Anak Misterius (Hidden MartialArts Technique)

Anak Misterius (Hidden MartialArts Technique)
Eps.23 Ada apa dengan tuan besar?


__ADS_3

Malam berlalu dengan tenang, tetapi terdapat hati seorang pria yg tidak tenang, tidur dengan wanita asing didalam 1 ruangan, sambil dipeluknya, saling berhadapan, kulitnya yg menempel sangat lembut, bulu matanya bergerak gerak sedikit dengan indah dan tercium aroma khas harum wanita dihadapannya.


.


Didalam hotel.


" Wanita ini sepertinya sangat ketakutan, Sampai sampai memelukku dengan erat." gumamnya.


" Sebaiknya sekarang apa yg kulakukan?" pikirnya bingung.


"Ahh lebih baik melakukan sesuatu kepada wanita ini, hehee anggap saja ini adalah sedikit pelajaran! Siapa suruh menarikku dalam masalah!" berkata dalam hati.


Segera setelah itu mengambil ponsel dari sakunya, lalu memotret wanita didepannya diwaktu mulutnya terbuka, sambil memeluknya.


Krekk!


Krek!


Krek!


"Haha! jahil sedikit tidak apalah! " gumam pelan.


.


.


Ditempat lain, sebuah Villa mewah Keluarga thompson.


Terdapat 3 orang duduk di meja makan, sambil berbincang.


"Jeky, kenapa kakakmu saat ini belum pulang dari perusahaan?" ucap sang ayah & juga kepala keluarga, Daniel Thompson.


"Kenapa tanya aku? hubungi saja sendiri!" jawab jeky malas.


"Kamu ini, masih saja tidak merubah sikapmu. Huh, sangat berbeda dengan kakakmu yg penurut itu!" dengus ayah daniel.


"Sudahlah! Cari saja sendiri anak kesayangan ayah itu!" balas jeky.


"Papah tidak boleh pilih kasih dong! Jeky juga anak kita!" ucap sang istri, Melissa thompson.


"Inilah hasil dari perbuatanmu!! Jadi seperti ini sikapnya, aku sudah berapa kali mengingatkan. contohlah kakakmu itu, Dia rela mengorbankan masa mudanya demi perusahaan ayah! Sedangkan kamu jeky?! Hanya tau membuat masalah kepada pengawal, menghamburkan uang, jika kamu masih saja seperti ini, ayah tidak memberikan satu sen pun kepadamu!! " Omelnya panjang lebar sambil menunjuk nunjuk jeky dengan marah.


"Mamah! Lihat, apa aku tidak bisa bersenang senang sedikit, ayah terlalu berlebihan!! Seperti tidak pernah muda saja!" ucapnya meminta pertolongan sang ibu.


"Papah! biarkan sementara jeky menikmati masa mudanya, tidak bisakah papah memberi perhatiannya sedikit?" ucap melisa mengerutkan kening tidak puas.


Brak!!..


Memukul meja dengan keras.


"Sudahlah!! Terus saja bela anakmu itu! Semua kacau!!" teriak sang ayah murka, karena setiap kali dia mengajarkan kepada sang putra, selalu mengabaikannya dan malah meminta pertolongan istrinya, inilah emosi yg dipendam sekian lama sampai ahirnya tidak bisa menahan diri lagi.


Setelah mengatakan itu, tanpa basa basi langsung pergi meninggalkan meja makan.


Sang istri yg melihat itu hanya tersenyum masam, diam mematung.


Daniel Berlalu keluar mencari udara ditaman, segera mengeluarkan ponselnya.


Tuutt...


Maaf nomor ini tidak aktif.


"Dasar anak ini, membuat aku khawatir saja!" gumamnya cemas.


"Pengawal! Kemari!"


"Siap tuan besar! Apa ada masalah?"


"Cari lokasi michelle, malam ini harus menemukannya! Mengerti?!" perintahnya tegas.


"Mengerti tuan besar!" jawabnya hormat.


"Pergilah!" ucapnya pelan.


Hah! Sekretaris Silvi! Benar dia!


Ahh kenapa tidak kepikiran Dari tadi??


Dengan segera menghubungi sang sekretaris.


Tut...krep.


"Selamat malam tuan besar" jawab seorang gadis diujung sana dengan sedikit gugup.


" Silvi, apa kamu tau, dimana michelle sekarang? Aku sudah menghubungi ken alvaro, tetapi dia mengatakan tidak bertemu dengannya hari ini." ucap menjelaskan.


" Maaf tuan besar, saya tidak mengetahuinya" jawab silvi dengan hati yg berdebar.


Daniel thompson yg mendengar nada bicara silvi yg aneh pun seketika ada yg tidak beres.


"Silvi, kamu sudah 5th bekerja diperusahaanku, aku sudah mempercayaimu seperti michelle, jadi katakan ada apa dengan michelle?" Tanya daniel tiba tiba dengan nada santai.

__ADS_1


"Anu tuan besar...itu..." ucapnya tergagap.


"Katakanlah, tidak perlu menutupi apapun, aku tau kamu bisa dipercaya!" ucapnya.


"Baiklah tuan besar" jawab silvi lalu menjelaskan tentang kejadian dimana bertemu ken alvaro, lalu perkelahian sosok pria yg menyelamatkan putrinya dari obat perangsang yg direncanakan ken alvaro yg merupakan anak rekan bisnisnya, tidak disangka ternyata masalahnya sudah sebesar ini.


Daniel yg mendengar itu seketika marah besar.


"B*****n!! Beraninya mereka berbuat itu kepada putriku!? Silvi katakan dimana michelle sekarang, Aku akan segera kesana." seru daniel.


" Tuan, itu...anu..." ucapnya silvi ketakutan.


" Sudah disaat seperti ini kamu berani menutupinya?! Kamu tidak udah khawatir ancaman michell, biarkan aku yg menangani itu!" ucapnya Daniel dengan nada dingin.


Silvi pun mengatakan dimana lokasi michelle putrinya saat ini, Dimana hotel mereka ditinggali.


Setelah penjelasan dari silvi, Dengan segera daniel pergi dengan cepat membawa 10 pengawalnya, menuju hotel.


.


Masih dikediaman Keluarga thompson.


"Jeky, mama mohon kali ini, turuti apa kata ayah, karena ayah memang benar melakukan semua itu untukmu sayang. Jika kamu membantahnya, bukan hanya kamu yg kena imbasnya, tapi mamah pun tidak bisa membantu mu!" ucap melissa menjelaskan dengan lembut.


"Mamah!! Bantu jeky berbicara, jika benar apa kata ayah, bagaimana nasib jeky mah?!" pintanya memohon.


"Sudahlah, kamu tidak usah khawatir sayang, nanti juga papah baikan oke? Jadi, mulai sekarang patuhlah sedikit kepada ayah." ucapnya menghiburnya, walaupun dia ragu dalam hati, setelah sekian lama suaminya baru kali ini semarah itu.


"Baiklah!" jawab jeky dengan masam.


Ayah selalu pilih kasih!


.


.


.


Ditempat lain, Sebuah hotel.


3 mobil BMW hitam berhenti didepan hotel, Lalu keluarlah 11 orang dari dalamnya. Dengan ekspresi serius di wajah mereka, yg lebih mengerikan lagi wajah orang yg berjalan paling depan, terlihat merah padam.


"Wah ramai sekali!"


"Siapa mereka?"


"Husstt, kecilkan suaramu! Lebih baik kita menyingkir!" ucap orang disekitar.


Orang disekitar yg melihat itu dengan segera bergegas menyingkir, tidak berani mencari masalah.


.


"Selamat datang tuan tuan apakah..." ucapnya staff resepsionis terpotong.


"Berikan Nomor kamar Atas nama michelle thompson!!" perintahnya Daniel tegas.


"Ba..baik tuan tu...tunggu sebentar." ucap resepsionis ketakutan.


Eh...tunggu?


"Michelle thompson?" gumam frans pelan.


Frans yg tidak sengaja mendengarpun melihat ke depan, terlihat kerumunan orang berbadan besar, tegap, seperti pengawal.


"Tidak disangka tuan muda s****n itu bergerak cepat juga, hahh!! Sepertinya aku terlalu lembut memberinya pelajaran." gumamnya, lalu segera berdiri menuju kerumunan.


"Heii!!..kalian ini bener bener tidak kapok yah, S****n!! Panggil tuan muda kalian kesini jika kalian ingin mencari masalah denganku!" ucap tiba tiba frans.


Seketika Para pengawal menoleh arah sumber suara, Tidak terkecuali Daniel, mereka melihat sosok cukup tinggi, tampan boleh juga, tetapi apa yg membuat mereka kesal adalah tampangnya yg terlalu percaya diri, dengan caranya berbicara.


"Apanya yg Tuan muda ? Siapa yg kamu maksud?!"


"Siapa bocah ini! nyalinya sungguh besar!"


"Bocah!! Tutup mulutmu!"


"Bocah tengik, apa kamu tau apa yg kamu katakan?!" ucap ara pengawal dengan dingin.


Daniel hanya menatap lekat lekat pria tampan yg berbicara tidak sopan, sambil mengingat sesuatu yg dikatakan silvi kepadanya. Seketika tersenyum penuh arti membiarkan para pengawal menangani masalah.


"Haiishh..Tidak usah banyak omong!! Jika kalian sampai melangkah masuk kamar itu, jangan salahkan aku bertindak kasar!!" ucap frans dengan PD. Dia masih mengira pengawal ini orang suruhan tuan muda sialan itu.


"B*****n kau bocah!!"


"Beraninya!!..." ucap 2 pengawal sebelum menyerang, suara tenang memecahkan keributan.


"Pengawal!! Selesaikan dihalaman hotel! Ucap daniel tiba tiba. Sebenarnya dia hanya penasaran dengan cerita sekretaris silvia, Dengan sosok sang penyelamat putrinya yg katanya sangat terampil ini, Dia pun memilih membuktikan dengan kepalanya sendiri.


" Baik tuan besar, bocah!! jika berani, keluar sebentar!"


"Aku harap kamu bisa bertanggung jawab atas ucapanmu!!

__ADS_1


"Siapa takut, ayoo keluar!! " ucap frans dengan tengil, seraya menyenggol bahu pengawal dengan sengaja.


Puk


"S****n kamu!" umpat pengawal dengan keras.


Daniel pun mengikuti dan memilih menonton.Para pengawal pun mengepung posisi frans. Untuk mencegahnya bocah ini kabur.


"Bocah!! Sekarang, kamu tidak bisa lolos dari kami!"


"Hahahaa, dengan badan yg kurus begini, kamu menantang kami seorang pengawal terlatih? Haiih.?, menyerahlah anak muda, sebelum terlambat!!"


"Menyerah?! Apa kalian idiot?! Hanya 10 dari kalian saja tidak akan mampu mengalahkanku!" ucap frans dengan senyum mengejek.


"S****n kamu! Jangan salahkan kami bertindak kasar!"


"Saudara! Pukul dan tangkap bocah arogan ini!!"


Seketika pengawal bergegas menyerang bersama. merasa terhina dengan ucapan bocah yg seperti anak sekolah. jika tidak memberinya pelajaran mau ditaruh mana mukanya.


Frans melihat para pengawal menyerang bersama, Berdiam diri pasang posisi kuda kuda, lalu memusatkan tenaga dalam di kakinya, mengeluarkan salah 1 jurus bernama KillerTyphoon. Berniat memberi pelajaran dengan serius kepada anak buah tuan muda sialan itu, pikirnya.


Seketika terlihat angin kecil berputar dikedua kakinya dengan cepat, dia segera melompat melakukan tendangan bagian atas berputar.


Shhh....


Zwooshhh...sraahhh....


Aaahhkk..


Aahhk


Kepalaku!!


Uhuk..Uhuk...


7 pengawal terlempar terbang diiringi teriakan tragis, sekaligus dengan terkena serangan luka cukup serius. Ada yg terkena bagian dada, kepalanya berdarah, Gigi copot. perkiraan para pengawal satu bulan baru sembuh.


Tanpa membuang waktu, setelah mendaratkan kakinya ditanah, dengan secepat kilat frans menyerang yg tersisa dengan tekhnik 3 IronFist, berencana melumpuhkan anggota tubuh pengawal dengan sekali pukul.


"HENTIKANN!!!" Seru Danial tiba tiba.


Frans yg mendengarnya hanya mengabaikannya. Terus maju menyerang.


"S*****!! AKU BILANG HENTIKAN!! AKU AYAH DARI MICHELLE!" teriak nya keras. Sampai sampai dadanya naik turun Karena saking paniknya melihat para pengawal yg sepertinya terluka parah.


"Hah!?"


Seketika serangannya berhenti mendadak didepan pengawal yg gemetar ketakutan dengan kekuatan bocah ini.


"Anda, apa anda mau menipuku!? jangan harap kalian lolos!!" ucap frans masih keras kepala.


"Benar nak, maaf sebelumnya sudah merepotkanmu! Aku memang benar adalah ayah michelle!" ucapnya tanpa ada keraguan diwajahnya.


"Buktikan jika Anda adalah ayahnya!" jawab frans dengan tenang.


" Baiklah, kamu bisa melihat, ini kartu nama saya!" ucap Daniel, sambil menjelaskan keadaannya sedikit.


"Jadi, anda benar benar adalah...." ucap frans terhenti dengan tampang kikuk.


" Benar nak, akulah ayah michelle." ucapnya tersenyum.


"Tuan, jika begini, bukankah sebaiknya anda katakan dari awal?! Mengapa.." ucapnya terpotong.


" Hahahaha, kamu memang pria yg tangguh nak, Disini, aku, Daniel thompson sangat berterimakasih kepadamu, telah menjaga putriku dengan baik!" jawab cepat dengan mantap.lalu segera menjelaskan mengapa dia membiarkan kejadian tersebut, lalu laporan dari sekretaris silvia.


" Jadi seperti itu..." ucap pelan frans sambil mengangguk mengerti.


" Baiklah, sekarang aku serahkan putriku kepadamu, antarkan dia ke rumah. Aku harap kamu tidak menolaknya! Aku tunggu anak muda " jawab tersenyum simpul, lalu menepuk pundak pria muda dihadapannya, lalu segera bergegas pergi dengan para pengawal.


"Tuan besar, apa maksudnya ini?!"


"Bukankah kita harus memberinya pelajaran kepada bocah itu?!" tanya para pengawal yg masih bingung dengan situasi ini. Sisa pengawal yg terluka diantar segera ke rumahbsakit.


"Sudah! Sudah!..kalian turuti saja kata kataku!" ucap tuan daniel dengan santai. Lalu menjelaskan sedikit.


"Ternyata begitu..." gumam para pengawal dengan muka masam.


Bukankah lebih baik katakan dari sebelumnya? Tetapi nasi sudah menjadi bubur, tidak tau apa yg tuan besar pikirkan, mereka hanya menurut saja.


Daniel Hatinya sangat puas terhadap putrinya ini. Berjalan menjauh, Sesekali bersenandung nada pendek.


"Dasar putriku ini!! Punya kekasih yg sangat kompeten tetapi diam diam menyembunyikan dari ayah?! gumamnya dengan kesal tetapi nadanya menunjukan seorang ayah yg sangat menyayangi putrinya.


" Jika begini, aku bisa mati dengan tenang! HAAHA!! " semakin memikirkannya, tiba tiba daniel tertawa tanpa ada sebab.


"Ada apa dengan tuan besar?!" para pengawalpun semakin bingung dibuatnya.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG....NEXT🙌


__ADS_2