
Frans berpikir jika Tony sulit untuk selamat mengingat kondisinya sudah seperti itu, dalam perkiraan Frans bahwa Tony dijadikan sebagai umpan untuk dirinya .
Karena apa yg dilakukan pria itu begitu terang terangan tanpa menghindari cctv jalan. Masih Dalam pencarian Frans.
Dimalam hari, Dimarkas latihan.
Shelly yg tadinya berada disini sudah pamit pulang dengan yg lainnya, hanya sisa para laki laki saja, Frans dan teman temannya.
Frans yg sedang fokus disamping kris didepan komputer dan lainnya mendengarkan dgn serius.
"Lokasi terahir Tony disebuah ruko bekas, dan berlalu ke arah jalan utara, setelah mobil itu berbelok arah ke kiri, aku melacak cctv terakhir jln itu. Sesaat di perempatan sampai menuju wilayah sepi itu...jadi? Menurutku mereka melewati jalan utama wilayah pabrik itu!" Ucap Kriss menjelaskan secara detail.
"Orang itu secara terang terangan melewati jalur yg seharusnya mereka hindari, jadi menurutku tebakanmu benar kriss." Jwb Frans.
"Jawabannya hanya 1?!" Ucap tiba tiba Dion yg dari tadi hanya diam.
Yg lainnya pun saling berpandangan dan menatap Dion dgn serius.
"Jadi siapa yg mereka tunggu??
" Kurasa kamu frans target selanjutnya." Ucap Dion singkat.
Frans sambil berpikir, "Mengapa aku , bukannya hanya balas dendam Boby saja? Atau ketua preman itu? Dan apa untungnya?" Gumamnya bingung.
"Ketua ayo kita buat keputusan!" Semangat Vero menggebu.
"Beraninya mencelakai saudara kita??"
Cihh..
"Hmm menarik!" Gumam Vins dengan senyum kejam.
"Baiklah kita kesana saja, lihat apa yg mereka lakukan...Kriss, Brian, Dion, kalian tetap di markas.!!"
"Hans, Vero, Rodri , Alex, Vins, Tom! Ikut aku kesana!"
"Baiklah."
"Ayo kita berangkat!"
Ditempat lain.
Sebuah bar Club terpencil utara, 3 org sedang berbicara dengan tenang, salah satu diantara mereka memainkan pisaunya , ya dia yg dipanggil BlackKnife, org ke dua berbadan lekar terlihat ganas dan banyak bekas luka diwajahnya, org ke tiga kurus tinggi memakai topi copet, kemeja tanpa jazz. Sangat tegas.
"Bocah bernama Frans itu ternyata memiliki teman yg sangat terampil, huh tp itu bukan masalah." Ucap BlackKnife.
Karena disanalah dia yg memimpin tugas itu setelah menerima banyak komisi dari ketua gengster.
"Kau sangat kejam Black! menarik seorang bocah pelajar ingusan.hm!" Senyum sinis pria kurus.
"Apa tidak ada tugas lain yg lebih menyenangkan?" Ucap kecewa pria badan kekar.
"Bukan, aku hanya penasaran terhadap anak yg bernama Frans itu sehingga pemimpin menyuruhku menangkap bocah ini." Ujar heran BlackKnife yg jg merasa bingung dengan tugasnya.
"Rumornya bocah itu jg sangat jago berkelahi, jadi aku hanya membuktikan saja!"
"Hm! Cuma bocah ingusan saja apa pentingnya!?" Ejek pria kekar.
"Kurasa kamu terlalu meninggikan bocah itu black." Timpal pria kurus.
"Sepertinya aku yg terlalu membesarkan masalah ini." Jwb sambil mengangkat bahu.
"Jadi kapan kita ke pabrik itu?"
"30menit lagi kita sergap bocah itu, selama sandra ditangan kita."
"Baiklaah." Jawab berdua pasrah.
__ADS_1
Di malam hari.
Disebuah tempat sepi dipinggir ujung Utara Kota C , tempat ini terkenal dengan sebutan wilayah Pabrik Angker, sebuah Pabrik terbengkalai, suasana tempat ini begitu suram, dingin terasa lembab setiap sudut area, pohon yg rindang dan karena jarang sekali kendaraan yg melintasi wilayah ini apa lagi dirawat.
Warga setempat pun menjauhi tempat tsb, banyak rumor dari mereka, anak yg kesurupan ketika melewati jalan itu, hilangnya anak , apalagi gadis muda.
Didalam bangunan pabrik.
Disudut ruangan gelap, terlihat sosok sedang diikat dan disekap dimulut, terlihat jelas wajah yg pucat pasi, mulut dan rona wajah terlihat membiru, jelas itu racun. Kondisi yg sangat mengenaskan.
Diluar ruangan terdapat 20 orang berbadan kekar ada yg pendek, tinggi sosok salah 1 dari mereka adalah ketua gangster yg Frans kenal, dengan kondisi yg belum pulih dia membuat rencana ditempat ini. Ya dialah yg dikalahkan frans di bar 1 hari sebelum hilangnya Tony, terlihat perban di kepalanya terutama dibagian rahang melingkari kepalanya.
"Apa mereka benar benar datang ke sini ketua?"
"Ketua sangat berlebihan! sampai membawa banyak saudara kita."
"Hah seorang bocah saja sampai seperti ini kalian?"
"Apanya yg bocah! Sial!"
"Benar! kamu tidak tahu saja betapa terampilnya dia, huh!"
"Kurasa kalianlah yg penakut." Ejek salah 1 preman yg tidak tau Frans. Yg lainnya pun hanya mengangkat bahu pasrah. Toh percuma menjelaskan panjang lebar tidak akan percaya.
"Kurasa dia bakal datang mengingat betapa sombongnya dia, huh." Ucap salah 1 preman yg pernah melihat cara bertarung Frans sedikit takut. "Bocah itu memang pandai bertarung" Ucap dlm hati.
"Kita tunggu saja, aku yakin dia dateng, sebentar lagi tuan BlackKnife akan membantu kita. Dengan begini bocah itu pasti sudah dipas..."
BRAKK..!!
BANG!!!
Kreett...
"Siapa itu!"
Pintu ditendang terbuka Terlihat beberapa sosok berjalan masuk dan salah 1 dari mereka adalah frans yg berjalan paling depan.
Ketua preman pun menyipitkan matanya melihat itu, Dia berpikir "Bahwa bocah ini nyalinya besar juga hmm!"
"Kita bertemu lagi kawan!" Ucap santai Frans.
"Ciih apanya yg kawan!"
"Gara gara kamu, aku tidak bisa menikmati hari hariku sialan!" Gumam dlm hati.
"Apa kamu pikir, dengan membawa orang segini bisa membuatku takut!? Jgn mimpi!" Ucap ketua geram.
"Jadi, bocah ini yg melukai saudara kami ketua? Benar benar punya nyali."
"Sudah! gak usah banyak bicara, beri dia pelajaran!"
"Benar, lebih cepat lebih baik."
Serang!!!..
Preman itu pun maju semua mengerahkan semua tenaga mereka. tinju, tendangan, cakaran dilontarkan.
Hanya ketua mereka yg diam berdiri, karena mengingat kondisinya belum pulih, lukanya pun masih terasa sakit.
Kelompok Frans hanya mengamati sekeliling sambil menyipitkan matanya. Kecuali Vero yg sudah gatal sekali tinjunya ingin diluncurkan.
"B******!! Jgn meremehkan kami! terima ini!" Seru Vero sambil manju ke depan dengan serangan pukulan.
Frans pun masih santai, melihat sekitar mengawasi, karena dia merasa orang misterius itu pasti merencanakan sesuatu. Jadi dia hanya diam menunggunya keluar.
Krak!!
__ADS_1
Aahh
Kakiku!!
Ayah
Ibuu
Sialan kamu!
Tanganku...
Kedua kelompok itu pun pecah dengan jeritan dan lolongan mengenaskan dari mulut gengster yg mengira mereka hanya sekumpulan bocah biasa, ternyata mereka lebih terampil dari perkiraannya.
Sesaat masuk 3 bayangan meluncur mengarah ke arah belakang, samping kanan kiri Frans secara bersamaan.
"Cepat sekali!"
Wushh wushh wushh....
Frans yg masih tenang sperti biasa, memasang kuda kuda bersiap, memejamkan matanya memfokuskan tenaga dalam ke kakinya, melompat tendangan berputar mengenai kepala 2 orang.
Wushhh..
Brak!!..Brak..!!
Ahh
Uhukk!!
Arah serangan samping kanan, kiri Tendangan dilapisi udara tipis menyapu pria berbadan kekar dan pria kurus, 2 orang meluncur Terbang 5meter jauhnya, memuntahkan banyak darah dari mulutnya sbelum pingsan.
Serangan terahir menghembuskan angin dingin, pisau dari arah belakang leher.
Pakk...Pakkk ...pheengg!!
Klang!
Bugh..
Pisau terlempar jauh.
BlackJnife mundur 5langkah, terkena tinju dibagian perut. Menyipitkan matanya melihat itu."Benar benar bocah yg tidak bisa diremehkan." Gumamnya.
Frans kembali bergerak cepat, meluncurkan 2tinju tipuan.
Wush...bugh...
Bughh !!
Uhukk!
Pukulan pertama sengaja terlihat, pukulan kedua serangan utama dititik bagian rawan tubuh manusia. Terahir tendangan salto berputar kekiri mengenai leherr dengan parahh.
BlackKnife Terbang jauh 7meter sebelum jatuh sambil memegangi lehernya.
"Sakit sekali"
Ketua gengster yg melihat itupun melotot."Sial tuan BackKnife saja kalah hanya dengan 3 gerakan? Ditambah 2 temannya yg pingsan dengan sekali serangan?" Gumamnya takut. Kakinya tidak berhenti bergetarr, Dan berniat kabur.
Dan...
.
.
BERSAMBUNG.....NEXT π
__ADS_1