
tante nina adalah adik dari ibu amara. tante nina dan keluarganya tinggal di sukabumi. dia mempunyai 2 orang anak. anak pertama perempuan seumuran amara, anak kedua laki-laki masih duduk di kelas 4 sekolah dasar.
ibu amara memutuskan untuk tinggal di rumah tante nina sementara waktu, sampai anak yang di kandung amara lahir,
amara dan ibunya pergi meninggalkan jakarta.
hari itu suami tante nina menjemput amara dan ibunya di jakarta.
tante nina yang menyuruh amara dan ibunya tinggal di sukabumi. tante nina merasa kasihan dan tidak tega melihat kakak dan keponakannya harus menanggung beban yang sangat berat, di tambah mereka hanya tinggal berdua tanpa saudara satupun di jakarta. ibu amara sudah lama sendiri tanpa ada suami di sampingnya.
ibu amara akan menunda sekolah amara, sampai masalah yang dihadapi amara selesai. sampai amara melahirkan bayi dan psikologisnya sudah stabil.
saat ini ibu amara hanya fokus terhadap amara. tak ada yang dia fikirkan selain putrinya.
oleh karena itu terpaksa amara harus menunda sekolah nya terlebih dahulu.
tidak terasa sudah 3 bulan amara dan ibu nya tinggal di sukabumi.
selama itu pula amara tidak pernah keluar kamar, dia hanya murung dan lebih banyak melamun.
waktunya di habiskan di dalam ruangan kamar tanpa melakukan apapun.
amara tampak kurus dan semakin tidak terawat.
ibunya sangat khawatir melihat kondisi amara saat ini. di tambah lagi dia sedang mengandung bayi, yang semakin lama semakin besar memenuhi isi perutnya.
sungguh pemandangan yang sangat memilukan.
ibu nya tidak pernah menyerah menyemangati amara. dia yakin suatu saat nanti amara akan bangkit kembali seperti dulu, amara yang periang dan menyenangkan.
sore itu ibu nya menghampiri amara di kamarnya. amara tampak terdiam menatap keluar melalui jendela kamarnya, tatapannya kosong.
"amara.."
ibunya memanggil amara dan membuat amara terlihat kaget dan terperanjat hampir jatuh. seketika lamunannya buyar. tatapannya beralih pada ibunya yang berdiri tepat di sampingnya.
tanpa berkata - kata lagi amara kembali memalingkan wajahnya ke arah luar. bukan marah atau kesal tapi hatinya sangat sakit jika melihat ibunya.
wanita kuat yang selalu mendukung dan membesarkannya seorang diri.
tapi saat ini amara hanya membawa aib dan beban untuk ibunya.
'' sayang.. ibu tau ini sangat berat, tapi hidup kita harus tetap berjalan, tidak mungkin kita akan terus seperti ini. suatu saat kita pasti bisa melewati semua ini, asalkan kita bangkit."
ibu amara berkata sambil memegang pundak amara.
butir-butir air mata tak bisa terbendung lagi. ibu amara terus meneteskan air matanya.
amara hanya terdiam, dengan tatapan kosong dan masih tetap melihat ke arah luar.
lama ibunya menangis, amara pun tiba-tiba merespon ibunya. sudah lama amara tidak pernah bicara pada siapapun termasuk pada ibunya sendiri.
dia bagaikan mayat hidup, dan enggan untuk melakukan apapun.
"aku capek bu. aku tidak mau seperti ini" amara memeluk ibunya, sambil menangis keras.
"aku harus bagaimana bu?" amara bertanya lagi pada ibunya, pelukannya semakin erat dan tangisannya semakin mengeras.
__ADS_1
seolah olah mengeluarkan semua beban yang dia tanggung selama berbulan - bulan.
"aku ga kuat bu, aku ga sanggup."
amara berteriak sejadi jadinya.
ibu nya hanya bisa terdiam dan menenangkan amara,
"sudah cukup kamu begini nak, jika kamu seperti ini terus bagaimana dengan ibu, ibu hanya punya kamu"
ibu nya berusaha meyakinkan amara
''aku tidak mau hamil bu, aku mau sekolah''
amara masih belum menerima kenyataan.
"aku tidak mau bayi ini bu, aku benci.."
amara masih meluapkan emosinya
"masa depan aku hancur gara - gara anak ini bu, anak ini tak seharusnya ada di perutku, aku tidak menginginkannya."
amara masih histeris
"setelah aku melahirkan, aku ingin ibu bawa bayi ini pergi, aku tidak akan pernah mau bertemu dengan bayi ini"
amara menatap ibunya.
ibu amara hanya terdiam tatapannya kosong, seakan tak ada kata yang sanggup dia keluarkan lagi.
ibu amara tau saat ini anaknya masih sangat terpukul, apapun nasehat yang di berikannya pasti tidak akan pernah di dengar oleh amara.
ibunya menyudahi perbincangannya dengan amara, karena keadaan sudah tidak terkendali. ibu nya berdiri dan pergi meninggalkan amara yang masih tampak emosi.
begitulah amara melewati hari - harinya di sukabumi.
sampai perut amara semakin membesar dan melahirkan seorang bayi mungil, seorang bayi perempuan amat cantik.
setelah anaknya lahir amara tidak mau melihatnya.
dia menolak untuk bertemu dengan bayi malang itu.
" sayang.. apakah kamu tidak ingin melihat bayi kamu. dia sangat lucu"
ibu amara berusaha untuk membujuk amara agar melihat bayi yang baru saja di lahirkannya.
"aku tidak mau bu, tolong jangan paksa aku"
amara berkata agak keras
''bayi ini hanya membawa sial bu, kenapa ga mati saja sekalian"
amara berkata penuh emosi
ibu nya hanya terdiam tak sepatah katapun keluar dari mulut nya karena dia tahu keadaan tidak akan memungkinkan untuk berdebat, dalam keadaan amara sedang emosi
''bu, aku mohon tolong bawa bayi itu pergi, ibu bisa memberikannya pada orang lain atau memberikannya ke panti asuhan"
__ADS_1
tekad amara sudah bulat, dia ingin bayi yang di lahirkannya pergi dan tidak akan pernah bertemu dengan dirinya lagi.
amara masih labil, dia hanya anak smp yang manja.
dia masih terlihat sangat egois
"tidak nak, ibu akan merawatnya"
jawab ibunya dengan lantang
"dia hanya bayi yang tidak tahu apa - apa.
dia tidak salah amara"
ibu nya berkata sambil menangis, dia hanya tidak ingin amara menjadi orang jahat dan menyesali semuanya seumur hidupnya.
" semua bayi terlahir suci, entah dari mana dan dari siapa dia lahir, jika kita sampai membuangnya, kita akan menanggung dosa seumur hidup"
ibu nya terus meyakinkan amara
" jika kamu tidak menginginkannya ibu akan merawatnya, anggap saja bayi ini adikmu"
ibu nya tetap akan merawat bayinya amara
''mana mungkin aku menganggapnya adik, setiap aku melihatnya pasti bayangan itu datang lagi bu, aku benci semua itu''
teriak amara penuh benci
''ibu pilih aku atau anak itu? ''
tanya amara pada ibunya,
"ibu tidak bisa memilih amara, kamu dan bayi ini adalah keturunan ibu"
ibunya sudah mulai emosi
"baik, berarti ibu memilih bayi itu dari pada aku"
amara terlihat kecewa
"ibu tidak akan memilih siapapun"
jawab ibunya
"kalau begitu izinkan aku tinggal dengan ayah di semarang, aku ingin tenang, aku ingin sekolah lagi"
amara berkata penuh emosi
ibunya hanya terdiam, air matanya tak henti menetes, mulut nya bergetar
"mungkin ini akan lebih baik untukmu nak, jika kamu tinggal bersama ayahmu di sana, ibu harap kamu tidak akan mengingat lagi kejadian itu"
ibu nya berusaha untuk tegar. mungkin ada benarnya juga, jika amara tinggal dengan ayah nya di semarang, dia akan memulai hidup baru di sana.
amara terlihat kecewa dengan jawaban ibu nya, sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan ibunya sendiri di jakarta. di jakarta ibunya hidup seorang diri tanpa ada sanak saudara di sana.
ibu nya harus bekerja sendiri menjalankan bisnis kue, dia mempunyai beberapa toko kue di jakarta.
__ADS_1
bahkan rencananya tahun ini mau membuka cabang yang baru, tapi semuanya gagal karena peristiwa besar yang menimpa amara.