
Sosonknya yg putih, cantik, rambut hitam lurus , lemah lembut, dan yg paling penting gadis inilah jg menyukai Frans, karena itulah Boby si gendut merasa tersaingi oleh Frans. Dia adalah 1 dari 3 gadis tercantik kampus, Citra Margaretha.
Setelah melihat gadis yg berlari ke arahnya.
Frans : "Citra? Ada apa?"
Citra : "Apa kamu sibuk?"
Frans : "Tidak, ada masalah?"
Citra : "Mmm..begini...soal Boby yg .."
Frans : "Sudahlah.. masalah kecil, lupakan lupakan!"
Citra : "Maaf,.."
Frans : "Heii itu masalah kecil, its oke?!"
Citra : "Baiklah. apa kamu ada waktu, bisakah menemaniku berkeliling ?" Tanya berharap. Malu malu, sambil menautkan jemarinya.
Frans : "Baiklaah, kebetulan hari sudah mulai sore, suasana lumayan cocok."
Citra : "Ayoo!!" sambil berjalan berdampingan, sebelum memasuki mobil milik Citra, dan melaju sedang dijalan perkotaan. Sambil menikmati musik.
Didalam mobil sambil berbincang, terkadang tertawa, terkadang kesal, tersenyum, sangat melengkapi suasana hati mereka.
Setelah sampai di Pusat Kota, Taman Bermain di kota, mereka berdua pun turun, jalan jalan, berbincang sambil mencari tempat duduk, sampai menjelang sore hari, sambil menunggu sunset di taman bermain.
Banyak pemuda pemudi bergandengan tangan, sepasang suami istri bersama anaknya, tertawa bahagia, sangat nyaman dipandang bagi orang orang yg menjalani hidup sederhana, karena pemikiran sebagian orang, meskipun banyak tekanan di dunia kerja, mereka selalu menyempatkan untuk menghibirkan diri bersama keluarga, teman, pacar.
.
.
Ditaman Bermain pusat kota.
Frans : "Kita singgah di kedai ujung sana, sepertinya ada penjual Mie yg enak!"
Citra : "Kamu suka memakan mie?" Tanya Citra penasaran.
Frans : "Cukup suka, dan rasanya lumayan."
citra : "Baiklah, siapa tau itu enak..kita lihat"
Oke!
Mereka pun berjalan ke kedai tersebut sambil mencari kursi yg terlihat penuh pembeli. Frans berkata kepada penjual.
Frans : "Boss sepertinya bisnismu bagus?"
penjual : "Hahaa yaah beginilah anak muda, kedai selalu ramai, ngomong ngomong gadis disampingmu jg sangat cantik!"
Frans : "Aah..ini ...Yaah hanya teman!! Benar teman kuliah! Hehee." Jawab tersenyum canggung seraya menggaruk kepalanya tidak gatal.
Penjual : "Heh! Mengingat masa muda memang
menyenangkan."
Citra yg mendengarpun hanya tersenyum ramah.
Frans : "Oiya, buatkan 2 porsi mie pangsit, pedas manis!"
Penjual : "Baik! tunggu sebentar."
Sambil menunggu pesanan, lalu pesanan pun jadi, lalu mereka mulai memakannya, setelah selesai, sampai hari menjelang gelap, mereka berdua keluar dari kedai, Frans berkata :
Frans : "Oiya, Citra, lebih baik aku pulang menggunakan Taxi saja."
__ADS_1
Citra : "Kenapa ?" Tanyanya heran.
Frans : "Setelah ini, aku ada sedikit urusan, jadi lebih baik kamu pulang sendiri." Jawab Frans, karena dia tidak mau sampai Citra mengantarnya ke markas, menurutnya itu berlawanan arah dari rumah Citra. Jadi lebih baik tidak merepotkan org lain. Pikirnya.
Citra : "Ohh baiklaah. Terimakasih untuk hari ini Frans." Ucapnya tulus.
Frans : "Oke sama sama."
Citra : "Sampai jumpa besok." Ucapnya sambil melambaikan tangannya. Berjalan menjauh, sebelum memasuki Mobil dan pergi.
"Haahh....hari ini cukup menyenangkan." Gumamnya pelan, sambil berjalan santai melewati trotoar sampai sejauh 1 Km, merogoh saku nya menelepon seseorang , sebelum matanya menatap sosok cantik yg menurutnya familiar, diseberang jalan sosoknya berlari ke depan restoran, seperti sedang terjadi masalah.
Terlihat 2 orang berbadan tegap, dan 1 seorang pria berpakaian rapi, seperti tuan muda arogan sang pewaris harta sedang menahan seorang wanita, wanita itu terus meronta ronta, dari penghlihatan Frans itu seperti seorang Pengawal.
Siapa itu?? Seperti ibu dosen!?
Sial ternyata benar bu Erika!
Kaget sesaat, Frans berlari menuju sebrang jalan.
Diseberang jalan.
Dosen Erika : "Lepaskan!! Dasar pria tidak tahu malu!" Ucapnya.
"Pemuda berjaz yg dimaksud adalah Jeky Thompson, tuan muda keluarga Thomson, Keluarga Besar kerajaan yg mengendalikan di bidang Perdagangan, Batu bara, Emas, dan masih beberapa lagi.
Kejadian itu sebenarnya rencana dari sang bibi Erika sendiri, mengatakan bahwa ada seseorang teman yg meminta pertemuan, dengan alasan urusan bisnis. Jadi dia pun setuju walaupun sedikit curiga.
Untuk Jeky Thompson, Mengingat dirinya dijodohkan dengan seroang gadis, dia pun menuruti keinginan ibunya yg merupakan teman dari bibi dosen Erika, jadi dia langsung setuju, apalagi setelah melihat profile yg sangat cantik sang calon tunangan membuatnya semangat sampai sampai membawa 2 orang pengawal. Ingin menunjukan betapa hebatnya keluarga Thompson.
Jeky : "Ayolah, calon istriku, cuma sebentar saja."
Erika : "Aku tidak mau ikut denganmu! dasar b*****k!"
Jeky : "Calon tunanganku galak sekali, jika sudah patuh apa akan segalak ini!? Jangan salahkan aku berbuat kasar!"
Erika : "Cuih!..aku tidak segampang itu yah, aku akan lapor Polisi!"
Jeky : "Pengawal!! Bawa gadis sia..."
Sebelum kata katanya selesai, terdengar suara mengejek dingin dari belakangnya :
Frans : "Apa ini yg dilakukan seorang pria?! Memaksa wanita dengan cara kasar!?" Ucap sambil tersenyum mengejek.
Semua orang mengalihkan pandangannya termasuk Erika yg ikut kaget, terdapat sosok pemuda sedikit berotot, ramping tinggi, terlihat seperti pelajar, matanya tenang, berjalan dengan santai.
"Franss?! Kenapa dia ada disini?" Gumamnya heran, tetapi setelah itu sedikit lega jika ada yg menolongnya dari situasi tersebut. Sebelum memanggilnya polisi, pikirnya.
jeky : "Siapa kau!? Bisakah tidak ikut campur!?"
Frans : "Tidak bisa!! siapa aku, itu tidak penting, jadi lepaskan wanita itu!!"
Jeky : "Menarik!! Apa kamu tau siapa aku!?"
Frans : "Kamu siapa itu tidak penting! Segera lepaskan gadis itu sebelum kamu menyesal." Jwb nya santai.
Jeky : "Hahahaa seumur hidup, baru kali ini aku melihat orang sepertimu yg membuatku tertawa! Pengawal!! Tangkap bocah itu, beri dia pelajaran!"
2 Pengawal dibelakangnya pun menatap dingin, bergegas mendekat, ingin menangkap Frans. Terlihat jelas bahwa mereka pernah menjadi tentara sengan ciri ciri khusus di tangan kapalan hitam, leher kekar, langkah kakinya ringan.
Erika : "Franss!! Tolong!!, Cepat lapor Polisi!"
Frans : "Kamu bertemu masalah seperti ini! Apa kamu tidak menganggapku sebagai pacarmu?! Kamu melupakanku? Hati ini begitu sakit!"!Jawabnya bersandiwara seraya terlihat sedih.
Dosen Erika yg mendengar Frans pun melotot, sedikit marah. Bergumam," Ini keadaan apa?! Anak ini tidak pernah serius!"
Hap!!
__ADS_1
Kena kau bocah!!
Phakk!!
Phakk!...
Aduh....
2 Pengawal yg menangkapnya, seketika tergelincir ke depan, hingga kaki Frans menyapu berputar.
Wuzzhhh...
Jeky yg melihat itu wajahnya merah padam.
"Dasar pengawal idiot!!"
"Sialan."
"Beraninya kau!" Ucap pengawal kesal, bangkit berdiri lalu meninju kearah Frans.
2 Tinjuan mengarah ke depan.
Bugh...bugh...
BANG!!!..
BANG!!..
Dengan sigap Frans menangkis 2 pukulan itu, diikuti tendangan cepat mengenai perut pengawal itu, sampai terlempar 3 Meter disisi trotoar.
"S*****!"
"Anak ini tidak bisa dianggap remeh."
2 pengawal berdiri dengan susah payah. Waspada.
"FRANS! CUKUP!!"
Sebelum menyerang kembali frans terhenti, menoleh kearah dosen Erika.
Erika : "Frans, kita pergi dari sini!"
Berlari kearah Frans, menarik tangannya sebelum langkahnya terhenti.
Jeky : "Apa aku sudah mengizinkan kalian pergi?!"
Frans : "Dia itu wanitaku!! Sebagai pria sejati sepertiku, jika dia diperlakukan kasar, dimana harga diriku?! S****n!" Jawab Frans dengan PD nya.
Dosen Erika yg mendengar itu, tersenyum masam. Wajahnya memerah seperti apel," Beraninya anak ini mengklaim dirinya sebagai wanitanya? Dasar!"
Jeky : "Baik baik! Akan kuingat kejadian ini. Jika berani sebutkan namamu!"
Frans : "Aku Frans Anderson!! Kapanpun menerima tantanganmu."
Jeky : "Kali ini aku melepaskanmu bocah! Tunggu pembalasanku."
"Nak!! Kamu menyinggung orang yg salah, jangan menyesal !" Ancam 2 orang pengawal. Mengikuti tuan mudanya . Berlari menjauh.
Jeky memberi isyarat kepada pengawal yg berdiam diri, lalu pergi menjauh
.
Dan...
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG....NEXT🙌