
Setelah Tuan daniel menjauh meninggalkan hotel, frans hanya berdiri diam ditempat, melamun. Orang orang yg melihatnya semua merasa kagum dengan keterampilan anak muda itu, bahkan ada 2 orang kaya yg melihatnya juga bergegas menghampirinya, menawarkan untuknya bekerja sebagai pengawal, sebagai sopir putrinya di sekolah, jelas mereka sangat tertarik dengan pemuda ini.
"Maaf tuan tuan sekalian, terimakasih tawarannya, tetapi saat ini aku masih fokus dengan sekolahku" Ucap frans menolak dengan hati hati.
Beberapa orang kaya pun seketika kecewa, berlalu pergi.
Dia pun menuju kamar hotel dimana michelle masih tertidur. Berencana mengantarnya pulang mengingat pesan sang ayah.
.
Membuka pintu kamar, terdapat wanita yg sedang tertidur pulas.
"Apa tidak masalah membangunkan gadis ini?! " gumam pelan, berpikir sejenak, lalu segera memutuskannya.
"Heii, bangun!" Ucap nya membangunkan sambil menepuk pelan pundaknya.
Euuhh...
Michelle melenguh dengan menggemaskan.
"Lucu juga gadis ini, hehee!" Berkata dalam hati.
"Aku dimana?"
"Hei!! Ayo bangun, kita pulang sekarang!"
"Pulang kemana?" Tanya michelle bingung.
"Ke rumahmu! Ayo aku antar kamu!"
"Bukankah kita akan bermalaman disini?" Ucapnya dengan muka polos seolah olah itu adalah hal biasa.
"Apakah kamu sudah terbiasa seperti ini??" Tanya frans dengan senyum penuh arti.
Michelle yg melihat itu seketika sadar, mukanya memerah panas seperti udang rebus, memalukan sekali.
"Kamu!..Apa yg kamu katakan!!" Bantahnya dengan salah tingkah.
"Sudahlah, Ayo aku akan mengantarmu, ayahmu sudah tau kamu disini, jadi dia menyuruhku mengantarmu."
"Hah! Apa!? Ayah aku sudah tau kita berdua disini?!
" Aduh...bagaimana ini?!" Seketika panik bukan main.
"Hei!! Cuci wajahmu cepat! Kamu itu tidak paham juga yah apa yg kukatakan?!"
"Ah..oh..baik, baiklah!" Sedikit salah tingkah, michelle pun berlari ketoilet.
"Hah, seperti anak kecil saja!" Gumam frans dengan pelan. Segera keluar menunggunya di loby hotel.
.
.
20 menit berlalu.
Michelle keluar, berjalan dengan tampang lesu, untung saja efek obat perangsangnya tidak terlalu kuat, jadi hanya terasa sedikit saja sampai sekarang.
"Apa semua wanita memang Lambat seperti ini!?" Tanya frans.
"Diamlah! kamu ini cerewet sekali! Cepat aku masih ngantuk." Michelle segera memasuki mobilnya sendiri yg dititipkan dari silvi untuknya, lalu pergi Dengan frans yg mengemudi . Lalu meninggalkan hotel.
.
.
15 menit
Sebuah mobil berhenti di depan rumah Besar, rumah ini Sama mewahnya dengan rumah dion, tetapi dari pandangan frans, masih lebih besar punya dion. Hanya saja perbedaannya, pengawal disini lebih banyak, menunjukkan sebagai betapa besarnya kekuatan keluarga thompson.
"Apa benar ini rumahmu?" Tanya frans kepada michelle.
Tidak ada jawaban.
Lalu menoleh ke samping
"Haiih ternyata tidur, pantas saja!" Gumam pelan.
Frans yg melihat pengawal membuka jalan, seketika paham, ternyata semua pengawal sudah hafal dengan mobil siapa didepan mereka.
.
Pengawal yg berjaga berjalan menghampiri mobil nona muda yg berhenti didepan gerbang besar. Dengan cepat membuka pintu gerbang.
.
Lalu mobil pun memasuki kediaman. Tuan besar Daniel sendiri ikut menyambut didepan mansion, juga mengintruksikan Banyak pengawal berbaris rapi, jika dihitung perkiraan, totalnya 15.
"Hah, berlebihan sekali!" Ucap pelan frans yg
melihat itu.
"Hei, kita sudah sampai!!" Ucap pelan membangunkan michelle yg tertidur dimobil.
"Mhhh...sudah sampai ya?" baiklah!" Jawab singkat.
Setelah itu mereka berdua keluar dari mobil.
.
__ADS_1
"Hahahhaa, anak muda! Kamu memang bisa diandalkan!!" Suara tawa Tuan besar daniel terdengar dari arah mansion.
"A..Ayaah...Aku..."
"Sudah sudah! Ayah tidak marah. Ayah sudah tau semua nya dari sekretaris silvi."
"Mm...maaf ayah." Ucap michelle lirih dengan segera menundukkan kepalanya.
"Hahahaa putriku yg cantik jelita, Ayah tidak marah oke?! Jadi tenanglah. Ayah malah berterimakasih kepadamu!" Jawabnya mantap.
"Maksud ayah?!" Tanya bingung.
"Haha ini rahasia, besok saja ayah katakan, ayo cepat masuk, Anak muda, kamu masuklah juga!" Ucapnya santai.
"Aku? Bukankah aku hanya mengantarnya saja tuan?!" Tanya frans dengan bingung.
"Ayolah!! Jangan menolakku, kita minum bersama didalam, Anggap aku berterimakasih kepadamu."
"Baiklah tuan." Jawab frans pasrah, mengikutinya, lalu masuk ke dalam mansion.
.
Didalam mansion.
"Pelayan!! Siapkan makanan terlezat, dan juga bawakan 4 botol anggur ke sini!!" Perintah Tuan daniel.
"Baik tuan besar." ucap sang pelayan.
"Ayah aku masih sedikit pusing, aku akan istirahat dulu." Ucap michelle.
"Baiklah, istirahatlah putriku, Biar ayah yg melayani kekasihmu ini" Jawab tuan daniel sedikit menyindir. Seraya melirik ekspresi wajah putrinya yg terlihat memerah, salah tingkah.
"Itu...Anu..Apa yg ayah katakan!!" Seru michelle panik.
"Sudahlah, ayah sudah tau semuanya Dari silvi, Kamu ini!! punya kekasih tidak pernah ajak ayah untuk mengenalkannya?? Dasar!!" Ucapnya setengah berbisik.
Michelle yg mendengar itu seketika matanya melotot, Sangat panik, seperti sepasang kekasih yg tertangkap basar bermain gelap.
"SiLVII, APA YG KAU LAKUKAN!! AWAS KAMU NANTI!!..." Teriak dalam hati dengan kesal.
Dengan segera menjelaskan.
"Bukan begitu ayah, itu..."
"Sanah istirahat!! Ayah tidak akan percaya perkataanmu!" Jawab nya memotong pembicaraan dengan senyum penuh arti.
"Istt...Menyebalkan!!" Ucap Michelle mengembungkan pipinya sambil menghentakkan kakinya seperti anak kecil. Berlari memasuki kamar.
.
"Anak muda! ayo duduk, Anggap rumah sendiri!"
"Baiklah."
"Oiya anak muda, siapa namamu?!" Tanya Tuan daniel.
"Nama ku Frans Anderson tuan."
"Anderson??" Gumam pelan Tuan daniel, seperti mengingat sesuatu.
"Benar, apa ada masalah tuan?"
"Ahh tidak, tidak, hanya sajaa...."
"Papah, Siapa yg malam malam Bertamu??"
Suara tiba tiba dari arah atas. Seseorang wanita berumur 45th dari arah atas, menuruni tangga berjalan mendekat, diikuti seorang pemuda yg terlihat seperti tuan muda yg arogan.
Frans yg melihat itu tersenyum penuh arti.
"Oh..ini mah, Dia kekasihnya Michelle putri kita." Ucap tuan daniel dengan santainya tanpa menanyakan orang didepannya.
Frans yg mendengar itu hanya berwajah masam.
Kekasih apaan?!
"Kekasih michelle?" Tanya bingung Melisa, segera menatap pemuda tampan didepannya yg tengah tersenyum tipis seraya menjabat tangan dengan sopan.
"Tinggi, bersih, Parasnya oke sih, Tapi tidak kelihatan Pria sukses masa kini, apalagi melihat penampilannya yg biasa itu, memakai kaos polos, jeans pendek, Dan yg membuatnya aneh adalah sebuah kalung berbentuk hati menempel dilehernya." Gumam melisa dalam hati, sambil menatapnya datar.
"Halo nyonya, saya frans anderson, teman michelle." Seraya tersenyum sopan. Menjabat tangan.
"Halo juga anak muda, Ayo silahkan duduk." Ucapnya datar.
"Jeky, ayo ken...."
" KAMU!?..PACAR KAK MICHELLE?!" Seru tiba tiba jeky yg dibelakangnya dengan kaget. Matanya pun hampir keluar.
"Jeky! Jaga sikapmu!! Dia pacar kakakmu." Ucap tegas tuan daniel tidak senang.
"Kenapa kamu kemari?!!" Tanya jeky dengan dingin, masih menyimpan dendam dengan pria dihadapannya yg katanya pacar sang kakak.
"Hah, pacar?!Dasar sialan!! Tidak mungkin kakak punya pacar pria seperti ini!!." Batin jeky.
"Ayah..."
"Jeky, kamu harus sopan kepada nak frans!! Jangan bikin malu! Kamu seharusnya bisa belajar dengannya karena dia adalah Anak muda Baik yg ayah temui" Ucapny tegas.
"Papah!? Apa maksudnya!?." Ucap lirih melisa meminta penjelasan.
__ADS_1
"Nak frans, kamu kenalan dulu dengan putra kami jeky, Kamu bisa memberi beberapa arahan kepadanya! Jangan sungkan sungkan."
"Ayo mah, kita ke Kamar sebentar!! Jawab cepat sambil menarik sang istri menjauh memasuki kamar.
" Baiklah tuan." Ucap frans dengan senyum tipis.
.
Setelah sampai dikamar, daniel pun menceritakan dengan serius tentang kejadian frans kepada istrinya melisa.
.
Frans yg duduk dengan tenang, lalu menatap jeky didepannya yg memasang wajah jelek, seperti makan kotoran.
"Musuh sudah didepan mata, tetapi dirinya hanya bisa diam tidak bisa melawan, perasan ini sangat tidak nyaman" Teriak keras dalam hati
"Halo tuan jeky, Apa hari hari anda terasa menyenangkan?!" Ucap frans diiringi senyuman minta ditabok.
"Kamu?!!!...kenapa kamu kemari?!." Ucap jeky geram.
"Anda mohon bersabarlah, Sepertinya anda kurang layanan seorang wanita ahir ahir ini! Apa wanita Milf terahir tidak mampu memuaskanmu?!" Tambahnya.
"Beraninyaa!!!!...Aku akan membunuhmu..." Teriak jeky dengan keras, dia tidak mampu menahan terlalu banyak hinaan. Apalagi di rumahnya sendiri seseorang dengan terang terangan membullynya, ini sangat menghancurkan harga dirinya.
"Heehehee...Sepertinya kamu lupa dengan pelajaran yg aku berikan! Apakah aku yg terlalu lembut kepadamu?!" Tanya frans dengan santai.
"DIAM!! Jangan katakan apa apa lagi!! Atau aku benar benar membunuhmu!..." Teriak jeky, nafasnya tersengal sengal. Terlihatsangat emosi.
"Jeky, kenapa kamu teriak seperti itu?!." Ucap seseorang dari belakang. Terdapat tuan Daniel dan nyonya melisa berjalan menghampiri.
"Aku..aku...ah..tidak ada apa apa ayah, hanya bercanda, yah bercanda hahaha." Jawab jeky canggung, berusaha memendam emosinya.
Kriinnggg....Kriingggg....
Tiba tiba ponsel Frans berbunyi, mencairkan suasana dimansion.
"Nak frans, angkatlah, siapa tau itu penting." Ucap tuan daniel.
Dia mengangguk, Dengan cepat frans mengangkat telponenya.
"Ketua, Ini buruk!!!." Ucap kris diujungbsana dengan panik.
"Tenanglah, jelaskan perlahan." Ucap frans mendengarkan dengan serius, terlihat wajahnya berubah suram. Tangannya tanpa sadar mengepal erat, hawa dingin menyelimutinya.
Jeky yg berada didekatnya seketika merinding ketakutan.
"Ada apa dia!? Kenapa tiba tiba wajahnya menakutkan?" Ucap jeky dalam hati.
"Tuan daniel, mohon maaf sebelumnya, kali ini aku undur diri, ada panggilan mendesak. Terimakasih atas jamuannya tuan." Ucapnya sopan membungkuk.
"Baiklah, lain kali jika ingin bertamu, pintu ini terbuka untukmu nak." Ucapnya
"Baik, terimaksih banyak tuan." Lalu bergegas pamitan dengan yg lain.
"Jeky! Antarkan nak frans sampai ke rumahnya." Ucap tegas sang ayah.
"Ayah! Kenapa harus aku?!. Tidak bisa!!." Jawabnya dengan cepat.
"Apa apaan ini!? Ayah berlebihan sekali!!" Batin jeky.
"Ini perintah!! Turuti apa kata ayah!! Ayah ingin kamu akrab dengannya supaya bisa belajar dengan baik, mengerti??!." Perintahnya.
"Jeky sayang, Temanilah nak frans, supaya kamu bisa bergaul dengan baik yah." Kali ini sang ibu ikut bersuara, karena sebelumnya mendengarkan sang suami tentang frans yg telah menolong putrinya.
"Haahh!! Kalian menyebalkan!!." Ucap jeky pasrah. Lalu keluar dan mengajak 2 pengawal ke dalam mobilnya, dia masih trauma dengan kehebatan frans, jadi hanya untuk berjaga jaga.
"Terimakasih tuan." Ucap frans membungkuk berpamitan lalu memasuki mobil jeky. Dia terpaksa diantar oleh jeky karena dirinya tidak ada kendaraan pulang, apalagi dalam panggilan mendesak membuatnya tidak ada pilihan tercepat.
.
.
Mobil pun pergi menjauh.
.
.
Ditempat lain, Cukup jauh dari wilayah kota, Daerah Pinggiran, terdapat Lahan jagung di wilayah pemukiman warga.
Dipelosok wilayah tersembunyi, Terlihat 3 sosok orang tengah berbicara dengan pelan di telpon.
"Apa sudah melakukan Sesuai perintahku?!." Ucap suara serak orang diujung telpon.
"Sesuai perintah yang mulia, misi telah selesai." Ucap dengan hormat sosok tersebut.
"Sekarang, pergilah ke kota H, Peerlesstown, Kalian harus tida disana pukul 04.00."
Tuuutt.....
Panggilan terputus.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....NEXT🙌