
setelah bell berbunyi, para siswa berhamburan memasuki ruang kelas mereka masing - masing. jam pelajaran di mulai, amara duduk di kursinya dengan tenang. saat ini amara dan teman - temannya akan belajar fisika.
pak jhon memasuki ruang kelas, seketika susana hening. tak ada satu orang pun yang berani berbicara. para murid terlihat tegang.
pak jhon mulai duduk di kursinya, dia bersiap untuk membagikan hasil ulangan fisika.
" hasil ulangannya lumayan, tidak mengecewakan, bapak harap kalian lebih giat lagi belajarnya"
pak jhon mulai mengawali pembicaraannya.
murid - murid terlihat bahagia, suasana pun mulai mencair.
"hasil ulangan kemarin adalah salah satu penilaian, karena minggu depan akan di adakan loba fisika untuk mewakili sekolah ini''
pak jhon mulai menjelaskan, seketika kelas menjadi gaduh.
ada beberapa anak yang menebak - nebak
"pasti seril nilainya paling tinggi"
teriak seorang siswa
"betull.. betulll "
siswa yang lainnya saling bersautan
seril tampak malu - malu, dia yakin dia akan mendapatkan nilai paling tinggi. karena dia anak yang paling pintar di kelasnya.
"mohon tenang ya anak - anak"
pak jhon mulai menenangkan para murid yang semakin gaduh dan tidak terkendali.
perlahan suasana kelas tenang kembali.
"bapak akan membagikan kertas hasil ujian kemarin"
pa jhon mulai membagikan kertas hasil ujian, dengan cara memanggil satu persatu murid - muridnya.
"nilai tertinggi akan mewakili kelas ini, nanti akan ada tes selanjutnya. kalau lolos seleksi, akan mewakili kelas 10, karena masing-masing tingkatan akan ada perwakilan satu orang"
pak jhon mulai menjelaskan
" bapak akan memanggil satu orang dengan nilai tertinggi untuk mewakili kelas ini mengikuti lomba fisika tahun ini"
suasana hening, semua murid penasaran siapa yang akan mewakili kelas mereka.
"cepat umumin dong pak!"
teriak salah seorang murid
"baiklah, bapak akan mengumumkan hasilnya, apa kalian sudah siap?"
tanya pak jhon sambil tersenyum
"siap pak,"
__ADS_1
semua murid berteriak
"nilai tertinggi di kelas 10 A adalah Amara prasetio"
seketika semua isi kelas hening tak ada yang percaya. semua pandangan tertuju pada amara.
amara hanya terdiam, raut mukanya seketika berubah kebingungan.
orang yang selama ini di anggap aneh bisa menaklukan pelajaran fisika
"berikan tepuk tangan untuk amara"
tiba- tiba pak jhon menyuruh para murid bertepuk tangan, untuk memberikan selamat dan dukungan.
seisi kelas pun bertepuk tangan, namun mereka masih tampak kebingungan.
"Amara silahkan maju ke depan kelas"
pak jhon menyuruh amara maju ke depan kelas.
amara perlahan melangkah maju ke depan kelas. tatapannya kosong, dia hanya bisa menunduk dan hanya sesekali melihat ke arah depan.
semua orang tertuju kepadanya.
"amara selamat ya, bapak bangga padamu"
pak jhon mengangkat tangannya untuk bersalaman.
amara menyambut tangan pak jhon dan bersalaman.
jawab amara sambil tersenyum lembut.
"semoga tes selanjutnya kamu bisa lolos dan mewakili kelas satu"
amara mengangguk dan tersenyum mendengar perkataan pak jhon
seril tidak senang amara mendapat nilai fisika paling tinggi. dia mulai menatap sinis pada amara. awalnya dia tidak peduli dan tertarik pada amara. namun setelah orang - orang mulai menyanjung amara dia merasa iri pada amara.
amara mulai terganggu dengan seril. dia sering menyindir amara di kelas di depan teman - temannya yang lain. amara berusaha diam dan tidak menanggapinya.
namun semakin amara diam, seril semakin menjadi. dia lebih sensitif jika ada amara di dekatnya.
seril teman sekelas amara. dia siswi paling pintar di kelas. hampir semua nilai -nilainya unggul di setiap mata pelajaran. dia terkenal, hampir semua orang mengenalnya.
namun seril mempunyai sifat sombong. mungkin karena seril berwajah cantik, pintar dan dari keluarga kaya raya. dia sering merendahkan orang lain. teman - temannya pun harus selevel dengannya. dia memilih milih teman, dan semua teman - teman yang dekat dengannya semua menuruti apa kata - kata seril.
seril pernah bertengkar dengan teman sekelas gara-gara buku seril hilang. dia mengira temannya yang mengambil walau tak ada bukti seril tetap menuduh. hingga mereka bertengkar hebat.
bell berbunyi..
semua siswa bersiap untuk pulang. amara sudah memasukan buku dan barang - barangnya ke dalam tas dan bersiap untuk pulang. namun tiba-tiba seril menggenggam pergelangan tangannya. dia membawa amara ke belakang sekolah. genggaman tangan seril sangat erat dan kasar membuat pergelangan tangan amara sakit.
"kesini dulu lo"
seril menarik paksa amara, di ikuti tiga temannya, marisa, dara dan clara.
__ADS_1
amara hampir terjatuh, dia berusaha melepaskan genggaman seril. namun genggaman tangan seril terlalu kuat. lalu melepaskannya dengan kasar.
"aww.."
amara terlempar pada dinding belakang sekolah. dia memegang tangannya, dia tampak kesakitan.
" heii.. elo jangan bangga dulu, dan ga usah sok kecakepan, gara - gara elo dapat juara fisika"
tatapan seril tajam penuh dendam
amara hanya diam, matanya menatap wajah seril.
"gue ga nyangka si bisu lumayan pintar juga, tapi elo tetep aja akan bisa jadi no 1 di kelas, paham?"
bentak clara
amara tetap diam, dia hanya tertunduk.
" tas lo sini"
seril langsung mengambil tas amara dengan paksa, dan langsung memberi isyarat pada teman - temannya.
amara berusaha memegang tas nya dengan kuat. namun seril mengambilnya dengan paksa di bantu ketiga temannya. amara hanya pasrah, dia menangis melihat tas nya di acak - acak seril dan teman - temannya.
seril mengeluarkan buku catatan fisika amara. kemudian lembar demi lembar kertas di sobeknya tanpa ada yang tersisa.
amara tak bisa berbuat apa - apa, tapi kini air matanya benar-benar pecah.
" makanya jadi orang jangan sok pintar., belagu, pura-pura diem "
seril berkata keras pada amara seolah olah belum puas.
seril dan teman - temannya pergi meninggalkan amara yang masih mematung.
seluruh tubuh amara lemas, dia menjatuhkan badannya ke tanah.
suasana sudah mulai sepi, apalagi di belakang sekolah sudah tidak nampak seorangpun di sana.
amara menunduk dan membungkuk sambil memunguti kertas - kertas yang berserakan di tanah. air matanya tak berhenti berjatuhan. amara ingin berteriak, tapi dia berusaha menahannya, seolah-olah kuat menghadapi semuanya.
amara tidak pernah membayangkan hidupnya akan seperti ini. dia pikir setelah dia menghindari masalah yang dulu, dia bisa bahagia dengan kehidupan barunya. namun dia masih saja harus menerima penderitaan.
dia tidak pernah membayangkan akan bertemu denga seril yang mengerikan baginya.
amara memasukan semua isi tas nya yang berserakan termasuk lembaran - lembaran buku yang sudah sobek tidak beraturan.
dia berjalan pelahan meninggalkan tempat itu. amara benar - benar lemas dan tidak semangat.
amara mulai merasa ketakutan, kejadian 3 tahun silam mulai membayanginya, dia mulai gelisah.
semuanya masih membekas, bahkan kata- kata seril masih bersarang di kepalanya.
BERSAMBUNG......
__ADS_1