
pagi ini amara datang lebih awal, dia duduk di bawah pohon. matanya menatap lurus ke depan, menghadap lapangan, namun lapangan itu masih sepi, hanya ada beberapa orang yang memainkan bola basket di sana.
tanpa sadar tiba tiba sebuah bola basket terlempar keras ke arah amara mengenai kepalanya, seketika amara terpental dan pingsan.
orang -orang berhamburan datang dan membawanya ke ruang uks, amara tak sadarkan diri.
hampir setengah jam amara tak sadarkan diri, tiba-tiba dia terbangun dan kaget, karena dia berada di ruang uks, amara lupa kejadian yang menimpanya karena kejadiannya sangat singkat.
amara langsung bangun dan duduk di tempat tidur, ada guru dan beberapa siswa yang menunggunya disana,
"sudah sadar " tanya guru yang ada di sampingnya
amara mengangguk
"saya kenapa bu?" tanya amara,
kepalanya terasa pusing dan sakit.
" tadi kepalamu kena bola basket " jawab bu guru
"ohh" amara masih duduk di tempat tidur, kepalanya masih terasa berat
"mending kamu istirahat aja di rumah, kalau besok belum mendingan kamu hubungi ibu ya."ibu guru menyuruh amara untuk pulang.
amara hanya mengangguk
"nanti ibu ke kelas kamu, biar ada temanmu yang antar pulang" bu guru hendak pergi, namun tiba tiba dia kembali dan bertanya lagi pada amara
"siapa teman dekatmu di kelas? biar dia yang mengantarkanmu pulang"
amara diam, di kelas tak ada satupun teman yang dekat dengannya
"bu saya pulang sendiri aja, gpp saya kuat cuma pusing sedikit" amara berkata sambil berdiri.
kepalanya terasa berat namun dia tak ingin orang lain melihatnya sakit, dia berusaha kuat, karena dia yakin tak akan ada satu orang temanpun yang mau mengantarnya.
"saya bu yang antar, " tiba tiba daniel muncul di balik pintu, semua kaget dan semua pandangan yang ada di ruangan itu tertuju pada daniel,
"oh, gpp kamu yang antar?" ibu guru meyakinkan kembali
"gpp bu, lagian di kelas tak ada pelajaran, semua siswa lagi belajar teater buat persiapan lomba" daniel berkata lagi
"yasudah kalo gitu, amara kamu di antar daniel ya, ibu ga ngijinin kamu pulang sendiri dalam keadaan kamu seperti ini, kamu tadi tidak sadar lumayan lama, ibu takut ada apa apa di jalan."
sebenarnya amara mau menolaknya tapi dia bingung, dia hanya diam, dan kemudian mengangguk.
siang itu daniel mengantar amara pulang, namun di tengah jalan tiba tiba amara menyuruh daniel berhenti.
daniel seketika kaget dan mendadak mengerem motornya.
"kenapa?" tanya daniel
amara bergegas turun
"sampai sini aja, kaka balik lagi aja ke sekolah, lagian aku ga apa apa ko" amara berkata sambil berjalan menjauh, daniel berusaha mengejarnya
"kalau lo kenapa napa gue yang tanggung jawab" daniel berkata agak kesal
"suruh siapa anter aku" amara berkata sinis
dia terus berjalan, daniel masih mengikutinya, motornya masih terparkir di pinggir jalan.
daniel berhenti, dia melihat amara yang berjalan semakin jauh.
amara berjalan tanpa tujuan, dia terus berjalan walaupun kakinya terasa sakit, karena sudah berjalan terlalu jauh, dia berhenti di sebuah warung kecil dan membeli air minum. dia melanjutkan perjalanannya, tak tahu arah dan tujuan. hari semakin siang tak terasa amara berjalan sangat jauh, hari mulai sore amara duduk di sebuah bangku di pinggiran kota, dia melihat orang orang lalu lalang di sana. hari semakin gelap, dia masih enggan untuk pulang, tiba tiba ada yang memberinya air minum. amara kaget dia melihat ke arah atas untuk melihat orang yang berada di depannya.
"ka daniel," amara kaget melihat daniel berdiri di hadapannya
"kenapa belum pulang?" tanya daniel
amara terdiam
"hei mending kita ke taman hiburan yu" ajak daniel, daniel langsung menarik tangan amara sebelum amara berkata kata,
amara berusaha melepaskan tangan daniel
namun genggaman itu terlalu kuat. setelah sampai di depan motor amara terdiam, dia terlihat marah karena daniel memaksanya untuk pergi
"ayo naiklah?" daniel berkata sambil tersenyum dia memberikan helm sepeda motor untuk di gunakan amara, amara masih terdiam, dia berdiri mematung.
"ayoo.. !"ajak daniel lagi
__ADS_1
amara perlahan naik
mereka berdua pergi ke taman hiburan.
amara masih terdiam, daniel mengajak amara menaiki beberapa wahana permainan di sana. amara menolaknya tapi daniel tetap memaksanya, akhirnya amara pun mau naik permainan disana.
"amara kamu bisa teriak sekencang kencangnya" daniel berkata pada amara sebelum mereka naik permainan yang lumayan cukup ekstrim
saat permainan itu di mulai, tiba tiba daniel teriak
" aaaaaaa gue bosen" amara melihat ke arah daniel
"aaaaaaaaaaaaaa" amara teriak, daniel tersenyum melihat ke arah amara,
setelah mereka selesai menaiki beberapa wahana permainan, mereka berdua duduk di bangku pinggir area tempat hiburan, daniel membeli air minum dan beberapa makanan ringan
"minumlah ," daniel memberikan air minum pada amara
amara mengambil nya, dia masih diam
"sudah lega?" tanya daniel
amara tersenyum sambil mengangguk
baru kali ini amara tersenyum kepadanya, daniel kembali tersenyum
"dulu, aku sering kesini bersama kakaku, semenjak dia kuliah di jakarta, kita tak pernah ke sini lagi, hhmmm aku kangen tempat ini"
daniel bercerita pada amara.
amara hanya mendengarkan
"kepalamu masih sakit?" tanya daniel,
amara menggelengkan kepalanya
"kamu senang hari ini? " daniel bertanya lagi pada amara
"iya " amara menjawab sambil tersenyum.
daniel tersenyum melihat amara.
"terima kasih ya buat hari ini" amara tiba tiba berkata pada daniel
" bilang apa tadi?" daniel bertanya lagi pada amara, seolah ingin meyakinkan
"terima kasih" amara mengulang pernyataannya lagi.
amara merasa dia tidak sendiri. dia mulai percaya daniel, dia berharap daniel akan menjadi teman pertamanya di semarang.
saat mereka asik ngobrol, tiba tiba pengamen pun datang menghampiri daniel dan amara suaranya bagus.
"mas request lagu boleh?" tiba tiba daniel bertanya pada pengamen itu
"bisa mas, mau lagu apa? pengamen itu pun bertanya pada daniel
"lagu armada mas, yang judulnya pemilik hati" daniel menjawab
pengamen itupun tersenyum dan melihat ke arah amara" pasti buat mba nya" amara hanya diam
oke mulai ya mas, pengamen itu pun bernyanyi, suara nya bagus dengan diiringi alunan gitar yang di bawanya dia menyanyi sampai lagunya selesai
ini lah lirik lagunya
Lihat ku disini
Kau buat ku menangis
Tak ingin menyerah
Tapi tak menyerah
Mencoba lupakan
Tapi ku bertahan
Kau terindah
Kan selalu terindah
Aku bisa apa
__ADS_1
Tuk memilikimu
Kau terindah
Kan selalu terindah
Harus bagaimana
Ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku
Mungkin lewat mimpi
Ku bisa tuk memberi
Ku ingin bahagia
Tapi tak bahagia
Ku ingin dicinta
Tapi tak dicinta
Ooh
Kau terindah
Kan selalu terindah
Aku bisa apa
Tuk memilikimu
Kau terindah
Kan selalu terindah
Harus bagaimana
Ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku
Ooh Ooh Ooh Ooh
Kau terindah
Kan selalu terindah
Aku bisa apa
Tuk memilikimu
Kau terindah
Kan selalu terindah
Harus bagaimana
Ku mengungkapkannya
AHaa AHaa Haa
Kau pemilik hatiku
Kau pemilik hati
Kau pemilik hati
Kau pemilik hatiku
lagunya sungguh menyentuh di iringi kerlap kerlip lampu yang menghiasi sekeliling taman hiburan, membuat indah suasana malam itu.
hari itu adalah hari yang paling bahagai selama amara di semarang, hari itu membuatnya lupa akan segalanya, akan segala masalah termasuk identitas masa lalunya.
malam itu amara pulang malam, daniel mengantarnya pulang.
bersambung....
tinggalkan like dan comentnya ya
__ADS_1
saksikan episode selanjutnya..😊☺️