
Sung Jae tidak bisa memikirkan apapun sekarang selain Jie Eun.
Tunggulah Nuna,tunggu.Aku mohon bertahanlah.
Sung Jae menaiki taksi agar lebih cepat sampai."Paman,tolong lebih cepat.aku sedang buru buru."Desak Sung Jae pada supir taksi itu.
"Baik nak."Jawab si supir taksi dan langsung melesatkan mobilnya secepat mungkin.
Saat sampai,Sung Jae lekas keluar dari taksi itu dan menerobos masuk ke rumah Jie Eun.Polisi juga tidak lama berdatangan.
Sung Jae masuk lebih dulu."Nuna...Nuna!!!!"Panggil Sung Jae dengan keras.
Jie Eun mendengar suara Sung Jae dari luar."Sung Jae!!! Aku disini!!!!"Jie Eun berteriak keras.
Sung Jae mendapat asal suara teriakan Jie Eun itu.Saat masuk lebih jauh ke dalam rumah itu,Sung Jae melihat Tae Ha yang ekspresinya memang sudah seperti orang tidak waras.
Sung Jae terdiam."Jangan ganggu Jie Eun!!! Menjauh darinya brengsek!!!!"Teriak Sung Jae hingga urat lehernya menimbul.
"Siapa kau bocah ingusan!!!Aku hanya sedang mengajari isteriku!!!Jangan ikut campur atau kau juga akan aku habisi!!!"Ancam Tae Ha dengan mata nya yang seram itu.
Sung Jae melempar tasnya."Baik,ayo ke sini.Pria melawan pria!!!Jangan sangkut pautkan Jie Eun di sini.Hadapi aku saja!!"Sung Jae dengan berani menawarkan dirinya demi menyelamatkan Jie Eun.
Polisi polisi sudah mulai masuk ke dalam rumah.Orang tua Sung Jae juga ikut datang setelah di telepon oleh Jin Joo.
Tae Ha panik karena kepungan orang orang di dalam rumah ini.Tae Ha semakin menggila lalu mengambil pisau dapur dan membayangkannya pada setiap orang."Kalau kalian mendekat,akan kubunuh kalian!!!"
Para polisi sudah bersiap dengan senjatanya kalau kalau Tae Ha berbuat nekad.
"Menyerahlah tuan!!Anda sudah di kepung dan kalah jumlah."Ultimatum seorang polisi.
Tae Ha akhirnya ketakutan dan tidak berkutik.Ia menjatuhkan pistolnya."Baik..baik,aku menyerah..aku menyerah.Ayo tangkap saja aku."Tae Ha memang menyerahkan diri namun masih seperti ada maksud terselubung di balik mimik wajahnya.
Polisi bergegas mengamankan Tae Ha.Sung Jae juga lekas menghampiri tempat persembunyian Jie Eun."Nuna,buka pintunya.Sekarang sudah aman."Ujar Sung Jae dari balik pintu.
Jie Eun segera membuka pintu itu.Sung Jae melihat Jie Eun di dalam yang begitu tertekan dan ketakutan."Nuna."Sung Jae langsung memeluk Jie Eun erat.
Jie Eun menangis hebat dan memeluk Sung Jae erat."Aku takut Sung Jae,aku takut."Isak Jie Eun di dalam pelukan Sung Jae.
__ADS_1
"Tenanglah Jie Eun,semua sudah terkendali dan kau sudah aman juga selamat."Sung Jae mencoba menenangkan Jie Eun.
Orang tua Sung Jae dan Jin Joo melihat yang terjadi pada Jie Eun dan Jin Joo.Mereka sudah tahu jika ada sesuatu di antara kedua orang itu.
Sung Jae memapah Jie Eun keluar.Jin Joo dan orang tua Sung Jae lekas menghampiri.
"Sung Jae,sebagai kekasih kau sangat hebat dalam melindungi Jie Eun."Jin Joo menatap Jie Eun dan Sung Jae.
Sung Jae dan Jie Eun mematung dan saling berpandangan dengat raut khawatir.
"Jadi kau sudah tahu semuanya Jin Joo?"Tanya Jie Eun takut.
Jin Joo mengangguk."Iya,sejak di rumah sakit saat kalian bermesraan di depan pintu kamar ruanganku."Jawab Jin Joo santai.
Sung Jae lalu menimpal."Maafkan kami Jin Joo,maafkan aku juga ayah dan ibu,ini semua salahku.Aku yang tidak bisa menahan diri karena sangat menyukai Jie Eun.Jie Eun tidak bersalah,akulah yang terus menggodanya."Sung Jae memasang badan untuk Jie Eun.
Orang tua Sung Jae dan Jin Joo tertawa tertahan.
Ayah Sung Jae langsung maju."Plakk."Ayah Sung Jae menggeplak kepala anaknya."Dasar berandalan kecil,belajarlah yang benar jika memang ingin memiliki Jie Eun.Tapi kau harus menunggu agak lama,selesaikan sekolahmu,kuliah dan jadilah pengacara hebat.Barulah kau boleh percaya diri seperti ini."Sang ayah memahami puteranya.
Sung Jae tidak percaya dengan respon yang orang tuanya berikan.Ibu Sung Jae juga mengangguk."Yah,kalau Jie Eun bisa sabar menunggu,aku senang senang saja punya menantu yang cantik dan pandai memasak."Lanjut ibu Sung Jae.
Karena semua dukungan itu,Sung Jae sudah berani terbuka dengan hubungannya bersama Jie Eun.Sung Jae memegang tangan Jie Eun erat.
"Ayah,ibu dan Jin Joo,terima kasih atas restu dan dukungan kalian.Aku janji akan menjadi orang hebat.Dan untukmu Jie Eun."Sung Jae menatap Jie Eun."Aku mohon bersabarlah,aku akan membuktikan diriku dan menjadikan diriku pria yang pantas untukmu."Sung Jae mengucapkan janjinya di saksikan orang orang terdekatnya.
"Iya Sung Jae,aku akan menunggumu."Sahut Jie Eun lembut.
Saat semuanya sedang terbawa perasaan karena pasangan baru itu,mereka jadi lengah dan tidak melihat pergerakan Tae Ha.Tae Ha yang melihat kesempatan lalu mengambil pistol milik salah satu polisi.
Jie Eun sempat menangkap momen itu,tepat saat Tae Ha menarik pelatuk senjata api itu dan mengarahkannya pada Sung Jae.Jie Eun dengan sigap menarik badan Sung Jae membalikkannya lalu menggantikannya dengan punggungnya.
Sehingga.."Doooooooorrrr."Tembakan itu melesat mengenai punggung Jie Eun demi menyelamatkan Sung Jae tadi.
Sung Jae masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya."Nuna!!!!!!!!!"Teriak Sung Jae histeris.
Tae Ha malah tertawa puas."Hahaahahahahaha."
__ADS_1
Polisi kecolongan dan segera mengamankan kriminal itu.
Jie Eun juga sudah di masukkan ke dalam ambulance dan di larikan ke rumah sakit.Sung Jae selalu mendampingi Jie Eun.Fikiran Sung Jae sangat kalut bahkan sampai menangis tidak karuan."Nuna,aku mohon bertahanlah."
Jie Eun sudah sampai di rumah sakit dan di larikan ke UGD.Jie Eun harus mendapatkan operasi secepatnya karena kondisinya yang kritis.
Sung Jae,Jin Joo dan orang tua Sung Jae menunggu dengan khawatir di luar ruang operasi.Sung Jae tidak mau beranjak dari tempatnya menunggu.Ia tidak makan,minum maupun tidur.Sung Jae terus menunggu operasi itu selesai dan memikirkan Jie Eun yang mengorbankan diri demi menyelamatkannya.
Tae Ha sudah di periksa dan hasilnya,ia menderita gangguan metal sehingga tidak dapat di proses secara hukum.Tapi ia akan di kurung di rumah sakit jiwa untuk rehat mentalnya.
Setelah 18 jam, operasi itu akhirnya berakhir.Dokter yang keluar dari ruangan operasi itu langsung di dera Sung Jae.
"Dokter,bagaimana keadaan Jie Eun."Tanya Sung Jae panik.
"Tenanglah,wanita itu selamat."Jawab dokter dengan senyumnya.
Sung Jae menitikkan air mata harunya."Terima kasih dokter.Terima kasih."Sung Jae saking senangnya menangis sambil tertawa.
Setelah semua musibah itu.Terbitlah harapan dan kehidupan baru untuk Jie Eun.
Tae Ha mendekam di rumah sakit jiwa.Jie Eun sudah bercerai dari Tae Ha.Jin Joo memutuskan untuk hidup bersama Jie Eun,Jin Joo juga sudah tidak badung lagi sekarang.Ikatannya dengan Jie Eun benar benar seperti saudara.
Jie Eun bangkit dan mendirikan usaha untuk bertahan hidup.Jie Eun menggunakan keahliannya memasak dan membuka toko kue.
Siapa sangka toko kue Jie Eun laris manis dan banyak peminat.
Sung Jae masih tetap menjadi kekasih Jie Eun.Sung Jae sangat pengertian tapi juga kadang cemburuan.Namun Jie Eun dan Sung Jae tetap saling menyayangi dan mencintai.
Orang tua Sung Jae sudah menganggap Jie Eun keluarga dan menyayangi Jie Eun.Sung Jae sangat ngebet untuk menikah tapi Jie Eun selalu memintanya bersabar dan berjanji akan menunggu Sung Jae.
Hari ini,Sung Jae dan Jie Eun sedang kencan sambil piknik di taman.Mereka berdua duduk selonjor kaki sambil menikmati hamparan rumput hijau di taman itu.
Sung Jae melirik Jie Eun kesamping lalu berbaring di paha Jie Eun.
"Nuna,aku tidak menyangka wanita cantik sepertimu yang sudah membuatku seperti orang gila karena jatuh cinta akhirnya bisa menjadi kekasihku.
Jie Eun menatap Sung Jae."Aku juga tidak percaya,anak tetanggaku ini yang membuatku jatuh cinta."
__ADS_1
Jie Eun dan Sung Jae sama sama tersenyum lalu menikmati romansa percintaan mereka setelah berbagai halangan dan rintangan yang mereka hadapi bersama.