
amara perlahan membuka pintu rumahnya. tampak ayahnya sedang duduk di kursi ruang tamu.amara berjalan pelan menghampiri ayahnya.
"ayah besok di suruh ke sekolah"
amara memberikan surat kepada ayahnya.
surat apa, ayahnya terlihat kaget dan mengerutkan keningnya
"besok ayah akan tahu"
amara berkata sambil berdiri.
dia meninggalkan ayahnya yang masih duduk di kursi ruang tamu dan memegang surat yang di berikan amara.
"amara.."
ayahnya memanggil amara.
amara berhenti dari langkahnya dan menoleh ke arah belakang
"apa ada sesuatu terjadi"
ayahnya melanjutkan perkataannya.
namun amara masih terdiam, dia hanya menggelengkan kepalanya kemudian pergi ke kamarnya.
ayah amara membaca isi semua surat yang dia terima dari sekolah amara. dia sangat terkejut melihat isi surat itu. amara di skors 2 hari karena perkelahian. ayah nya terdiam, dia berusaha menenangkan dirinya agar tidak emosi.
tak mungkin amara berkelahi. dia anak yang baik, apa mungkin dia seperti itu. semua pertanyaan muncul di kepalanya.
ayah amara perlahan berjalan menuju kamar amara, kemudian dia mengetuk pintu kamar amara
tok.. tok.. tok..
"amara"
ayahnya memanggil nya perlahan
tak ada sautan
"boleh ayah masuk "
sama seperti sebelumnya, tak ada jawaban sama sekali
"ayah masuk ya"
ayahnya membuka pintu perlahan
amara duduk membelakangi ayahnya, menghadap ke arah jendela yang terbuka lebar.
ayahnya perlahan menghampiri amara dan duduk di sampingnya.
"sebenarnya ada apa nak?"
ayahnya berkata sambil memegang bahu amara, berharap amara akan lebih terbuka kepadanya.
amara masih terdiam, dia masih memandang ke arah luar jendela.
perlahan dia melihat ke arah ayanya. dia memperhatikan rambut ayanya yang mulai beruban.
amara mulai meneteskan air mata
"kalau ayah kecewa padaku, ayah boleh mengeluarkan aku dari sekolah, aku gak apa-apa."
amara tertunduk, dia merasa malu pada ayahnya
"waktu remaja, ayah sering sekali bolos sekolah, bahkan ayah sering berkelahi, ayah sampai mau di keluarkan. namun ayah punya alasan kenapa melakukannya".
ayah nya menceritakan masa remajanya kepada amara
__ADS_1
"tapi, orang tua ayah tidak marah. mereka hanya bertanya pada ayah. kenapa ayah suka bolos dan suka berkelahi, ayah punya alasan sendiri. "
ayah nya sesekali melihat amara, yang tampak diam
"waktu itu orang tua ayah hanya berkata. nakal tapi beradab, nakal tapi pintar, mungkinkan dengan bolos dan berkelahi ayah bisa pintar, mungkinkah dengan berkelahi dan bolos perilaku ayah beradab. lama ayah memikirkan itu, dan akhirnya ayah tau mana yang harus ayah lakukan dan tidak boleh ayah lakukan. semua butuh proses untuk menjadi lebih baik, semua orang punya alasan sendiri untuk melakukan apapun yang dia kehendaki.
amara menatap ayah nya, setelah berbicara panjang lebar
"apa aku salah menjambak seril temanku, karena dia mencuri baju olah raga dan menginjak-injak nya lalu terlempar ke selokan belakang sekolah"
amara berkata, matanya berkaca-kaca
" ayah nya tersenyum, jika itu menyelesaikan masalah lakukanlah nak, namun jika itu tidak menyelesaikan masalah jangan lakukan"
amara terdiam, dia bingung apakah yang dia lakukan benar atau salah.
"kayanya aku salah yah, dengan aku berkelahi dengan seril, aku jadi di skors 2 hari dan ayah harus ke sekolah"
ayanya hanya tersenyum
"akan ada jalan yang lebih baik untuk membereskan semua masalah tanpa kekerasan."
amara hanya terdiam
"tapi aku gak tau lagi harus berbuat apa, seril sering membuli aku tanpa seorang pun yang tahu, dia merobek buku catatan fisikaku, dia merobek-robek rok depanku bahkan seril mengambil baju olahraga saat aku mau test olahraga, entahlah aku dapat nilai olahraga atau tidak"
amara menunduk
tanpa sadar amara telah bercerita semua yang terjadi pada dirinya pada ayahnya. ayahnya terdiam, dia tidak menyangka amara mendapat kekerasan dari teman sekolahnya sendiri.
selama itu pula amara tidak pernah bercerita sedikitpun tentang semua bebannya. dia menyimpan semuanya sendiri. di tambah dengan semua beban masa lalunya.
"tidak apa-apa nak, masih ada ayah''
ayahnya memeluk amara.
amara masih terdiam, dia merasa sedikit lega karena sudah mencurahkan semua pada ayahnya
amara mempererat pelukannya
"kamu tidak salah nak, keadaan yang memaksa kamu untuk berbuat itu. belum terlambat semuanya masih bisa di perbaiki. ceritalah sama ayah, ayah akan selalu ada di samping kamu"
amara merasa tenang mendengar jawaban ayahnya
" iya ayah, terima kasih"
amara melepaskan pelukannya dan melihat ke arah ayahnya sambil tersenyum.
"mandilah, nanti kita makan bareng-bareng di ruang makan"
amara hanya mengangguk
"adikmu ulang tahun, nanti kita akan memberi sedikit kejutan untuknya.
amara terdiam, lalu dia mengangguk.
ayahnya pergi meninggalkan kamar amara.
amara terlalu sibuk dengan dirinya sendiri. sehingga dia melupakan orang-orang yang ada di sampingnya. kemudian dia pergi ke kamar mandi.
setelah amara selesai mandi, dia menuju ruang makan. amara jarang makan bersama. bisa di hitung berapa kali dia makan bersama disana.
"duduk di sini ka.."
semy, adik tiri amara menunjuk kursi yang di sampingnya
amara hanya mengangguk dan duduk di kursi tepat di samping semy duduk.
"ayo makan"
__ADS_1
ayah nya menyuruh semua mulai makan.
semua nya makan bersama.
setelah semua selesai makan tiba-tiba ibu tiri amara beranjak dari tempat duduknya.
"ka, bantuin ibu yah di dapur"
amara mengangguk kemudian dia mengikuti ibu nya ke dapur.
ibunya membuat kejutan untuk semy. dia mengambil kue ulang tahun di bantu amara.
"taraaaammmm. selamat ulang tahun semy"
ibu tiri amara, membawa kue ulang tahun keluar sambil mengejutkan semy.
seketika semua terdiam, semy terlihat senang.
semuanya mengucapkan selamat termasuk amara. semy terlihat senang, saat amara mengucapkan selamat untuknya.
semy memeluk amara
" terima kasih kaka"
semua tampak bahagia. amara melihat kebahagiaan semua keluarnya. semua di rumah itu benar-benar orang baik.
tiba-tiba amara teringat ibunya. apakah ibunya bahagia sekarang. seperti kebahagiaan yang di rasakan amara saat ini.
mungkinkah saat ini ibunya merasa kesepian. ditambah ibu harus mengurus bayi.
hmmmm
amara membayangkan keadaan ibu nya di jakarta. dia mulai tidak fokus
"kakak.. kakak.. kakak?
beberapa kali semy memanggil amara. tiba-tiba amara tersadar dia kaget.
"iya sem"
amara menjawab semy
"ini kue pertama untuk kakak"
semy memberikan amara kue ulang tahun yang telah dia potong pertama
"kenapa gak di kasih ke ayah ibu sem"
amara mulai heran
"kakak anggota baru di rumah ini. aku mau kakak selamanya menjadi kakak aku"
semy berkata dengan polosnya
amara hanya tersenyum dia mengambil kue yang di berikan semy lalu memakannya.
malam itupun menjadi malam yang paling membahagiakan untuk semy. dia sangat menyayangi amara. sebelum amara pergi semy bertanya pada amara
"boleh aku main ke kamar kakak?"
amara mengangguk sambil tersenyum
"tentu boleh sem, datanglah jika kamu mau"
kemudian mereka berpisah dan menuju kamar masing-masing.
hari semakin larut tak ada suara lagi yang terdengar di rumah itu.
Bersambung....
__ADS_1
Bersambung....