Anak Malang Itu Adalah Anakku

Anak Malang Itu Adalah Anakku
episode 18 Kebohongan seril


__ADS_3

Pagi ini amara masih berbaring di tempat tidurnya. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan selama dua hari ini. perlahan dia beranjak dari tempat tidurnya, menuju ruang tamu. dia melihat sekeliling ruangan. namun tidak ada orangpun di sana.


"Ayah pasti sudah berangkat ke sekolahku"


pikir amara.


kemudian dia kembali ke kamarnya.


Saat amara duduk santai di kamarnya tiba-tiba hp nya berbunyi.


nada deringnya sangat tidak asing di telinga amara.


amara segera mengambil hp nya. dia terlihat ragu untuk mengangkat teleponnya. nomor yang muncul di hp nya sama sekali asing baginya, nomor yang tidak di kenalnya.


Perlahan amara mengangkat hp nya dengan ragu-ragu


"hallo"


suara amara terdengar pelan


"ini gue daniel"


seketika amara terdiam, dia tidak menyangka daniel akan menghubunginya.


"maaf ka, aku lagi sibuk"


tut..tutt


tiba -tiba telepon terputus, amara menutup teleponnya.


"mungkinkah daniel khawatir?"


tapi kenapa dia tega memutuskan pertemanan tanpa alasan yang jelas.


entahlah, amara tidak ingin memikirkannya.


"amara"


Ayah nya mengetuk pintu


"masuk yah"


amara menyuruh ayahnya masuk.


ayah amara masuk dan perlahan duduk di samping amara.


"besok kamu boleh masuk sekolah nak"


ayah amara berkata sambil tersenyum pada amara.


"yang benar yah"


amara tampak bahagia, seketika raut mukanya berubah cerah.


"terus-terus tadi gimana yah"

__ADS_1


amara bertanya lagi, dia semakin penasaran.


ayahnya hanya tersenyum, melihat tingkah laku amara. Amara tampak bahagia, senyumannya lepas seolah tanpa beban. dia seperti gadis kecil manja yang menjadi ciri khas amara dari dulu.


"belajarlah dengan tenang, tak usah memikirkan apa-apa, jangan berbuat apapun yang merugikan diri sendiri nak"


ayahnya mulai menasehati amara


amara hanya mengangguk


"lalu seril gimana yah"


amara bertanya tentang seril.


"dia juga akan masuk sekolah besok, cobalah berteman dengannya"


amara hanya diam, mendengar perkataan ayahnya.


****keesokan harinya*****


Amara terlihat bersemangat memasuki ruang kelas. Ketika amara memasuki ruang kelas, dia sangat terkejut melihat seril menangis di bangkunya. suasana sangat gaduh dan kacau.


"dasar pembohong"


teriak clara, semua siswa berkerumun ke arah bangku seril. menonton pertengkaran yang sungguh memilukan itu.


"orang miskin, ngakunya orang kaya"


dara ikut -ikutan berteriak


tak ada satupun yang memihak seril. bahkan marisa, dara dan clara pun memusuhinya. padahal mereka berempat bersahabat dekat.


semua orang meneriaki seril


"tau ga teman-teman dia sering membuli amara, merasa paling pintar dan kaya padahal penipu"


dara menunjuk ke arah amara, semua mata tertuju pada amara. amara hanya terdiam, dia melanjutkan langkahnya menuju kursinya. kemudian duduk tanpa menghiraukan keadaan kelas yang semakin kacau.


"elo pinter banget berbohong, suka nyalahin orang" clara berkata lagi seakan tidak puas.


seril hanya menunduk, kedua tangannya menutup mukanya. dia menangis sangat keras.


seril berlari keluar kelas. dia masih terlihat menangis. seril tidak kuat mendengar perkataan semua teman-temannya.


seril adalah anak seorang penjaga sekolah. namun seril selalu mengaku pada semua teman-temannya kalau dia anak orang kaya. sehingga teman-temannya segan dan tunduk kepadanya. di tambah seril adalah anak yang pintar. semua orang semakin mengagumi dan ingin berteman dengannya.


namun rahasia seril terbongkar. saat ayah seril mengantarkan adik marisa pulang ke rumahnya. ayah seril bekerja di salah satu sekolah dasar swasta yang terkenal di kota semarang. adik marisa bersekolah di sana.


namun pada saat pulang sekolah. adik marisa terjatuh, kakinya terkilir. ayah marisa mengantar nya pulang. saat sampai rumah marisa, ayah seril bertemu dengan marisa. dia terkejut melihat marisa mengenakan seragam yang sama dengan seril. ayah seril pun bercerita tentang seril pada marisa.


bagai petir di siang bolong, marisa sangat terkejut mendengar ayah seril adalah penjaga sekolah, di tempat adiknya bersekolah.


Seril sering bercerita, bahwa ayahnya adalah seorang pebisnis. dia mempunyai bisnis di berbagai pulau. dia sering pulang pergi ke luar pulau. banyak yang seril ceritakan tentang keluarganya. dia juga bercerita jika keluarganya hidup mewah dan glamor.


setelah mengetahui kejadian itu, marisa, dara dan clara berbalik membuli seril. seril hanya terdiam dan menangis. sungguh berbeda, seril yang dulu dengan seril yang sekarang. dulu dia berkuasa, dan di takuti teman-temannya. namun seril yang sekarang tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya tertunduk malu dan menangis memilukan.

__ADS_1


sungguh kasihan melihat seril saat ini. dia benar benar sendiri, tak ada satu orang pun yang mau berteman dengannya.


amara hanya bisa menghela napas panjang melihat perlakuan teman-teman satu kelasnya pada seril. amara iba melihat seril, dia sering murung dan menyendiri.


saat istirahat seril hanya diam dibangkunya seorang diri. tak ada seorangpun yang menemaninya. semua siswa keluar kelas. saat amara hendak pergi ke luar kelas. dia melihat seril duduk sendiri. dia menundukan wajahnya ke arah bangku depan.


perlahan amara menghampiri seril


" seril"


amara memegang pundak seril


seril terkejut dan melihat ke arah amara


"kenapa?, elo seneng lihat gue kaya gini?


amara masih terdiam


"gue emang bukan orang kaya. kenapa? elo mau olok -olok gue juga"


seril berkata sambil menangis


"seril kaya itu bukan ukuran untukku. aku berteman dengan siapapun tanpa melihat status sosialnya"


amara mulai meyakinkan seril


"pergi sana, pergi"


seril berteriak dia tidak mau mendengar perkataan amara.


"kamu juga sama, sama seperti orang-orang. gue benci"


seril berteriak semakin keras


amara hanya terdiam melihat tingkah laku seril.


Emosinya semakin tidak terkendali. saat ini seril sedang emosi.apapun yang amara katakan tak akan menghilangkan pikiran negatifnya terhadap amara.


saat ini seril tertekan. jiwanya semakin labil. amara semakin kasihan melihatnya. karena dia pernah merasakan keterpurukan sama seperti yang dialami seril, walaupun berbeda kasus dengan seril. namun amara tahu di saat emosi sedang labil, semua orang yang menasehati akan selalu di pandang salah. sampai dimana saat menemukan solusi sendiri dengan kesadaran sendiri.


"jika kamu mau bercerita aku siap mendengarkanmu, jika kamu berteman denganku, dengan senang hati aku akan jadi temanmu"


amara kembali berkata pada seril.


seril tidak berkata apa - apa. dia masih terdiam. amara perlahan pergi meninggalkan seril sendiri di dalam kelas.


sampai kelas berakhir, seril masih tampak murung. dia tidak bisa konsentrasi dalam pelajaran. sungguh berbeda dengan dulu, dulu dia paling aktif saat guru menjelaskan.


amara hanya bisa memperhatikan seril dari jauh. entahlah kenapa rasa benci pada seril tiba-tiba berubah menjadi rada iba.


amara teringat perkataan ayahnya. pasti ada alasan, kenapa seseorang melakukan sesuatu.


mungkin sama seperti seril. dia punya alasan sendiri kenapa dia berbohong pada semua teman-temannya. hanya seril yang tahu semua jawabannya.


bersambung..

__ADS_1


like..


coment ya teman-teman😚


__ADS_2