Anak Misterius (Hidden MartialArts Technique)

Anak Misterius (Hidden MartialArts Technique)
Eps.07 Kehilangan


__ADS_3

Sambil berjalan setelah menyapa Frans dengan senyum tipis, Veronika berjalan menjauh, pengawal disampingnya pun berkata :


"Bocah! Jaga mata mu itu!" Seraya mengingatkan Frans sinis memasuki mobil berlalu pergi.


Frans hanya tersenyum miring. Berjalan memasuki ruangan.


Yah dari smua ke 3 gadis populer hanya Shelly yg 1 ruangan dengan Frans, itu jg kesempatan utk Shelly mendekatinya walau sering ditolak secara halus, tp smua itu tak membuatnya menyerah.


"Eh spertinya tidak kelihatan?" Gumam Frans mencari sesuatu sekitar.


Ya mobil dosen Erika lah yg dia cari. Apakah dewiku absen hari ini? Atau sakit? Lupakan utk saat ini. Ketika masuk pun disambutkan tangan mulus mengaitkan dilengannya.


"Hai franss " Sapa Shelly tersenyum.


"Hai jg shelly" Jwb Frans heran," Knp pag pagi harus sprti begini, huh!" Resiko pria tampan memang selalu serba salah pikirnya.sambil melepaskan lengannya.


"Knp dilepass?" Tanya Shelly mengerutkan kening tidak senang.


"Ini masih pagi, knp sudah begitu agresiv?" Ucap


Frans.


"Oh jadi kalo pagi tidak bisa, tapii..." Ucap Shelly menunda kata sambil tersenyum penuh arti.


"Apa yg kamu pikirkan!?" Jawab Frans.


"Menurutmu apa, ??" Tanya balik Shelly.


"Huh gadis ini sangat merepotkan" Sambil mengelap keringat dingin. Lalu berjalan menuju bangku.


"Hahaa sobat pagi begini sudah disambut beberapa gadis cantik? Kau terlalu beruntung!" Ucap Roy.


"Dewi keberuntungan selalu berpihak kepada Frans huh.


" Sial, kami sangat iri!"


"Iya benar! Ucap beberapa teman dikelas seraya menunjukan jempolnya, Hebat!."


"Oiya Roby tidak bersamamu?"


"Dia absen."


"Oh"


Jam pelajaranpun berlalu dengan tenang, sambil memikirkan sesuatu yg membuat perasaannya mengatakan ada yg hilang dari hidupnya tapi apa itu. Frans diam melamun. Sesekali Shelly mengajaknya bicara pun membuyarkan lamunan Frans.


Waktu telah berlalu dan saat jam pulang pun tiba.


.


Ibu Kota Negara Zamrud.


Jauh disuatu tempat yg lumayan asri, udara sejuk, cuaca cukup bagus di wilayah pinggiran di ibu kota. Terdapat bangunan villa megah bergaya kuno yg cukup luas, berdirilah Keluarga Anderson, keluarga tersembunyi ini sudah sejak zaman nenek moyang turun temurun meneruskan warisan Seni Beladiri dikawasan tersembunyi Ibu Kota. Salah 1 3 keluarga Elit tertinggi, yg cukup disegani diseluruh Negara jika mengetahui sepak terjangnya.


Keluarga tersebut adalah 1.Keluarga Anderson, 2.Keluarga philip, 3.Keluarga Chambers. Ke 3 keluarga ini berdiri dipuncak secara bersamaan, dan sama sama kuat. Maka dari itu jika ada pergolakan internal saja membuat mereka waspada stiap saat. Mengingat beberapa kali trjadi perselisihan kecil diluar, tapi tetap dalam pantauan masing masing kepala keluarga.


.


Didalam villa keluarga Anderson.


"Bagaimana informasi diwilayah itu? Apa sudah ada jejak dari cucuku?" Tanya pria tua yakni kepala keluarga, James anderson kepada org kepercayaannya.

__ADS_1


"Maaf tuan, kami masih memantau situasi disana dan blm ada tanda jejak tuan muda kecil." Jwb pria tua seperti umur 55th.


"Hahh! bertahun tahun aku berusaha mencarinya, aku sangat rindu cucuku!" Gumam sedih diraut wajah James Anderson.


Sesaat melamun "Andai saja kalian tidak pergi secepat ini, ini salahku! salahku!" Ucap tuan besar dlm hati sedih mengingat sang putra bersama menantunya meninggalkan kehidupannya, disaat kepergiannya telah mempercayakan seorang cucu kepadanya. Sangat tidak berdaya.


"Tuan, sebaiknya tenang, ingat kondisi anda, saya yakin tuan muda kecil sudah tumbuh sebagai anak yg berbakat.saya percaya itu!" Jawab Hibur orang kepercayaannya.


"Ah kau benar! mana mungkin cucuku orang yg biasa biasa saja." Sahut tuan besar walau masih terlihat sedikit khawatir.


"Perbanyak pencarian! usahakan cucuku dalam kadaan baik" saja." Perintah tuan besar.


"Baik tuan."


Didepan kampus pria dan wanita sedang berbincang sosok itu adalah Frans dan Shelly yg selalu mengikutinya.


"Franss tunggu!"


"Ada apa?"


"Bolehkah aku ikut? Pliss." Pintanya memohon.


"Bukan tidak boleh, aku gak mau kamu ikut terlibat urusan laki" saja."


"Stop!! Kali ini kamu gak boleh nolak,titik!"


"Berapa kali kamu selalu bilang sibuk terus!?" Ucapnya Shelly tidak senang.


"Hmm baiklah tp ingat, jgn sampai merepotkanku, oke?" Pasrah Frans mengingat gadis ini begitu antusias.


"Baikla ayoo!"


Didekat kampus dua sosok tsb berjalan cepat menuju markas latihan diwilayah lumayan jauh dari pemukiman, setibanya dibangunan kosong berjalan masuk.


"Tidak apa, didalam ada temanku, masuklah."


"Baiklah." lalu masuk ke bangunan kuno itu,setelah masuk diikuti suara lumayan riuh. Ketika mereka masuk suasana jadi hening.


Krik


Krik


Glug ...


Sepasang mata memandang Shelly takjubb. Terutama Brian si petarung playboy.


Wahh!


"Kecantikan sempurna!!"


"Sial ketua kita terlalu hebat!"


"Pesona ketua memang tidak diragukan" Ucap mereka dlm hati, merasa iri.


"Ketua memang pengertian!!" Ucap Brian seraya mendesah bahagia mendekat antusias.


"Kenalin dia shelly tem...."


"Sudahlah ketua sebaiknya minggir, biar aku yg kenalan, Hehee." Nyengir Brian. Disana memang brian dan Frans yg paling tampan.


paakk!!

__ADS_1


"Apaan!? Knp mukul?" Pikir Brian heran.


Disamping itu Vero yg didekat pintu pun memukul keras lengan Brian. Sambil tersenyum sinis melihat tingkah Brian yg menurutnya terlalu percaya diri.


"Nona jangan dekat dengannya, dia itu buaya buntung." Ucap Vero.


"Vero jaga bicaramu itu!" Ucap marah Brian.


"Apa!? mau bertarung?" Jawab Vero Sambil tersenyum smirk penuh arti.


"Huh! blm saatnya bertarung. Ini saatnya pesonaku, mengerti?" Elak Brian yg memang sedikit takut kepada vero yg menurutnya org itu trlalu bar bar.


"Alasan!"


"Nona Shelly aku sudah pernah mendengar namamu ber julukan salah 1 gadis populer itu, Perkenalkan aku brian, hehehe." Ucap tengil Brian


"Hallo kak brian, senang bertemu denganmu." Jwb Shelly malu karena dia pikir ternyata Brian tidak kalah tampan walaupun tidak semenarik Frans.


"Kamu tak usah takut dengan mereka. Dimasa depan jika perlu bantuan panggil namaku BRIAN 3x. Hahaa." Ucap Brian dengan PD nya.


"Baik kak brian." jwb Shelly sambil tersenyum.


"Anak ini berlebihan sekali." Pikir Frans heran kepada Brian.


Yg lainnya pun hanya pasrah dgn tingkah membosankan Brian.


"Baiklah kita lanjutkan latih tanding utk kita." Ucap Frans.


"Oiya bagaimana soal perekrutan anggota itu?"


"Aiih jangan bahas itu lagi ketua."


"Mereka semua hanya omong besar!"


"Benar benar lembek seperti tahu!"


Hahahaha mereka smua tertawa mengingat kejadian tempo hari yg di beberapa Club ketika memporak porandakan gengster gagakmalam. Menurut penilaian mereka anggota itu tidak ada yg berbakat, melainkan cuma bisa menggertak yg lemah saja.


"Baiklah utk sementara kita hentikan dulu aksi kita."


"Baiklah."


Eeh


"Tunggu?"


Seperti ada yg kurang, tapi dimana?" Pikir Frans sambil melihat sekeliling heran.


"Benar, si Tony yg bijak tidak hadir."


"Dimana Tony?"


"Kami tidak tau ketua."


"Kriss jg sedang mencari keberadaan Tony, ketua tenang saja." Jwb Vero.


"Aku merasa Tony ada masalah ketua." Jwb Dion yg dari td diam. Dia merasa firasat buruk setelah menerima kabar Frans telah mengalahkan ketua gangster tempo hari.


"Apa jangan?"


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG....NEXT๐Ÿ™๐Ÿ™Œ


__ADS_2