
Setelah kepergian 3 orang itu, Frans pun menoleh ke samping, menatap dosen Erika yg wajahnya merah padam. "Kenapa dosen Erika?" Melihat ke bawah dimana tangannya masih memegang tangan yg halus, lembut.
Plakk..
"Sudah, lepas!"
Eh...
Frans : "Kenapa dilepas?" Ucapnya dengan enggan.
Dosen Erika : "Sudah Frans, jangan pura pura lagi! Orang tu sudah pergi."
Frans : "Mereka masih melihat kita, lebih baik terlihat seperti..."
Dosen Erika : "Jangan alasan! Aku tau apa yg kamu pikirkan, Hm!" Jawabnya
Frans : "Hehee baiklah baiklah."Jawabnya sambil mengangkat tangan pasrah.
Dosen Erika : "Sebelumnya terimakasih Frans, maaf merepotkanmu." Ucapnya tulus.
Frans : "Aih..masalah kecil seperti ini tidak sampai merepotkanku." Jawab dengan sombong sambil menepuk dadanya.
Dosen Jrika : "Baiklah, oiya.. ngomong" kenapa kamu bisa ada disini?"
Frans : " Ooh itu..mm..hanya sedang mencari angin kok. Ya benar." Jawabnya sambil berkata dalam hati, " Tidak mungkin kan aku berkata,habis jalan dengan gadis lain?? Lebih baik terlihat jomblo saja hehee."
Dosen Erika yg mendengar itu mengerutkan keningnya heran, "Cari angin? Di jalan raya seperti ini?? Sudahlah lupakan, yg penting aku selamat dari pria brengsek itu."
Frans : "Sekarang bu Erika mau kemana?"
Dosen Erika : "Aku kebetulan mau pulang, itu mobilku." Jawab seraya menunjukkan mobil yg terparkir di samping trotoar.
Frans : "Ooh...apa aku boleh bermain ke tempat bu dosen? Hehe yah sebagai pengena...."
Dosen Erika : "Tidak boleh!! Lain kali saja." jawabnya datar.
Frans : "Heii!!..bukankah kamu wanitaku apa salahnya?" Ucapnya seolah olah lupa keadaan. Dasar Frans memang.
Phakk..
"Aduhh ampun bu dosen!"
Dosen Erika : "Frans!! Bisakah kamu sopan terhadap saya??"
Frans : "Baik baik aku menyerah...jadi tidak boleh berkunjung nih?? Ya setidaknya traktir atau apa kan?" Tanyanya kecewa
Dosen Erika yg melihat itu, berpikir sejenak, "Ya skali kali mungkin tidak masalah traktir makan sebagai ucapan terimakasih." Oikirnya.
Dosen Erika : "Baiklah, kita cari tempat."
Frans : "Naah itu baru benar." Jawabnya puas , reflex segera menarik tangan dosen Erika.
Dosen Erika : "Tanganmu dimana!?? Lepas!"
Frans : "Ooh..sory lupa." Jawabnya singkat seraya bersiul pelan, seolah olah pura pura bodoh.
Mereka berjalan, memasuki mobil dan pergi menjauh...
.
Di tempat lain
.
Villa Keluarga Smith
Diruangan yg terlihat mewah, dimana terdapat dua sosok insan yg sedang bercumbu mesra, diikuti erangan bahagia sepasang suami istri, sang pria terlihat berumur 45th badan berisi sedikit gempal, dan wanita itu 40th, terlihat matang walau sudah tidak muda lagi, tetapi masih menjaga tubuhnya dengan baik.
Tuan Jacob dan Nyonya Elena sedang menikmati hari hari romantis mereka, mengingat anaknya si Boby masih dirawat dirumah sakit, berpikir sampai sini membuatnya semangat, karena tidak ada yg mengganggu nya berduaan.
Kringg.!!! Kriing!.!!!...
Ponsel diatas Meja Rias pun berbunyi keras menandakan ada telephone masuk.
__ADS_1
Tuan Jacob yg melihatnya sangat jengkel, "Orang sialan mana yg mengganggunya?!" Gumamnya kesal, berlalu berkata :
Tuan Jacob : "Tidak bisakah hari hariku tenang sedikit?! B******!"
Nyonya Elena : "Sayang, sebaiknya angkat dulu, siapa tau penting kan? ayo angkat." Ucapnya lembut.
Tuan Jacob : "Hah!! Baiklah ...nanti kita lanjutkan." Jawab dengan enggan, berdiri menuju meja rias, "Aku mau lihat, b*****n mana yg menggangguku, "Gumamnya kesal.
Nomor yg tidak dikenal
Setelah menggeser tombol hijau.
Tuan Jacob : "Siapa?!"
"Lapor tuan, ini saya, seorang mata mata yg ditugaskan mengawasi saudara gagak malam." Ucapnya terdengar cemas.
Tuan Jacob : "Katakan!? Jika tidak penting, lihatlah bagaimana aku membunuhmu." Ucapnya masih terlihat kesal.
"Ini..tuan...aduuhh s..."
Tuan Jacob : "Katakan yg jelas!! Dasar B******k!!"
"Ini tuan ...20 orang gagak malam, semuanya tewas di pabrik yg terbakar." Jawabnya panik.
Tuan Jacob : "Apa!!?...Coba katakan dengan detail."
"20 Gengster yg disuruhnya, semua tewas tuan, di pabrik yg terbakar!"
Gluk...
Prakkk..
Telephone terjatuh, setelah itu mengambilnya kembali.
Tuan Jacob yg mendengarnya pun seketika kaget, " bagaimana bisa??! Bukankah Hanya menyuruh mereka untuk memberinya pelajaran? Knp jadi seperti ini...S*****!!" Berkata dalam hati.
Tuan Jacob : "Terus selidiki!! Apakah kita ada menyinggung orang besar?...Kasi tau aku jika sudah dapat jawaban."
Tutt....
Nyonya elena : "Sayang, apa ada masalah??"
Tuan Jacob : "Aah tidak apa" kok...hanya kaget saja..huh"
Nyonya Elena : "Benarkah?"
Tuan Jacob : "Benar istriku, mm.. kita lanjutkan lagi nanti saja."
Nyonya Elena : "Yaahh padahal kita sudah lama sayang tidak berduaan...iih..payah!"
Tuan Jacob : "Maaf istriku, kita lanjutkan nanti yah..oke!? Aku keluar sebentar."
Nyonya Elena : "Hmm baiklah."
Tuan Jacob segera keluar, menuju ruang kerja,dan menutup pintu rapat rapat, menelephon seseorang ..
Tutt....
Tutt...
"Halo kak, apa ada masalah?" Ucap seseorang diujung sana.
Tuan Jacob : "Dik, maaf, 20 anak buahmu yg kukirim, semuanya tewas!"
"Bagaimana bisa!?? Apa kamu bercanda kak?!Jangan bohong!"
Tuan Jacob : "Buat apa aku bohong!? mereka semua tewas terbakar didalam pabrik bekas."
"Itu 20 orang kak!! Bukankah cuma menangkap seorang pelajar saja?!! Kalo sprti ini, ini penghinaan!"
Tuan Kacob : "Aku juga heran, apa pihak lain mengirimkan bantuan, atau kita ada menyingging orang besar, entahlah..."
"Hah..Baiklah kak, sementara lupakan masalah ini sementara."
__ADS_1
Tuan Jacob : "Baiklaah, tapi kamu terus selidiki bocah bernama Frans itu, siapa tau ada orang besar dibelakangnya. Paham?"
"Baiklah kak, setelah informasi muncul, aku segera menelphonmu."
Tutt....
sambungan terputus.
"Siapa yg melakukan ini?? Apa benar bocah itu punya kemampuan? Ini membuatku bingung." gumam pelan tuan Jacob.
.
.
Keesokan harinya.
Dipagi hari
Dirumah Frans, kawasan warga, terdengar suara kicauan burung yg indah, seperti nyanyian lagu yg mengiringi embun pagi, membangunkan seorang pemuda yg terlihat sedang tidur.
Mengingat hari ini libur kampus, "Jadi apa salahnya bermalas malasan sedikitkan? Hehe."
Tok tok tok...
"Franss bangun nak."
"Cepat mandi! Makanan sudah siap."
Terdengar suara ibu Dira dari luar.
"Frans : "Iyaaa sebentar, masih ngantuk ini."
"Keburu siang lohh, kalo dingin tidak enak!"
Frans : "ibu, Frans skrg libur, jadi 30menit lagi oke!"
Tidak ada jawaban.
Brughhh..krieeettttt....
Puk
Puk
Gagang Sapu mendarat dipantatnya pelan.
Ibu Dira : "Ayo bangun!!"
Frans : "Ibuu ...nanti aah."
Pakk..
Iya iyaa ampunn!!
Ibu Dira : "Jadi laki laki itu harus rajin! Jangan malas. Gadis mana yg mau sama pria pemalas??"
Frans : "Ibu jangan remehin Frans, gini gini Frans sudah punya calon istri tau! Dia sangat cantik, mandiri, dijamin ibu pasti suka hehee"
Bu Dira yg mendengarnya pun senang, apa benar dia akan mempunyai menantu cantik!? Jika iya pasti menyenangkan, sebelum senyum itu sirna, digantikan dengan wajah heran, menurutnya frans yg sampai saat ini belum punya pekerjaan tetap dan masih kuliah, pikirnya : "Anak ini, berani beraninya!! Belum ada kerjaan, sudah merayu anak gadis orang?!"
Ibu Dira : "Coba kenalin ke ibu, tapi setelah kamu sudah punya pekerjaan, tidak boleh rayu gadis sembarangan! dengar tidak? " Ucapnya tegas.
Frans : "Aduuh...yg ada, Frans yg dikejar kejar bu."
Phak..
Aduh..
Iya iyaa sudah bangun ini...hoam...
Ibu Dira : "Cepet bangun!! Dasar pemalas."
Setelah berdiri, lalu Berlari ke Kamar Mandi.
__ADS_1
Dan...
BERSAMBUNG...NEXT