
Ketua gengster berlari menuju Frans dgn Tinju yg keras, dalam hanya 3 gerakan Frans menghindar kanan kiri, menunduk, sebelum gengster itu tumbang.
Pukulan mengarah kiri kedepan, dengan cepat berpindah Pukulan kanan diikuti tendangan smua kekuatan dikerahkan, Dan...
Fukhh....fukhh ...wush..
Brakk!!!
Tendangan fatal Frans mengenai perut gengster hingga terlempar 3 meter dan sbelum kembali bangkit, Frans dengan bergerak cepat menendang dagu lawan yg sedang bangkit, hingga rahangnya retak berbunyi.
Krakk!
Ahh...
Brukk..terlempar jauh 5meter diikuti lolongan histeris.
"Ah..ampun saudaraku,, aku menyerah." Kata ketua gengster sambil menahan sakit area dagu yg retak diikuti menyemburkan darah dari mulutnya, terasa perutnya diaduk" Seperti ada tenaga dalam yg menyerangnya.
"Siall sakit sekali"
"Bocah ini menakutkan! aku harus lapor saudara yg lain setelah ini. Tunggu pembalasanku." Gumam gengster tsb. Sambil berdiri mengangkat tangan menyerah.
"Apa cuma ini kemampuan kalian?!" Ucap Frans
Suasana hening, beberapa preman yg terduduk ditanah pun hanya menatap diam. "Ketua saja bisa dikalahkan hanya 3 gerakan??! Sial kuat sekali anak ini." Gumam beberapa preman nyali sketika ciut.
"Hahh spertinya tidak ada org yg menarik untukku." Gumam Frans kecewa sambil berlalu pergi dari club.
Mengingat misinya merekrut anggota berbakat dan skalian memberi pelajaran kpd preman yg membuat dirinya dikejar beberapa hari lalu.
Betelah kepergian Frans, ketua gengster memberi perintah utk membereskan kekacauan ini. Diikuti dirinya berdiri memandang ke kejauhan dengan pandangan dingin ke arah langkah perginya Frans.
" Bocah tunggu aku memberi pelajaran kepedamu nanti, huh sakit skali brengsek." Gumamnya kesal.
Sambil dipapah 2 wanita penghibur yg sedang membantunya, sambil berkata :
"Kita ke ruangan, cepat!"
"Aduuh kekasihku, km terluka begitu serius!" Ucap salah 1 wanitanya.
"Tenangkan hatimu sayang, stelah ini aku kasih servis terbaik untukmu." Ucap salah 1 wanita.
"Baiklah baiklah kalian paling mengerti aku, hehee." Ucap ketua sambil meremas kedua Bokong wanita itu.
"Kamu sudah begini masih sempat"nya nakal?
" Kamu genit sayang!"
"Heheee ayo kita masuk." Berkata lalu Berjalan menuju ruangan sambil menelepon seseorang.
Tuuttt...
Tersambung...
"Ada apa??." Jwb org diujung sana.
"Saudaraku, aku butuh bantuanmu!"
"Katakan ada apa mengganggu malam" begini?"
"Selidiki bocah bernama frans untukuu?! Bocah itu yg telah membuat kami ber 11 terluka!"
__ADS_1
"Hanya seorang bocah saja kamu minta bantuan!? dan kalian smua dikalahkan? "Ejek org diujung telepon sana.
" Heii sialan!! kau tidak tau saja, dia sangat jago berkelahii!"
"Baiklah, aku akan membantumu, tapi..." Ucapnya terhenti sbelum ucapannya dipotong diam" tersenyum licik.
"Uang?! Hah sudah kuduga, kau memang licik saudaraku, tp tak apalah mengingat kamu sering membantuku." Jwb nya pasrah.
"Hahahaa ini yg aku suka darimu saudaraku. Ga usah banyak omong kosong, kirimkan informasi anak itu segera."
Tuuutt...
Telepon terputuss sepihak membuat ketua gengster itu tersenyum masam. Sesaat itu kembali semangat karena dia ingat orang itulah yg berjuang bersama didalam gangster GagakMalam, walau berbeda misi, org itu jg menerima misi pembunuhan berbeda dgn dirinya yg hanya ketua gengster. Dia sangat kejam, berdarah dingin, diberi julukan BlackKnife. banyak org memikirkan blackknife saja membuatnya merinding.
"Huh merepotkan!"
.
.
Malam pun berlalu pagi.
Pagi yg cerah, disebuah rumah warga, terdapat seorang pemuda sedang menggeliat malas dikasur.
Tok..tok...tok!
Brak!..
Plak,, plak,,
Aduhh..
"Siapa itu yg mengganggu?"
"Apa km sudah bosan kuliah?" Ucap sang bu Dira.
"Ya iya sebentar...masih ngantuk ini."
"Cepat bangun, makanan sudah siap dimeja, ibu tunggu kamu diruang tamu." Perintah ibu seraya berjalan keluar kamar.
"Tidak bisakah santai sedikit, huh." Keluh Frans dlm hati.
Berjalan menuju meja makan sesekali menguap, Sambil duduk di kursi mengambil beberapa makanan favoritnya , sbelum masuk ke mulut.
Plak!!
Aduuhh
"Dasar anak ini..cuci dulu tangan dan wajahmu." Perintah sang ibu setelah memuluk pelan tangan Frans.
"Huh baiklah." Sambil berjalan lesu kekamar mandi
"Tenanglah istriku biark...." Ucapnya dipotong sang istri.
"Apa!! kamu jg , ini demi kebaikan frans tau?!"
"Baiklah aku menyerah." Seraya angkat tangan pasrah pak Indra.
"Tapi istriku, eku merasa cemas beberapa waktu ini...
" Apa ada masalah??" Tanya ibu Dira.
__ADS_1
"Bukan apa" hanya saja ketika Frans dewasa nanti, jika menemukan org tuanya apa yg harus kita lakukan?"
Seketika sang istri ikut terlihat cemas, kawatir karena selama ini tidak pernah memberitau frans bahwa anak itu tidak pernah menanyakan hal" Yg membuatnya tidak penting, anak penurut, simpel, terkadang gegabah.
"Bagaimana ini suamiku?!"
"Kalo sudah tiba saatnya, kita kasihtau yg sbenarnya saja. Aku harap Frans pasti mengerti keadaan kita."
"Tapi aku sangat menyayangi Frans Suamiku."
"Kita jg sama menyayangi Frans sprti anak kita. Karena itu kita bisa ikhlas membiarkan ini mengalir begitu saja. Biarkan takdir yg menuntunnya."
"Baiklah aku harap begitu, semoga saja saat itu tiba Frans masih menyayangi kita sebagai org tuanya." Gumam sedih sang istri.
Beberapa saat datanglah frans sehabis mandi,menatap heran suasana meja makan jadi hening, dia pun berkata :
"Ayah, ibu ada apa?"
"Tidak ada apa apa nak..duduklah." Sambil menghela nafas.
"Baiklah."
Sambil meyelesaikan sarapan paginya Frans bergegas ke kampus sebelum berpamitan ke kedua org tuanya.
Hari ini Frans berangkat sendiri, karena Roby izin tidak masuk. Maka dia mencari bus menuju kampus, sejauh 3km sampailah didepan kampus besar. Turunlah sosok Frans sambil merantangkan tangan.
"Huhh hari ini spertinya menyenangkan."
Eh..
Sesaat heran
Disisi jalan berhenti sebuah mobil mewah menghalangi jalan Frans, ketika mobil tsb pintunya terbuka keluarlah sosok pengawal berbadan tegap sambil menghardik kpd Frans.
"Minggirr!! Jangan halangi jalan Nona Muda !!"
"Apaan?! tidak biasakah lebih santai??" Gumam Frans kesal.
Sesaat kemudian keluarlah sosok ramping, cantik, putih berjalan dengan anggun, mengibaskan rambutnya yg indah coklat keemasan.
Yah itulah salah satu dari 3 gadis populer kampus No.01 Veronika Jhonson.
"Pagi Frans" Sapa Veronika yg menimbulkan kehebohan sekitar. Sang pengawal pun heran, "Apa hubungan nona muda dengan bocah ini?" Pikirnya.
"Pagi juga." Jwb singkat Frans.
"Lihat Veronika datang!"
"Wow gadis populer nomor satu menyapa Frans.!!"
"Ciih Frans tidak akan tertarik dengannya huh."
"Nomor 1? Apa kau bercanda? Masih ada Shelly!"
"Benar shelly jg sperti Veronika, Citra dan mereka tidak kalah cantik!"
Bisik Bisik pun terdengar sampai ke telinga Frans yg membuatnya heran. Dia setuju bahwa Veronika, Shelly, Citra, menurutnya memang cantik, tp tetap tidak membuat hatinya bergetar.
Menurut penilaian Frans ke 3 gadis itu mempunyai nilai kecantikan diatas 90. "Huhh, masih blm membuatnya tertarik seperti dosen Erika pikirnya." Dosen yg selalu diganggunya selama ini tetapi ttp bersikap dingin. Dan itulah yg membuatnya tertantang.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG....🙌next.