
hari ini amara akan mengikuti seleksi fisika tahap ke dua. jika dia terpilih, dia yang akan mewakili semua kelas 10, untuk mengikuti lomba fisika bersama perwakilan kelas 11 dan 12.
amara datang lebih pagi dari biasanya. dia sangat bersemangat. semalaman dia belajar sangat keras, dia sangat ingin mengikuti lomba.
tes akan dilaksanakan di sebuah ruangan khusus. amara memasuki ruangan yang sudah di sediakan untuk tes. tampak beberapa orang ada di sana. tak ada satu orangpun yang amara kenal. mereka perwakilan dari masing - masing kelas 10. dari mulai 10 A sampai dengan 10 J.
pak jhon memasuki ruangan. dia mulai mengabsen satu per satu peserta tes. semuanya hadir, ada 10 siswa yang akan mengikuti tes hari ini dari semua perwakilan kelas 10.
pak jhon mulai membagikan lembaran soal.
anak - anak terlihat tegang. seketika suasana hening. semua mulai fokus pada soalnya masing masing
" bapak beri waktu 30 menit untuk mengerjakan 12 soal.
pak jhon mulai menjelaskan
"silahkan kerjakan."
pak jhon memberitahu murid - murid untuk langsung mengerjakan soal yang telah di berikannya.
setelah 30 menit..
"stop..semua berhenti, tidak boleh ada yang mengerjakan lagi."
pak jhon menyuruh anak - anak berhenti. kemudian dia mengambil semua kertas hasil tes.
"hasilnya akan bapak umumkan besok"
pak jhon berkata sambil merapihkan semua kertas yang sudah selesai dia ambil.
"terima kasih untuk partisipasinya, apapun hasilnya kalian adalah yang terbaik"
pak jhon berkata sambil berjalan meninggalkan ruang kelas.
setelah pak jhon meninggalkan ruang kelas, seketika ruangan menjadi ramai.
amara berjalan perlahan meninggalkan ruang kelas.
hanya amara yang keluar dari ruangan itu. sedangkan yang lain masih di dalam ruangan dan membahas soal tes dengan teman - temannya yang lain.
amara masuk ke kelasnya.
sebentar lagi jam pelajaran kedua di mulai.
amara menyiapkan buku pelajarannya. jam dia tidak mengikuti pelajaran di jam pertama karena mengikuti tes fisika.
Amara mulai tidak nyaman dengan perlakuan seril kepadanya.seril sering menyindir dan mengolok - olok amara di depan teman - teman sekelasnya. amara masih tetap diam dan tidak menghiraukannya. dia tetap fokus pada pelajarannya.
sikap acuh amara semakin membuat seril jengkel. dia ingin amara melawannya, namun amara sama sekali tidak peduli apa yang dilakukan seril kepadanya.
tet...tet...tet..
bel istirahat berbunyi
para siswa berhamburan meninggalkan ruang kelas. amara bergegas menuju perpustakaan sekolah.
saat sampai di sana amara melihat daniel berada di perpustakaan. amara menjauhi daniel, dia duduk di ruangan paling pojok.
dia berusaha menghindari orang - orang termasuk daniel.
"Amara ya..".
__ADS_1
seketika daniel sudah berdiri di samping amara, kemudian dia duduk di samping amara.
amara kaget, kemudian menjawab
" iya.."
amara menjawab singkat dan sinis.
amara kembali melanjutkan membaca bukunya dan tidak menghiraukan daniel sama sekali.
" boleh ngomong?"
tanya daniel
"apa "
jawab amara
"kamu jutek banget, tapi tidak masalah untukku"
daniel berkata sambil tersenyum ke arah amara.
amara melirik ke arah daniel kemudian berkata
" tolong jangan ganggu, aku lagi baca"
daniel langsung menjawab dengan santai
"oke siap amara"
amara mulai kesal dengan tingkah laku daniel yang pecicilan dan mulai mengganggunya.
amara berdiri sambil membawa buku - bukunya dan meninggalkan daniel yang masih duduk di sampingnya
"amara,,''
daniel memanggilnya dari belakang
amara tampak kesal, karena daniel terus mengikutinya
"kenapa lagi ..?"
jawab amara dengan kesal
"itu bukuku kayanya kebawa sama kamu"
daniel menunjuk sebuah buku yang di bawa amara dengan beberapa buku lainya.
seketika wajah amara memerah menahan malu.
"ini, maaf"
amara memberikan buku daniel.
daniel mengambilnya kemudian pergi meninggalkan amara yang masih salah tingkah karena merasa malu pada daniel.
sampai amara masuk kelas, dia merasa tidak enak hati pada daniel
" semoga aku tidak akan bertemu dengannya lagi"
amara berkata pada dirinya sendiri.
__ADS_1
tett... tett...tett..
bel berbunyi, para siswa bersiap untuk pulang. amara membereskan dan memasukan semua barang-barangnya kedalam tas. dia bergegas meninggalkan ruang kelas.
Saat amara berjalan meninggalkan kelas. tiba - tiba seril dan ketiga temannya membawanya ke belakang sekolah. amara berusaha melepaskan genggaman tangan seril, namun genggaman itu sangat kuat, membuat amara tak bisa melepaskannya.
"lepaskan seril..!"
teriak amara, tangannya terasa sakit
"kenapa ? mau melawan? coba aja kalo lo berani, dasar pengecut "
seril membentak matanya melotot penuh dendam
kali ini amara benar - benar tidak bisa bersabar lagi. dia tidak bisa untuk terus berdiam diri. seril semakin berani dan keterlaluan.
"cukup seril, kenapa kamu jahat sama aku?, kamu pintar, cantik banyak tema dan punya segalanya jauh di banding aku."
Amara berkata, matanya mulai berkaca kaca
"gue emang ga suka sama lo. kenapa? keberatan ? ngomong sama tembok sana"
seril menjawab dengan seenaknya.
teman - temannya tertawa mendengar jawaban seril.
tiba-tiba seril mengeluarkan sebuah gunting dari dalam tasnya.
amara terkejut, dia mulai ketakutan, seketika mukanya pucat.
"mau apa seril..?"
amara bertanya dengan mulut bergetar menahan rasa takut.
"tenang aja gue gak akan nyakitin lo, cuma buat sedikit kejutan aja, biar elo jadi terkenal satu sekolahan atau bikin lo nginep di sekolah"
seril menjawab dengan licik dan sinis
kemudian dua teman seril memegang kedua tangan amara, hingga amara tak bisa berbuat apa - apa.
seketika gunting yang di pegang seril merobek - robek rok bagian depan amara sampai ke bagian atas rok. roknya sobek tidak beraturan.
"hentikan seril.. "
amara menjerit sambil menangis, tak ada satupun yang mendengarnya. suasana sokolah sudah semakin sepi, tak ada satupun orang yang mendengar teriakan amara.
"rasain lo, makanya jangan main main sama gue.."
kemudian seril dan ketiga temannya meninggalkan amara dalam keadaan mengkhawatirkan. amara jongkok sambil menutup wajahnya, dia tidak berani berdiri dalam keadaan rok nya yang sobek sampai kebagian atas.
amara tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini. tangisannya pecah, amara benar-benar bingung. untuk berjalan pun dia tidak sanggup. badannya masih bergetar ketakutan.
trauma yang dulu pernah dialaminya terulang kembali. seketika kejadian tiga tahun silam muncul lagi di ingatannya. amara menangis keras dia semakin ketakutan. seluruh badannya bergetar, keringat dingin mengguyur seluruh tubuhnya. kekerasan ini membuatnya syok seperti dulu.
suasana benar - benar sepi. amara masih diam dengan posisi yang sama.
sungguh sangat pemandangan yang mengkhawaritkan dan tragis.
kejadian itu sungguh menyisakan pilu dan trauma yang mendalam untuk amara. luka yang perlahan - lahan ingin dia sembuhkan, tiba tiba hancur dengan trauma berat yang dia alami saat ini.
__ADS_1
Bersambung...
untuk yang baca tolong tinggalkan like dan coment ya. biar semangat lanjutin ceritanya... 😊