Anak Misterius (Hidden MartialArts Technique)

Anak Misterius (Hidden MartialArts Technique)
Eps.10 Alasan klasik


__ADS_3

Frans yg melihat ketua gengster hendak kabur, melakukan gerakan menendang sebuah batu berukuran kepalan tangan dibawah kakinya.


Wushh...


Ctakkk!


Aduh!


Gengster itupun terjatuh sambil memegangi kepalanya yg terluka kembali, karena terkena batu.


"Baru saja luka ini diperban skrg sudah terluka lagi, shhh sangat sakit"


Frans : "Vins!! Tangkap dia! biar aku yg menangani orang itu."


Vins yg elah menyelesaikan pertarungannya, melihat ketua gengster yg terluka, segera mendekat seraya tersenyum smirk.


Tiba tiba ada angin yg mengarah ke dirinya.


Wushh..wushh...


2 pisau terbang BlackKnife menyerang secara tiba tiba, dikala Frans berbicara.


Melihat itu, Frans lompat dengan gerakan berputar, tendangan yg menciptakan gelombang udara terlihat mata telanjang.


WHOSSHHHH..


Klang klang!!


Pisau terlampar ke segala arah.


BlackKnife yg melihat itu berniat kabur. Dengan Segera Frans kembali menyerang secepat mungkin, dengan tinju kiri yg terlihat biasa.


BlackKnife yg melihat tersenyum. Merasa ada kesempatan, berniat menangkis serangan itu lalu mengeluarkan serbuk racun dan menaburnya ke arah wajah.


Tapi naas, pukulan itu ternyata tipuan Frans, setelah berbarengan muncul tinju kanan mematikan, terlihat gelombang udara dari tinju itu.


Fukhhh...


BANG!!....


Krakk!...


Tinju mendarat di tenggorokan, pertama terkena tendangan keras diarah leher, skrg terkena pukulan di tenggorokan lagi, sudah dipastikan tulang leher retak patah membengkok.


Seketika tubuh BlackKnife terlempar jauh menabrak dinding dan terjatuh dengan tenang. Karena sudah dipastikan mati seketika.


Frans : "huhh!"


Sesaat melihat sekeliling, pertarungan pun telah usai, dimana terdengar teriakan para gengster yg terkapar ditanah, beralih ke sebuah ruangan yg kelap, Frans berjalan kesana.


Frans : "Kalian semua jaga tempat ini. Alex ikut aku ke ruangan itu!"


Alex : "Baiklah."


Mereka pun berjalan ke ruang gelap, dengan hati hati mendobrak pintu yg ditutup rapat.


Brak!!


Stelah masuk, mereka mematung!!


"Sialan kita terlambat!"


Melihat kondisi Tony yg mengenaskan, mata terpejam, mulut membuka, kondisi tubuh sudah mati, dan membiru, jelas skali dia sudah mati.


Sambil berlari mendekat.


Alex : "Apa yg kita lakukan skrg?"


Frans : "Kita bawa jasad tony segera!!"


Alex : "Baik ketua."


Merekapun membawa jasad Tony keluar.


Keadaan diluar pun semakin mencekam, preman semua tidak ada yg bisa berdiri, mengingat mereka melawan orang orang terampil.


Ahh


"Ampunn saudara!"


Sret...crashh


Ahhh....

__ADS_1


Terlihat seorang Vins yg sedang menyiksa ketua geng, dengan mengikat kaki dan tangannya ke tiang bangunan, tubuh bagian selangkanya berdarah, terlihat mengerikan.


Vins : "Apa yg terjadi jika pisau ini memotong itu?" Ujarnya sambil melihat kearah bagian bawah, daeran tengah s*******n.


"Jangan!! Ampuun saudaraku!"


Crhashhh


Ahh..


Vero : "Anak ini memiliki kebiasaan yg mengerikan." Gumam bergidik ngerii. Reflex menutupi bagian bawahnya dengan tangan.


Hans : "Kau sangan kejam Vins."


"Sial menjijikan sekali."


Lainnya pun menatap pasrah terhadap apa yg dilakukan Vins. Karena memang seperti itulah Vins melakukan terhadap musuh yg telah merugikan saudaranya.


Frans & Alex pun keluar sambil mengangkat tubuh Tony yg terbujur kaku.


Kawan kawan yg melihat itu seketika sedih, mengingat Tony seorang yatim piatu, kehidupan apapun dilakukan semasa bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena Tony mantan seorang Tentara yg dipecat itu sulit untuk mendapatkan pekerjaan.


Frans : "Semuanya keluar sekarang!! Vins tinggalkan tempat ini! Hans, Rodri, bakar tempat ini.


Semua orangpun bergegas keluar. Setellah mematahkan leher preman satu per satu, sudah dipastikan tidak ada yg selamat smua gangster didalam pabrik stelah dibakar.


Tshhhhh....


Wooshhh...


Boomm


Pabrik terbakar, api membumbung tinggi setelah kepergian Frans dan lainnya.


.


.


Keesokan harinya, Dimakam Barat Kota C.


Disinilah beberapa orang memakamkan Tony. Semua org menunduk, mendoakan yg terbaik.


Frans : "Tony, Aku sudah mencari keadilan untukmu, jad,i semoga kau tenang disana." Ucapnya pelan sambil menunduk, mata merah berkaca kaca, yg lain pun turut berduka.


gawat!


"Aku terlambat ke kampus." Pikir Frans. Bergegas menuju kampus secepat mungkin.


Di kampus, sebuah ruangan.


"Dimana si Frans?"


"Mana aku tau?!"


"Pelajaran sudah dimulai, anak ini sering sekali terlambat!?"


"Apa dia tidak takut kena omelan dosen galak itu?"


Terdengar bisik bisik ramai dikelas, terlihat 1 sosok yg sedang menunggu frans dengan tidak sabar, segera berkata kepada semua siswa :


Dosen Erika : "Semua harap tenang!! kita tunggu Frans 5 menit lagi."


Dosen Erika Sambil menunggu, melihat jam tangan, bergumam kesal "Lagi lagi anak ini!! Lihat bagaimana dia beralasan! Hm!"


Brughh..


Aduhh..


Seseorang menabrak pintu, Frans dengan cepat menuju bangku sebelum seseorang memanggilnya :


Dosen erika : "Sudah jam berapa ini Frans?!"


Frans : "Eeeh ibu, ini..tadi ada keperluan mendesak maaf..hehee." Jawab seraya tersenyum canggung.


Dosen erika : "Banyak alasan! Cepat duduk."


Frans : "Baiklah."


Tanpa terasa, waktu berjalan dengan cepat, dan bel pun berbunyi, menandakan jam kuliah sudah berakhir.


Kriinggg....


Semua siswa bergegas keluar, Frans yg sedari tadi tidak fokus pun tersadarkan. buru buru membereskan peralatannya meninggalkan kelas, sebelum suara dingin memanggilnya :

__ADS_1


Dosen erika : "Frans, ikut ke ruangan saya!"


Frans : "Bu Erika, apa ada masalah ?" Tanya heran.


Dosen Erika : 'jangan banyak tanya, ini penting!"


frans : "baiklah." Jwb pasrah, berjalan mengikuti dosen dibelakang sambil berpikir, "Ikut ke ruangan?? Penting?? Hehee sepertinya menyenangkan." Sesaat aroma wangi pun tercium, " Dosenku selalu wangi haha gumam pelan."


Dosen Erika : "Apa kamu berkata sesuatu Frans?!"


Frans : "Ehh..tidak ada, iya benar tidak ada." Jwb sambil bersiul seraya memutar mata kearah lain.


Setelah tiba diruangan dosen. Sebelum Frans duduk dikursi, suara dingin menegurnya :


Dosen Erika : "Kamu tetap berdiri!! Saya cuma sebentar memanggilmu!"


Frans : "Kenapa tidak berlama lama disini ? Hehe."


Dosen Erika : "Serius sedikit!!"


Frans : "Baiklah." Gumam kecewa.


Dosen Erika : "Sekarang, kasih saya alasan yg jelas, mengapa terlambat lagi?!"


Frans : "bukankah tadi sudah saya katakan?? Ada keperluan mendesak.


Dosen Erika : "Keperluan apa!? Kamu sering skali terlambat, dan ini sangat mengganggu murid lain, kau tahu!"


Frans : "Bukan apa apa, itu juga alesan saya karena ibu. Jadi saya bisa terlambat. " Jwb Frans menjebak.


Dosen Erika : "Apa maksudmu ?" Tanya bingung.


Frans : "Karena tidak bisa memberi kabar kepada ibu lewat telephone, jadi terpaksa tidak bisa izin." Heheee kali ini pasti kena. Gumamnya.


Dosen Erika yg mendengar itupun mengerutkan kening, heran. Tapi ada benarnya juga dipikir pikir. "Anak ini memang pintar mencari kesempatan."


Dosen Erika : "Tidak bisa!! Privasi!!...Beri alasan yg jelas!" Jwb datar.


Frans : "Ayolah buu, jika terlambat lagi bagaimana bisa meminta izin?! Jadi singkirkan dulu masalah privasi..oke?"


Dosen Erika yg mendengar ini, menilai baik baik jika tidak ada salahnya kedepannya biar bocah ini tidak membuat ulah lagi.


Dosen erika : "Baiklah, ini nomor saya."


Setelah mendapatkan nomor dosen erika, Frans tersenyum penuh kemenangan.


Frans : "Baiklaah." Sesaat berucap :


"Oiiiyaa apa boleh mengirim kabar ketika malam ha..."


PAK!!..


Dosen Erika : "KELUAR!!"


"Aiih galak sekali."


Dengan buru buru Frans berlari keluar ruangan terbirit birit.


.


.


Di luar depan kampus.


Frans berjalan santai , sambil bersiul senang, seketika ada suara merdu yg memanggilnya.


Franss!!


Frans menoleh kebelakang, sesaat heran bergumam : "Kenapa dia belum pulang ? Apa dia menungguku?"


.


.


Siapa dia...??


.


.


.


BERSAMBUNG......NEXT🙌.

__ADS_1


__ADS_2