Anak Misterius (Hidden MartialArts Technique)

Anak Misterius (Hidden MartialArts Technique)
Eps.25 DevilHands


__ADS_3

Mobil Jeky dan 2 pengawal yg mengantar Frans, melaju kencang dipusat kota. 3 orang di dalam mobil semua berdiam diri ketakutan dengan ekspresi yg ditunjukkan Frans.


"Percepat!!" Teriak Frans dengan dingin.


"Hei! Bisakah tidak menyuruhku?" Balas Jeky.


"DIAM!!"


" Eh eh , Baik, baik. Aku diam" Ucap Jeky berkeringat dingin.


Suasana dimobil pun ikut tegang.


Kringg Kringg


Telpon Frans berdering, mencairkan suasana Didalam mobil.


"Ketua! Kamu cepatlah sedikit! Ini Mendesak! Pergilah ke markas." Ucap Kriss diujung sana.


"Oke baiklah." jawab Frans singkat.


Tuutt...


"Antar aku segera ke arah Komplek Wilayah Universitas Kebangkitan!"


"Baik tuan."


Mobil berlalu kencang, 20 menit kemudian Mereka sampai ditujuan. Tanpa basa basi Frans mengucapkan terimakasih dengan cepat dan bergegas berlari keluar mobil.


"Ada apa sebenarnya dia?" Gumam pelan Jeky penasaran.


"Tuan muda, sebaiknya kita segera pegi dari sini." Ucap pengawal.


"Kita pergi dari sini!" Perintahnya.


.


.


Tidak lama kemudian, Ketika Frans tiba di markas, Dia mengenduskan penciuamnnya. Lalu menyipitkan matanya tajam.


"Darah?" Gumamnya pelan, Dengan segera memasuki markas. Dan langkahnya terhenti mematung melihat Beberapa temannya terluka parah, bahkan ada yg meninggal.


"Siapa yg melakukan semua ini!?" Teriaknya keras.


"Ketua! Kamu datang Terlambat!" Ucap Dion dan Kriss hanya Menundukkan kepalanya.


Semua orang menolehkan kepalanya, Melihat ketua mereka datang memasang wajah masam.


"Saudaraku! Maaf aku telah terlambat!" Jawab lirih, matanya menatap para 3 saudara nya yg telah mati. Melihat dengan mata Berkaca kaca.


"Ketua! Maafkan aku! Aku tidak bisa membantu para saudara kita!" Ucap Kriss dengan sedih. Dengan segera menceritakan apa kejadian yg Menimpa merkeka ketika Kriss, Brian dan Dion tidak ada Melalui Cctv.


Terlihat Dimana Vero, Rodri, Tom, Hans telah tewas Terbujur kaku dilantai. Hanya Alex dan Vins yg terluka parah, Brian tidak ada dimarkas, karena Kriss sudah tau Brian sedang bersama calon pacar barunya Pergi ke rumah Shelly.


Darah Alex dan Vins mengalir diperut, Leher, Dada bagian jantung.


"Bawa sisanya ke rumah sakit segera! Untuk Saudara kita yg tewas kita akan menguburnya Besok pagi." Perintah Frans Dengan lesu.


"Baik ketua!"


10 Menit kemudian Ambulan membawa mereka menuju Rumah sakit terdekat, setelah itu menuju ruang gawat darurat.


.


"Siapa sebenarnya mereka? Kenapa sampai membuat Kita seperti ini?" Ucap Frans kepada Kriss.


"Aku juga sedang melacak keberadaan mereka, asal usulnya juga menganalisis wajah 3 pria yg tiba tiba menyerang markas kita, sebelum mereka pergi aku dapat melihat mereka mengenakan jubah panjang hitam bercorak merah, entah organisasi apa itu, aku masih belum mengetahuinya dengan pasti " Ucap kriss menjelaskan kepada Frans.


Frans yg mendengarkan penjelasan Kriss tersebut seketika bingung, seingatnya musuh saat ini tidak banyak. Berpikir setelah beberapa saat, Lalu dengan segera dia sedikit menebak nebak garis bawah akar masalahnya, walau belum pasti apakah itu benar.


"Untuk saat ini, kita tetap waspada! Aku menebak hanya ada 2 jawaban atas tindakan mereka, dan tujuan mereka adalah 1 yaitu aku. Kalian hanya perlu berhati hati, jika mereka bertemu denganku, Aku pastikan akan membalas dendam untuk saudara kita!" Ucap Frans tegas, niat membunuh meledak ledak seperti angin dingin keluar dari tubuhnya.


"Baik ketua, jadi apa yg selanjutnya kita lakukan?"


"Kamu tetap terus cari dari mana asalnya 3 orang itu." perintahnya.


"Baik."


Lalu Dion dan Kriss segera memasuki ruangan Komputer, sedangkan Frans tetap duduk merenung di tempat.


Saat ini dia merasa dirinya sudah ditakdirkan oleh perjalanan seperti ini. Dirinya yg hanya seorang mahasiswa biasa, tidak tahu apa apa dan hanya dikelilingi banyak teman, seketika perlahan lahan takdir menuntunnya ke jalan penuh dengan pembunuh bayaran Underworld.


Dia tahu, Gangster dengan pembunuh sangat berbeda. Sebagian banyak gangster adalah mendominasi diantara para masyarakat biasa, maka dari itu, Polisi bertugas untuk mengawasi setiap perkembangan dan keseimbangan para gengster, apalagi jika hanya menggunakan uang maka masalah selesai.


Berbeda dengan Kelompok pembunuh bayaran. Mereka lebih berbahaya, sangat sulit dikendalikan dan tersembunyi. Membunuh setiap target misi dengan rahasia entah itu rakyat biasa, Pejabat atau konglomerat, jelas sangat melanggar hukum.


Para polisi pun harus angkat tangan untuk menangani kelompok pembunuh, maka dari itu hanya para Pasukan khusus tentara agen rahasia yg bisa menangani pembunuh bayaran.


Frans hanya menghela nafas panjang.


Frans tiba tiba merindukan sang master sepuh yg telah membimbingnya selama 3 tahun, disaat 3 tahun terlewati dengan kepergian sang master, Frans pun sampai saat ini masih giat berlatih dan berusaha meningkatkan kekuatannya walaupun sedikit.


"Maafkan aku guru! Aku masih lemah, Aku gagal melindungi saudaraku!" gumamnya pelan, merasa tak berdaya.


"Aku berharap kita akan bertemu lagi guru." Ucap Frans sambil memegangi kalung Liontin berbentuk Hati yg melingkar dilehernya.

__ADS_1


Huh!


Frans segera berdiri, berjalan memasuki markas.


.


.


Keesokan harinya, di pagi hari pukul 09:00 mereka semua memakamkan jenazah 4 saudaranya disamping makam Tony, melakukan ritualnya, setelah selesai mereka membubarkan diri. Semua dari mereka termasuk Brian bergegas menjenguk saudara mereka yg terluka.


"Bagaimana keadaan Vin dan Alex ketua?" ucap Brian sembari berjalan menuju ruangan pasien.


"Mereka terluka cukup parah, aku harap masih ada kesempatan buat mereka." Jawab Frans singkat, Wajahnya masih menyiratkan kesedihan.


"Maafkan aku ketua, saya tidak bisa membatu para saudara ketika dalam bahaya." Brian berkata dengan kepala tertunduk.


"Semua sudah terjadi, tidak ada gunanya kita menyesalinya. Kita hanya berhati hati untuk kedepannya dan saling menjaga, itu lebih baik." Jawab Dion.


"Semua ini salahku! Mereka yg membunuh saudara kita karena ingin membunuhku."


"Tetapi aku bersumpah suatu saat akan menemukan siapa dibalik semua ini!" Tambahnya Frans dengan Serius.


"Kita tidak tau, Kedepannya jalan berbahaya seperti apa yg akan kita lewati bersama, Aku akan tetap mencari tahu kejadian semua ini ketua." Sambung Kriss tegas.


"Aku setuju dengan Kriss." Ucap Dion.


"Aku harap begitu." Jawab Brian.


Lalu mereka memasuki ruangan pasien. Hari ini Frans berencana Izin kepada dosen untuk tidak mengikuti mata pelajaran, dengan alasan menjenguk saudara yg terkena musibah. Jadi dosen pun hanya mengizinkannya.


1 Jam setelah menjenguk Frans berpamitan kepada temannya untuk undur diri, lalu dia segera meninggalkan rumah sakit. Berencana Pulang ke rumah.


Sesampainya Dijalan ketika sedang menunggu Taxi, ponselnya berbunyi.


Kring Kring!


Melihat siapa yg menelponnya pun seketika heran.


Michelle? Kenapa dia menelponku? Dia pun penasaran lalu segera mengangkatnya.


"Frans, Apa kamu sibuk?" Suara lembut terdengar diujung telpon.


"Ada apa?" Ucapnya Tidak menjawab pertanyaan michelle.


"Mmm, Aku hanya ingin berterimakasih kepadamu soal kemarin." Jawab Michelle dengan tulus.


"Hanya masalah kecil kok, tidak usah diungkit." Jawab singkat.


"Tidak bisa! Aku harus berterimakasih dengan benar. Jika tidak ada kamu, entah seperti apa nasibku jadinya." Jawab Michelle tegas.


"Yah terserah kamu saja! Jadi dengan cara apa kamu berterima kasih?"


Setelah terdiam sejenak berpikir ucapan terimakasih michelle, Sepertinya tidak masalah.


"Baiklah, kirim lokasimu."Ucap Frans.


" Oke, aku sudah kirim lokasinya, sampai bertemu nanti Frans." Tuutttt pangilan terputus.


Frans dengan segera memesan Taxi lalu menuju Restoran Yg tercantum di lokasi.


10 Menit setelah tiba didepan restoran, dia berjalan masuk, lalu dengan segera pandangannya melihat 4 Sosok orang di meja makan, 2 Wanita dan 2 Pria berpakaian rapi sedang mengobbrol. Lalu dia segera mendekati mereka.


"Hai Frans, ayo duduklah." Ucap Michelle sopan.


"Baik." Jawab singkat dengan acuh.


"Oiya, Teman teman perkenalkan, ini adalah Frans temanku. Dan Frans Mereka berdua adalah Manager Staff Perusahaanku, Jeff dan Steven." Ucap Michelle memperkenalkan.


"Halo semua, senang bertemu kalian." Ucap singkat Frans seraya menjabat tangan.


"Tuan Frans, bagaimana kabarmu?" Ucap Silvi dengan senyum ramah.


"Aku baik. Aku harap Nona silvi juga baik." Jawabnya dengan senyum tipis.


"Baguslah jika begitu." Ucap silvi dengan sopan.


Ini orang kenapa dingin banget sih? Ada apa dengannya? Silvi berkata dalam hati, bingung.


2 Pria Dihadapannya yg melihat Nona muda begitu sopan kepada pria didepannya ini mengeriyitkan dahi, Pria ini penampilannya sangat biasa, apa yg membuatnya istimewa sampai sampai nona Michelle mengundangnya. Pikirnya.


"Halo juga tuan Frans, senang bertemu dengan anda." Jawab Mereka berdua dengan Datar.


"Baiklah, Michelle, katakan apa tujuanmu?" Ucap Frans dengan to the point.


"Tidak bisakah kita sambil menikmati hidangan, jadi santai saja dulu." Jawab michelle.


"Aku tidak punya Banyak waktu untuk itu. Jadi katakan ke intinya saja." Balasnya singkat.


"Huh, sepertinya kamu orang sibuk! Baiklah, aku disini mengucapkan terimakasih kepadamu, oiya berikan nomor rekeningmu kepada silvi, aku akan mengganti rugi sepedamu yg rusak itu." Ucap Michelle.


"Baik, Ini nomornya." Ucap Frans kepada Silvi.


"Tuan Frans, uang sudah masuk ke rekening anda. Silahkan di chek." Ucap Silvi.


"Oke sudah terkirim, Michelle, Jadi selanjutnya apa ada sesuatu yg kamu katakan?" Tanya Frans dengan cepat.

__ADS_1


Michelle yg melihat itu sedikit kecewa, hatinya sangat masam karena sepertinya Frans terlihat sangat acuh tak acuh. Dia juga tidak tahu kenapa dirinya bisa merasa begini.


"Baiklah Frans aku akan terus terang saja, Apa kamu mau Menjadi sopir pribadiku sekaligus pengawal?" Ucapnya dengan Senyuman merekah, entah apa yg membuatnya seperti itu.


"Maaf, aku tidak tertarik. Jadi cari saja yg lain" Ucapnya dengan singkat.


"Kenapa?" tanya Michelle dengan tampang kecewa.


"Aku hanya Fokus terhadap kuliahku, itu saja."


"Apa sama sekali tidak bisa? Itu bukan masalah. Semua itu bisa dilakukan setelah kamu selesai kuliah, Bagaimana?"


"Tidak bisa, Kamu coba saja cari yg lain, jadi maaf." Balasnya sopan.


3 orang yg dimeja makan semuanya kaget, nona michelle secara pribadi menawarkan kepadanya menjadi sopir sekaligus pengawal pribadi. Jika digantikan orang lain maka akan dengan senang hati berlomba lomba mendekatkan dirinya.


"Begitu yah, Baiklah tidak apa apa , ayo semua lanjutkan makan makannya." Ucap michelle dengan lesu.


"Nona Michelle, aku akan segera pergi. Terimakasih untuk jamuannya." Ucap Frans dengan sopan.


"Baiklah, sama sama Frans." Jawab Michelle Sedikit enggan.


"Baiklah semuanya, sampai jumpa." Frans berlalu bergi menjauh.


Setelah kepergian Frans, Mereka pun bersuara.


"Nona siapa pemuda itu?" Tanya Jeff.


"Dari cara dia berbicara, terlihat jelas tidak menghargai nona Muda." Timpal Stevan mengerutkan keningnya tidak puas.


"Dia pria baik yg pernah aku temui, Baiklah kita kembali saja ke kantor." Ucapnya dengan lesu. Mana mungkin dengan suasana hati yg seperti ini ada nafsu untuk menikmati hidangan.


Mereka yg mendengar jawaban nona muda yg singkat terlihat tidak bersemangat seketika saling berpandangan.


"Sepertinya nona muda menyukai pria itu?" Gumam Silvi dalam hati. Jika dia berada di posisi nona muda juga dia bakal menyukainya. Wanita mana yg tidak menginginkan pria baik yg sangat tangguh dan tampan? Apalagi sudah menjamin bisa melindunginya dikala ada masalah. Soal mapan, sebaiknya singkirkan dulu, semua pria jika dipertemukan dengan Wanita impiannya pasti akan melakukan apa yg terbaik untuk wanita dan keluarganya.


.


.


Ditempat lain


Kota H PeerlessTown.


Di Wilayah Desa Tersembunyi bernama SandHills, Pemimpin Pembunuh mendirikan markasnya diwilayah ini, membangun seperti sebuah sekte academy, tetapi para warga asli desa ini tidak mengetahui ternyata ini adalah tempat pusat pembunuh bayaran. Nama pembunuh ini adalah EvilHand. Masyarakat disekitar tidak ada yg mengetahui atau sengaja berani mendekati wilayah ini, jadi hanya bisa menebak nebak itu adalah sebuah tempat seni beladiri.


Ditengah tengah Wilayah terlihat sebuah bangunan besar melingkar seperti menara setinggi 30 meter.


Didalam Menara EvilHand.


Terlihat 23 Sosok Berjubah hitam corak merah Belambang Tangan Hitam, berjajar rapi masing masing 10 orang Di kanan kiri ruangan, 2 Sosok berdiri di sebelah kursi singgasana seperti komandan tempur berbaju zirah, lalu yg menduduki kursi singgasana terlihtat Berjubah merah kehitaman bercorak emas, Dia adalah DevilsHand, Tinggi berbadan coklat, sosok yg ditakuti oleh para pembunuh lain. Sosoknya sedang berbicara melalui telpon jadul.


"Tuan Ansel, Bocah yg kau sebut belum kami temukan. Tetapi Para bawahanku sudah membunuh seluruh teman bocah itu. Jadi misi ini kami anggap selesai. "


"Apa kamu bercanda?! Aku tidak mau tahu, Aku hanya ingin melihat bocah itu mati dengan mata kepalaku sendiri! Jadi suruh bawahanmu kembali bergerak!" Bantah dingin orang diunjung sana.


"Tidak bisa!! Itu sudah diluar perjanjian." jawab DevilsHand.


"Apakah begitu?! Jangan lupa aku mempunyai barang bukti kalian yg bisa membuat organisasimu hancur! Pikirkan Baik baik!" Ucap dingin tuan Ansel.


"Apa kau mengancamku?!" Jawab dengan wajah muram.


"Hahahaa! Percaya atau tidak, aku bisa melakukan itu!" Jawab singkat tuan Ansel, jelas sekali Ansel ini sepertinya punya identitas yg cukup disegani.


"Kamu berani!?" Teriak marah DevilsHand.


"Tidak usah basa basi lagi, aku hanya ingin kepala bocah itu!" Tuuuttt. Panggilan terputus sepihak


"Ansel B******!" Teriak DevilsHand.


Wuuuzzhhh


BRAAKK!!


Lantai dibawah kakinya retak terkena injakan DevilsHand.


"Kirim 3 Orang dan tangkap bocah itu lagi! Jangan sampai gagal kali ini." Perintahnya kepada beberapa bawahan.


"Baik yang mulia." Jawab 3 orang bawahan.


Apa kau pikir aku mudah ditindas?! Ucap dalam hati DevilsHand merasa geram, Tapi tidak berdaya, karena orang yg menyuruhnya jelas memiliki posisi yg bisa dibilang sama dengannya dikalangan keluarga teratas.


Siapa sebenarnya bocah itu? Apa bocah itu mengancam posisinya? Sampai tuan Ansel menargetkannya?! Pikir DevilsHand dengan serius.


.


.


Dan....


.


.


BERSAMBUNG.....NEXT🙌

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung like, vote dan Subscribe.


TERIMAKASIH DAN SEHAT SELALU🙏


__ADS_2