Anak Malang Itu Adalah Anakku

Anak Malang Itu Adalah Anakku
episode 11 semoga aku berubah fikiran


__ADS_3

jam menunjukan pukul 19.15


amara duduk di sebuah bangku di halaman belakang rumah. dia termenung sambil melihat kearah langit, di langit tampak bintang berkerlap kerlip. walaupun bintang itu tampak jauh namun ada sedikit ketenangan jika melihatnya. halamannya tidak terlalu luas tapi dia bisa jelas melihat semua yang ada di langit sana.


tiba tiba ibu tiri amara datang menghampirinya,


"amara, ada temanmu di depan.. temuilah.!" ibunya berkata pada amara


amara terdiam, dia sedikit mengerutkan dahinya, tampaknya dia kebingungan


"teman???"


siapa???


pertanyaan itu bersarang di pikirannya. amara tak berteman dengan siapapun selama dia di semarang.


amara mengangguk dan bergegas pergi ke depan rumah, dia penasaran dengan orang yang datang, dan ingin menemuinya.


perlahan amara berjalan ke arah depan rumahnya. di sana dia melihat ada serang lelaki berdiri membelakanginya.


dia hapal betul siapa lelaki yang sedang berdiri itu.


"ka daniel"..


amara memanggil daniel dari belakang, amara merasa heran kenapa daniel datang ke rumah nya.


daniel berbalik menghadap amara, kemudian dia tersenyum.


" ada apa ka?"


amara masih terlihat bingung


"gak apa - apa, hanya mampir aja, kebetulan lewat"


apa mungkin daniel lewat, sebenarnya dia mau kemana, apa cuma alasan doang,


"ohh..mau masuk ka?"


amara bertanya pada daniel.


"engga, di sini aja"


daniel menjawab sambil tersenyum


mereka berdua duduk di depan rumah sambil memandangi pekarangan rumah yang penuh dengan bunga berwarna warni.


"selamat ya "


daniel berkata sambil mengangkat tangannya, dia hendak bersalaman.


namun amara hanya diam tak menyambut tangan daniel, dia tampak heran

__ADS_1


"selamat apa? "


tanya amara muka nya terlihat kebingungan


"kamu lolos seleksi fisika, kamu yang akan mewakili sekolah dari tingkat kelas 10"..


amara terdiam, bahagia bercampur haru, sedih semuanya campur aduk. dia masih tidak percaya.


dia masih terlihat diam mematung, matanya menatap lurus ke depan.


"kenapa diam?? "


tanya daniel


"aku gak akan ikut lomba itu,,,"


amara menjawab dengan tatapan kosong


"kenapa??"


daniel kaget mendengar jawaban amara.


"kalau kamu ga niat ikut kenapa kamu harus ikutan tes kedua,?, berarti kamu sangat ingin ikut lomba"


daniel bertanya lagi


"jangan suka menebak nebak, kapan aku bilang gitu"


amara menjawab dengan sinis


daniel meyakinkan ucapannya


"aku bilang, aku gak akan ikut"


amara berkata dengan muka murung


"apa karena seril sering membuli kamu"


tiba tiba daniel membahas tentang seril


amara kaget, dia hanya diam.


kanapa daniel tahu tentang seril, padahal amara tidak memberitahunya.


"kenapa kamu tahu?"


tanya amara sambil menatap mata daniel


"mataku banyak jadi aku tahu, haha"


daniel mulai mengalihkan pembicaraannya.

__ADS_1


"kenapa kamu tidak melawan, kalau kamu gak salah kamu harus melawannya, jangan sampai dia menginjak injak harga diri mu. siapapun tak akan ada yang membela orang salah termasuk guru guru di sekolah "


daniel mulai meyakinkan amara


amara terdiam kemudian berkata penuh marah


"tolong, jangan pernah campuri urusanku, aku tidak suka"


amara mulai tidak nyaman


" hmmm.. ada baiknya kamu punya teman, biar kamu tidak sendiri, menghadapi apapun" daniel mencoba memberi saran.


namun amara semakin tidak nyaman dengan daniel. apalagi dengan kata - katanya. dia terlalu berterus terang tentang apapun.


"maaf ka daniel aku tidak butuh teman, termasuk ka daniel, sebaiknya ka daniel pulang, dan jangan pernah ke rumahku lagi" amara berkata sambil berdiri dari tempat duduknya.


daniel tampak kebingungan, dia ikut berdiri dan melihat ke arah amara.


"lomba fisika masih lama, kamu bisa berpikir lagi, kamu ikut atau tidak, kesempatan hanya datang sekali"


daniel masih berusaha meyakinkan amara


amara berlari masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan daniel, daniel masih berdiri mematung.


saat daniel akan berjalan meninggalkan rumah, tiba tiba ayahnya berkata


"tunggu.."


daniel menengok ke arah belakang ke arah ayah amara berdiri


daniel langsung kembali menghampiri ayah amara


"iya pak.."


"tolong jangan musuhin amara, apapun yang dia lakukan, sebenarnya dia anak yang baik"


terlihat jelas di wajah ayah amara kegelisahan yang amat sangat.


"iya pak,." daniel meyakinkan ayah amara


kemudian daniel pulang setelah berpamitan pada ayah amara.


amara masih mematung, dia melihat catatan fisika yang dia hapalkan waktu akan tes, dia melihat ke sekitar dinding kamar nya yang penuh dengan rumus fisika.


dari dulu amara sangat menyukai pelajaran itu.


sebagian waktunya dia pakai untuk belajar fisika.


tiba tiba dia teringat perkataan daniel. amara bingung, entah apa yang harus dia lakukan. dia tau kalau dia ikut lomba fisika pasti seril akan semakin membencinya dia tak ingin mencari masalah dengan siapapun. yang dia pikirkan sekarang adalah hidup tenang dan lebih baik.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like dan coment ya 😊☺️


nantikan lanjutan ceritanya ya..


__ADS_2