
Sung Jae juga sama halnya dengan Jie Eun.Ia terus saja tersenyum dan senang tanpa alasan yang jelas.
Saat ini,Ibu dan ayah Sung Jae sedang menemani Sung Jae.Jie Eun sudah pulang begitu orang tua Sung Jae datang tadi.
"Sung Jae apa yang membuatmu terus saja tersenyum dari tadi nak?"Tanya ibu Sung Jae sambil mengelus kepala puteranya itu.
"Hanya sedang bahagia saja bu."Sung Jae lalu memandang ayahnya."Ayah,kelak aku juga akan menjadi pengacara sukses.nantikan ya."
"hahahaha."Ayah Sung Jae tertawa."Bukankah kau bilang tidak mau mengikuti jejak ayah dan ibumu menjadi pengacara."
"Itu kan dulu ayah,tapi sekarang aku sudah punya tujuan hidup.Aku akan menjadi
pengacara sukses seperti kalian dan banyak uang."Sung Jae memamerkan impiannya pada kedua orang tuanya.
"Kenapa kau tiba tiba seperti pria dewasa Sung Jae?"Tanya ibunya lagi.
"Ibu,aku ingin menjadi seorang pelindung dan manusia yang berkualitas.Aku ingin bisa menjadi suami yang membahagiakan isteriku nanti."
"Plakkkkkkk"Ayah Sung Jae menjitak kepala Sung Jae.
Sung Jae mengelus kepalanya yang sakit setelah di jitak itu."Sakit ayah,nanti aku jado bodoh."
"Isteri isteri,belajar dulu yang benar dan hitamkan nilai nilaimu yang merah itu.Kau kira menikah dan mapan itu mudah."Ayah Sung Jae tersenyum sambil menasehati anaknya itu.
Di rumah,Jin Joo sedang berdandan di depan meja rias.Ia juga sudah membeli beragam buah buahan untuk di bawa menjenguk Sung Jae.
Begitu keluar kamar,Jin Joo kebetulan bertemu Jie Eun."Kakak,aku cantik tidak?"Jin Joo berputar dan memamerkan gaun merah yang baru di belinya itu.
"Cantik sekali Jin Joo."Puji Jie Eun."Tapi kau mau kemana dengan pakaian itu?"
"Tentu saja ke rumah sakit,aku ingin menjenguk Sung Jae.Ayo kak temani aku."Rengek Jin Joo.
"Tapi,tadi siang aku sudah kesana.Kau saja ya Jin Joo.Aku sedikit lelah."Jie Eun berusaha menolak halus tapi untungnya Jin Joo mau mengerti.
"Baiklah,tidak apa apa.Tapi,kalau besok kakak menjaga Sung Jae lagi tolong katakan hal hal baik tentangku ya,agar dia tertarik padaku.Kakak kan tahu aku suka padanya."
Jie Eun lalu merasa bersalah.Bagaimana mungkin aki memiliki rasa pada pria yang di sukai anak tiriku.
"Iya,besok akan aku lakukan."Jawab Jie Eun menyenangkan hati Jin Joo.
"Yesss,kau memang yang terbaik kakak."Jin Joo girang bukan kepalang dan memeluk Jie Eun.
Jin Joo benar benar menjenguk Sung Jae ke rumah sakit.
__ADS_1
"Kenapa ibumu tidak ikut Jin Joo?"Tanya ibu Sung Jae yang ada di ruangan itu juga.
"Oh itu,dia sedang lelah katanya bibi."Jin Joo agak gugup menjawab omongan ibu Sung Jae karena ibu Sung Jae sangat kharismatik.
Padahal Sung Jae sudah beharap sekali jika Jin Joo datang bersama Jie Eun lagi.
Jin Joo lalu mengajak Sung Jae bicara.Ayah Sung Jae mengajak isterinya keluar agar Jin Joo dan Sung Jae bisa leluasa bicara.
Di luar ruangan,ayah dan ibu Jin Joo salah kapra dan mengira Sung Jae dan Jin Joo punya hubungan khusus.
"Sayang,apa Sung Jae mulai punya tujuan hidup karena gadis yang menjenguknya itu?"Tanya ayah Sung Jae.
"Enatahlah,aku juga tidak tahu.Tapi jika benar juga tidak masalah.Sung Jae sudah cukup dewasa untuk memikirkan masa depannya."Ibu Sung Jae setuju setuju saja sambil berpandangan dengan suaminya.
Tapi Sung Jae di dalam merasa terganggu dan risih dengan kedatangan Jin Joo.Ia ingin Jin Joo lekas pergi saja dan menunggu Jie Eun datang lagi esok hari
Tapi di rumah,Jie Eun malah bimbang kembali karena perasaan Jin Joo pada Sung Jae.
Haruskah aku membantu Jin Joo? Tapi bagaimana dengan diriku? Juga bagaimana dengan Sung Jae?Hal itulah yang terputar di otak Jie Eun sekarang.
Esok harinya,Jie Eun ke rumah sakit lagi.Jie Eun memutuskan bercerita tentang Jin Joo yang memiliki perasaan pada Sung Jae.
Tapi Sung Jae langsung menyangkal semua itu."Nuna,jadi maksudmu kau ingin aku menerima Jin Joo? Kau tahu sendiri kan orang yang aku suka itu siapa? Apa kau bimbang lagi?"Sung Jae mulai harus meyakinkan Jie Eun lagi.
Sung Jae meraih dagu Jie Eun dan memalingkan wajah Jie Eun padanya.Sung Jae lalu meraih kedua tangan Jie Eun dan mengecupnya satu per satu.
Jie Eun melihat jelas hal itu dan terdiam.
"Kau lihat,aku mencium kedua tanganmu.Aku ini adalah kekasihmu dan kau adalah wanitaku nuna.Jangan pusingkan hal lain lagi.Jin Joo juga bukan wanita yang aku suka.Jika kau memaksanya bersamaku maka kau akan tersakiti."Sung Jae jelas merayu dan menyadarkan Jie Eun bersamaan.
Jie Eun meratap dan mendalami omongan Sung Jae yang benar adanya.
"Hei."Sung Jae menjentikkan jarinya agar Jie Eun sadar dari lamunannya."Kemarilah."Sung Jae lalu menarik badan Jie Eun dan memeluknya."Hanya kau wanita di hatiku Nuna.Jadi jangan pernah bimbang dan ragu.Kelak aku akan menjadi pria sukses dan melamarmu."Sung Jae mencoba menghangatkan persaan Jie Eun.
Di balik punggung Sung Jae,Jie Eun tersenyum dan bahagia karena ada laki laki seperti Sung Jae di tengah kemelut hidupnya.Walau Jie Eun tahu posisinya sangat salah bersama Sung Jae sekarang setelah berstatus sebagai isteri orang.
Jin Joo yang bersekolah sedang semangat semangatnya dan yakin jika hubungannya dan Sung Jae akan lancar tanpa tahu saat Ini,Jie Eum sedang menemami Sung Jae berjalan jalan di sekitaran rumah sakit sambil memadu kasih.
Esok harinya,Sung Jae sudah di perbolehkan pulang.Sung Jae agak sedih karena tidak bisa bertemu dan berduaan dengan Jie Eun lagi.
Tapi,takdir masih berpihak pada Sung Jae.Rencana belajar membuat kue antara ibunya dan Jie Eun akan di lakukan besok.Karena esok hari juga kebetulan hari libur.
******
__ADS_1
Tapi esok harinya,Sung Jae yang tangannya masih belum pulih benar juga harus terima jika Jin Joo ikut serta bertandang ke rumahnya.Saat Sung Jae membuka pintu,wajah Jin Joo yang pertama ia lihat barulah setelah itu Jie Eun dengan wajah yang kurang enak karena Jin Joo juga ikut.
Kenapa Jin Joo juga harus ikut!Mengganggu saja!!Akan susah untukku dekat dekat dengan Jie Eun kalau begini.
Sung Jae jadi bad mood karena kehadiran Jin Jo.Saat Jie Eun dan ibunya sibuk di dapur.Jin Joo juga sibuk terus menerus mendekati Sung Jae.
"Sung Jae,nanti kau akan kuliah dimana?"Tanya Jin Joo pada Sung Jae di ruang tv.Jin Joo duduk di samping Sung Jae di sofa itu.
Sung Jae sangat malas sebenarnya meladeni Jin Joo."Entahlah,yang jelas di jurusan hukum.Aku akan menjadi pengacara nanti."Jawa Sung Jae datar dan bahkan tanpa memandang Jin Joo.
Wah,Sung Jae mau jadi pengacara???Apa sebaiknya aku jadi pengacara juga?Aku pasti akan menjadi menantu idaman keluarga ini jika bisa menjadi pengacara juga.
Jin Joo yang awalnya berniat kuliah di jurusan akting,malah banting haluan dan ingin menjadi pengacara.Itu semua tentu saja agar ia bisa terus bersama Sung Jae.Sekarang impian dan target hidupnya adalah bisa terus bersama Sung Jae.
Karena sudah benar benar suntuk,Sung Jae bangun dari sofa itu.
"Kau mau kemana Sung Jae?"Tanya Jin Joo tiba tiba.
"Aku mau ke dapur.Harum kuenya membuatku penasaran dan ingin mencicipinya."Sung Jae jelas berbohong untuk bisa melarikan diri dari Jin Joo.
Sampai di dapur,Sung Jae lagi lagi terpesona dengan melihat Jie Eun yang memakai celemek itu.Jie Eun kelihatan keibuan dan tetap cantik.
"Sung Jae,ayo kemari.Kuenya sudah jadi.Sini cicipi."Ibu Sung Jae memanggil puteranya itu.
"Iya bu,"Sung Jae lekas menghampiri ibunya dan Jie Eun yang saling berdekatan.
Ibu Sung Jae menyuapi puteranya itu,"Bagaimana nak?"Tanya ibunya penuh harap menunggu hasilnya belajar membuat kue bersama Jie Eun tadi.
"Enak bu."Wajah Sung Jae lansung penuh keceriaan setelah mencicipi kue lezat buatan ibunya dan Jie Eun itu.
Sung Jae sempat sempatnya melirik Jie Eun yang sedang membuat adonan baru.Jie Eun jadi salah tingkah dan malu lalu tertunduk.Sung Jae malah menertawakan hal manis itu.
Jin Joo tidak lama juga menyusul ke dapur.Ia merasa masih belum bisa mendapat perhatian Sung Jae sedikitpun.
"Jin Joo,bisa antar bibi ke toko peralatan membuat kue disini?Bibi masih belum terlalu tahu toko toko di sini.Jie Eun masih harus membuat adonan baru.Bisakah kau mengantar bibi nak?"Ibu Sung Jae langsung berkata seperti itu saat melihat Jin Joo.
Jin Joo sebenarnya sangat malas dan ingin menolak,tapi apa daya.Yang meminta tolong adalah ibu pria yang ia sukai.Mau tidak mau Jin Joo menurut saja."Iya bibi,aku tahu dan aku akan menemanimu."Jawab Jin Joo dengan senyum topeng palsunya.
Sung Jae berhip hop ria dalam hati karena ini akan menjadi kesempatannya bisa berduaan dengan Jie Eun.
Tidak lama setelah Jin Joo dan ibunya pergi,Sung Jae lekas menghampiri wanitanya itu.Jie Eun gugup namun juga bahagia karena bisa bersama Sung Jae.Sung Jae lalu menghampiri Jie Eun dari belakang yang sedang memixer adonan itu.Sung Jae mulai melingkarkan tangannya di pinggang Jie Eun.
Jie Eun merasa gugup dan tidak karuan.Terlebih debaran jantungnya juga bertambah cepat dan sekarang.....
__ADS_1
Sung Jae menyentuhkan bibirnya yang lembut di sisi kanan lehernya.Membuat Jie Eun merinding di sekujur badan.