ibu amara yang meminta hak asuh amara, agar dirinya tidak kesepian tinggal seorang diri.


perceraian itu terjadi karena orang tua ibu nya amara tidak setuju ibunya menikah dengan ayah amara. atas dasar cinta akhirnya mereka menikah tanpa restu orang tua dari ibunya amara. mereka hidup bahagia sampai mereka di karuniai anak perempuan cantik yaitu amara. beberapa tahun mereka hidup bahagia tanpa ada masalah besar dalam rumah tangganya.


namun pada saat itu, ujian cinta mereka di uji. ibunya dari ibu amara sakit keras. bertahun tahun ibu amara di acuhkan oleh orang tuanya. namun saat ibunya sakit keras, ibu amara berkunjung ke rumah ibunya di bandung. karena saat itu ibu amara di hubungi tante nina. dan meminta ibu amara untuk pulang.


dan benar saja ibu nya sudah berbaring lemah di tempat tidur. sudah berbulan - bulan ibu nya sakit parah.


saat itu juga ibu amara merasa sangat bersalah, dia tidak menuruti perkataan orang tuanya.


ayah nya sudah meninggal satu tahun yang lalu.


itupun membuat ibu amara terpukul, namun dia masih bisa bertahan dengan suaminya.


namun saat ini ketika melihat ibunya, hatinya sangat hancur.


saat mengetahui ibu amara datang, ibu nya meminta ibu amara untuk berpisah dengan suaminya.


alasan masa lalu yang pahit berdampak pada masa depan ibu amara. kala itu kakek dari ibu amara berselingkuh dengan nenek ayah amara.


jadi keluarga ibu amara tidak ingin berhubungan dengan keluarga ayah amara.


ayah amara adalah orang yang sangat baik dan bertanggung jawab. namun masa lalu telah membuat nya terlihat jelek di mata keluarga ibu amara.


"baik bu, aku akan berpisah dengan mas pras"


itulah kata - kata yang paling berat yang di ucapkan ibu amara di depan ibunya.


ibu amara sangat berat mengucapkan kata pisah untuk mas pras, suaminya kala itu.


namun dia juga harus memikirkan perasaan ibu dan keluarga besarnya.


mas pras, ayah amara hanya bisa terdiam mendengar keputusan ibu amara.


"tidak ada jalan lain selain berpisah" itulah kata - kata pembelaan mas pras, yang sampai saat ini masih terngiang di telinga ibu amara.


ibu amara hanya menggelengkan kepala.


"aku menyerah mas"


jawab ibu amara isak tangis nya semakin keras


mas pras memeluk ibu amara, dan membisikan kata - kata lembut di telinga nya.

__ADS_1


"mas akan berusaha menerima apapun keputusanmu, kita tidak berjodoh di dunia, tapi mas berdoa dan memohon pada tuhan kita akan berjodoh di kehidupan berikutnya''


malam itu mereka tidak tidur, seakan - akan, menghabiskan kerinduan.


setelah itu mereka berpisah, ibu amara tinggal di bandung menemani ibu nya sampai ajal menjemput.


sedangkan ayah amara, pergi ke semarang. namun mereka masih tetap berhubungan baik mengingat ada anak di antara mereka.


itulah kisah cinta orang tua amara.


seminggu setelah amara melahirkan suasana rumah tante nina makin kacau.


amara semakin terlihat emosi, dia sering memaki dan memarahi bayinya.


ibu amara semakin khawatir amara akan berbuat nekat pada bayinya. karena mereka tinggal satu rumah.


ibu amara pun tidak enak hati pada keluarga tante nina.


amara sering teriak - teriak tidak karuan dia semakin depresi.


siang itu ibu amara menelepon ayah amara di semarang.


ayah dan ibu amara sepakat amara akan tinggal bersama ayahnya di semarang.


untuk memulihkan psikologis nya amara.


amara akan melanjutkan sekolah di sana dan memulai hidup baru yang lebih baik.


ayah amara tiba di sukabumi jam 08.00 malam.


amara masih terlihat melamun dan menyendiri. semua sedih melihat kondisi amara saat ini.


ibu amara hanya bisa meneteskan air mata melihat kepergian amara, dia pergi bersama ayah nya, malam ini


" jaga amara ya mas" itu kata - kata terakir yang disampaikannya kepada ayah amara sebelum mereka pergi.


" maaf mas, aku belum bisa menjadi ibu yang baik, mungkin kalau aku bisa menjaganya semua ini tidak akan terjadi"


ibu amara berkata penuh penyesalan


"tak ada yang salah, semua sudah takdir, tinggal kita memperbaiki semuanya, agar kedepannya lebih baik"


ayah amara menenangkan hati ibu amara.


dari dulu mas pras tidak pernah berubah, dia selalu bijaksana, dan tidak pernah marah.


"mas pamit dulu ya, jaga di dirimu baik - baik, mas janji akan menjaga amara dengan baik"


mas pras berkata untuk menenagkan hati mantan istrinya agar bisa merelakan amara dengan ikhlas.

__ADS_1


mas pras dan amara berpamitan dan mereka pergi meninggalkan ibunya yang masih mematung di halaman rumah.


melihat kepergian mereka, dua orang yang berharga dan pernah menjadi bagian dalam hidupnya.


ibu amara membayangkan hari - harinya akan lebih sepi tanpa amara.


anak yang menemaninya bertahun - tahun, bahkan dia lupa untuk mencari sosok suami, karena hari - harinya dia habiskan untuk mengurus dan membesarkan amara.


"aku harus kuat"


itulah kata - kata yang dia tanam dalam hatinya untuk menguatkan dirinya.


ibu amara akan pulang ke jakarta besok pagi. dia akan membawa anak amara pulang bersamanya.


sebelum ibu amara pulang dia berpamitan pada tante nina


"nin, mba pulang dulu ya"


tante nina hanya mengangguk dan memeluk kakaknya yang berdiri di hadapannya.


"salam untuk suamimu, "


ibu amara belum sempat berpamitan pada pada suami adiknya.


karena suami tante nina belum pulang dari tempat kerjanya.


"aku harap mba bisa bahagia, bukalah hati mba untuk pria lain, nina yakin mba pasti bisa memulai semuanya dari awal, orang tua kita sekarang sudah tenang disana. nina yakin mereka akan bahagia, jika mba punya pasangan lagi."


ibu amara hanya menunduk sambil melihat bayi mungil yang di gendongnya


"saat ini mba hanya ingin fokus pada bayi ini nin, dia butuh mba"


"mba pamit ya"


ibu amara pun pergi meninggalkan tante nina yang masih berdiri di hadapannya.


setelah berhari- hari di jakarta, ibu amara lebih sering melamun, badannya tampak kurus.


tidak mudah baginya hidup tanpa amara, dia berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan yang harus di laluinya sekarang ini.


dia tetap mengurus bayi amara dengan baik, bayi itu sangat cantik. seketika ibu amara lupa akan kesedihannya jika dia sibuk mengasuh bayi malang itu.


sudah satu bulan lebih tak ada kabar dari amara. ibu amara duduk di teras sore itu, dia tampak melamun sambil menggendong bayi amara.


nama bayi mungil itu anjani, dia cantik, mungil dan menggemaskan.


ayah amara menelepon ibu amara sore itu, dan mengabarkan keadaan amara agar ibunya tidak khawatir. keadaan amara sudah membaik, rencananya tahun ajaran baru akan mulai sekolah di tempat yang baru. ibu amara merasa tenang dan bahagia mendengar kabar amara saat ini.


bersambung....

__ADS_1



__ADS_2